
Chapter 85
Pertarungan pun dimulai, Haris maju terlebih dahulu melayangkan sebuah pukulan bertenaga kearah Firman dengan sangat kuat.
Tidak tinggal diam, Firman menghindari pukulan tersebut dengan bergerak ke samping kanan lalu dengan cepat menangkis tangan yang digunakan Haris untuk melayangkan pukulannya.
Setelah ditangkis Firman berbalik memukul perut Haris dengan kuat sebanyak tiga kali hingga membuat Haris mundur beberapa langkah karena terkena pukulan tersebut.
'Kuat juga dia ternyata, aku tidak boleh gegabah dan harus menghabisinya dengan segala cara agar bisa melarikan diri dari sini.' Batin Haris.
Kembali lagi Haris menyerang Firman dengan tendangan kakinya yang dengan mudah ditangkis oleh Firman lalu Haris langsung melayangkan pukulan ke arah dada Firman yang ternyata hanya untuk mengecoh Firman saja.
Pukulan tersebut ternyata mengarah ke wajah Firman yang mengakibatkan Firman terkena pukulan tepat mengenai wajahnya hingga membuat hidungnya mengeluarkan cairan darah.
"Lumayan......." Ucap Firman memuji kekuatan Haris sambil membersihkan darah di wajahnya.
Dengan cepat Firman sekarang yang menyerang mengincar titik lemah Haris yaitu bagian perut dengan tendangan kaki yang kuat tapi ternyata berhasil dihindari oleh Haris dengan bergerak mundur.
Tidak habis akal, Firman langsung melompat menerjang Haris yang posisinya belum siap jadilah Haris terpental karena terkena tendangan kaki dari Firman hingga membuatnya terjatuh menimpa beberapa barang yang ada di sana.
Bruak......
Haris berusaha untuk bangkit kembali tapi sia sia karena tubuhnya sudah sangat kesakitan karena tendangan Firman tepat mengenai dada dan perutnya membuat Haris tidak bisa melakukan perlawanan kembali.
Melihat lawan nya yang sudah terjatuh dengan perlahan lahan Firman berjalan mendekati Haris tanpa mengetahui bahwa ia dalam bahaya.
Benar saja, saat Firman sudah dekat dengan Haris yang terkapar tiba tiba Haris langsung melemparkan bubuk tepung tepat ke wajah Firman yang langsung membuat matanya terasa perih.
Argg......
"Kurang ajar kau!! Beraninya menggunakan cara kotor untuk melawanku!!" Ungkap Firman semakin marah dan berusaha membersihkan matanya yang terasa sangat perih.
"Jika bertarung harus gunakan akal jangan cuma kekuatan hahaha." Balas Haris yang ternyata hanya pura pura terjatuh saja.
Haris langsung berdiri kembali meskipun sedikit merasakan sakit, langsung saja Haris memukul Firman berkali kali di seluruh tubuhnya tanpa terkecuali.
Bhuk......
Bhuk......
__ADS_1
Firman hanya berusaha mempertahankan dirinya saja menggunakan tangan untuk meredam pukulan Haris, dikarenakan penglihatan yang terganggu karena dilempar dengan menggunakan tepung tadi oleh Haris membuat Firman sulit untuk melawannya.
Pukulan demi pukulan dilancarkan oleh Haris ketubuh Firman hingga membuat Firman terjatuh dengan kondisi tubuh yang banyak menerima pukulan.
Namun pada saat Firman terjatuh itulah instingnya mulai keluar, dengan berbagai ilmu beladiri tingkat tinggi serta kemampuan menembak yang berguna karena bisa merasakan angin yang berhembus meskipun itu sangat kecil sekali.
Jadi Firman sekarang sedang memfokuskan dirinya untuk membuat tubuhnya dapat merasakan hembusan angin serta pendengaran yang bisa digunakan untuk membuat Firman mengetahui pergerakan dari Haris.
Firman pun berhasil merasakan hembusan angin bahkan hembusan nafas seseorang bisa dirasakan oleh Firman karena telah memaksimalkan ilmu bela dirinya hingga membuat seluruh tubuhnya menjadi lebih sensitif dan peka akan suara serta pergerakan sekecil apapun.
Firman merasakan deru nafas Haris yang berjalan ke arahnya diiringi gelombang suara dari suatu benda yang dibawa oleh Haris di tangan nya.
Dengan pendengaran yang sangat kuat membuat Firman mengetahui bahwa benda yang dibawa Haris tersebut adalah sebuah tongkat besi.
"Matilah kau! Hiatt.....!" Haris mengangkat tongkat besinya bersiap melayangkanya pada Firman dengan keras.
Setelah itu Haris langsung menghantamkan tongkat besinya pada Firman tapi tidak sesuai perkiraan ternyata tongkat tersebut malah bengkok pada saat mengenai kepala Firman dan mengeluarkan bunyi seperti antara besi dan besi saling berbenturan, hal itu karena Firman telah memperkuat tubuhnya hingga benda tumpul seperti itu tidak terasa baginya.
Trang...............
