System Menjadi Pria Sukses

System Menjadi Pria Sukses
System Sukses 224 Gagalnya Rencana Kalina


__ADS_3

Chapter 224


Kalina bangkit dari atas ranjangnya lalu berjalan menuju kearah tas belanjaan berisikan berbagai pakaian yang tadi dibeli Kalina saat di dalam mall, isinya ada baju sampai celana ataupun rok berbagai jenis dan pastinya memiliki harga yang sangat fantastis sekali.


Setelah itu nanti Kalina akan berjalan menuju pintu kamar mandi yang tertutup rapat, meskipun Kalina belum tahu apakah pintu tersebut terkunci atau tidak, jika memang terkunci maka Kalina akan ganti rencana dengan cara menunggu Firman keluar dari dalam kamar mandi lalu melanjutkan aksinya,


Namun jika memang pintu kamar mandi tersebut ternyata tidak dikunci maka rencana Kalina akan berjalan sesuai apa yang sudah dipersiapkan olehnya, pertama-tama Kalina akan masuk kedalam kamar mandi lalu langsung mengagetkan Firman dan kejadian berikutnya tidak perlu dijelaskan kembali pasti sudah banyak yang tahu apa yang berikutnya akan terjadi pada kedua orang yang telah menjadi pasangan tersebut.


"Sepertinya aku harus memakai pakaian yang tepat supaya malam ini menjadi malam yang sangat indah untuk kita berdua ahkk ...! Aku sudah tidak sabar sekali, aku sangat iri saat saudari yang lain membicarakan tentang kegagahan Firman diatas ranjang sementara aku sama sekali belum pernah merasakannya!" ujar Kalina yang ingin mencoba berubah penampilan supaya membuat acara pada malam ini menjadi semakin meriah dan juga pastinya penuh kenikmatan duniawi bagi mereka berdua.


Kalina lalu mengambil satu buah tas belanjaan yang berada di depannya kemudian membawa tas belanjaan tersebut menuju ruangan khusus untuk berganti pakaian ataupun menyimpan pakaian juga bisa, perasaan Kalima pada kali ini sedang berbunga-bunga karena setelah sekian lama dirinya akan merasakan apa itu yang disebut kenikmatan dunia.


Masuk kedalam ruang ganti dengan cepat Kalina langsung membuka tas belanjaannya kemudian mengeluarkan baju yang berada didalamnya untuk dipakai pada saat ini. Meskipun belum mandi Kalina akan tetap memakai pakaian tersebut karena pakaian itu akan membuat Kalina mandi nantinya bersama dengan Firman.


"Aku dulu sering melihat para wanita malam di dalam club malam keluar dengan hanya menggunakan pakaian seperti ini iuh ... Entah kenapa aku merasa sangat jijik saat melihat baju yang tidak bisa dikatakan baju ini, lebih mirip seperti sebuah saringan ikan yang dibentuk menyerupai baju daripada disebut sebagai baju yang seperti biasanya," ucap Kalina sambil menatap pakaian yang baru dikeluarkan dari dalam tas belanjaan tersebut.


Memang benar sekali apa yang baru saja dikatakan oleh Kalina, baju yang dipegang olehnya saat ini sangat mencerminkan para wanita malam yang biasa menjual diri mereka kepada para pria hidung belang untuk mencari uang.


Kalina beberapa kali pergi ke club malam memang sering melihat wanita berpakaian terbuka, Kalina dulu pergi ke club malam hanya untuk mencari hiburan saja disaat sedang lelah menjalani pekerjaan yang sangat banyak ini, Kalina pergi ke sama biasanya bersama dengan rekan kerja ataupun teman-temannya.


Pakaian yang dibeli Kalina itu ternyata adalah sebuah baju yang sangat s3ksi sekali lantaran terlihat sangat terbuka hingga tidak terlihat seperti sebuah baju karena sangking terbukanya pakaian tersebut, wajar memang pakaian tersebut sangat terbuka karena memang dikhususkan hanya digunakan oleh pasangan yang sedang ingin menikmati hubungan agar terasa lebih terasa daripada hanya biasa saja berhubungan seperti pada umumnya.


Baju berwarna hitam tersebut terbuat dari kain tipis yang dikaitkan satu sama lain dengan menggunakan sebuah tali yang terbuat dari kulit hewan, jadi jika dilihat secara sekilas baju tersebut mirip seperti tali yang biasa digunakan oleh orang saat mendaki tebing.


Melihat pakaian yang menurutnya sangat menjijikan tersebut membuat Kalina berpikiran untuk mengurungkan niatnya saja karena dirinya tidak mau jika harus memakai pakaian yang sangat amat terbuka seperti itu.


