System Menjadi Pria Sukses

System Menjadi Pria Sukses
System Sukses 222 Susahnya Punya Kekasih Tampan


__ADS_3

Chapter 222


Masih di dalam garasi mobil pribadi milik Gina yang berada di markas mafia miliknya, Kalina terlihat sedang mengambil barang-barang miliknya yang tadi dibeli olehnya pada saat berada didalam mall, barang-barang berupa berbagai jenis baju tersebut memang sengaja dibeli Kalina untuk dipakai selama berada di luar negeri.


"Kamu untuk apa membeli banyak sekali pakaian?" tanya Firman bingung karena melihat pakaian yang dibeli oleh Kalina sangatlah banyak sekali hingga membuatnya tidak habis pikir dengan wanita tersebut.


Walaupun Firman sebagai seorang laki-laki yang memiliki banyak kekasih sudah sangat mengerti sifat seorang wanita jika sudah berada di dalam pusat perbelanjaan yang pastinya untuk berbelanja ria, mereka tidak akan sebentar di dalam, berbagai barang akan dibeli oleh mereka jika memang dirasa barang tersebut bagus.


"Aku lupa membawa baju ganti saat pergi kesini, jadi aku membeli pakaian ini untuk aku pakai selama berada diluar hehehe," jawab Kalina dengan diiringi suara tawa canggung yang terlihat menggemaskan dimata Firman.


"Bagaimana bisa kamu melupakan pakaian ganti padahal sudah tahu jika akan pergi lama," ujar Firman heran.


"Sebenarnya aku pergi kesini itu tidak direncanakan sama sekali, kak Anggita memang memintaku untuk mengecek perusahaan namun tidak menyuruh segera berangkat, alhasil aku masih santai sambil bekerja diperusahaan kamu, lalu ada sebuah kejadian yang mana ada beberapa pengkhianat perusahaan ada diantara para petinggi perusahaan kamu sayang," ucap Kalina bercerita.


"Lalu bagaimana ceritanya kamu bisa sampai di sini?" tanya Firman penasaran.


"Aku sebelumnya sedang mengurus masalah pengkhianat perusahaan itu, tapi tiba-tiba kak Anggita langsung memintaku untuk pergi terbang menuju perusahaan yang baru kamu dapatkan beberapa waktu lalu, kak Anggi mengatakan jika masalah perusahaan yang ada di dalam negeri biar dia saja yang mengurusnya sedangkan aku diminta oleh dia untuk mengurus masalah perusahaan yang berada di luar negeri," jawab Kalina menjelaskan secara singkat namun terdengar jelas.


Firman yang mendengarkan semua cerita yang disampaikan oleh Kalina dengan seksama tanpa menjeda sama sekali telah mengerti apa yang baru saja diceritakan oleh Kalina.


Jadi dapat dibuat kesimpulan jika memang Anggita sengaja mengirim Kalina adiknya untuk pergi keluar negeri guna mengurus perusahaan Firman yang lainnya sedangkan untuk perusahaan yang berada di kawasan Asia akan diurus oleh Anggita dengan dibantu karyawan lainnya.


Sepertinya Anggita juga sedang menguji sang adik untuk bisa belajar mengurus perusahaan yang berada di luar negeri dengan cara yang baik tanpa harus membuat sesuatu yang merugikan perusahaan.


Sebagai seorang kakak tentunya Anggita sangat berharap jika adiknya bisa belajar banyak mengurus perusahaan, memang banyak orang yang mengatakan jika bahwasanya Kalina itu adalah salah satu perempuan yang memiliki kemampuan bisnis yang sangat sulit untuk ditandingi.

__ADS_1


Kemampuan Kalina untuk mengurus perusahaan tidak perlu diragukan lagi karena sudah sangat handal sekali, adiknya saja sudah sangat hebat apalagi sang kakak, Anggita.


Anggita sendiri selalu mendidik adiknya untuk menjadi sosok yang kuat jika menerima apapun hal baik berupa hujatan ataupun omongan orang yang menghina kita pada saat kita tidak memiliki apa-apa, orang hanya melihat luarnya saja meski aslinya didalam hati orang tersebut sangatlah baik sekali tanpa ada rasa benci pada siapapun.


"Kalau tidak salah kamu tadi mengatakan tentang pengkhianat perusahaan, apakah kamu bisa menceritakan tentang masalah itu kepadaku?" tanya Firman kepada Kalina.


Kalina mengangguk lalu menjawab, "Boleh saja, tapi bisakah sekarang kamu membantuku untuk membawakan barang-barang ini ke dalam, aku juga tidak tahu dimana letak kita akan menginap selama di sini," ucapnya.


Dengan sigapnya Firman langsung membantu Kalina membawakan barang belanjaan yang lumayan banyak lalu membawa semua barang tersebut menuju dalam markas yang sudah dianggap sebagai sebuah rumah oleh banyak orang termasuk Firman dan Gina.


