System Menjadi Pria Sukses

System Menjadi Pria Sukses
System Sukses 115 Siapa Lagi Yang Mau Menjatuhkanku?


__ADS_3

Chapter 115


Perjalanan Firman bersama keluarganya terlihat lancar tidak ada hambatan sama sekali saat melewati jalanan, di dalam mobil juga tidak sepi lantaran Jia Li dan Tari selalu saja mengobrol tentang apapun, kadang Bulan juga ikut bergabung dalam obrolan mereka.


Sebenarnya di dalam hatinya, Bulan merasa tidak pantas memiliki keluarga sebaik ini, ia merasa harusnya telah pergi dari dunia ini dari dulu. Tubuhnya yang kotor serta sifat dan kelakuannya dulu yang sangat buruk membuat Bulan merasa tidak pantas jika bersama dengan keluarga yang baik seperti ini.


Tapi Bulan juga merasa sangat senang karena masih diberi harapan untuk berkumpul bersama dengan keluarganya meskipun sebelumnya harus menerima berbagai cobaan yang berdatangan.


Cobaan tersebut mungkin sebagai bayaran atas apa yang Bulan lakukan dulu, suka bermain-main, sering keluar malam hingga pulang pagi, bahkan ayah dan ibunya dulu sudah sangat sering memberitahukan Bulan agar menghilangkan kebiasaan buruknya tersebut, tapi sama sekali tidak didengar olehnya.


Untungnya Bulan masih memiliki kakak seperti Tari yang selalu menjaganya. Untuk informasi saja, Bulan dulu sekolahnya memang diluar kota karena tidak betah jika harus terus di desa, apalagi dulu orang tuanya lumayan mampu jadi ia bisa bebas tinggal dimana saja.


'Yah...Mungkin Tuhan masih memberikan ku kesempatan untuk berubah, aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang telah Tuhan berikan kepadaku,' batin Bulan sambil melihat interaksi Jia Li dan Tari yang sedari tadi mengobrol entah apa yang dibicarakan.


...........


Perjalanan yang lumayan jauh membuat Bulan, Tari, dan Jia Li tertidur didalam mobil, Firman terus mengemudikan kendaraannya agar cepat sampai tujuan dan bisa beristirahat.


Namun sebuah kejadian yang tidak diinginkan terjadi, kendaraan Firman secara tiba-tiba diberhentikan oleh sebuah mobil yang memotong jalannya lalu berhenti tepat di depan Firman.


Kemudian turunlah beberapa orang berpakaian serba hitam dari dalam mobil, Firman yang melihat sekumpulan orang tersebut menjadi bertanya-tanya, siapakah mereka? Mana mungkin orang memberhentikan orang lain tanpa sebab yang jelas.


Salah satu orang berpakaian serba hitam itu menghampiri mobil Firman lalu mengetuk kaca pintu mobilnya, Firman yang tidak ingin membuat masalah ini menjadi lebih lama, ia membuka kaca mobilnya dan berhadapan dengan orang tersebut.


"Ada apa ya? Kenapa anda memberhentikan mobil saja tiba-tiba?" tanya Firman yang merasa tidak memiliki masalah apapun dengan orang tersebut.


"Apa namamu Firmansyah?" bukanya menjawab pertanyaan yang dilontarkan Firman, orang tersebut justru balik bertanya yang membuat Firman mengernyitkan dahinya bingung.


"Mengapa anda bertanya nama saya? Pertanyaan saya saja belum anda jawab," balas Firman santai karena tidak ingin memperkeruh masalah.

__ADS_1


Pria tersebut tampak kesal setelah mendengar balasan dari Firman dan mulai terpancing emosinya, "Tinggal jawab saja benar atau salah! Kau jangan membuatku emosi nak, jika tidak ingin nasibmu menjadi buruk!"


"Maaf, saya hanya bertanya mengapa anda memberhentikan mobil saya, tapi anda justru bertanya siapa saya, apakah hal itu ada hubungannya?" ucap Firman dengan nada santainya yang justru membuat pria tersebut semakin marah.


Pria tersebut langsung mencengkram baru Firman lalu membuka pintu mobil Firman dan menariknya keluar dari dalam kursi kemudi, Firman hanya diam saja karena ingin melihat situasinya saat ini terlebih dahulu.


