
Chapter 167
Firman dengan jari lihainya bermain diatas laptop miliknya menekan setiap tombol huruf ataupun kode yang dibutuhkan untuk melacak keberadaan Gina yang sampai saat ini belum diketahui.
Setelah berkutat dengan laptop selama beberapa menit lamanya, akhirnya Firman telah mendapatkan lokasi keberadaan Gina secara rinci, baik itu letak lantai sampai ruangan.
"Ayo kita menemui Gina, aku takut dia kenapa-kenapa karena yang aku lihat pimpinan perusahaan yang memiliki gedung itu bukanlah orang baik!" ucap Firman mengajak Lina keluar dari dalam mobil.
"Ayo kak cepat, jika kak Gina benar-benar dalam bahaya aku tidak akan bisa memaafkan diriku sendiri, karena semua ini kalian berdua lakukan untuk menyelamatkan aku dan rekan yang lainnya," ucap Lina segera keluar dari dalam mobil diikuti dengan Firman dibelakangnya.
Namun yang mereka lupa adalh dandanan Lina yang masih menggunakan seragam pelayan itu kemungkinan akan membuat beberapa masalah pada saat akan memasuki gedung nanti.
Kejadian itu pun betulan terjadi, Lina ditahan oleh seorang penjaga keamanan karena dikiranya Lina adalah seorang pelayan yang tidak mempunyai sopan santun karena dengan berani masuk kedalam gedung melalui pintu utama, padahal biasanya pelayan akan melewati pintu samping.
"Biarkan dia masuk karena dia adalah pelayan pribadiku!" ucap Firman yang menyusul Lina.
"Baik tuan!" jawab petugas keamanan yang lupa jika tadi Lina keluar bersama dengan Firman.
Firman dan Lina langsung pergi menuju tempat yang telah ditunjukan melalui layar jam tangan digital yang digunakan oleh Firman, sebelumnya Firman telah menyeting agar lokasi tempat Gina berada bisa dilihat dari jam tangan miliknya.
"Lantai berapa kak?" tanya Lina yang sudah tidak sabar ingin segera melihat kakaknya.
"Lantai paling atas didalam sebuah ruangan yang ada di paling ujung lorong," jawab Firman langsung menunjukan secara detail letak Gina saat ini berada.
Mereka berdua naik ke lantai atas menggunakan lift agar lebih cepat, di dalam lift juga Firman memberitahukan Lina agar jangan sampai bertindak gegabah karena tadi saat sedang mencari keberadaan Gina menggunakan laptopnya, Firman sempat menyelidiki identitas Sophia sedikit.
Dari penyelidikan singkat yang dilakukan oleh Firman tersebut ia mendapatkan sebuah fakta yang sangat mengejutkan, yaitu ternyata Sophia ini merupakan ketua dari organisasi mafia Silent Shadow yang mana memiliki nama samaran atau julukan Ratu Bayangan.
"Berarti saat ini kak Gina benar-benar dalam keadaan yang sangat berbahaya sekali! Kita harus cepat membantu kak Gina!" ucap Lina dengan nada panik mengkhawatirkan keadaan sang kakak kesayangan.
__ADS_1
"Kamu tenang dulu, jangan sampai kepanikan mu membawa petaka pada saat kita datang membantu Gina nanti," ujar Firman menasehati Lina.
Lina membuat dirinya tenang supaya tidak menjadi masalah pada saat membantu Gina nanti, Firman juga sangat khawatir pada keadaan sang kekasih, tapi ia tahu jika bertindak gegabah pada saat seperti ini pasti akan membuat masalah semakin rumit.
'Aku tau masalah apa yang terjadi diantara kalian sebenarnya hingga menjadi serumit ini, kalian hanya salah paham atas kejadian masa lalu yang membuat masalah itu bergulir hingga sekarang walaupun telah berlalu sangat lama. Aku harap kamu baik-baik saja sayang,' batin Firman seperti mengetahui sesuatu tentang hubungan Gina dengan Sophia.
Entah tau darimana, yang pasti Firman akan berusaha agar masalah ini cepat terselesaikan dan menemukan titik terang karena telah berlalu sekian tahun lamanya tapi belum juga usai hingga saat ini.
............
Sementara itu di sisi lain, di sebuah ruangan yang ada di atas lantai paling tinggi gedung markas Silent Shadow, terdapat dua orang wanita yang sedang duduk disebuah sofa dengan saling bertatapan tajam satu sama lain.
Gina duduk dihadapan Sophia yang sedang menuangkan minuman sembari menampilkan senyuman dari wajah cantiknya, namun bukan senyuman biasa yang indah, itu adalah semyuman mengejek yang membuat Gina semakin naik darah dibuatnya.
"Apa maksudmu melakukan semua ini, Sophia?!" tanya Gina dengan nada keras penuh emosi, ternyata Gina sudah mengenal Sophia sejak lama, entah apa yang membuat mereka terpisah tanpa komunikasi sama sekali beberapa waktu lamanya hingga akhirnya hari ini dapat bertemu kembali dalam suasana yang tidak baik.
"Tenanglah dulu sahabatku, kita minum terlebih dahulu supaya bisa lebih nikmat lagi ngobrolnya," balas Sophia semakin tersenyum lebar karena dapat memancing emosi Gina yang terkenal sangat dingin pada hal apapun.