Akan tetapi Kalina juga memikirkan bagaimana jika nanti Firman tidak puas dengan pelayanan yang diberikan olehnya karena penampilan Kalina yang biasa saja tidak membuat Firman bersemangat sama sekali, saat memikirkan hal itu seketika membuat hati Kalina bimbang harus memilih memakai atau tidak.

__ADS_1


"Aku sebenarnya sangat tidak ingin memakai pakaian seperti ini, tapi kata kak Anggi sebagai wanita kita harus bisa membahagiakan pria dengan hal-hal semacam ini untuk membuat hubungan yang akan dilakukan menjadi semakin nikmat," ucap Kalina yang masih diam sambil terus memandangi baju yang sangat terbuka itu.


"Aku juga bingung mengapa para pria sangat senang jika melihat ada wanita yang memakai baju terbuka seperti ini, padahal menurutku jika berhubungan kita kan hanya menikmati sentuhan atau barang milik kita saling 'bersentuhan' satu sama lain, untuk apa memakai pakaian seperti ini jika tidak memakai baju saja sudah cukup? Aneh sekali otak para pria tidak bisa dimengerti," lanjutnya tidak habis pikir dengan para pria.


Beberapa waktu digunakan Kalina untuk berpikir apakah dirinya akan memakai baju tersebut atau tidak, setelah beberapa menit berpikir akhirnya Kalina bisa memutuskan apa yang akan dirinya lakukan.


Akhirnya Kalina memutuskan untuk memakai baju tersebut malam khusus untuk Firman seorang agar rencana yang telah disusun Kalina berjalan dengan lancar dan hubungan antara dirinya dengan Firman menjadi semakin dekat.


Kalina pun mulai membuka bajunya untuk berganti dengan menggunakan baju terbuka yang sudah disiapkannya sejak tadi, namun pada saat akan melepas rok nya tiba-tiba saja terdengar sebuah suara yang sangat keras seperti suara tembakan senjata yang berkali-kali terdengar.


Dor ... Dor ... Dor ... Dor ...


"Suara apa itu?!" ujar Kalina terkejut.


Dengan cepat Kalina langsung memakai kembali rok yang ingin dilepaskannya tersebut kemudian menggunakan baju yang sudah dilepaskan itu kembali, setelah selesai menggunakan pakaian nya kembali Kalina lalu keluar dari dalam ruang ganti dan langsung bertemu dengan Firman yang terlihat sedang memakai bajunya.


Untuk sekian detik Kalina dibuat terpana pada saat melihat tubuh atletis yang dimiliki oleh Firman, dengan otot perut yang berbentuk seperti roti sobek lalu otot bagian dada yang terlihat mencolok sekali karena besarnya, apalagi dengan bagian tangan Firman yang tidak terlalu besar tapi sangat menggoda di mata para kaum wanita saat melihatnya.


Setelah sadar dari lamunannya Kalina lalu berjalan menuju kearah Firman untuk membantunya menggunakan baju karena memang hanya tersisa baju saja yang belum digunakan oleh Firman, sementara untuk bagian celana sudah digunakan olehnya.


"Sayang, sini aku bantu menggunakan bajunya," ucap Kalina dengan senyum manis uang mampu membuat para model papan atas insecure melihatnya.


Firman membalas ucapan Kalina tersebut dengan senyuman di wajah tampannya yang seketika itu juga membuat Kalina langsung memerah wajahnya karena malu diperhatikan oleh Firman apalagi saat melihat senyumannya yang terlihat menambah ketampanan yang dimiliki oleh Firman berkali-kali lipat. Memang jika orang jarang tersenyum jika sudah memperlihatkan senyumannya maka akan menambah kesan cantik atau tampan berkali lipat.


Kalina mendekat kepada tubuh Firman kemudian membantunya mengenakan baju, pada saat membantu Firman mengenakan bajunya Kalina mencuri-curi waktu untuk menyentuh bagian tubuh Firman yang membuatnya penasaran bagaimana rasanya saat disentuh.


Pada saat sudah menyentuhnya jantung Kalina langsung berdegup kencang sangking malunya ia karena ini merupakan kali pertama baginya menyentuh badan seorang pria apalagi pria itu adalah kekasihnya sendiri.

__ADS_1


"Jangan menggodaku jika tidak ingin menerima akibatnya, saat ini kita sepertinya sedang menghadapi sebuah masalah yang belum diketahui asalnya, jadi ini bukan waktu yang tepat untuk melakukan hal itu," ucap Firman mengingatkan Kalina.


