System Menjadi Pria Sukses

System Menjadi Pria Sukses
System Sukses 190 Manager Pelelangan Reiko


__ADS_3

Chapter 190


Gina yang melihat ada sebuah kotak kecil di tangan Firman menjadi penasaran barang apakah itu karena terlihat sangat mewah sekali kelihatanya dan harganya pasti mahal pikir Gina.


"Apa itu sayang?" tanya Gina penasaran.


"Ini adalah sebuah cincin yang aku dapatkan saat melawan mafia milik ayahmu dulu," jawab Firman mencari alasan.


Cincin tersebut terlihat sangat mewah sekali dengan ukiran seperti seekor naga yang melilit mengelilingi cincin, di bagian tengahnya terdapat sebuah permata berwarna merah yang memancarkan kemewahan dan kepemimpinan bagi pemakainya, sesuai dengan namanya yaitu cincin Red Stone.


"Kamu mendapatkannya dari mana? Perasaan ayahku tidak pernah suka memakai perhiasan seperti itu sejak dulu," ujar Gina agak curiga jika Firman berbohong.


"Aku menemukannya di sebuah kotak yang ada di dalam ruangan ayahmu, disana juga ada banyak lagi perhiasan yang sepertinya memiliki harga tinggi dan beberapa surat berharga," jawab Firman menceritakan secara singkat kejadian waktu itu yang tentunya itu hanya alibi supaya Gina tidak bertanya macam-macam lagi.


Gina mengangguk paham mendengar cerita yang dikatakan oleh Firman, dirinya juga mengerti jika kemungkinan sang ayah dulu menyimpan barang berharganya di kotak yang dibicarakan oleh Firman itu.


Tok ... Tok ... Tok ...


Pintu ruangan mereka diketuk dari luar lalu setelah itu masuklah seorang pria yang berpakaian pelayan dengan membawa seorang wanita yang berpakaian sama dengan beberapa barang di tangannya.


"Maaf tuan, saya bertugas untuk mengambil barang yang akan dilelang," ucap pelayan pria dengan sopan.


Firman lalu memberikan kotak cincin yang ada di tangannya kepada si pelayan pria, pelayan itu menerima barang yang diberikan oleh Firman lalu memberikannya kepada pelayan wanita yang ada di belakangnya, kemudian si pelayan pria bertanya mengenai barang tersebut kepada Firman.


"Terima kasih Tuan, berapa harga yang ingin Tuan berikan untuk barang ini? Dan maaf jika saya lancang, apakah barang yang Tuan lelang ini memiliki kelebihan khusus?" tanya pelayan pria tadi dengan sopan sambil menunduk hormat.


"Terserah kau mau melelang dengan harga berapa, kelebihan cincin itu tidak ada, tapi batu permata yang ada di tengahnya itu sangatlah berharga aku yakin kau akan tau berapa harga yang tepat untuk cincin itu setelah melihatnya," jawab Firman.


Lalu setelah mendengar jawaban dari Firman, kedua pelayan tadi pamit pergi untuk melanjutkan tugasnya, meskipun si pelayan pria masih bingung dengan maksud dari Firman tadi.


"Memangnya berapa harga asli dari perhiasan itu sayang?" tanya Gina penasaran.


"Entahlah, mungkin miliaran." mereka berdua lalu duduk kembali menikmati jalanya acara lelang.

__ADS_1


Sebenarnya bukan menikmati jalanya lelang, lebih tepatnya menikmati waktu berduaan sambil bermesraan dengan Gina yang duduk diatas pangkuan Firman menikmati sentuhan lembut tangan Firman yang mengelus kepalanya.


.........


Sementara itu pelayan yang tadi mengumpulkan barang yang akan dilelang oleh tamu vvip, sekarang pelayan itu sudah berada di tempat pengumpulan barang lelang yang ada di sebuah ruangan khusus yang dijaga ketat oleh banyak penjaga.


