System Menjadi Pria Sukses

System Menjadi Pria Sukses
System Sukses 102 Bukan Ibu, Siapa Dia?


__ADS_3

Chapter 102


Jia Li yang baru saja ingin masuk kedalam ruangan tersebut langsung ditarik Firman agar tetap berada diluar ruangan, Firman tidak ingin jika Jia Li melihat banyak pria yang dalam keadaan tanpa pakaian sama sekali.


"Tetap di sini!" perintah Firman kepada Jia Li yang dibalas anggukan kepala oleh Jia Li.


Firman kembali masuk dan dihadapkan dengan banyak pria berbadan kekar berotot yang tentunya tenaga mereka juga besar jika dibandingkan dengan manusia biasa.


"Mau apa kau bocah!?" ucap salah satu pria yang mempunyai jenggot panjang dengan wajah yang terlihat menyeramkan.


"Mengganggu kita saja bocah ini," ucap pria lain yang memakai topi mirip anggota militer.


"Sudahlah hanya bocah seperti dia lebih baik habisi saja dan kita lanjut kegiatan mantap tadi," tambah pria lain yang sedang mendapat giliran menikmati wanita yang disekap tadi.


Firman melihat mereka satu-persatu lalu matanya berhenti pada saat melihat si wanita yang dijadikan bahan pemuas nafsu oleh pria-pria badjingan tersebut.


Wanita itu mirip sekali dengan ibu Firman tetapi ada satu yang membedakanya, ibu Firman usianya tidak semuda wanita itu dan juga bisa dilihat dengan seksama jika wajah wanita itu terlihat lebih muda jika dibandingkan dengan ibu Firman.


'Mungkinkah aku salah orang? Tapi dia mirip sekali dengan ibu,' batin Firman sedang memikirkan hal tersebut.


"Hey bocah, kau ingin pergi sendiri dari sini atau kami antarkan kau ke neraka hahaha," ucap salah satu pria dengan nada merendahkan.


"Tidak usah banyak bicara, kalian sudah berani menyakiti wanita jadi kalian juga sudah pasti siap untuk aku sakiti!" ucapan Firman yang begitu dingin disertai tatapan mata yang tajam membuat para pria yang ada di sana tadi sedikit merasakan ketakutan.


"Dasar bocah tengik! Sudah diberi ampun malah ngelunjak, habisi saja dia cepat!"


Firman langsung mengeluarkan katana Sang Pembantai miliknya yang sedari tadi disimpan pada pinggangnya, katana tersebut terlihat semakin mengerikan setelah membantai para penjaga tadi.


Para pria tadi maju menyerang Firman dari segala arah, mereka mengeroyok Firman karena ingin masalah ini cepat selesai dan mereka bisa melanjutkan menikmati tubuh wanita yang mereka sekap tadi.


Satu orang hendak melayangkan pukulan ke arah kepala Firman namun dengan reflek yang sangat cepat Firman mengangkat katan miliknya lalu menebas tangan pria tersebut hingga membuatnya terputus dengan potongan yang sangat rapi.


Srak......


Arg.......Tanganku......!!!!

__ADS_1


Teriakan pria itu membuat teman-temannya yang lain terdiam sambil menatap potongan tangan pria tersebut yang berada di lantai dengan darah yang terus menetes.


"Kenapa kalian diam hah!! Habisi dia cepat!!" ucap pria yang tanganya buntung itu sangat marah.


Lalu teman-temannya yang lain langsung menyerang Firman lagi namun sayang tidak ada yang berhasil mengenai Firman sama sekali, sekedar memukul sekali saja tidak ada yang bisa melakukanya.


Tebasan demi tebasan yang dilayangkan oleh Firman berhasil membuat banyak luka yang ada di tubuh para pria tersebut, luka di tubuh mereka mengakibatkan para pria itu kesakitan hingga ada yang tewas seketika karena tebasan Firman mengenai lehernya.


Argh.....


I.....Iblis.....


A....Ampun.....


Teriakan putus asa dari para pria itu menggema di seluruh ruangan, teriakan dari pria yang terlihat kuat tapi ternyata lemah jika dihadapkan dengan Firman.


Hanya butuh waktu 5 menit untuk Firman membantai mereka semua yang jumlahnya belasan tersebut, kini hanya tersisa dua orang yang sedari tadi hanya fokus bermain menikmati tubuh wanita yang mereka sekap padahal teman-temannya sedang melawan Firman.


"Uhh nikmat sekali tubuh wanita ini, aku bersumpah akan menikmatinya lagi lain kali," ucap salah satu pria yang sedang memaju mundurkan pinggulnya keras kepada si wanita.


"Kau benar, uh.....biarkan saja mereka bertarung sedangkan kita di sini menikmati wanita menjijikan ini hahahaha," balas temanya yang sedang berada dibawah tubuh si wanita menikmati bagian lain dari si wanita.


