System Menjadi Pria Sukses

System Menjadi Pria Sukses
System Sukses 57


__ADS_3

Chapter 57


Firman langsung maju menyerang Andi karena Andi tidak kunjung menyerang dirinya.


Pukulan tangan Firman melayang mengarah ke wajah Andi dengan sangat kuat.


Andi menghindari pukulan tersebut tetapi kakinya berhasil di hantam menggunakan kaki sebelah kanan Firman hingga membuat Andi terjatuh.


Lalu Andi langsung bangkit kembali dan memasang kuda kuda sesuai ilmu bela diri yang dimilikinya.


'Kurang ajar! Ternyata kuat banget dia, aku harus hati hati dalam mengambil langkah jika tidak bisa bisa habis aku di tangan nya.' Batin Andi.


Firman kembali menyerang Andi dengan kecepatan yang sangat hebat. Tanganya bergerak sangat cepat menghajar Andi.


Di sisi Andi juga tidak tinggal diam, ia menangkis dan mencoba mencari celah untuk menyerang Firman hingga melumpuhkanya.


Pertarungan mereka sangat sengit, Andi yang memiliki lumayan ilmu bela diri sedikit membuat Firman kewalahan.


Namun Firman masih belum mengerahkan seluruh tenaga nya untuk menyerang Andi.


Bhuk.....


Sebuah pukulan bersarang di dada Andi yang dilakukan oleh Firman hingga membuat Andi mundur beberapa langkah sembari memegangi dadanya yang terasa sakit.


"Cih, awas kamu akan kubalas semua ini!" Ucap Andi lalu langsung kabur dengan cara lari memanjat tembok yang ada dibelakangnya.


Saat Firman akan mengejar Andi, tiba tiba Firman teringat Karmila yang masih ada di sana dengan keadaan ketakutan.


Firman menghampiri Karmila lalu melepas bajunya dan digunakan untuk menutupi tubuh bagian atas Karmila yang terbuka akibat ulah Andi tadi.


Karmila yang sedari tadi hanya diam sambil ketakutan sekarang menjadi memerah wajahnya saat melihat tubuh atletis milik Firman yang terekspos jelas.


"Te....Terima kasih." Ucap Karmila terbata bata sambil menundukan kepalanya malu.


"Iya sama sama, kamu gapapa kan? Atau kamu disakitin sama dia?" Tanya Firman khawatir pada keadaan Karmila.


Karmila yang merasa Firman memberikan perhatian padanya menjadi senang.


Hati Karmila berbunga bunga sangking bahagianya diperhatikan oleh Firman. Padahal dari lama Karmila sudah suka pada Firman tetapi belum ada waktu yang tepat untuk mengungkapkan nya.


"A....Aku gak apa apa.....Ta....Tapi....Hiks....Hiks..." Tiba tiba saja Karmila menjatuhkan air matanya terlihat sambil memegangi baju yang diberikan Firman untuk dia kenakan.

__ADS_1


"Tapi kenapa?" Tanya Firman heran saat melihat Karmila tiba tiba menangis.


Huaaaa.......Hiks.....Hiks.....


Bukanya menjawab Karmila malah menangis semakin kencang hingga membuat Firman kebingungan harus bersikap bagaimana.


Namun karena insting sebagai lelaki sejatinya sangat kuat, akhirnya Firman memeluk Karmila dengan erat agar membuat wanita itu lebih tenang.


Namun bukan membuat tenang, tapi pelukan Firman justrus membuat Karmila malu semalu malunya.


Wajahnya sangat merah yang tadinya menangis menjadi terdiam seketika.


"Sudah selesaikah? Ayo kita ke rumahku dulu nanti ngobrol di sana aja." Ucap Firman lalu mengajak Karmila ke kontrakanya.


Mereka berjalan menuju kontrakan Firman dengan bergandengan tangan. Karmila merasa malu saat tangannya dipegang Firman, namun karena ini adalah kesempatan langka alhasil ia menyambut genggaman tangan Firman dengan senang hati dan tersenyum bahagia.


Di sepanjang jalan banyak sekali orang yang melihat ke arah mereka berdua, apalagi saat melihat badan atletis milik Firman yang membuat para kaum wanita memerah wajahnya bahkan hingga ada yang mimisan.


Karmila yang melihat banyak wanita yang menatap tubuh Firman ia menjadi sangat kesal.


Langsung saja Karmila berjalan di depan Firman dan menatap tajam para wanita yang melihat Firman.


Para gadis yang menatap Firman langsung mengalihkan pandangan mereka saat melihat tatapan tajam dari Karmila.


Untungnya perjalanan mereka cukup dekat dan akhirnya sampai di kamar kontrakan Firman.


