System Menjadi Pria Sukses

System Menjadi Pria Sukses
System Sukses 198 Pertarungan Ditengah Badai Salju


__ADS_3

Chapter 198


Firman berjalan kedepan sedikit ke arah para kelompok misterius yang saat ini sedang berada di depannya dengan berbagai persenjataan yang sangat lengkap ditambah jumlah mereka yang berkali-kali lipat lebih banyak.


Dengan sang kekasih, Gina yang selalu berada disampingnya, Firman dengan sangat percaya diri berjalan ke depan, mereka berdua berjalan beberapa langkah kedepan untuk lebih dekat lagi dengan musuh yang berada di depan mereka saat ini.


Meskipun ada sedikit rasa ketakutan terlihat dari wajah Gina, mungkin Gina ketakutan melihat jumlah musuhnya yang lebih banyak sedangkan mereka hanya berdua saja, apalagi baru pertama kali ini bagi Gina untuk berhadapan dengan sebuah kelompok yang menggunakan senjata-senjata yang sangat aneh bahkan terkesan mengerikan.


"Jangan takut, mereka memang kuat tetapi kita lebih kuat, jadi selalu ingat untuk jangan pernah takut menghadapi siapapun, masa seorang Queen Rose yang sangat terkenal dengan kekejamannya takut pada segerombol semut," bisik Firman ditelinga Gina.


Mendengar bisikan dari sang kekasih membuat diri Gina menjadi lebih percaya diri seketika, padahal tadinya dia terlihat tidak berani mengangkat kepalanya sekarang bisa dilihat Gina mengangkat kepalanya dengan menenteng dua buah senjata di tangannya.


Kelompok musuh yang berada di depan Firman juga ikut maju secara bersama-sama mendekati tempat Firman berada untuk memperpendek jarak diantara mereka.


Setelah dirasa cukup dekat, mereka berhenti melangkah lalu saling menatap satu sama lain dengan niat membunuh yang terasa sangat kental di antara kedua belah pihak baik itu Firman dan Gina atau kelompok misterius yang mengikuti mereka.


Saat ini keadaan terasa sangat menegangkan sekali, Firman dan Gina dengan senjata ditangan mereka masing-masing, lalu didepan mereka dengan jarak tidak sampai 10 meter ada sekelompok orang misterius dengan pakaian serba hitam dan waja lh ditutupi topeng sedang menatap ke arah mereka berdua dengan tatapan mengerikan.


"Apa tujuan kalian mengikuti kami?!" tanya Firman dengan nada dingin menggambarkan ketenangan Firman dalam menghadapi musuh-musuhnya.


Kelompok tersebut diam tidak ada yang menjawab sama sekali, hanya ada suara butiran salju dan angin yang sangat kencang karena di daerah tersebut sedang dilanda badau yang lumayan besar membuat tidak ada orang yang lewat di daerah tersebut.


Hanya ada Firman dengan kelompok yang mengikutinya sejak tadi keluar hotel yang saat ini tengah saling berhadapan dengan tatapan tajam menatap musuhnya.


"Sepertinya kalian tidak pernah diajari etika oleh ketua kalian, jika ada orang bertanya itu dijawab, bukan hanya diam saja," ujar Firman dengan tenang berniat untuk memancing orang-orang yang berada di depannya tersebut.


Tapi hasilnya tetap sama saja, tidak ada yang mengeluarkan suara satupun dari orang-orang yang berada di depan Firman tersebut, bahkan bergerak pun mereka tidak sama sekali, hanya menatap dengan tajam ke arah Firman, walaupun diam tapi terlihat sekali jika mereka sedang sangat waspada. Wajah mereka memang ditutupi dengan topeng akan tetapi tatapan yang mengerikan sangat terasa terpancar dari mata mereka semua.


Dengan jubah hitam panjang ditambah lagi topeng berbagai bentuk yang terlihat sangat menakutkan membuat kelompok orang-orang tersebut terlihat sangat menakutkan sekali jika dilihat oleh orang pada umumnya.

