System Menjadi Pria Sukses

System Menjadi Pria Sukses
System Sukses 227 Pertempuran Selesai Dan Membuka Kotak Hadiah


__ADS_3

Chapter 227


Firman saat ini posisinya masih berada di lantai atas dengan membawa senjata sniper yang telah digunakannya tadi untuk menghabisi banyak lawan-lawannya dengan sangat mudah tanpa harus bersusah payah untuk melakukannya.


Hanya dengan menggunakan satu buah senjata namun Firman mampu membuat sebagian pasukan musuhnya ketar-ketir lantaran pasukan belakang yang biasanya ditugaskan untuk menjaga pasukan yang ada di depan telah dihabisi seluruhnya oleh Firman tanpa terkecuali.


Dengan habisnya pasukan yang berada di belakang secara otomatis pasukan yang berada di depan menjadi sangat mudah untuk dihabisi lantaran tidak memiliki pelindung yang menjaga mereka semua.


Untuk menghabisi pasukan penyerang musuh itu akan menjadi tugas anggota mafia Roses Girl untuk melawan mereka semua meskipun ada campur tangan Firman sedikit yang menembak beberapa anggota kelompok musuh yang berada di pasukan depan.


"Peluru senjata ku sudah habis, sepertinya semua juga sudah selesai dengan baik tanpa harus mengeluarkan banyak korban dari pihak kita, Lina juga kelihatannya sudah menuruti apa perkataan ku tadi untuk menarik mundur pasukan yang membuat tidak terlalu banyak korban berjatuhan," kata Firman memasukan kembali senjata yang digunakannya.


Setelah pertempuran yang berlangsung selama berjam-jam sekarang sudah terlihat siapa pemenangnya, dengan menghabisi musuhnya dan juga bertahan sampai yang terakhir membuat pasukan mafia Roses Girl keluar sebagai pemenang pada pertempuran kali ini meskipun mereka juga harus menelan pil pahit lantaran tidak sedikit dari anggota mereka yang tewas dalam pertempuran kali ini.


Namun memang itu adalah hal yang wajar dalam setiap pertempuran, pasti akan banyak nyawa yang melayang entah itu dari pihak lawan maupun pihak kawan. Sebagai orang yang terlibat di dalam pertempuran kita hanya bisa menolong diri kita sendiri, jangan terlalu bergantung kepada pertolongan orang lain, karena pada dasarnya orang yang bisa menolong diri kita itu hanya diri sendiri.


Kita hanya bisa melindungi diri dan juga membantu kawan jika memang bisa, tapi jika tidak bisa melindungi kawan lebih baik jangan memaksakan diri yang nantinya bisa berakibat fatal pada diri kita, niat awalnya baik ingin menolong teman tapi ujungnya kita sendiri yang celaka, lebih baik jangan dilakukan daripada membahayakan diri sendiri.


Terkadang orang terlalu memikirkan temannya daripada dirinya sendiri, tindakan itu memang hal yang baik karena kita lebih bisa menghargai teman kita dan siap menolong untuk apa saja, tapi apakah kita akan selalu seperti itu dan apakah teman kita memang juga berpikiran hal yang sama dengan kita?


Tentu saja tidak, terkadang kita harus bersikap biasa saja jika memang itu dibutuhkan, apalagi pada jaman sekarang banyak sekali yang mengaku sebagai 'teman' tapi aslinya hanya memanfaatkan kita saja untuk kebaikan diri mereka sendiri, jika mereka sudah mendapatkan apa yang diinginkannya pasti mereka akan pergi menjauhi kita.


Kembali lagi kepada Firman yang saat ini masih berada di dalam kamar milik Gina untuk menaruh kembali senjata sniper yang digunakan olehnya kedalam tempat penyimpanannya, Firman memasukan kembali senjata tersebut kedalam ruangan khusus untuk koleksi senjata milik Gina.


"Terima kasih karena kamu telah membantuku untuk melakukan pertempuran kali ini, lain kali jika ada waktu lagi aku akan membawamu juga ikut bersama denganku," ucap Firman berbicara kepada senjata yang sudah berada di atas tempatnya semula itu.


