
Chapter 211
Di tempat dimana letak bangunan tengah hutan yang tadi Firman kunjungi berada. Saat ini terlihat ada beberapa mobil besar yang datang kesana yang ditumpangi oleh sekelompok orang dengan berpenampilan sama seperti orang yang dilihat oleh Gina sebelumnya.
Sekelompok orang tersebut berhenti di depan bangunan tengah hutan tersebut lalu mereka semua keluar dari dalam mobil menuju ke dalam bangunan tersebut seraya membawa beberapa peralatan yang diletakan dalam kotak-kotak besar yang dibawa oleh 2 orang pria dewasa karena isinya yang cukup berat.
Terlihat dari setelan pakaian yang mereka gunakan sangat terlihat sekali jika kelompok tersebut adalah segerombolan orang yang memiliki pekerjaan yang bisa dikatakan tidak baik atau bisa disebut sebagai kelompok mafia, lengkap dengan berbagai senjata ditubuh mereka.
Mereka semua mengeluarkan kotak-kotak besar yang mereka bawa sebelumnya di dalam mobil, lalu setelah seluruh narang sudah diturunkan beberapa dari anggota mafia tersebut masuk kedalam rumah untuk melakukan beberapa hal.
Sedangkan untuk anggota yang membawa kotak tadi diperintahkan oleh ketua mereka untuk membereskan barang bawaan yang akan mereka gunakan sebentar lagi untuk melakukan berbagai pekerjaan yang pastinya sangat berhubungan dengan profesi mereka yang sangat identik dengan kekerasan dan sesuatu yang ilegal.
Ada sekitar 4 orang yang berjalan masuk kedalam rumah menuju tempat dimana letak pintu masuk kedalam ruangan bawah tanah berada. Diantara Keempat orang tersebut, salah satunya merupakan ketua dari kelompok mafia tersebut yang terlihat dari cara anggota yang lainnya dalam menghormati ketua tersebut.
"Bagaimana pekerjaan yang kalian lakukan?" tanya si ketua tersebut sambil terus berjalan tanpa menoleh kearah anak buahnya.
"Semuanya berjalan dengan lancar, Ketua. Kita semua dapat menangkap wanita itu meski harus dengan sedikit menggunakan cara kasar karena wanita itu memberontak pada saat kita tangkap," jawab anak buahnya dengan kepala menunduk terus berjalan mengikuti di belakang ketuanya.
Si ketua menganggukan kepalanya tampak cukup puas saat mendengar jawaban dari anak buahnya tersebut, "Kalian menggunakan cara yang aku katakan menangkapnya? Dia memiliki penjagaan yang sangat ketat, sulit untuk menangkapnya jika menggunakan cara biasa," kata ketua tersebut bertanya pada anak buahnya tadi.
"Iya ketua, kami telah mengikuti semua arahan yang telah ketua katakan untuk menangkap wanita itu. Kami menggunakan salah satu anggota untuk memasukan beberapa racun kedalam minuman wanita tersebut lalu membuatnya tidak sadarkan diri lalu kita dapat membawanya dengan mudah, tapi pada saat kita membawa wanita itu kemari dia malah memberontak hingga dengan terpaksa saya memukul wanita itu beberapa kali hingga kembali tidak sadarkan diri dan memasukannya kedalam ruangan bawah tanah supaya aman tidak melarikan diri," jawabnya.
__ADS_1
Si ketua kembali menggunakan kepalanya lalu mereka melanjutkan jalan untuk menuju ruangan tempat pintu masuk untuk menuju ruangan bawah tanah berada, jaraknya memang cukup jauh jika dari pintu depan.
Setelah mereka sampai di depan pintu ruangan bawah tanah, mereka pun langsung masuk kedalam ruangan bawah tanah tersebut dengan segera dan membiarkan salah satu orang untuk menjaga pintu masuk supaya tidak ada orang yang mengganggu aktivitas mereka, walaupun itu anggota kelompok mereka sendiri.
Sisa 3 orang yang turun kebawah untuk melihat keadaan wanita yang telah mereka tangkap yang ditahan dalam ruangan bawah tanah dengan terkunci rapat, tindak mungkin bagi orang biasa masuk kedalam ruangan yang sepenuhnya ditutupi oleh beton cor yang sangat tebal sekali.
Mereka sampai di depan pintu ruangan tempat orang yang mereka tahan berada, terlihat dari wajah mereka semua memperlihatkan rasa senang meskipun tidak begitu jelas terlihat lantaran tertutupi dengan ekspresi datar yang sangat khas diwajah mereka semua.
Setelah satu orang membukakan pintu besi tersebut, ketiga orang itu lalu masuk kedalam ruangan yang tidak terlalu besar tersebut dan tidak ada apa-apa juga di dalamnya kecuali satu buah kursi kosong dengan beberapa bekas potongan tali di bawahnya dan juga meja kecil dengan peralatan diatasnya.
