
Chapter 120
Suasana saat ini sangat mencekam di dalam rumah Firman tepatnya di ruangan tengah tempat berkumpulnya keluarga dan para kekasih Firman berada.
Ibu Firman duduk dengan tangan dilipat di bawah dada nya sembari menatap Firman dengan sangat intens tanpa berkedip sama sekali yang mana itu membuat Firman sangat gugup sekaligus takut.
"I...Iya aku bakal jelasin Bu," ucap Firman gugup karena terus ditatap oleh Ibunya dengan tajam.
"Kalo sampe kamu gak jelasin, Ibu bakal hukum kamu gak boleh deketin mereka selama sebulan!" tegas Tari dengan nada mengancam Firman.
Firman menelan ludahnya kasar lantaran takut saat mendengar ancaman sang Ibu, semua tubuhnya seakan lemas tak mampu bergerak dari tempatnya berada, tengorokannya terasa seperti tercekik tidak mampu mengeluarkan kata-kata.
Para kekasih Firman dan juga Bulan sedari tadi diam saja karena takut, mereka juga sebenarnya ingin membantu Firman lepas dari kemarahan ibunya, tetapi rasa takut membuat mereka mengurungkan niatnya tersebut.
Daripada kena imbas kemarahan singa betina, lebih baik diam saja, begitulah pikir mereka yang tidak ingin ikut masuk kedalam masalah ibu dan anak tersebut.
Firman menarik nafasnya melalui hidungnya lalu menghembuskannya secara perlahan melalui mulutnya, lalu ia pun berkata kepada ibunya dengan lembut untuk meredakan emosi sang Ibu.
"Ibu tenang dulu ya, aku akan menjelaskan semuanya dengan jelas tanpa ada yang ditutup-tutupi sama sekali, tetapi Ibu jangan marah saat aku bercerita nanti," ucapnya sembari berjalan mendekat kearah ibunya lalu duduk di samping sang ibu.
"Huft...Baiklah, ibu minta jangan ada yang kamu sembunyikan dari ibu," balas Tari yang sudah mulai tenang menghilangkan rasa amarahnya.
Firman kemudian menceritakan semuanya dari awal ia berada di kota sampai tentang para kekasihnya, tidak ada yang disembunyikan olehnya, semua diceritakan secara jelas agar ibunya tahu.
Bahkan Firman juga menjelaskan tentang asal-usul keluarga para kekasihnya, mulai dari Rina kekasih pertamanya yang merupakan anak dari keluarga pengusaha terkenal, lalu Ika sang guru yang menjadi kekasihnya yang merupakan anak dari seorang pimpinan kepolisian paling tinggi di negara ini.
__ADS_1
Lalu tentang Anggita yang merupakan asisten nya di perusahaan yang merupakan anak dari keluarga pengusaha sama seperti keluarga Rina, tetapi keluarga dari Anggita membangun usahanya di luar negeri.
Hanya sedikit usaha keluarga Anggita yang ada di dalam negeri, kemudian kekasih Firman yang terakhir yaitu Jia Li yang bertemu dengannya di gunung dengan keadaan tidak disengaja, hingga 'kecelakaan' terjadi diantara mereka yang membuat hubungan mereka berdua menjadi sepasang kekasih.
"Lalu dia siapa nak?" tanya Tari menunjuk learah Kalina yang duduk di samping Anggita.
Kalina yang belum sadar jika dirinya yang ditunjuk oleh Tari, ia melihat kekanan dan kekiri mencari-cari siapa yang ditunjuk oleh Tari lalu Anggita berbisik padanya, "Dia menunjuk kamu," bisiknya.
"Aku?" ucap Kalina menunjuk dirinya sendiri.
"Dia asisten aku di salah satu kantorku sama seperti Anggita, dia juga adik kandung dari Anggita," jawab Firman menjelaskan tentang Kalina.
"Bukan kekasihmu juga!?" tanya Tari dengan ekspresi terkejutnya.
"Apa-apaan ekspresi Ibu itu, Ibu pikir aku akan menjadikan semua wanita yang bertemu denganku kekasih!" ujar Firman kesal melihat ekspresi ibunya yang seperti sedang meledek dirinya.
