System Menjadi Pria Sukses

System Menjadi Pria Sukses
System Sukses 51


__ADS_3

Chapter 51


Sampailah mereka di salah satu mall lalu mereka berempat masuk kedalam setelah selesai memarkirkan motornya di parkiran.


Ika bersama Firman bergandengan tangan mesra, sedangkan Boy bersama kekasihnya yang bernama Laila jalan di depan terlebih dahulu mencari tempat yang nyaman untuk berbincang.


Lalu mereka menemukan sebuah restoran yang sangat pas untuk ngobrol ngobrol, mereka masuk dan duduk di kursi yang ada di dalam restoran.


Boy memanggil pelayan lalu memesan beberapa menu makanan dan minuman untuk mereka berempat, setelah memesan makanan, Boy langsung berbicara pada Firman.


"Bro, soal taruhan tadi boleh gak diganti pake motor aja gimana, kalo perlu tambah lagi mobil jika kurang.


Tapi jangan Laila ya, aku minta maaf karena ngejek kau tadi kawan, sekali lagi minta maaf sebesar besarnya kepadamu." Ucap Boy kepada Firman.


"Gak usah dipikirin, aku juga tidak pernah setuju juga soal taruhan kan, jadi gak perlu dipikirin." Jawab Firman santai.


"Makasih ya Bro, sebagai ucapan terima kasih aku akan memberikan tawaran kepadamu, semoga kau suka dengan tawaranku ini.


Kalo mau kau bisa bergabung di geng motor kita, tenang saja kau langsung jadi ketuanya karena peraturan gang yang bisa mengalahkan ketua sebelumnya maka dia akan menjadi ketua yang baru." Ucap Boy memberikan sebuah tawaran bagus kepada Firman.


Firman tak langsung menerima tawaran tersebut, ia berpikir sejenak apalagi soal nama geng motor yang biasanya dikaitkan dengan hal hal negatif di masyarakat.


Firman menatap Ika untuk untuk meminta pendapat.


"Aku sih terserah kamu, lagian gak ada salahnya juga punya teman kan." Ucap Ika memberikan pendapatnya.


"Emang kegiatan nya apa aja di gang itu? Kalo sampe ada balap balapan lagi aku gak akan ijinin kamu gabung!!" Ika menatap Firman tajam.


"Tenang aja, kita gak ada kok kayak tindakan tindakan yang melanggar seperti itu.


Kita juga sering bikin kegiatan berbagi kepada yang kurang mampu ataupun kegiatan lainnya." Balas Boy menjelaskan.


"Baiklah kalau begitu." Ucap Firman menerima tawaran Boy untuk menjadi ketua di geng motornya.


"Terima kasih Bro, kapan kapan kita ketemu sama anggota anggota lainya sekalian berkenalan." Ucap Boy nampak senang saat Firman menerima tawarannya.


Lalu tak lama pelayan datang membawa makanan pesanan mereka dan merekapun makan sampai selesai.


Sehabis makan, Firman melihat chat di handphone nya dari Anggita yang mengajak bertemu di sebuah restoran yang ternyata ada di dalam mall tempat Firman saat ini berada.

__ADS_1


"Aku mau ketemuan sama orang dulu bahas soal kerjaan, kamu tadi katanya mau belanja kan, ini pake kartuku aja belanja sepuasmu." Ucap Firman menyerahkan kartu unlimited nya kepada Ika.


Ika langsung senang dan mencium pipi Firman lalu pergi bersama Laila untuk berbelanja bersama.


Sedangkan untuk Boy dia nampak sedang asik bermain game di handphone nya jadi Firman langsung pergi saja tak mengganggu dia.


...........


Firman jalan sembari berbicara dengan Anggita melalui sambungan telepon.


"Kamu dimana?" Tanya Firman mencari cari keberadaan Anggita.


"Saya sudah di dalam tuan, sebentar saya akan menjemput tuan di luar." Jawab Anggita lalu sambungan telepon pun mati.


Firman menunggu di luar restoran sampai datanglah seorang wanita cantik tak kalah dari Rina.


Wanita itu jika dilihat dari penampilanya terlihat seperti berusia 30 tahunan tetapi wajahnya masih seperti anak 20 tahunan.


Menggunakan baju formal dengan kemeja putih dan blazer warna biru tua, lalu rok setinggi paha yang terlihat sangat menggoda iman para kaum pria.