Gina bisa semarah itu karena tadi pada saat baru masuk kedalam ruangan milik Sophia yang ada di lantai atas gedung ini, Gina melihat banyak sekali anggota mafia Roses Girl miliknya yang terkapar di lantai ruangan dengan keadaan kaki serta tangan terikat dan pakaian yang compang camping penuh noda tanah dan sobekan.
Sudah sepantasnya sebagai pemimpin yang sangat memperdulikan keadaan anggotanya Gina marah melihat hal tersebut, apalagi setelah mengetahui jika dalang dibalik semua kejadian ini merupakan mantan sahabatnya dulu sekaligus orang paling dekat dengan Gina sebelum sukses seperti sekarang.
"Mereka itu kan anak buah kamu, jadi sudah pasti ada hubungannya masalahmu dengan mereka kan," ucap Sophia dengan entengnya tanpa beban sama sekali.
Sementara Gina yang mendengarnya menjadi semakin emosi tapi tak bisa berbuat apa-apa karena anggotanya yang disandera telah ditodong menggunakan senjata oleh anak buah dari Sophia.
Gina hanya bisa diam tak dapat melakukan apapun demi menjaga keselamatan para anggotanya, meskipun gejolak amarah sudah sangat membara dalam diri Gina tapi ia harus menahannya sebisa mungkin.
"Baiklah, apa yang ingin kau bicarakan denganku?!" tanya Gina langsung bertanya pada intinya agar bisa cepat-cepat menyelamatkan anggotanya.
__ADS_1
"Aku juga mau meminta agar keselamatan mereka terjamin, aku mau berbicara denganmu asalkan jangan menyakiti mereka semua!" lanjutnya melihat para anggotanya yang masih dalam keadaan tidak sadarkan diri.
"Baik aku bisa jamin apa yang kau mau. Turunkan senjata kalian!" balas Sophia yang langsung memerintahkan anak buahnya untuk meletakan senjata yang tadi digunakan untuk menodong kepala para anggota Gina.
Setelah dirasa keadaan para anggotanya aman, Gina kembali menatap mata Sophia yang juga sedang menatapnya, dalam kontak mata yang dilakukan oleh mereka berdua, mereka terlihat seperti melakukan sebuah komunikasi yang tidak dipahami oleh orang lain.
Sophia tersenyum lalu berkata, "Apa kau sudah melupakan kejadian masa lalu yang menimpa keluarga kita, Gina?"
Pertanyaan yang dilontarkan oleh Sophia sontak membuat Gina terdiam tanpa kata, dirinya sama sekali belum melupakan masa lalu yang dibicarakan oleh Sophia tersebut.
Masa lalu yang sangat amat kelam penuh rasa sakit bila diingat kembali, cerita lalu yang membuat kehidupan Gina maupun Sophia menjadi seperti sekarang yang penuh perjuangan dan kerja keras untuk bertahan hidup ditengah gempuran dunia yang semakin menggila.
Gina bahkan sampai hampir mengeluarkan air mata karena mengingat masa lalu tersebut yang membuatnya merasa hancur sekali pada waktu itu, belum lagi saat mengingat hubungan dirinya dengan Sophia yang dulu sangat dekat bagaikan sahabat yang sulit dipisahkan.
Tapi hubungan persahabatan itu harus putus hilang ditelan bumi karena sebuah kejadian yang membuat banyak sekali rasa sakit di hati manusia, hingga saat ini bekas rasa sakit tersebut masih tertanam didalam hati serta pikiran Gina dan Sophia.
"Aku masih ingat!" jawab Gina dengan nada berat menahan kesedihan yang teramat dalam.
"Aku hanya mengingatkanmu akan kejadian itu supaya kau tau apa yang telah dilakukan oleh keluargamu kepadaku dimasa lalu!" ujar Sophia.
"Apa kau mendengarku dasar j4lang?!" Sophia berkata dengan nada tinggi penuh emosi hingga menghina Gina dengan sebutan seperti itu.
Gina yang awalnya diam akhirnya mulai tak tahan dengan ucapan yang dilontarkan oleh Sophia kepadanya hingga membahas tentang masa lalu yang coba dilupakan oleh Gina.
"Apa kau pikir hanya kau saja yang dirugikan dalam masalah itu hah?!" balas Gina tak kalah tinggi nadanya dari Sophia.
"Aku juga menderita asal kau tau! Aku kehilangan banyak hal sehingga membuatku tidak ada semangat untuk hidup, aku terlantar di jalanan selama bertahun-tahun menjadi gelandangan, hidup hanya dari belas kasihan orang lain ataupun memulung sampah.
Sedangkan kamu masih bisa menikmati kehidupan yang layak atas peninggalan orang tuamu, apa kau memikirkan hal itu hah?!" ucapan Gina mengeluarkan semua kata-kata yang sedari tadi ditahan dalam hatinya.
__ADS_1
Para anak buah Sophia langsung menodongkan senjata ke arah Gina karena melihat ketua mereka diperlakukan seperti itu oleh orang lain yang secara otomatis membuat mereka marah, tapi Sophia menyuruh mereka tenang dan menurunkan kembali senjatanya.