Saat para pelayan sedang sibuk mengurusi barang lelang, tiba-tiba datanglah seorang wanita dengan seorang pria paruh baya disampingnya, mereka berdua berjalan menuju ruangan tempat barang lelang dikumpulkan.


Saat melihat kedua orang tersebut, para penjaga yang ada di depan ruangan langsung menunduk memberikan hormat kepada mereka berdua, sepertinya wanita muda dan pria paruh baya itu memiliki sebuah jabatan yang tinggi di organisasi pelelangan.


"Salah hormat Manager dan Tuan Robert!" ucap para penjaga serempak.


Wanita yang baru datang tersebut merupakan manajer tempat pelelangan yang sekaligus merupakan pemimpin tertinggi organisasi pelelangan atau White, manajer pergi ke ruangan khusus tempat barang sebelum lelang dikumpulkan untuk meninjau apakah barang sudah siap untuk dilelang atau belum.


Mereka berdua kemudian masuk kedalam ruangan setelah penjaga membukakan pintu untuk mereka berdua masuk, "Ayah, bagaimana menurutmu lelang kali ini? Bukankah peraturan yang kita terapkan itu terlihat seperti memaksa para tamu undangan? Itu bisa menyinggung perasaan mereka yang membuat organisasi terancam keamananya," tanya wanita manager itu kepada pria paruh baya yang berjalan di sampingnya yang merupakan ayahnya sendiri.


"Kamu benar sekali nak, tapi ayah sudah memikirkan hal ini matang-matang, peraturan baru itu dibuat agar organisasi kita menjadi lebih dekat dengan rekan kerja maupun yang lainnya,


Ayah sudah tidak sanggup lagi jika harus bertarung seperti dulu waktu merintis awal organisasi White, sekarang lebih baik kita perbanyak teman daripada lawan," jawab pria paruh baya tersebut dengan kata-kata bijaknya.


"Kamu tenang saja, ayah yakin kita akan aman sampai kapanpun, lagipula ayah merasakan sebentar lagi akan ada orang yang bisa membantumu dalam mengelola organisasi dan membantu menyelesaikan permasalahan lawan-lawan kita," kata si pria paruh baya dengan senyum diwjahnya.


"Semoga apa yang ayah katakan itu benar," kata si wanita yang masih terlihat resah.


Lalu mereka meninjau barang yang akan dilelang supaya menjamin kualitasnya tetap terjaga, karena bagi organisasi pelelangan sebuah kualitas barang yang akan mereka lelang itu adalah yang paling utama.


Jika kualitasnya buruk maka mereka akan langsung membuangnya daripada nanti ada yang membeli lalu malah kecewa dengan kualitasnya yang mana itu bisa mencoreng nama baik organisasi pelelangan ini.


Saat sedang mengecek barang-barang yang akan dilelang, mata si wanita manager tadi terlihat tertarik dengan sebuah kotak kecil yang berada di atas meja.


Lalu manager mengambilnya kemudian membuka kotak tersebut untuk melihat isinya, betapa terkejutnya manager saat melihat sebuah cincin yang sangat bagus dengan batu permata merah menyala di tengahnya.


'Bukankah ini Red Devil Stone yang terkenal itu! Mengapa bisa ada disini?' batin wanita itu bertanya-tanya.

__ADS_1


"Kamu kesini sebentar!" panggil manajer kepada pelayan pria yang mengumpulkan barang lelang dari para tamu vvip tadi.


"Iya, ada yang bisa saya bantu manager Reiko?" ucap pelayan itu dengan hormat.


"Apa kamu tau siapa yang melelang barang ini?" tanya manager Reiko penasaran.


"Itu merupakan barang yang dilelang oleh seorang yang berada di ruangan vvip manager, dia tidak mengatakan harga yang awal untuk melelang barang itu, jadi saya masih bingung harus memulai lelangnya dengan harga berapa," jawab pelayan itu menjelaskan.


