
Chapter 94
Saat ini Firman dan para wanitanya sedang berada di meja makan menunggu makanan yang dimasak oleh Ika dan Jia Li. Kebetulan tadi Jia Li sudah bangun pada saat sore hari, jadi ia langsung berkenalan dengan para wanita Firman yang lainnya.
Meskipun ada rasa gugup dan takut tapi Jia Li senang ternyata kekasih Firman yang lain menerimanya dengan baik, bahkan Jia Li disambut dengan baik oleh mereka semua.
Jia Li dan Ika yang memasak sudah selesai, sekarang makanan dibawa ke meja makan untuk disantap bersama sama.
"Baiklah, makan malam kali ini ditujukan untuk menyambut kedatangan Jia Li kerumah kita." ucap Firman menggunakan bahasa Inggris agar Jia Li bisa mengerti juga.
Lalu mereka makan malam bersama dengan diselingi candaan candaan yang membuat suasana kekeluargaan terasa sangat kental di rumah Firman.
Setelah selesai makan malam mereka kembali ke kamar masing masing, kali ini Ika, Anggita, dan Rina memang sudah mulai tinggal dirumah Firman, mereka memutuskan untuk pindah kesini karena agar bisa lebih dekat dengan Firman.
Seperti janjinya tadi, Firman dan Rina tidur bersama didalam kamar Firman. Mereka tidak hanya tidur saja tapi juga melakukan kegiatan panas untuk pertama kalinya bagi Rina.
Pakaian Rina sudah terlepas seluruhnya tanpa menyisakan satupun, Firman juga sama tidak mengenakan pakaian satu pun di tubuhnya. Posisi Rina saat ini sedang berada dibawah Firman posisi yang biasa digunakan saat akan memulai kegiatan malam.
"Pelan-pelan ya sayang, aku takut." ucap Rina memandang wajah Firman yang ada di atasnya.
Firman hanya tersenyum lalu mencium bibir Rina sekilas. Firman mulai memposisikan dirinya lalu secara perlahan lahan memasukan miliknya kedalam Rina.
Rina yang merasakan benda besar hendak memasuki tubuhnya terasa perih pada bagian bawah tubuhnya, kemudian saat sebuah hentakan keras yang menunjukan Firman sudah menembus inti tubuh Rina membuatnya langsung menahan teriakan agar tidak mengganggu saudarinya yang lain sedang istirahat.
Darah segar keluar dari bagian bawah tubuh Rina menandakan saat ini mahkotanya yang selalu ia jaga telah direnggut oleh Firman, senyuman puas tersungging dari bibir Rina karena saat ini dirinya telah menjadi milik Firman seutuhnya.
Kegiatan mereka pun terus berlanjut hingga tengah malam dengan beberapa kali Firman keluar di dalam tubuh Rina, setelah puas bermain akhirnya mereka pun tertidur dalam keadaan sama sama polos saling berpelukan satu sama lain.
"Terima kasih sayang." ucap Firman mencium kening Rina lalu tidur.
__ADS_1
....................
Sementara itu di sebuah tempat seperti pabrik yang terletak di suatu tempat jauh dari keramaian, ada sebuah kejadian yang sangat kejam sekali hingga membuat beberapa orang yang melihat adegan tersebut jadi ketakutan.
"Dasar bodoh tidak berguna Ctas......." suara pecutan mengenai tubuh seorang pria hingga terlihat dari punggung pria itu robek mengeluarkan darah.
Argh......
Pria itu terjatuh karena tubuhnya yang sudah lemas ditambah pecutan yang mengenai tubuhnya sungguh sangat menyakitkan.
"A....Ampun tuan.....Ma....Maafkan saya...." lirih pria itu dengan bersujud di bawah orang yang menyiksanya tadi.
"Dasar budak rendahan! Menjauhlah dari kakiku!" ucap orang itu langsung menendang pria yang bersujud di depanya dengan keras hingga membuat pria tersebut terpental.
"Ini menjadi peringatan juga bagi kalian, jangan sampai ada yang berani untuk bertindak macam-macam denganku jika tidak ingin aku menghancurkan kalian!" orang itu mengancam para pekerja yang ada di sana agar tidak berani macam-macam dengan dirinya.
Para pekerja yang ada di tempat itu mengangguk patuh tidak berani untuk melawan.