__ADS_1


"Baiklah jika kalian tidak akan menjawab sekarang, maka jangan salahkan kami untuk meminta jawaban secara paksa!" ucap Firman dengan tatapan mata tajam bagaikan elang yang sedang mengintai mangsanya.


Tidak menunggu lama, Firman maju kedepan dengan cara berlari sambil membawa dua katana di tangannya. Sementara Gina sudah bersiap untuk melindungi Firman dari belakang dengan senjata api yang berada ditangannya siap bila kapan saja dibutuhkan untuk menembak musuhnya walaupun hanya ada beberapa butir peluru di dalamnya.


Firman maju dengan sangat cepat hingga membuat kelompok musuh yang berada di depannya menjadi sangat waspada, mereka memasang ancang-ancang untuk menahan serangan yang dilancarkan oleh Firman.


Karena kecepatanya yang sangat luar biasa apalagi ditambah dengan skill yang baru didapatkan olehnya kemarin, yaitu skill meringankan tubuh, hal itu membuat Firman bisa dengan cepat bergerak tanpa bisa dilihat oleh musuhnya, Firman menghilang di tengah lebatnya badai salju.


Bisa dilihat kelompok tersebut sangat berpengalaman bila dilihat dari cara mereka menghadapi lawannya, mereka terasa sangat tenang sekali walaupun saat ini Firman sedang menghilang di tengah lebatnya hujan salju.


Tring ...


'Cepat sekali!' batin Firman terkejut.


Tiba-tiba terdengar suara yang sangat kencang yang terjadi karena gesekan antara besi dengan baja yang saling berbentukan satu sama lainnya hingga membuat Gina dan kelompok musuhnya menjadi waspada.


Terlihat di arah belakang kelompok musuh Firman, ada seorang anggota kelompok tersebut yang sedang menahan serangan yang berasal dari sabetan katana yang sangat kencang hingga membuatnya harus mundur beberapa langkah dibuatnya.


Tetapi perkiraan yang dipikirkan oleh Firman ternyata salah, dengan mudahnya salah seorang dari kelompok misterius tersebut menahan serangan dari Firman dengan menahannya menggunakan pedang besar yang digunakan oleh orang tersebut.


Lalu setelah serangan pertama yang dilancarkan olehnya gagal, dengan sangat cepat Firman menggunakan katana yang berada di tangan satunya lagi untuk menebas bagian kepala orang yang menahan serangannya tersebut.


Dengan kecepatan yang sangat tinggi, ayunan tangan Firman mengarahkan katana kepada kepala musuhnya tapi dengan sangat mudah bisa ditahan oleh musuh yang lainnya, salah satu anggota kelompok misterius yang menggunakan senjata berupa sebuah gergaji mesin.


Trang ...


Padahal biasanya orang yang menggunakan senjata besar seperti gergaji mesin, maka pergerakannya tidak akan cepat, bahkan terkesan lambat karena terkendala besar senjata yang mereka bawa.


Namun lawan Firman kali ini sangat berbeda sekali, dengan cepatnya musuhnya tersebut mengayunkan gergaji mesin miliknya untuk menahan serangan Firman yang ingin menebas kepala temannya.

__ADS_1


'Sepertinya ini akan menjadi semakin sulit, mereka bukanlah manusia biasa dengan kecepatan seperti itu sangat mustahil sekali manusia biasa dapat melakukanya,' batin Firman yang merasa ini akan menjadi pertarungan yang cukup panjang baginya untuk menumbangkan kelompok misterius tersebut.


Setelah serangannya gagal lagi, terjadilah adu kecepatan senjata antara Firman melawan 8 orang sekaligus dari kelompok misterius yang menjadi lawannya kali ini, menggunakan senjata yang beragam membuat Firman agak kesulitan dalam menangkis setiap serangan yang dilancarkan oleh lawannya.