Firman pun masuk lalu disusul Karmila. Setelah masuk Firman mengambilkan air untuk diminum Karmila supaya wanita tersebut bisa lebih tenang dan bisa bicara dengan jelas.


"Udahkan, sekaramg coba cerita sama aku." Ucap Firman setelah memberi Karmila minum.


Tampak dari ekspresi wajah Karmila memperlihatkan bahwa ia ketakutan, bahkan butiran air mata sudah mulai menetes dari ujung matanya.


"Hey jangan nangis, coba cerita sama aku ada apa sebenarnya." Ucap Firman lalu menghapus air mata di pipi Karmila dengan menggunakan tanganya.


"Ta.....Tapi tolong jangan jijik sama aku ya....Hiks....Hiks.....Banyak orang yang setelah dengar ceritaku mereka jijik sama aku.....Hiks......Hiks......" Karmila berkata sambil terus menangis sesegukan.


"Iya aku gak akan." Jawab Firman lembut.


Akhirnya Karmila pun bercerita apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya dan keluarganya.


Jadi ceritanya Karmila dijadikan alat oleh keluarganya untuk membayar hutang pada keluarga Gunawan dengan cara memberikan Karmila pada tuan muda keluarga Gunawan yang tidak lain adalah Andi.

__ADS_1


Orang tua Karmila sendiri orangnya sangat sibuk dan gila harta, bahkan mereka tidak tahu seperti apa kehidupan anak mereka dari kecil.


Karmila hanya diasuh oleh pengasuhnya saja dari bayi hingga besar, bahkan saat Karmila ingin berbicara mengenai masalah sekolahnya orang tua dia malah tidak peduli bahkan marah kepada Karmila.


Apalagi saat perusahaan Papanya mulai krisis kebangkrutan, Papa Karmila berhutang pada keluarga Gunawan hingga ratusan miliar banyaknya.


Namun bukanya bisa membalikan perusahaan menjadi lebih baik, justru Papa Karmila ternyata menggunakan uangnya untuk bersenang senang bersama wanita wanita penghibur.


Ibu Karmila juga tidak jauh beda, Ibunya yang berprofesi sebagai model ternyata telah berselingkuh dengan manajernya sendiri dan pergi dari rumah meninggalkan keluarganya yang sedang terpuruk.


Lalu karena tidak ada pilihan lain, akhirnya Papa Karmila memberikan anaknya sebagai ganti hutang hutangnya kepada keluarga Gunawan.


Ternyata Andi tertarik pada Karmila, setelah gagal mendapatkan Rina ia mulai mengincar Karmila.


Andi sering datang kerumah Karmila dengan seenaknya dan tidak ada yang berani untuk menghentikanya.


Andi bertemu Karmila dan langsung bertindak tidak senonoh pada dirinya. Andi sering berbuat tindakan asusila pada Karmila.


Karmila sudah melawan sekuat tenaga tapi hasilnya percuma, ia malah jadi mainan Andi hingga diperlakukan kasar olehnya.


Karmila tubuhnya digerayangi oleh Andi hingga membuat Karmila sangat sedih sampai sampai berniat ingin mengakhiri hidupnya saja daripada harus menjadi budak laki laki biadab seperti Andi.


Karmila bercerita pada Firman dengan diiringi air mata yang terus menetes menggambarkan kesedihan yang sangat dalam di hatinya.


Hingga pada suatu malam Andi datang dengan keadaan mabuk dan langsung melecehkan Karmila hingga melakukan kekerasan padanya.


Karmila melawan dengan sekuat tenaga tapi percuma karena Andi yang sudah mabuk terbawa suasana hingga membuat mahkota yang selama ini dijaga Karmila untuk orang yang dicintai nya hilang seketika.


Sepanjang pelecehan itu terjadi Karmila menangis sejadi jadinya yang mana tangisan itu malah membuat Andi semakin gila dalam menyiksa Karmila.


Setelah beberapa hari kejadian itu, Karmila tidak pernah sekolah lagi dan selalu mengurung diri dikamarnya.


Sampai sampai ingin gantung diri, untungnya saat itu ia diselamatkan salah satu pelayan rumahnya jadi tidak sampai meninggal.


Rasa frustasi dan trauma yang dialami Karmila membuat luka yang besar di hatinya hingga tidak ada lagi tujuan untuk hidup baginya.


Tapi saat Karmila tidak memiliki tujuan untuk hidup lagi, ia teringat dengan Firman, pemuda cuek yang membuatnya penasaran.


Hingga akhirnya Karmila memberanikan diri untuk kabur dari Rumahnya tapi apesnya ia malah bertemu Andi, untungnya ada Firman yang menyelamatkanya saat itu.


*Jangan lupa like dan dukungan nya teman teman.

__ADS_1


...Terima Kasih...


__ADS_2