System Menjadi Pria Sukses

System Menjadi Pria Sukses
System Sukses 179 Organisasi Pelelangan


__ADS_3

Chapter 179


Pada saat tengah malam, Firman terbangun dari tidurnya lalu ia melihat ke samping yang mana ada seorang wanita sangat cantik sedang tidur disampingnya dengan sangat nyenyak seperti sudah tidak tidur berhari-hari.


Firman menatap wajah cantik alami yang dimiliki Gina untuk beberapa waktu, Firman sangat bahagia bisa memiliki para wanita yang ada disampingnya dan selalu mendukung apapun keputusan yang ia ambil.


Tidak pernah bosan untuk Firman melihat wajah cantik para kekasihnya, meskipun setiap hari melihat mereka tapi Firman sama sekali tak sedikitpun pernah merasakan bosan menatap wajah cantik mereka.


Itu sudah sifat alami seorang laki-laki yang akan merasa senang jika melihat wajah wanita cantik, apalagi wanita cantik itu merupakan kekasihnya sendiri.


Tapi saat tengah fokus memandangi wajah cantik Gina yang terlihat sangat kelelahan, Firman justru kurang fokus pikirannya karena selimut yang dipakai untuk menutupi tubuh Gina agar tidak kedinginan telah terjatuh ke lantai.


Kaki Gina menendang selimut yang menutupi tubuhnya hingga jatuh ke lantai hingga terlihatlah tubuh indah khas wanita Eropa yang dimiliki oleh Gina terpampang nyata didepan matanya Firman.


Yang membuat Firman tambah kaget lagi adalah Gina yang hanya menggunakan pakaian tipis berwarna merah yang memperlihatkan seluruh lekuk tubuh miliknya yang sangat amat menggoda iman kaum pria.


Entah bagaimana caranya bosa Gina memakai pakaian yang menggugah iman tersebut, dengan baju warna merah yang sangat amat tipis bahkan bisa dikatakan Gina tidak menggunakan pakaian apapun untuk menutupi tubuh indahnya saking tipisnya pakaian tersebut.


Apalagi dibagian bawah Gina yang terlihat lembah kenikmatan yang terpampang jelas menggoda Firman supaya dengan segera menikmatinya.


Dengan hanya ditutupi kain yang sangat kecil seperti tali berukuran 1 cm membuat lubang kenikmatan terlihat sangat jelas di mata Firman, penampilan Gina memang sangat menggoda sekali bagi siapapun yang melihatnya.


"Bagaimana caranya wanita ini berganti pakaian seperti itu?" Firman masih bertanya-tanya pada dirinya sendiri.


"Lama-lama bisa lepas kendali aku jika begini terus," ujar Firman kemudian bangkit dari ranjang kemudian mengambil selimut yang terjatuh ke lantai.


Setelah mengambil selimut tersebut, Firman lalu menggunakanya kembali untuk menyelimuti tubuh Gina agar tidak kedinginan, pastinya Gina akan kedinginan sekali karena udara di malam hari itu terasa sangat dingin sekali, berkali-kali lipat dinginnya dari siang hari.


Apalagi saat ini Gina hanya menggunakan pakaian yang sangat tipis, itu membuat Firman khawatir karena takut nantinya Gina akan sakit karena terlalu banyak terkena udara dingin.


Setelah menyelimuti tubuh Gina, lalu Firman pergi menuju ruangan memasak yang ada di lantai atas, jadi Firman tidak perlu turun kelantai bawah untuk sekedar memasak atau membuat minuman.


Firman membuat coklat panas untuk menghangatkan tubuhnya supaya tetap terjaga kesehatannya, karena ditengah musim dingin seperti ini resiko terkena penyakit seperti flu meningkat lebih tinggi.


Apalagi untuk orang Asia seperti Firman yang belum pernah merasakan rasanya musim dingin karena di negaranya tidak ada yang namanya musim dingin, yang ada hanya dua musim yaitu panas dan hujan.

__ADS_1


Selesai membuat coklat hangat lalu menuangkannya ke dalam gelas, Firman pergi masuk kembali ke kamar Gina kemudian ia duduk di depan balkon yang tertutup pintu kaca, terlihat di luar balkon kamar Gina tersebut ada banyak salju yang berada disana.