Apalagi dengan fitur wajah yang seperti blasteran antara Asia timur, Asia tenggara, dan Eropa, kulitnya putih seperti perempuan Asia timur, alisnya tebal seperti perempuan Asia tenggara.


"Halo tuan, saya Anggita." Ucap perempuan tersebut memperkenalkan diri.


Sebenarnya Anggita sangat terkejut saat melihat bos yang membeli perusahaan nya masih sangat muda, bahkan jauh dibawahnya.


Apalagi wajah tampan Firman yang membuat Anggita ingin mencoba menggoda Firman.


Mereka berdua lalu masuk kedalam restoran, ternyata Anggita telah memesan satu ruangan khusus yang tertutup untuk tempat mereka berbincang.


"Mari tuan, silahkan masuk." Ucap Anggita.


Lalu mereka masuk dan duduk saling berhadapan.


"Jadi bagaimana?" Tanya Firman langsung pada inti pembicaraan.


'Ck buru buru banget sih.' Batin Anggita kesal.


"Ini tuan semua berkas ada di dalam sini." Ucap Anggita dengan memberikan sebuah amplop coklat besar kepada Firman.

__ADS_1


Lalu Firman membukanya dan membaca setiap berkas yang ada di sana lalu menandatangani nya satu persatu hingga sekarang telah resmi perusahaan TEKNA CORPORATION berada dibawah kepemilikan Firman.


"Selamat tuan." Ucap Anggita memberikan selamat kepada Firman.


"Oh iya, aku tidak ingin bekerja di sana setiap waktu, jadi bisakah kamu bekerja disana sebagai asisten ku.


Tenang saja jika soal gaji aku jamin pasti terpenuhi." Firman menawarkan pekerjaan kepada Anggita.


Anggita nampak sangat senang sekali sampai sampai langsung memeluk Firman erat.


Memang Anggita sedikit takut tidak mendapat pekerjaan setelah perusahaannya dijual kepada Firman, walaupun memiliki banyak uang hasil penjualan tetapi membuat sebuah usaha bukanlah hal yang mudah.


"Terima kasih tuan......terima kasih......" Anggita terus memeluk Firman dengan erat.


Tapi yang membuat Firman merasa sedikit tertekan adalah dua buah gumpalan besar yang menekan tubuhnya membuat adik bawah Firman memberontak ingin bangun.


Apalagi dengan ukuran bola Anggita yang besar khas wanita yang memiliki tubuh matang membuat Firman harus mengerahkan tenaga ekstra untuk menahan dirinya agar tidak memberontak.


Anggita tahu jika Firman tengah menahan gejolak di dalam dirinya. Meskipun wajah Firman biasa saja tetapi guratan merah nampak di wajahnya yang menandakan Firman tengah dalam keadaan malu sekarang ini.


Tiba tiba saja pikiran jahil untuk menggoda Firman terlintas dipikiran Anggita. Apalagi terlihat jika Anggita tertarik pada Firman pada saat pertama kali melihatnya tadi.


Bukanya melepas pelukan nya, Anggita malah semakin menekan tubuhnya agar lebih dekat dengan Firman hingga membuat Firman terus mengeluarkan tenaga ekstra menahan dirinya.


"Nona bisa tolong melepas pelukan anda." Ucap Firman yang sudah mulai kehabisan tenaga menahan dirinya.


Anggita tersenyum dan semakin menekan dua bolanya ke dada Firman hingga membuat Firman tidak bisa berkutik.


Tetapi karena Firman tidak ingin dikendalikan oleh wanita, apalagi wanita tersebut usianya diatas dirinya.


Akhirnya Firman berencana membuat Anggita terdiam dengan caranya sendiri.


Firman melepas paksa pelukan Anggita lalu membawa wanita itu ke atas pangkuannya dengan wajah mereka yang sangat dekat satu sama lain.


Anggita tampak terkejut dengan tindakan tiba tiba dari Firman yang membuatnya sempat ingin berteriak karena terkejut tiba tiba diangkat ke pangkuan Firman, tetapi belum sempat Anggita berteriak tiba tiba saja...


*Jangan lupa like dan dukungan nya teman teman.


*Author update normal lagi mulai hari ini, semoga author cepat vit dan bisa crazy up lagi.

__ADS_1


...Terima Kasih...


__ADS_2