Seperti itulah Firman, ia akan menganggap semua apa yang dimilikinya itu seperti memiliki nyawa dan mengajak mereka berbicara walau hanya sekedar ucapan terima kasih saja, karena bagi Firman semua hal yang dimilikinya itu berharga, mulai dari senjata, keluarga, kekasih, sampai para anggota kelompok mafia miliknya dan juga para karyawan perusahaannya.

__ADS_1


Setelah selesai menaruh kembali senjata milik Gina ke dalam tempatnya, Firman pun pergi keluar untuk turun ke lantai bawah guna melihat bagaimana keadaan di bawah untuk saat ini, apakah sudah bisa dikendalikan dengan baik oleh para anggota Roses Girl karena bisa dilihat dengan mata kepala Firman sendiri tadi pasukan musuh sudah hampir habis tinggal tersisa belasan orang saja yang terlihat kabur masuk kedalam hutan.


Walaupun mereka masuk kedalam hutan namun tetap saja terus dikejar oleh pasukan Roses Girl hingga dapat lalu mereka semua langsung dihabisi pada tempatnya tanpa menunggu apa-apa lagi karena takutnya mereka melawan atau melarikan diri kembali.


Firman menuruni tangga pergi ke lantai bawah dan bertemu beberapa anggota Roses Girl yang ingin naik ke lantai 2 guna melakukan beberapa hal. Untuk lantai pertama kebanyakan di isi ruangan tempat latihan sampai berbagai ruangan untuk para anggota lainnya seperti dapur, ruang santai, toilet, dan masih banyak lagi, sedangkan untuk lantai 2 lebih banyak berisikan kamar untuk para anggota mafia milik Gina dan beberapa fasilitas lainnya untuk menunjang kebutuhan para anggotanya selama tinggal berada di dalam markas.


Pada lantai satu juga terdapat fasilitas berupa ruang kesehatan yang saat ini sudah penuh sekali dengan para anggota yang terluka akibat terkena dampak dari pertempuran besar yang terjadi kali ini, kemungkinan besar para anggota yang bertugas di dalam ruang kesehatan pastinya sedang sangat kewalahan karena diharuskan mengobati banyak orang sekaligus dalam satu waktu.


[Ding … Apakah Hot Tidak Ingin Membuka Kotak Hadiah?]


Pada saat berjalan tiba-tiba Firman dikejutkan dengan notifikasi dari System yang berbunyi di dalam kepalanya dan membuat Firman berhenti untuk sejenak.


'Buka saja System,' balas Firman di dalam pikirannya.


[Ding … kotak Hadiah Dibuka …


Selamat Hot Telah Mendapatkan Sebuah Gelang Seharga 700 miliar.]


'Banyak juga hadiah yang aku dapatkan kali ini, nanti saja aku melihatnya, sekarang waktunya melihat bagaimana keadaan mereka berdua,' batin Firman melanjutkan jalannya.


Firman sudah sampai di lantai bawah dan bisa dilihat jika pada saat ini di lantai bawah sedang sangat ramai sekali karena semua orang tengah sibuk membawa anggota yang terluka untuk diobati agar cepat lekas sembuh.


Ada juga beberapa orang yang membawa mayat anggota mafia Roses Girl yang tewas dalam pertempuran kali ini meskipun tidak terlalu banyak jumlahnya tapi tetap saja sedih bila ditinggal teman satu perjuangan pergi untuk selama-lamanya seperti itu.


Tubuh para anggota Roses Girl yang sudah tewas dibawa untuk diurus lalu nanti akan dimakamkan secepatnya secara bersama-sama supaya tidak terlalu menghabiskan waktu jika mengubur sendiri-sendiri.


Firman berjalan melewati lalu-lalang orang untuk menuju tempat Lina dan Kalina berada memastikan bagaimana keadaan mereka berdua apakah baik-baik saja atau tidak. Pada saat tengah berjalan menuju tempat Lina berada, Firman selalu disapa oleh para anggota mafia milik Gina dengan sopan karena semua orang tahu jika Firman itu adalah kekasih dari ketua mereka yang secara tidak langsung bertindak sebagai orang terpercaya Gina.

__ADS_1


Membalas apa yang dilakukan oleh para anggota mafia Gina tersebut, Firman hanya menganggukan kepalanya saja karena tidak mungkin bagi dirinya untuk membalas ucapan mereka satu-persatu lantaran banyak sekali jumlah mereka semua.


