
Chapter 164
Gina saat ini masih berhadapan dengan pengawal atau anak buah dari Vino yang tadi mengganggunya, keadaan di dalam restoran tersebut menjadi sangat tegang dan penuh dengan orang yang menyaksikan masalah tersebut.
"Apa yang kalian tunggu, cepat tangkap dia!" ucap Vino memerintahkan anak buahnya agar cepat menangkap Gina.
Pengawal Vino pun langsung maju satu orang untuk menangkap Gina yang mereka pikir seperti gadis biasa yang mudah ditangkap dan lemah tidak dapat melakukan perlawanan jika ditangkap.
Namun saat pengawal tersebut mendekat dan akan menangkap tangan Gina untuk dibawa, hal yang mengejutkan semua orang pun terjadi, dengan satu tangan Gina menghantamkan tinjunya tepat ke arah wajah pengawal Vino yang hendak menangkapnya tadi.
Tinju tersebut sangatlah kuat untuk ukuran seorang gadis seperti Gina, padahal bila dilihat sekilas mata, Gina tampak seperti gadis pada umumnya yang memiliki badan tidak terlalu besar tapi memiliki tonjolan atas bawah yang besar menggoda iman para pria.
"Jika ingin menangkap ku jangan sendirian, jika kalian semua maju pun aku sama sekali tidak takut!" ucap Gina menantang semua pengawal yang dibawa oleh Vino.
Sontak saja ucapan yang bernada tantangan yang dilontarkan oleh Gina memancing berbagai tanggapan dari para tamu yang ada di dalam restoran tersebut.
Kebanyakan dari mereka yang melihat apa yang dilakukan oleh Gina itu merupakan sebuah kesalahan yang sangat besar, meskipun mereka mengakui jika Gina itu gadis yang pemberani dan kuat,
Tetapi dengan koneksi keluarga Vino itu dapat mengguncang kehidupan Gina, padahal mereka belum tau saja siapa Gina sebenarnya yang merupakan ketua mafia wanita paling disegani di seluruh daratan Eropa.
"Cepat serang wanita si4lan itu, beraninya dia memandang rendah tuan muda ini!" ucap Vino yang amarahnya sudah meledak-ledak hanya karena mendengar kalimat provokasi yang diucapkan oleh Gina tadi.
Pengawal Vino jumlahnya ada sekitar 7 orang pria dengan postur tubuh hampir dua kali dari tubuh Gina, mungkin agak sulit untuk mengalahkan mereka semua tanpa senjata bagi Gina.
Bagaimanapun juga tenaga seorang wanita seperti dia harus melawan tenaga 7 orang pria dewasa berbadan besar, pastinya akan sangat sulit. Gina memasang ancang-ancang dengan posisi siap bertarung.
Kemudian dua orang pengawal dari Vino maju kedepan untuk melawan Gina dengan tangan kosong, pertarungan mereka dimulai dengan dilontarkannya pukulan tangan dari salah satu pengawal Vino kearah Gina.
Pukulan tangan tersebut hampir saja mengenai bagian perut Gina, tetapi dengan lincahnya Gina dapat menghindari pukulan tersebut dengan mundur satu langkah kebelakang.
Setelah mundur satu langkah kebelakang, Gina kembali maju ke depan dengan mengangkat kaki kanan miliknya lalu mengayunkan kaki tersebut ke arah wajah pengawal Vino yang tadi hendak memukulnya.
__ADS_1
Brukk ...
Tendangan tersebut tepat mengenai kepala pengawal Vino hingga terjatuh ke belakang dengan posisi menabrak sebuah meja hingga membuatnya hancur, melihat temannya terjatuh, sontak saja satu pengawal yang tadi maju bersama dengan temannya yang jatuh tadi langsung menyerang Gina.
Serangan pengawal yang kali ini sangatlah berbeda, ia menggunakan kecepatan dalam menyerang Gina hingga membuat Gina sedikit kewalahan dalam menghadapinya, apalagi Gina bertarung dengan masih menggunakan pakaian gaun malam miliknya.
Pengawal tersebut melayangkan tinju cepat dari tangan nya hingga mengenai perut Gina yang membuatnya terpental ke belakang beberapa langkah dan mengeluarkan darah dari mulutnya.
Akh ...
'Sial! Orang ini cepat sekali, bisa kalah aku jika terus-terusan seperti ini!' batin Gina menatap lawannya yang mempunyai kecepatan diluar nalar dalam memukul.
Gina mencoba untuk bangkit kembali meskipun masih terasa sakit sekali dibagian perutnya karena dipukul banyak sekali oleh pengawal Vino tanpa memberinya celah sama sekali untuk menghindar.
Orang-orang yang menyaksikan pertarungan tersebut juga dibuat kagum dengan aksi pengawal Vino yang bisa membuaat Gina terkena pukulan seperti itu hingga mengeluarkan darah dari mulutnya.
Mereka juga memuji kehebatan Gina dalam bertarung melawan musuhnya, walaupun kalah jumlah sangat banyak sekali dan juga kalah dalam segi postur tubuh juga, tetapi Gina masih dapat bertahan bahkan berhasil menjatuhkan dua pengawal Vino.