Kalina yang masih menikmati waktunya menyentuh badan Firman, langsung sadar kembali saat Firman mengatakan hal tersebut.


"Maafkan aku, oh iya aku mau bertanya suara apakah itu tadi? Apakah itu suara tembakan?" tanya Kalina agak canggung karena telah ketahuan sedang kedapatan mencuri waktu untuk menyentuh badan Firman, ia bertanya seperti itu untuk mengalihkan pembicaraan.


"Kemungkinan besar memang benar itu merupakan sebuah suara tembakan, tapi darimana asal suara itu kita belum tahu, lagipula kelihatanya dibawah sedang terjadi sesuatu karena terdengar sangat ramai sekali, ayo kita pergi ke bawah secepatnya untuk membantu menyelesaikan hal ini, takutnya ada sebuah masalah yang terjadi," jawab Firman.


Setelah itu mereka berdua berencana secepatnya pergi keluar lalu berjalan melewati tangga saja karena takutnya jika menggunakan lift akan terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan, turun menuju lantai bawah untuk melihat apa yang sebenarnya sedang terjadi hingga terdengar sebuah suara seperti tembakan peluru, padahal dari tadi aman-aman saja tidak ada suara tembakan sama sekali.


Namun sebelum keluar alangkah baiknya mempersiapkan barang untuk digunakan apabila terjadi sesuatu yang berbahaya, takutnya nanti terjadi sesuatu yang membuat keadaan menjadi sangat berbahaya dan mereka berdua dalam kondisi tidak memiliki senjata, itu malah akan semakin membuat nyawa mereka terancam jika sampai hal tersebut benar-benar terjadi.


Maka dari itu Firman mengambil senjata andalan miliknya yaitu dua buah katana yang memiliki nama katana Sang Pembantai yang sudah menemani Firman bertarung melawan banyak sekali musuh-musuhnya dan juga pastinya telah membantai banyak sekali nyawa manusia.


"Kamu bisa menggunakan pistol kan?" tanya Firman kepada Kalina dengan serius.


Kalina mengangguk lalu menjawab, "Bisa, tapi aku hanya pernah beberapa kali saja berlatih menggunakan senapan angin, belum pernah menggunakan senjata asli."


"Prinsip kerjanya sama saja tapi kamu harus lebih berhati-hati saat membawa senjata api agar tidak salah tembak, apakah kamu mengerti?" tanya Fian yang dibalas anggukan kepala oleh Kalina.


Firman menggunakan senjata berupa katana, sedangkan Untuk Kalina diberikan sebuah pistol oleh Firman untuk berjaga-jaga saja takutnya terjadi sesuatu nantinya, jika sudah diberi bekal untuk membela diri seperti itu kemungkinan besar Kalina akan selamat meskipun dalam kondisi berbahaya.


Mengapa Firman dan Kalina bingung darimana asal suara tembakan tersebut padahal biasanya di sekitar markas sebuah mafia besar pastinya sering ada para anggota yang sedang melakukan latihan tembak yang pastinya suara tembakan jadi biasa terdengar.


Namun tidak untuk markas mafia milik Gina ini, karena marlas ini dirancang supaya bisa latihan menembak di dalam ruangan yang telah dipasangi alat untuk membuat suara menjadi tidak terdengar sampai keluar atau kedap suara, jadi meskipun di dalam ruangan terdengar sangat kencang sekali tetapi jika di luar ruangan sama sekali tidak terdengar apa-apa.


Lagipula pada saat musim dingin seperti ini anggota yang sedang latihan menembak tidak akan mungkin latihan di luar ruangan dengan keadaan suhu yang sangat ekstrim seperti ini dan juga hembusan angin yang sangat kencang bisa membuat peluru yang mereka tembakan meleset dan bisa jadi membuat bahaya bagi orang lain yang tidak tahu apa-apa sama sekali.

__ADS_1


Maka dari itu Firman terkejut sekaligus penasaran pada saat mendengar suara mirip sebuah tembakan tersebut, jika bukan pemburu yang sedang melakukan kegiatan berburu di malam hari maka kemungkinan terbesar lainnya adalah ada musuh yang menyerang markas Roses Girl saat ini.


Terdengar juga suara para anggota yang sepertinya sedang menghadapi sesuatu yang membuat mereka harus bergerak dengan cepat, meskipun Firman belum bisa mengetahui hal apakah itu yang membuat semua anggota Roses Girl panik seperti itu, yang pasti masalah seperti ini sepertinya merupakan sebuah hal yang sangat besar makanya banyak anggota yang terdengar panik seperti itu.


__ADS_2