Terkejut bukan main saat Haris melihat hal tersebut, seorang manusia dipukul menggunakan besi tapi malah besinya yang bengkok.
Dengan sangat cepat Firman langsung memukul Haris tepat di dadanya yang mengakibatkan Haris muntah darah saking kuatnya pukulan tersebut.
Ugh.......
"Ba....Bagaimana mungkin......." Haris seakan tidak percaya dengan apa yang dia lihat saat ini.
Mereka berdua kembali bertarung dengan Firman yang sekarang malah membuat Haris babak belur dengan melayangkan berbagai pukulan serta tendangan hingga membuat Haris terpental jauh menabrak tembok.
Bruak......ugh.......
Sekarang Haris benar benar tidak dapat melakukan apapun bahkan untuk berbicara saja ia sulit karena tubuhnya terasa sangat menyakitkan karena dihajar habis habisan oleh Firman.
Firman menggunakan air untuk membasuh wajahnya dan membersihkan matanya yang terasa perih, penglihatan Firman pun berangsur angsur normal kembali meski agak buram untuk saat ini.
"Jangan pernah meremehkan lawanmu meskipun dia lebih muda darimu." Ucap Firman berjalan mendekati Haris sambil membawa sebuah tongkat besi yang diambilnya dari besi yang digunakan Haris tadi lalu meluruskanya dengan hanya menggunakan tangan saja.
"To.....To....Tolong.....Le....Lepaskan aku......Ku....Kukohon......." Haris meminta ampun dengan keadaannya yang sudah sangat memprihatinkan.
__ADS_1
"Melepaskanmu? Bukannya kau tadi ingin menghabisi ku ya, tapi mengapa sekarang kau malah meminta aku melepaskan dan mengampunimu? Hahahaha." Ucapan Firman terdengar sangat mengerikan apalagi ditambah suara tawa seperti seorang psikopat yang membuat Haris semakin ketakutan.
Firman berada tepat di depan Haris lalu mengangkat tubuh Haris mendapatkannya di atas meja yang ada di ruangan itu memposisikan Haris tengkurap.
Lalu hal berikutnya sungguh membuat para kaum pria akan merasakan apa yang dirasakan oleh Haris jika melihatnya.
Firman dengan sekali hentakan langsung memasukan batangan besi yang dipegangnya kelubang belakang Haris hingga membuat Haris berteriak tanpa suara menahan rasa sakit saat batang besi besar itu masuk sampai kedalam dirinya.
Ahkkkk.........
Mungkin seperti itulah suara teriakan kesakitan Haris rasakan pada saat batang itu menghujam masuk kedalam tubuhnya.
Tidak berhenti di sana Firman terus menyiksa Haris dengan berbagai cara tanpa memberikan jeda sama sekali pada Haris sekedar untuk mengambil nafas.
Karena sudah puas memberikan pelajaran pada Haris, Firman membersihkan bekas alat yang digunakan untuk menyiksa Haris.
Tidak lupa pula menarik batang besi yang masih tertancap pada bagian belakang Haris, pada saat batang besi tersebut ditarik langsung dari tempat keluarnya mengeluarkan kotoran yang menjijikan bersamaan dengan darah yang mengalir.
"Uh menjijikan sekali." Ucap Firman menutup hidungnya lalu langsung pergi dari ruangan itu meninggalkan Haris dalam keadaan mengenaskan.
Saat Firman keluar dari ruangan itu, terlihat ada beberapa orang yang ada di luar ruangan seperti sedang menunggu sesuatu.
"Kalian sedang apa?" Tanya Firman bingung.
Sontak saja suara Firman itu mengejutkan orang orang yang ada di situ, tiga kekasih Firman langsung memeluk Firman dengan perasaan khawatir, Firman membalas pelukan mereka setelah beberapa saat lalu mereka melepaskan pelukan nya karena malu dilihat oleh banyak orang.
"Kenapa tidak masuk saja?" Tanya Firman.
"Maaf tuan kami tidak dapat masuk karena ruangan itu dikunci dari dalam." Jawab salah satu polisi yang ada di sana bersama dengan keluarga kekasih Firman yang juga ada di sana.
"Oh iya, itu di dalam ada tersangka yang utama, bawa saja dia tapi aku sarankan untuk memakai masker saat membawanya." Ucap Firman laku pergi bersama ketiga kekasihnya meninggalkan orang orang di sana yang bingung dengan apa yang dimaksud Firman.
Tapi saat baru membuka pintu ruangan mereka langsung tau mengapa Firman menyuruh mereka untuk memakai masker, para petugas itu tambah terkejut lagi saat melihat keadaan Haris yang sangat mengenaskan yang pastinya ulah dari Firman, tapi tidak ada dari mereka yang berani untuk mempertanyakan ini pada Firman karena melihat kedekatan Firman dengan pimpinan polisi yang membuat mereka takut menyinggungnya.
Pada petugas itu membawa Haris pergi untuk dirawat dirumah sakit khusu para tersangka yang ada dikepolisian.
*Jangan lupa like dan dukungan nya teman teman.
...Terima Kasih...
__ADS_1