"Begini saja, suruh Sasa membuka dengan harga 50 miliar, untuk spesifikasi serta kualitas cincin ini aku akan berbicara kepada Sasa supaya lebih jelas," ucap manager Reiko yang dibalas anggukan oleh si pelayan kemudian pelayan itu pergi melanjutkan tugasnya.


'Aku jadi penasaran siapa sebenarnya orang yang bisa mempunyai cincin dengan hiasan batu yang sangat berharga ini, meskipun batu ini bukan yang termahal tapi batu ini sangat langka sekali, jadi mungkin akan banyak orang yang menawar dengan harga tinggi nantinya,' batin manager Reiko.


Manager Reiko merupakan seorang wanita muda sangat cantik yang usianya mungkin sekitar 25 tahunan, dengan tinggi badan yang lumayan tinggi lalu tubuh yang sangat indah yang sudah pasti dapat membuat siapa saja yang melihatnya akan tertarik, apalagi dengan bagian depan yang sangat besar mungkin ukuranya hampir tiga kali lipat ukuran milik wanita pada umumnya.


Tapi kemolekan tubuh manager Reiko ditutupi dengan sangat baik di balik pakaiannya yang terlihat tertutup dengan bagian d4da yang ditekan supaya tidak terlihat besar, jadi ukuranya seperti wanita pada umumnya jika ditekan, dan juga wajah manager Reiko selalu ditutupi dengan sebuah kain tipis berbentuk seperti cadar.


Hal itu dikarenakan manager Reiko sangat tidak ingin menarik perhatian dengan penampilannya, dia sangat benci jika ada orang yang memandang dirinya dengan tatapan aneh atau mesum.


Belum banyak orang yang mengetahui identitas manager Reiko yang merupakan pemimpin organisasi terbesar di dunia bawah, bahkan para tamu undangan kelas elite juga banyak yang masih belum mengetahuinya.


.....................


Lelang pun dimulai dengan pembukaan beberapa barang dilelang sekaligus dan banyak orang yang menawar harganya meskipun itu hanya barang tidak ada gunanya tapi memiliki nilai seni tinggi, seperti lukisan, patung, dan masih banyak lainnya.


Selama jalannya lelang belum ada hal yang menarik bagi Firman maupun Gina, semua barang yang dilelang tidak ada yang berguna menurut mereka, padahal sudah ada sekitar 100 item yang dilelang hanya dengan waktu yang singkat karena memang harganya yang masih belum terlalu mahal.


Bahkan para tamu undangan vvip sama sekali belum ada yang menawar satu barang pun yang dilelang, hal itu dikarenakan biasanya orang yang duduk dibangku vvip akan menunggu puncak barang yang akan dilelang pada akhir acara nanti.


Khusus untuk barang terakhir ada beberapa barang yang akan dilelang oleh pihak penyelenggara, apalagi di dalam undangan tercantumkan bahwa barang terakhir yang akan mereka lelang adalah barang termahal dan terlangka yang dimiliki oleh pihak organisasi White.


"Apa kamu tidak ingin menawar barang sayang? " tanya Gina yang duduk dengan tenangnya diatas pangkuan Firman.


"Tidak ada, mungkin nanti baru ada yang menarik," jawab Firman.

__ADS_1


"Kamu benar, aku dengar barang puncak yang akan dilelang adalah sebuah senjata hebat dari jaman kerajaan dahulu, senjata itu mempunyai sejarah yang sangat kuat pada masanya, bahkan sampai saat ini senjata itu masih dikenal sebagai senjata paling mematikan dan kuat oleh orang-orang," ucap Gina.


Mendengar ucapan Gina tersebut membuat Firman semakin penasaran barang apakah yang akan dilelang pada acara puncak tersebut, jika menurut perkataan Gina tadi bisa disimpulkan jika barang tersebut adalah senjata yang umum digunakan pada masa kerajaan dahulu.


__ADS_2