"Bos, kemarin saya mendapatkan kabar jika pasokan obat dari luar negeri yang kita pesan telah diketahui oleh polisi." ucap salah satu anak buah melaporkan kepada bos nya.
"Sepertinya setelah kejadian beberapa hari yang lalu membuat para polisi-polisi itu menjadi lebih ketat pengamannya." kata si bos bermonolog.
"Kau, kabarkan berita ini pada ketua agar dia bisa menghubungi polisi itu untuk meminta bantuan padanya agar usaha kita aman." ucap si bos menunjuk salah satu anak buahnya.
"Baik bos." jawab anak buah itu pergi melakukan perintah bos nya.
"Jika obat obat itu tidak sampai lagi maka bisa dipastikan aku akan dihajar habis habisan oleh ketua." kata si bos sambil menghisap cerutu yang ada di tangannya.
Bos tersebut bernama Wirjo, penampilannya tubuh besar dengan luka di bawah matanya yang terlihat sangat menyeramkan dengan usia kira kira kepala empat paruh baya. Wirjo adalah seorang bos pemilik pabrik gula yang ada di sini, tapi bukan itu pekerjaan asli Wirjo.
__ADS_1
Pabrik gula itu hanyalah kedok semata untuk menyembunyikan pekerjaan aslinya yang adalah seorang pengepul obat-obatan ilegal untuk di jual kembali di seluruh daerah.
Obat yang didapatkan berasal dari luar negeri lalu diolah kembali oleh Wirjo hingga siap pakai. Usahanya ini tidak tercium oleh pihak kepolisian karena kedoknya yang sangat pintar dan selalu melakukan pekerjaannya dengan rapi agar aman dari kecurigaan polisi.
Wirjo bukanlah pemilik asli usaha tersebut, masih ada lagi orang yang dijuluki sang ketua oleh para anak buahnya, ketua itulah yang memimpin berbagai usaha ilegal yang dilakukan oleh para anak buahnya.
Terkadang jika ada pekerja yang tidak mau mengikuti perintah Wirjo maka pekerja itu akan disiksa habis habisan olehnya hingga babak belur bahkan meninggal seperti apa yang dilakukannya tadi pada saat di pabrik.
Setelah puas menghabiskan cerutu yang ia hisap, Wirjo pergi ke sebuah kamar yang ada di samping ruangan kerjanya, Wirjo masuk kedalam kamar itu lalu melepas bajunya.
Di dalam kamar tersebut terdapat seorang wanita paruh baya yang masih terlihat sangat cantik dengan kulit putihnya serta tubuh yang seksi meski usianya sudah tidak lagi muda sekitar 39 tahunan.
"Halo sayangku, sepertinya kamu sudah tidak sabaran ingin bermain lagi hahahaha." ucap Wirjo sambil mendekati wanita tersebut.
Wanita itu ketakutan saat Wirjo berjalan mendekatinya, selimut yang ada di sana langsung digunakan untuk menutupi tubuhnya hingga sampai ke kepala.
Namun dengan kasar Wirjo membuka selimut tersebut hingga si wanita terlihat jelas dalam keadaan tanpa pakaian sama sekali untuk menutupi tubuh indahnya, usia tua tidak membuat pesona wanita tersebut menurun.
Malah usia yang tidak muda itu membuat pesona wanita tersebut bertambah karena tubuhnya yang sudah matang membuat para pria pasti menginginkan dia termasuk Wirjo.
"Hehehe saatnya makan lagi." Wirjo dengan kasar langsung menindih wanita itu lalu memulai aksi bejatnya menyetubuhi secara paksa wanita tersebut dengan ganas.
Wanita itu hanya bisa pasrah dan menangis, karena melawan juga percuma karena kalah tenaga dengan Wirjo, hingga berjam-jam Wirjo terus menikmati wanita itu hingga puas lalu ia pergi meninggalkan wanita itu di dalam ruangan dengan keadaan yang mengenaskan, tubuhnya penuh dengan cairan kental milik Wirjo.
"Hiks.....Hiks......Maafkan aku karena telah menjadi wanita yang buruk.....Hiks.....Hiks....." tangisan penuh kesedihan keluar dari wanita tersebut menyesali apa yang terjadi pada dirinya saat ini.
"Seharusnya aku tidak melakukan hal itu dahulu." ucapnya lalu pingsan karena kelelahan.
*Jangan lupa like dan dukungannya teman teman.
__ADS_1
...Terima Kasih...