Bahkan untuk Gina sendiri yang bertindak sebagai ketua tertinggi mafia Roses Girl juga ikut tinggal di dalam markas ini, kamarnya berada di lantai paling atas yang pastinya ada banyak sekali foto Firman didalam kamar Gina, sangking cintanya Gina kepada Firman hingga saat ini.


Saat sudah berada di dalam markas, Firman selalu disapa pada saat berjalan lalu berpapasan dengan para anggota Roses Girl karena memang sebagai kekasih dari Gina membuat seorang Firman sudah dianggap dengan sangat hormat sama seperti mereka menghormati Gina.


Meskipun pada pertemuan kali ini ada sebuah pertanyaan yang sama di setiap pikiran para anggota, yaitu siapakah wanita yang berada di samping Firman? Mereka tidak tahu siapa itu Kalina dan hubungan apa yang ada diantara mereka berdua, karena tidak ingin membuat ribut alhasil membuat Firman langsung mengajar Kalina pergi menuju tempat mereka menginap selama di sini.


Melihat interaksi yang dilakukan oleh Firman dengan para anggota mafia Roses Girl, pastinya membuat Kalina merasa agak sedikit merasakan cemburu karena seluruh anggota yang berada di dalam markas adalah perempuan semua tidak ada laki-laki sama sekali.


"Sepertinya mereka terlihat sangat menghargai kamu di sini sayang, apakah memang seperti itu adanya sejak awal kamu berada di sini?" tanya Kalina sangat penasaran.


"Aku tidak melakukan apa-apa tapi mereka sudah seperti itu sejak dulu saat pertama kali aku masuk kedalam markas ini sebagai kekasih dari Gina," jawab Firman.


Kalina mengangguk setelah mendengar jawaban yang disampaikan oleh Firman. Lalu pandangan matanya seperti melihat sesuatu dari arah depan mereka, memang sekarang mereka berdua masih dalam kondisi jalan untuk menuju lift yang agak jauh jaraknya.


Firman dan Kalina berjalan lumayan jauh karena luasnya markas ini selain itu juga agak lama saat berjalan lantaran letak garasi mobil dengan ruangan yang akan digunakan untuk Kalina dan Firman menginap cukup jauh hingga membuat sedikit lelah.

__ADS_1


"Kelihatanya ada banyak dari mereka yang menyukai kamu sayang!" ujar Kalina dengan pandangan mata tajam menatap ke arah beberapa orang anggota mafia Gina yang ketangkap basah sedang melihat Firman dengan pandangan mata tertarik yang mana hal itu justru semakin membuat Kalina marah.


Firman kali ini tidak menanggapi ucapan yang dikatakan oleh Kalina karena mereka sudah sampai di depan lift untuk menuju lantai atas, maklum sajalah markas mafia kelas kakap seperti Roses Girl pastinya memiliki ukuran yang sangat besar dan juga sangat luas sekali.


Mereka berdua lalu masuk ke dalam lift, saat akan menekan tombol yang mengarah pada ruangan tempat Firman dan Kalina bermalam, namun saat akan menekan tombolnya tiba-tiba datanglah seorang gadis cantik berlari karena terburu-buru, melihat ada wanita itu membuat hati nurani Firman tergerak untuk membantunya dengan cara menahan pintu Lift.


"Kak Firman?!" ucap suara tersebut setelah orangnya masuk ke dalam lift.


"Oh hay Lina," balas Firman kepada orang tersebut.


Ya betul sekali, perempuan tersebut adalah Lina yang merupakan adik dari Gina sekaligus wakil ketua dari mafia Roses Girl. Tampak sekali dari setelan yang digunakan oleh Lina kali ini terlihat baru saja keluar dari kantornya.


"Kapan kakak sampai disini? Kenapa tidak kasih kabar kepadaku?" tanya Lina.


"Baru saja sampai," jawab Firman seadanya.


Sementara itu ada seseorang yang terlihat semakin bertambah kesal karena ternyata ada banyak sekali wanita yang memiliki hubungan kerja dengannya atau anak buah Firman sendiri, apalagi semuanya terlihat akrab dengan Firman.


Kalina menatap kearah Firman dengan sangat tajam hingga membuat Firman tersadar kembali lalu menoleh ke arah dirinya, "Ada apa?" tanya Firman.


"Tidak ada!" jawab Kalina kesal.


Masih dengan kekesalannya Kalina langsung berjalan didepan pada saat lift sudah terbuka, ia sambil membawa barang bawaannya berjalan dengan cepatnya meninggalkan Firman dan Lina, Kalina berjalan di depan padahal ia belum tau dimana letak kamar tempatnya menginap bersama dengan Firman berada.


Sedangkan untuk Lina yang telah melihat ada wanita di samping Firman terlihat tidak terlalu terkejut pada saat melihat kehadiran Kalina yang berada disana karena dirinya telah mengetahui ada berapa banyak kekasih Firman makanya dia bisa bersikap biasa saja tanpa ada apa-apa.

__ADS_1


__ADS_2