Dengan sangat cepat Firman menebas kepala pria yang ada di atas menggunakan katana miliknya hingga membuat pria itu tewas, kepalanya menggelinding ke bawah lantai yang menimbulkan suara membuat pria yang ada di bawah langsung melihatnya.


Dhuk......


Betapa terkejutnya pria itu saat melihat kepala temannya menggelinding di lantai dengan darah yang terus mengalir, dia lalu melihat Firman yang penampilanya sangat mengerikan dengan noda darah di sekujur tubuhnya apalagi katana di tangannya yang sangat mengerikan.


"Apa aku boleh tau siapa bos mu?" tanya Firman setelah menyuruh pria itu berdiri.


Karena rasa takut yang begitu besar, membuat pria itu menjawab pertanyaan Firman dengan cepat karena takut akan dibunuh sama seperti temanya tadi.


"B.....Bos kami bernama Wirjo," jawab pria itu ketakutan.


"Baiklah, terima kasih atas informasinya dan titip salam untuk penjaga neraka," Firman langsung menebas leher pria itu hingga mengakibatkan pria itu tewas.

__ADS_1


Setelah menghabisi semua pria tadi, Firman lalu melihat keadaan wanita yang sedang dilecehkan oleh kumpulan orang tadi, wanita itu terlihat sedang pingsan dengan luka lebam di seluruh tubuhnya.


Luka di tubuhnya sangat banyak, mulai dari wajah, tangan, perut, kaki, punggung, semuanya ada luka entah itu belas pukulan ataupun dari rok0k yang di sulut ke kulit wanita itu hanya untuk kesenangan semata.


Firman mengamati dengan seksama wanita tersebut apakah benar itu ibunya atau bukan, lalu untuk memastikannya Firman melihat foto ibunya yang ada di dalam saku celana miliknya.


Ternyata setelah dilihat wanita itu bukanlah ibu Firman, hal itu bisa dilihat dari wajah dan rambut ibu Firman yang mana rambut ibu Firman berwarna hitam pekat sedangkan wanita itu rambutnya hitam tetapi tidak terlalu pekat.


Lalu wajah ibu Firman agak besar dengan pipi chubby, sedangkan wanita didepan Firman itu wajahnya langsung atau tirus dengan dagu lancip.


"Syukurlah itu bukan ibu," ucap Firman sambil mengelus dadanya.


"Tapi siapa sebenarnya wanita ini, mengapa ia bisa sangat mirip dengan ibuku?" gumam Firman bertanya-tanya siapa identitas sebenarnya wanita yang baru ditolongnya tersebut.


Lalu tidak lama kemudian Jia Li masuk kedalam ruangan karena tidak mendengar suara keributan lagi. Saat Jia Li masuk ia langsung melihat Firman yang sedang menatap tubuh seorang wanita tanpa pakaian sama sekali.


Hal itu langsung membuat Jia Li marah dan langsung memukul kepala Firman bagian belakang dengan menggunakan senjata yang dipegangnya.


Dhuk.....


"Aduh, kenapa kau memukulku!?" tanya Firman kesal karena dipukul tiba-tiba, untung pukulan tersebut tidak terlalu sakit bagi Firman.


"Kamu ngapain liatin cewek sampe segitunya hah!!?" balas Jia Li tak kalah marahnya.


"Aku hanya ingin memastikan apa dia ibuku atau bukan," ucap Firman mengungkapkan alasanya.


"Benarkah? Kau tidak sedang berbohong kan?" selidik Jia Li menatap mata Firman mencari apakah ada kebohongan pada tatapan nya.


"Iya aku tidak berbohong," jawab Firman berkata dengan sejujur-jujurnya.


"Iya, aku percaya padamu, lalu apakah dia benar ibu kamu atau bukan?" tanya Jia Li yang mulai mereda emosinya.


"Bukan, dia bukan ibuku ternyata. Mungkin yang di pabrik tadi ibuku yang asli, karena aku merasakan sebuah rasa akrab dan rindu saat melihatnya tadi," ungkap Firman sambil membayangkan wajah wanita yang tadi ada di pabrik kemungkinan adalah ibunya.


"Ayo kalau begitu kita cepat jemput ibumu dan membebaskan warga lain dari tempat busuk ini," ucap Jia Li dengan semangat menggebu-gebu.

__ADS_1


"Tunggu dulu, kita harus mengamankan wanita ini terlebih dahulu supaya aman," ucap Firman menunjuk ke arah wanita yang sedang pingsan tersebut.


Mereka berdua lalu mengangkat tubuh wanita itu untuk dibawa ketempat yang aman selagi mereka menjalankan rencana membebaskan para warga dan ibu Firman dari dalam pabrik.


__ADS_2