Dengan sekuat tenaga Firman mengayunkan katana yang selalu melekat di tangannya bagaikan menjadi tangannya sendiri, katana Sang Pembantai selalu berada ditangan Firman jika sedang dalam pertarungan seperti ini.


Tring...


Adu jual beli serangan terjadi antara Firman dengan musuhnya, musuh yang Firman lawan bertambah kembali karena orang yang tadi diam saja melihat temanya melawan Firman, sekarang juga ikut melawan Firman yang membuat pertarungan mereka semakin menantang karena Firman yang sendirian harus melawan banyak orang yang berpengalaman dalam hal bela diri sendirian.


Apalagi di tengah cuaca ekstrim seperti sekarang, bukanlah hal yang mudah bertarung di tengah badai yang sangat lebat seperti sekarang ini. Bukan hanya jarak pandang yang menjadi semakin pendek, ketebalan salju dan juga hawa dingin yang membuat pergerakan menjadi semakin terbatas membuat pertarungan kali ini terlihat sangat berbeda dari pada pertarungan pada umumnya.


Firman saat ini masih menghadapi 11 orang lawannya sendirian dengan hanya bersenjatakan katana Sang Pembantai di tangannya, Firman terus menangkis serangan demi serangan yang dilancarkan oleh mereka dengan sesekali memberikan serangan agar Firman dapat melumpuhkan mereka semua satu persatu meskipun agak merasa kesulitan dalam melakukan hal tersebut.


Sementara itu Gina yang berada tidak jauh dari tempat pertarungan Firman dengan musuhnya, saat ini ia sedang mencari celah untuk melumpuhkan beberapa lawannya agar membuat Firman bisa terbantu dan bisa bergerak dengan leluasa jika lawannya sudah tumbang beberapa.


Dengan mengangkat senjata yang ada di tangannya, Giba membidik ke arah targetnya, setelah dirasa tepat target, Gina menarik pelatuk senjata api miliknya hingga terdengar suara yang cukup kencang.


Dor ...


Tembakan yang dilepaskan oleh Gina tepat sasaran mengenai seorang anggota kelompok misterius di area dadanya, Gina sangat yakin jika dengan satu tembakan pada dada tersebut akan membuat orang yang terkena tembakan langsung tewas karena mengenai area vital yaitu jantung.


Tapi sayang seribu sayang, ternyata tebakan Gina salah total. Orang yang terkena tembakan dari Gina tadi ternyata masih bisa berdiri dengan tegak meskipun tadi sempat terjatuh karena tembakan yang dilakukan oleh Gina.


'Bagaimana bisa?!' batin Gina terkejut melihat kekuatan lawannya tersebut.


Orang yang ditembak Gina itu langsung mendekati Gina sambil membawa pisau besar di tangannya ditemani satu orang rekanya yang menggunakan pemukul baseball sebagai senjata, mereka berdua mendekati Gina dengan tatapan membunuh yang sangat menakutkan.


Gina langsung mengeluarkan pisau besar yang disimpan dalam bajunya untuk berjaga-jaga jika diharuskan menggunakan senjata untuk pertarungan jarak dekat.

__ADS_1


"Sepertinya aku akan kembali ke masa-masa menjadi petarung jalanan dulu! Baiklah, saatnya berhenti berpura-pura menjadi gadis manja di depan Firmanku sayang, saatnya menjadi Queen Rose!" ucap Gina dengan seringai menakutkan.


Terjadilah pertaungan antara Gina melawan dua musuhnya dengan adu senjata sampai harus bertahan dari serangan tebasan pisau besar dari musuhnya, berguling diatas salju menghindari tebasan musuhnya, Gina juga menyerang dengan sangat ganas sudah seperti petarung jalanan sejati yang bertarung tanpa belas kasihan dan bergerak dengan sangat lincah menghadapi lawannya.


__ADS_2