"Hahaha ... Sudahlah Nona, lebih baik kau menyerah dan pergi bermain denganku, aku jamin kamu akan bahagia bila hidup bersamaku," ucap Vino yang merasa sedang diatas angin.
'Sayang, aku berharap disaat seperti ini kau datang menolongku,' batin Gina sedih.
Gina telah kembali bangkit, ia lalu kembali memasang posisi siap bertarung yang membuat pengawal Vino yang tadi memukulnya juga ikut memasang posisi siap bertarung, suasana tegang menyelimuti seluruh restoran yang sekarang telah menjadi arena pertarungan dari seorang wanita melawan banyak pria.
Pakaian Gina sudah tak tau lagi bagaimana bentuknya, untung saja pakaian tersebut memiliki bagian dalam yang bisa menutupi tubuh mulus Gina dari tatapan pada pria, pakaian itu memang lumayan ketat yang membuat Gina bisa bergerak leluasa tanpa takut sobek.
Saat ini Gina ingin menyerang terlebih dahulu, ia pun maju kedepan bersiap melayangkan tendangan andalan miliknya ke arah pengawal Vino yang sudah siap menerima tendangan tersebut.
Tapi saat Gina sudah dekat dengan posisi lawanya, tiba-tiba terdengar suara yang lumayan keras membuat semua orang melihat ke arah sumber suara tersebut.
"Ada apa ini?!" ucap seorang wanita yang lumayan dewasa bisa dilihat dari postur tubuhnya yang sudah matang.
__ADS_1
Wanita tersebut datang dari arah lift lantai bawah yang menuju lantai paling atas tempat restoran berada, semua orang yang melihat kehadiran wanita tersebut menjadi terkejut lalu mereka satu-persatu mulai memberikan rasa hormat kepada wanita tersebut, termasuk Vino.
"Halo Nyonya Sophia, maaf jika kami membuat sedikit masalah di tempat anda, ini hanya permasalahan antar pebisnis saja Nyonya harap memakluminya," ucap Vino mencoba membuat wanita yang bernama Sophia tersebut tidak mempermasalahkan hal yang dilakukannya.
Sophia tidak mengindahkan kehadiran orang-orang yang mencoba memujinya hanya untuk mendapatkan perhatiannya saja, tapi pada saat mata Sophia menyisir setiap orang yang ada di sana, matanya berhenti saat menatap seorang gadis muda yang membuat Sophia tersenyum.
Itu bukanlah senyuman biasa, senyuman yang ditampilkan oleh Sophia itu sangat berbeda sekali maknanya dari senyuman biasa, senyuman penuh arti menatap kearah Gina yang masih terdiam melihat kehadiran Sophia disana.
"Permisi Nona, apakah anda yang bernama Nona Gina?" tanya Sophia tersenyum.
Semua orang terkejut saat Sophia mendatangi Gina dengan senang hati, padahal mereka semua tau jika Sophia itu adalah pemilik dari gedung ini sekaligus pengusaha paling disegani di seluruh negara, bahkan keluarga Vino saja akan berpikir berkali-kali bila ingin berurusan dengan Sophia.
"Iya benar, anda siapa ya?" balas Gina bingung mengapa orang ini bisa tau namaku pikirnya.
"Perkenalkan nama saya Sophia, saya adalah pemilik tempat ini," ucap Sophia dengan gaya anggun khas wanita kelas atas Eropa.
"Nama saya Gina," balas Gina juga dengan gaya anggunnya.
"Bagaimana jika Nona Gina menerima undangan untuk makan bersama saya di ruangan khusus, saya akan merasa sangat berterima kasih jika anda menerimanya Nona," ucap Sophia mengajak Gina.
Gina diam sejenak memikirkan apa yang harus dilakukannya, tapi saat Sophia tadi mengatakan jika dirinya merupakan pemilik tempat ini, tatapan curiga Gina menjadi semakin tajam. Sejak awal Gina juga telah curiga dengan kehadiran Sophia yang datang, Gina juga tahu jika Sophia itu pengusaha terkenal yang tidak mungkin mau mengurus masalah seperti ini sendiri jika tidak ada hal yang membuatnya tertarik.
Pemilik tempat berarti sama dengan mengetahui semua rahasia tempat atau gedung tersebut, yang artinya Sophia mungkin saja tahu akan adanya mafia bernama Silent Shadow yang sedang Gina cari.
'Sepertinya orang ini ada hubungannya dengan kelompok itu, aku harus berhati-hati berurusan dengannya.
Sayang, aku harap kamu sudah menyelamatkan semua anggotaku, aku disini akan terus mencari informasi tentang keberadaan pemimpin kelompok itu,' batin Gina.
"Baiklah jika anda yang mengundangnya saya tidak akan sungkan lagi," jawab Gina.
Lalu mereka berdua pun berjalan meninggalkan restoran dengan tatapan bingung dari banyak orang yang tadi menyaksikan pertarungan antara Gina dengan pengawal Vino.
__ADS_1
Sedangkan Vino sendiri merasa agak takut saat mengetahui ada hubungan antara Gina dengan Sophia, meskipun ia belum mengetahui hubungan apakah itu.
"Sial! gagal lagi aku kali ini!" ucapnya lalu mengajak anak buahnya pergi sekaligus membawa dua orang yang terkapar kerumah sakit.