"Baru kali ini aku melihat langsung yang namanya salju, tapi rasanya sangat dingin sekali," kata Firman sesekali menyesap coklat panasnya.


Menikmati malam ditemani segelas coklat panas dan guyuran hujan salju yang terus berjatuhan sehingga membuat tanah sekarang sudah penuh dengan timbunan salju.


Sungguh sebuah kenikmatan bagi orang yang melakukan hal tersebut, Firman duduk dengan nyaman di kursi sembari menatap keluar yang sudah tertutupi salju dimana-mana.


"Sepertinya aku harus cepat bergerak sebelum mereka menyerang, lalu untuk urusan Sophia itu aku kenapa sangat yakin ya jika wanita itu ada hubungannya dengan masalah yang aku miliki dengan kelompok organisasi luar negeri," ucap Firman kembali memikirkan masalah yang belum sempat ia selesaikan saat ini.


Entah kenapa Firman seperti sudah memiliki firasat mengenai mafia luar negeri yang hendak bergerak menyerang dirinya, Firman juga mempunyai firasat tentang Sophia yang kabur waktu pembantaian di gedung markasnya kemarin ada hubungannya dengan mafia luar negeri.


Seperti merasa ada hubungan yang terjalin antara Sophia dengan organisasi mafia luar negeri tapi Firman belum tau hubungan apa itu, namun untuk saat ini Firman belum mau berpikiran kesana terlebih dahulu.


Rencana Firman untuk saat ini adalah mencari letak markas utama dari mafia Rich Devil yang menjadi pusat seluruh bisnis ilegal yang dilakukan di bawah nama organisasi mafia luar negeri.


"Apa aku cari tau informasi dari tempat-tempat itu saja ya? Kemungkinan orang dari tempat itu akan mengetahui informasi mengenai dimana letak pasti markas Rich Devil."


Firman lalu mengambil laptopnya dan kembali duduk di tempatnya awal tadi sembari memangku laptop yang sudah dinyalakan olehnya tersebut.


Akhirnya Firman memutuskan untuk mencari informasi tentang adanya sebuah tempat yang dikatakan sebagai pusatnya informasi di seluruh dunia bawah.


Setelah mencari-cari selama beberapa menit lamanya, akhirnya Firman berhasil menemukan cara untuk masuk ke dalam tempat tersebut yang mana letaknya berada lumayan jauh dari tempat Firman berada saat ini, berada di luar negeri meskipun masih di sekitar Eropa.


"Dengan masuk ke tempat pelelangan itu aku akan mengorek informasi tentang Rich Devil dan si wanita sakit jiwa itu, aku belum bisa memaafkan tindakannya yang sangat berbahaya hingga membuat nyawa banyak orang terancam hanya lantaran balas dendam yang tidak jelas itu," ujar Firman yang masih menyimpan kemarahan dengan tindakan Sophia kemarin.


Memang benar jika tujuan Firman untuk mencari informasi ditempat yang disebut pelelangan tersebut sudah direncanakannya lumayan lama, dengan reputasi yang sangat baik dari pelelangan tersebut membuat Firman tertarik untuk berkunjung kesana.


Tempat yang disebut pelelangan tersebut merupakan sebuah tempat yang dimana ada banyak sekali transaksi dilakukan, mulai dari transaksi bisnis seperti pada umumnya sampai transaksi bisnis gelap yang berhubungan dengan banyak pihak besar dibelakangnya.


Pelelangan bukan hanya menjual informasi tentang apa saja, tetapi juga sebagai tempat pusatnya bisnis dunia bawah tanah yang memiliki banyak sekali orang misterius di dalamnya.


Mulai dari pelelangan barang-barang mahal yang diselundupkan ataupun barang langka yang sudah sangat jarang ditemukan bisa didapatkan dengan mudah di tempat pelelangan ini, asalkan kalian memiliki uang maka akan mudah mendapatkan apa yang kalian inginkan.