Semua yang ada di ruangan itu juga ikut tertawa mendengar seorang ibu sedang meledek anaknya sendiri, kecuali Kalina yang wajahnya sudah memerah seperti seperti tomat matang lantaran malu mendengar ucapan ibu Firman barusan yang menyingung tentang hubungan dia dengan Firman.
"Terserah Ibu saja, aku juga tidak menolak jika dia mau," ucap Firman menatap Kalina yang sudah sangat malu hingga menundukan kepala kebawah menyembunyikan wajahnya yang memerah.
"Bagaimana nak, apa kamu mau menjadi pasangan yang ke...e....Yang ke berapa ya Ibu lupa hehehe," perkataan Tari sontak membuat mereka kembali tertawa saat mendengarnya.
"Ke-5, Tante," ucap Rina menjawab ucapan dari Tari tadi.
"Nah iya itu yang ke-5, apakah kamu mau Kalina?" tanya Tari menatap kearah Kalina menunggu jawaban dari gadis tersebut.
__ADS_1
Yang lainya juga menatap kearah Kalina menunggu jawaban apa yang akan dikeluarkan oleh gadis cantik tersebut setelah ditanya oleh Tari, apakah Kalina akan menerima atau justru malah menolaknya.
Suasana menjadi hening seketika, semua orang saat ini matanya tertuju kepada satu titik yaitu Kalina menunggu tanggapan dari gadus itu.
Sementara Kalina yang ditatap banyak orang menjadi semakin malu, apalagi saat ditatap oleh Firman yang membuatnya ingin bersembunyi di dalam lautan yang terdalam untuk menyembunyikan wajahnya yang sangat merah lantaran malu sekaligus gugup.
"Jawab aja Dek," bisik Anggita yang berada disamping Kalina.
"Me...Memangnya kalian tidak cemburu apa?" tanya Kalina kepada keempat kekasih Firman yang lainya termasuk sang kakak.
"Ya...Pasti cemburu, wanita mana yang tidak cemburu jika kekasihnya akan memiliki wanita lain, tapi kami juga sudah punya kesepakatan dan menerima jika ada wanita yang ingin bersama dengan Firman.
Asalkan dia bisa bersikap baik dan mencintai Firman dengan tulus, serta bisa menerima keadaan Firman yang sudah memiliki banyak kekasih," jawab Rina mewakili saudari nya yang lain.
"Benar itu, kamu harus bisa jujur dengan perasaanmu jangan disembunyikan jika memang kamu suka katakan saja," ujar Anggita menambahkan.
Kalina yang mendengarkan ucapan dari Rina dan Anggita menjadi lega, ia sebenarnya takut menyakiti perasaan kakak nya dan kekasih Firman yang lainya jika mengatakan suka kepada Firman, namun sekarang semua perasaan takut itu sirna setelah mendengar jawaban dari Rina dan kakaknya.
Kalina mengangkat kepalanya menatap wajah Firman yang duduk disamping ibunya, tatapan Firman dan Kalina pun bertemu yang membuat keduanya merasakan jantungnya berdegup dengan kencang.
Kalina menarik nafas lalu menghembuskannya perlahan, kemudian ia berkata, "Aku mau menjadi pasangan Firman, lagipula aku juga sudah menyukainya sedari awal kita bekerja sama."
Mendengar jawaban dari Kalina, semua orang menjadi gembira karena keluarga mereka akan bertambah satu lagi, Tari hanya bisa tersenyum setelah mendapatkan satu calon menantu lagi padahal ia tadi hanya bercanda saja, tidak menyangka ternyata Kalina menjawabnya dan setuju.
"Ibu mau bicara berdua denganmu," ucap Tari kepada Firman, kemudian mereka berdua pergi ke ruangan lain untuk berbicara berdua sesuai permintaan Tari.
__ADS_1
Para kekasih Firman menunggu di ruang tengah sembari merayakan kedatangan Kalina masuk kedalam keluarga mereka, sedangkan untuk Bulan pamit pergi masuk kedalam kamar karena merasa lelah lantaran tubuhnya yang masih belum sembuh total.