Awalnya mereka bertiga saat masuk kedalam ruangan tersebut tidak merasakan hal apapun sama sekali karena memang merasa tujuan mereka tidak lama lagi akan terwujud, akan tetapi pada saat melihat ada kursi kosong tanpa ada orangnya,
Seketika itu pula orang yang disebut ketua tadi langsung menampilkan wajah marah, kepalanya seperti akan meledak sangking marahnya ia. Sebagai seorang ketua orang tersebut merasa seperti dipermainkan.
Ucapan ketua tersebut yang terdengar sangat mengerikan, seketika itu juga membuat kedua anak buahnya menjadi terdiam tidak berani mengucapkan kata-kata sama sekali, bahkan badan mereka berdua sudah menggigil hebat sangking takutnya melihat ketua mereka tersebut marah besar.
Sebagai anak buah pastinya mereka merasakan takut yang membuat mental mereka down seketika, apalagi sampai dibentak dengan nada keras seperti. Tapi apalah daya, mereka berdua sadar jika kekuatan ketuanya jauh lebih besar dari kekuatan yang mereka miliki.
Ketua itu yang tidak mendapatkan jawaban atas pertanyaannya menjadi tambah marah, "Dimana wanita itu berada sekarang?!" jawab!" tanya ketua itu kembali.
"T ... tadi dia ada di kursi itu ketua, sungguh kami sangat yakin wanita yang anda suruh kami tangkap itu ada duduk dikursi yang ada disana itu dengan tangan serta kaki terikat," jawab salah satu anak buah dengan sangat ketakutan.
__ADS_1
"Apa kalian ingin mempermainkanku?! Kalian pikir aku anak kecil yang bisa dibohongi dengan trik seperti itu!"
Tangan ketua itu lalu masuk kedalam saku bajunya dan dengan sangat cepat sekali mengeluarkan sesuatu dari dalam sakunya tersebut, dan ...
Dor ... Dor ...
Dua buah tembakan langsung melesat mengenai kepala kedua orang tersebut. Mereka tewas seketika dengan keadaan kepala terdapat lubang dan darah yang mengalir dari lubang tersebut.
"Dasar anak buah tidak berguna! Menangkap seorang wanita saja tidak becus!" kata si ketua dengan wajah merah menahan amarah.
Orang yang menembak mati kedua orang tadi tentunya adalah ketua mereka sendiri yang merasa tidak puas dengan hasil pekerjaan kedua anak buahnya tersebut yang tidak becus saat diminta untuk menangkap targetnya selama ini.
"Sepertinya aku harus segera menghubungi Frederich supaya mempercepat rencana untuk menyerang kelompok mafia dari wanita itu, agar semua rencana yang sudah aku buat tidak menjadi hancur hanya karena ulah anak kecil itu yang sepertinya ia memiliki hubungan dengan wanita yang akan aku habisi kelompoknya kali ini, semakin menarik," kata ketua itu yang ternyata adalah Richard yang baru saja datang untuk melihat hasil kerja anak buahnya yang ditugaskan untuk menangkap target buruannya yang terdiri dari beberapa musuh-musuh besar yang dikhawatirkan akan menghambat bisnis yang dimiliki olehnya.
Richard memang memerintahkan anak buahnya untuk menangkap Reiko dan beberapa orang lainnya untuk dimintai berbagai asetnya untuk diambil alih oleh Richard sendiri, jika orang tersebut tidak mau menyerahkannya maka dia akan disiksa tanpa ampun hingga orang tersebut mau menyerahkan segala asetnya, namun jika tetap bersikeras maka akan langsung dihabisi saat itu juga.
Richard baru kembali dari luar negeri karena ada urusan bisnis yang harus diselesaikannya, apalagi setelah pelelangan kemarin dirinya langsung pergi menuju markas utama untuk membahas beberapa hal guna memperlancar rencana yang telah dibuat olehnya selama ini.
Setelah sampai di negara ini dengan cepat Richard langsung menghampiri tempat dimana Reiko ditahan untuk melihatnya, akan tetapi ternyata Reiko telah lepas yang membuat Richard menjadi sangat marah hingga menghabisi anak buahnya sendiri.
"Aku sangat yakin ini ulah bocah itu lagi! Tunggu saja kau bocah, aku pasti akan menghabisimu cepat atau lambat!" kata Richard mengingat seorang musuh yang selalu membuat semua rencananya gagal, yaitu Firman.
__ADS_1
Richard bisa seyakin itu jika memang Firman lah yang telah menyelamatkan Reiko adalah karena informasi yang didapatkan tentang diundangnya Firman oleh ketua organisasi pelelangan itu untuk membahas sesuatu, pertemuan itulah yang membuat Richard berpikir pasti ada sebuah hubungan antara Firman dengan organisasi pelelangan yang diketuai Reiko.
Koneksi yang dimiliki oleh Richard ini sangatlah banyak sekali yang tersebar di berbagai penjuru dunia sampai ada juga informan yang selalu memasok sumber informasi yang sangat dibutuhkan oleh Richard yang berasal dari berbagai kelompok atau organisasi besar di dunia bawah sampai di pemerintahan juga ada.