"Kau jangan kurang ajar nak! Aku bisa saja membunuhmu jika tidak ada perintah dari bos kami untuk membawamu hidup-hidup!" ucap pria tersebut sambil terus mencengkram baju Firman.


'Bos? Mungkinkah semua ini ada hubungannya dengan kejadian di pabrik waktu itu?' batin Firman menebak-nebak.


"Siapa bos kalian?" tanya Firman yang sudah berubah ke mode datarnya.


"Hahaha untuk apa kau ingin tau siapa bos kami jika kau sendiri yang telah berurusan dengannya harusnya kau tau siapa bos kami," balas pria tersebut.


"Apakah Wirjo?" tanya Firman lagi dengan nada dinginnya.


'Black Dragon? Siapa mereka, perasaan aku tidak pernah berurusan dengan kelompok bernama Black Dragon, pria ini juga bodoh sekali hingga bisa membeberkan identitasnya dengan jelas, aish siapa lagi yang ingin menjatuhkanku kali ini,' batin Firman mencoba berfikir apakah ia telah menyinggung orang akhir-akhir ini.


"Aku tidak ada hubungan apapun dengan kelompokmu itu, aku bahkan tidak tau siapa kelompokmu tersebut," balas Firman tenang.


"Siapa yang peduli kau kenal atau tidak, yang jelas aku akan membawamu menemui bos sesuai dengan perintahnya, namamu Firmansyah kan?" tanya pria itu lagi.


"Ya, aku Firmansyah dan aku menolak ikut dengan kalian," jawab Firman lalu dengan cepat melepaskan diri dari cengkraman pria itu.


"Kurang ajar! Kalian semua, tangkap dia dan ikat agar tidak menyusahkan saat membawanya nanti," ucap pria itu memerintahkan anak buahnya yang lain.


Para anak buahnya mengangguk setelah mendengar perintah atasan mereka itu, mereka mulai maju untuk menangkap Firman dengan membawa sebuah tali untuk mengikatnya.


Tentu saja Firman tak tinggal diam, ia menghindari orang-orang itu dengan lincah meskipun di keroyok banyak pria berbadan besar, namun dengan memanfaatkan kelincahannya Firman dengan mudah menghindari mereka.

__ADS_1


"Apa yang kalian lakukan! Cepat tangkap dia jika tidak ingin kepala kalian dipajang di dinding saat kembali tanpa anak itu nanti!" seru pria yang berbicara dengan Firman pertama tadi memerintahkan anak buahnya.


Karena dengan cara menangkap secara halus tidak bisa dilakukan, akhirnya mereka menggunakan cara kasar dengan cara mengeroyok Firman hingga babak belur lalu membawanya dengan mudah.


Namun tidak semudah apa yang dipikirkan, salah satu orang menyerang Firman dengan tinjuan nya menggunakan tangan yang besar, sayang sekali tinjuan tersebut meleset karena Firman menghindar ke samping dengan sangat cepat lalu menendang kaki pria itu hingga terjatuh keras ke tanah.


Rekan-rekanya yang lain terlihat marah saat temannya di jatuhkan oleh Firman, padahal mereka dikenal sebagai kelompok paling ditakuti, malu jika harus kalah dengan seorang bocah sekolahan satu orang saja.


Mereka langsung mengeroyok Firman bersama-sama maju menyerang Firman dengan melayangkan berbagai pukulan serta tendangan, tapi dengan kelincahannya Firman berhasil menghindar dari pukulan mereka dengan sangat mudah.


Pukulan terus melayang ke arah Firman dan semua berhasil ditangkis oleh nya dengan mudah.


Dhuk......


Bruak......


Dugh......


Firman membalas dengan menghajar mereka satu persatu hingga mereka terkapar di tanah dengan keadaan babak belur lantaran dihajar habis-habisan oleh Firman.


Pria yang pertama berbicara dengan Firman tadi terlihat kebingungan dengan apa yang barusan terjadi, melihat anak buahnya yang berpengalaman dihajar oleh seorang bocah ingusan, sungguh sesuatu yang sangat sulit dipercaya.


"A...Apa yang terjadi?" ucal pria itu masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya barusan.


Dhuk.....


Firman langsung menendang pria itu menggunakan kakinya hingga membuat pria itu pingsan seketika.


'Kukira kuat ternyata lemah,' batin Firman.

__ADS_1


__ADS_2