Setelah berjalan beberapa menit akhirnya Firman sampai pada sebuah ruangan yang di dalamnya ada Lina dan juga Kalina, entah sedang apa mereka berdua akan tetapi tadi Lina saat ditanya sedang berada di mana jawabanya saat ini dirinya berada didalam ruangan ini.


Meskipun Firman sendiri tidak tahu ruangan apa ini akan tetapi dirinya tetap masuk saja karena ingin melihat bagaimana keadaan Lina dan tentunya Kalina, karena Kalina baru pertama kali mengalami pertempuran secara langsung jadi hal itu semakin membuat Firman khawatir pada keadaannya.


Firman membuka pintu ruangan tersebut lalu saat pintu sudah terbuka terlihatlah ada beberapa orang anggota mafia Roses Girl yang mana saat ini mereka terlihat seperti sedang melakukan rapat entah membahas tentang apa.


Tapi pada saat Firman masuk mata semua orang menatap ke arah dirinya karena mungkin mereka semua reflek saja, sedangkan untuk Firman sendiri merasa kebingungan pada saat dirinya melihat ada beberapa orang di dalam ruangan tersebut.


Ada Lina, Kalina, serta beberapa anggota Roses Girl yang bisa dikatakan sebagai petinggi dari mafia ini dibawah kepemimpinan Gina dan juga Lina, meskipun mereka dikatakan sebagai petinggi atau setingkat dengan wakil namun mereka juga tidak diperkenankan untuk menyalahgunakan kekuasaannya tersebut untuk menindas anggota lainnya atau melakukan hal tidak baik lain apalagi yang bisa membuat kelompok mereka rugi.


"Kak Firman masuk saja ke sini, kita sedang melakukan rapat darurat untuk membahas mengenai masalah yang baru saja kita hadapi tadi," ucap Lina memanggil Firman pada saat melihat kehadiran Firman yang membuka pintu masuk ruangan.


Karena dipanggil oleh Lina akhirnya membuat Firman masuk kedalam ruangan tersebut dengan masih ditatap menggunakan berbagai pandangan oleh para petinggi Roses Girl yang berada di dalam ruangan tersebut.


Sedangkan untuk Kalina sendiri senang sekali pada saat melihat kehadiran Firman yang datang, padahal tadinya ia merasa sangat khawatir pada keselamatan kekasihnya tersebut karena dikiranya Firman itu bertempur di luar yang sangat berbahaya sekali, makanya Kalina sangat khawatir.


"Baiklah." Firman duduk di samping Lina dan Kalina, jadi berada ditengah tempat duduk mereka berdua.


"Apakah kakak sudah menyelesaikan yang tadi kak?" tanya Lina terdengar ambigu mungkin bagi orang lain, hanya Firman dan Kalina saja yang paham apa maksud dari ucapan Lina tersebut.


"Semua sudah selesai, tapi aku tidak bisa menghabisi semuanya karena kehabisan amunisi untuk menembak," jawab santai Firman yang membuat semua orang kini paham apa maksud dari perkataan Lina barusan.


Mereka yang berada di dalam ruangan tersebut tidak seluruhnya tahu apa saja jasa yang telah Firman berikan untuk kelangsungan hidup mafia Roses Girl ini, karena sebagian petinggi pada saat terjadinya peristiwa penculikan beberapa anggota Roses Girl yang dilakukan oleh Sophia dan komplotanya pada saat itu beberapa petinggi berada di luar negeri untuk melakukan tugasnya masing-masing.


"Nona Lina, maaf jika saya kurang sopan bertanya seperti ini, akan tetapi bukankah tidak bagus jika membawa masuk orang asing ke dalam pertemuan tertutup seperti ini?" tanya salah satu petinggi yang sepertinya belum mengenal Firman dengan baik, ia juga ditatap dengan bingung oleh rekan-rekanya yang lain karena berani berbicara seperti itu kepada pahlawan yang sudah menyelamatkan hidup kelompok mereka.

__ADS_1


Terlihat Lina juga memandang orang yang bertanya itu dengan kebingungan karena bagaimana mungkin ada anggota yang tidak mengenal Firman didalam mafia Roses Girl ini Sementara untuk Kalina juga sama, ia malah kesal karena kekasihnya yang sekaligus sebagai kekasih Gina sang ketua Roses Girl dianggap sebagai orang asing di sini.


__ADS_2