
Chapter 210
Setelah mengeluarkan kotak kecil tersebut, kemudian Firman langsung membukanya untuk mengambil isi yang berada di dalam kotak kecil tersebut yang adalah pill yang tadi dibeli oleh Firman dari shop System untuk menahan sakit yang ada didalam tubuh Reiko.
Firman membuka kotak tersebut lalu terlihatlah sebuah pill berbentuk lonjong seperti bentuk obat pada umumnya namun warnanya terlihat berbeda karena ada campuran antara warna biru dengan warna putih yang membuat obat tersebut terlihat sangat menarik sekali dilihat mata.
"Obat apa itu sayang?" tanya Gina penasaran sambil memegangi tubuh Reiko yang tidak berdaya.
Firman tidak menjawab pertanyaan dari kekasihnya tersebut dan langsung memasukan obat kedalam mulut Reiko hingga masuk ke dalam tenggorokan lalu menyebar menuju setiap area yang ada didalam tubuh Reiko secara menyeluruh.
Obat tersebut telah masuk kedalam tubuh Reiko dan mulai menyebar ke seluruh bagian tubuh Reiko yang terlihat dari efek sampimg dari pill kehidupan yang mulai bereaksi.
Seluruh tubuh Reiko yang tadinya terlihat sangat pucat sekali bahkan sangking pucatnya warna kulit Reiko dan salju hampir mirip, namun saat ini tubuh Reiko berangsur pulih dengan kembalinya warna kulit yang pucat menjadi normal sedikit demi sedikit.
Melihat efek obat yang terlihat sangat cepat sekali terjadinya membuat Gina dan juga Firman terkejut bukan main, apalagi saat melihat pendarahan yang dialami pada lengan Reiko sekarang telah berhenti, tidak ada lagi darah yang mengalir pada bekas sabetan senjata tajam tersebut.
Seiring berjalannya waktu seluruh badan Reiko telah menjadi lebih baik dari sebelumnya yang terlihat sangat memprihatinkan, sekarang sudah kembali baik lagi setelah Firman memberikan obat yang dibelinya dari System tadi.
"Obat apa yang kamu berikan kepada nona Reiko tadi, sayang?" tanya Gina dengan sangat penasaran.
"Itu hanya obat biasa untuk menahan rasa sakit yang dialami oleh orang yang sedang sekarat, dengan obat tersebut orang yang kritis bisa sedikit tertahan sakitnya supaya bisa bertahan untuk beberapa waktu," jawab Firman menjelaskan secara singkat mengenai pill kehidupan.
Gina mengangguk setelah mendengar jawaban yang dilontarkan oleh Firman barusan, meskipun masih ada rasa penasaran dari mana Firman mendapatkan obat tersebut dan pastinya bagaimana mungkin Firman bisa memiliki obat seampuh itu tanpa memiliki alasan, akan tetapi Gina sadar diri itu bukan hak nya untuk mencari tahu.
__ADS_1
Sebagai sesama manusia kita memang mempunyai privasi masing-masing yang tidak dapat diketahui oleh orang lain meskipun itu orang terdekat kita, hal itu juga berlaku pada kehidupan Firman dengan orang-orang terdekatnya, mereka masih menjaga privasi masing-masing supaya tidak sampai terjadi konflik hanya karena masalah sepele saja.
Setelah melihat perubahan pada tubuh Reiko yang mulai membaik, beberapa saat kemudian munculan efek lainnya yaitu munculnya cairan berwarna hitam pekat yang keluar dari sekujur tubuh Reiko yang terluka.
Cairan hitam tersebut merupakan hasil dari detoksifikasi yang dilakukan oleh pill kehidupan pada tubuh Reiko, pencucian seluruh racun sampai pengobatan sementara untuk luka-luka dilakukan supaya Reiko bisa bertahan lebih lama lagi sebelum nantinya mendapatkan pertolongan lebih lanjut untuk memastikan kesehatannya.
Gina sendiri yang masih memegangi tubuh Reiko supaya tidak terjatuh menjadi sangat terkejut sekali pada saat melihat cairan hitam pekat keluar dari pori-pori kulit Reiko.
Meskipun cairan hitam tersebut tidak mengeluarkan bau sama sekali, akan tetapi Gina tetap merasa agak tidak enak saat melihat cairan kental tersebut. Dengan perlahan Gina menaruh kembali tubuh Reiko supaya bisa berbaring diatas kursi mobil yang kecil tersebut.
Melihat keadaan Reiko yang mulai membaik itu membuat Gina berani untuk meletakan Reiko diatas kursi mobil sementara Gina sendiri keluar dari dalam mobil untuk membersihkan bajunya yang sedikit terkena cairan hitam pekat tadi.
"Ternyata sangat bermanfaat sekali obat tersebut, aku tidak menyangka efek pembersihan pada obat itu bisa sampai seperti ini," kata Firman seraya melihat tubuh Reiko yang masih terus mengeluarkan cairan kental tadi.