Tidak jarang juga diadakan acara di tempat pelelangan gelap tersebut seperti dijualnya barang antik atau benda berharga lainnya, ada juga berbagai penjualan manusia di sana seperti budak yang dengan mudah dibeli meski harus merogoh uang yang lumayan banyak untuk mendapatkannya.

__ADS_1


"Mengerikan sekali bisnis tempat ini, aku penasaran sebenarnya siapa yang memiliki tempat tersebut, aku ingin bertemu dengannya meski sebentar saja untuk menjalin kerja sama supaya di masa depan aku bisa mendapatkan dukungan kuat dari organisasi pelelangan tersebut yang kekuatannya sudah sangat terkenal di dunia bawah," kata Firman dengan semangat yang membara.


Walaupun bukan sebuah organisasi besar seperti mafia luar negeri yang memiliki ribuan anggota diseluruh dunia, ataupun seperti kelompok mafia besar lainnya, namun kekuatan yang dimiliki organisasi lelang tersebut sangat mengerikan dan diperhitungkan dunia bawah.


Belum ada orang atau kelompok yang berani berurusan dengan mereka karena mendengar reputasi besar mereka saja musuhnya sudah takut, sepertinya menarik untuk Firman menjalin kerja sama dengan mereka untuk menjamin masa depannya.


[Ding ... Misi Telah Terdeteksi ...


Misi : Jalin Kerja Sama Dengan Organisasi Pelelangan


Hadiah : Skill Meringankan Tubuh Tingkat Master


Waktu : 1 Minggu


Hukuman : Host Akan Kehilangan Tangan Dan Kaki Jika Gagal.]


Saat sedang fokus menelusuri tentang organisasi pelelangan menggunakan laptopnya, Firman mendengar suara System di kepalanya yang mengatakan ada misi baru.


Firman yang mendengar misi kali ini terlihat sangat senang karena sangat pas dengan rencana dirinya yang ingin menjalin kerja sama dengan organisasi pelelangan tersebut.


"Memang kamu yang paling mengerti tentang aku System," kata Firman memuji Systemnya.


Lalu setelah itu Firman terus menelusuri mengenai organisasi pelelangan meskipun sampai saat ini dirinya belum bisa mendapatkan informasi mengenai siapa pemilik organisasi itu.


Firman belum bisa mendapatkan informasi tersebut lantaran tidak adanya bukti apapun tentang pemilik organisasi pelelangan itu, sama sekali tidak ada jejak digital yang bisa didapatkan Firman untuk mengetahui pemiliknya.


"Sepertinya orang itu sangat pintar sampai-sampai dia tidak pernah meninggalkan jejak digital agar keberadaannya tetap tersembunyi tidak diketahui orang," ujar Firman menyeringai kecil sepertinya ia tertarik untuk mengetahui orang yang menjadi pemilik organisasi pelelangan tersebut.


Namun sebelum menjalankan aksinya kali ini, Firman ingin mengatakan kepada para wanitanya yang berada jauh darinya saat ini kalau dirinya akan pulang lebih lama dari jadwal awal yang hanya beberapa hari saja.


Firman hanya menghubungi Anggita saja karena dialah yang paling dewasa diantara wanita Firman yang lainnya, Firman yakin jika Anggita bisa membuat adik-adiknya mengerti kenapa Firman pulang terlambat.


Dengan mengirimkan pesan melalui handphone miliknya, Firman mengatakan kepada Anggita jika mungkin ia akan pulang lebih lama dari jadwal awal, Firman juga mengatakan agar Anggita serta keluarga dan wanitanya yang lain jangan khawatir pada keadaan ia saat ini.


Firman mengatakan bahwa ia masih baik-baik saja dan sehat tanpa sakit apapun, jadi Firman meminta supaya Anggita bisa menjaga adik-adiknya dengan baik, nanti Firman juga memerintahkan kepada Bagas dan anak buahnya untuk menjaga keluarga serta para wanitanya agar tetap aman dari ancaman bahaya.

__ADS_1


Setelah menggirim pesan tersebut Firman menutup handphone dan laptopnya lalu melanjutkan kembali menikmati suasana malam yang indah pada saat ini ditemani segelas coklat panas yang tinggal sisa setengahnya saja.


__ADS_2