Pada dasarnya tubuh manusia sendiri itu sudah mempunyai penawar racun nya sendiri yang bekerja secara alami saat kita sedang mengkonsumsi sesuatu yang mengandung racun, baik itu dalam jumlah kecil maupun jumlah sedang, metabolisme dalam tubuh bisa menetralisir racun dalam jumlah kecil tanpa ada efek sama sekali,
sedangkan pada saat tubuh menetralisir racun dalam jumlah sedang maka tubuh akan mengalami sedikit efek samping yang bertujuan sebagai perantara untuk mengeluarkan racun yang menyebabkan tubuh mengalami sedikit masalah tersebut, contohnya saja pada saat manusia mengeluarkan berbagai cairan pada tubuhnya, itu sama saja kita sedang mengeluarkan racun dari dalam tubuh untuk membuatnya menjadi lebih cepat sembuh.
"Tapi aku merasa agak sedikit penasaran, bagaimana mungkin seorang pimpinan sebuah organisasi yang paling kuat di dunia bawah sampai mendapatkan hal buruk seperti ini? Kemungkinan besar ini semua disebabkan oleh rencana musuh-musuh Reiko yang tidak suka pada organisasi miliknya ataupun memang tidak suka kepada Reiko sendiri," kata Firman memikirkan segala kemungkinan yang ada.
Beberapa menit berlalu akhirnya cairan yang dikeluarkan Reiko sudah berhenti keluar kembali, tubuh Reiko juga sudah terlihat normal lagi walaupun masih ada beberapa bekas luka luar yang terlihat seperti lebam ataupun luka sayatan yang ada di lengan Reiko.
Melihat hal itu, Firman langsung memanggil Gina kembali yang sepertinya sudah selesai dengan urusan nya yaitu membersihkan bajunya dari cairan hitam yang tadi ada di baju Gina karena terkena saat memegangi Reiko supaya tidak jatuh.
__ADS_1
"Ada apa sayang?" tanya Gina yang sudah berada disamping Firman.
"Tolong bersihkan tubuhnya dan juga pakaikan baju yang tadi dilepaskan, setelah itu semua selesai kita akan melanjutkan perjalanan menuju rumah sakit untuk memberikan pertolongan yang lebih mendalam pada Reiko," ujar Firman.
Gina yang merasa agak kesal karena selalu saja disuruh-suruh oleh Firman, "Kenapa tidak kamu saja yang membersihkanya?! Lagipula dari tadi kenapa harus aku terus yang bekerja sedangkan kamu cuma diam saja! Tidak adil!" ucap Gina cemberut.
Mendengar apa yang dikatakan kekasihnya tersebut seketika membuat Firman mengelus dada sangking sulitnya untuk menahan diri supaya bisa bersabar, bagaimana mungkin Gina dengan mudahnya bicara seperti itu sedangkan dari awal rencana Firman selalu menjadi yang terdepan menghadapi berbagai masalah sampai bahaya.
"Aku tidak akan menjawab pertanyaanmu itu, tapi kamu ingat kembali selama kita menjalankan berbagai rencana siapa yang telah bekerja lebih banyak, aku tidak peduli kau mau berbicara apapun, tapi aku sarankan supaya kamu pikirkan dulu sebelum berbicara! Lagipula apakah kamu mau aku menyentuh tubuh polos wanita itu?" ucap Firman dengan tegas lalu langsung pergi meninggalkan Gina yang terdiam.
Firman pergi dari sana supaya membiarkan Gina bisa melakukan tugasnya dengan baik untuk membersihkan tubuh Reiko yang kotor dan juga memakaikan nya pakaian agar mereka bisa melanjutkan perjalanan lebih cepat lagi. Firman tidak tersinggung sama sekali saat mendengar ucapan dari Gina tadi, seperti biasanya Firman sama sekali tidak mempermasalahkan hal kecil seperti itu.
Mengalami berbagai hal yang diluar perkiraanya membuat Firman merasa agak pusing dan sedikit lelah dalan menghadapi semua masalah yang semakin banyak mendatanginya, padahal usianya masih muda tetapi sudah dihadapkan dengan berbagai konflik besar yang harus dihadapinya. Memang benar sekali kata orang, semakin banyak tanggung jawab yang kita miliki, maka akan semakin banyak pula masalah yang harus kita hadapi.
Firman lalu berjalan menuju pinggir jalan tepatnya pada sebuah pohon besar untuk bersantai sejenak, Firman mengeluarkan satu kotak yang berisi r0ko kesukaannya yang biasa dihisap oleh Firman.
Dengan menggunakan korek api Firman membakar ujung rOkok miliknya lalu mulai menghisap asapnya lalu mengeluarkan kembali dengan perlahan. Hujan salju sudah berhenti dari tadi pagi, jadi saat ini tidak ada lagi hujan salju, langit terlihat cerah berwarna biru dengan sedikit awan putih yang menambah keindahannya.
Sembari menikmati satu batang r0kok untuk dihisap, Firman bersantai sejenak sebelum nanti melanjutkan perjalanan kembali yang lumayan jauh jaraknya, ditemani suasana hutan salju yang dingin serta beberapa suara-suara hewan yang membuat suasana disana terasa sangat indah sekali.
"Nikmati saja dulu masa-masa seperti ini, sebelum nanti masalah kembali datang dan kita harus hadapi," kata Firman sambil menghisap asap r0kok nya lalu menghembuskannya kembali.
Note : semua isi dalam cerita hanya fiktif belaka ya teman-teman, berbagai teori, isi, opini, dan yang lainnya dalam cerita itu hanya menurut imajinasi saya saja.
__ADS_1