
Chapter 65
Setelah menempuh perjalanan sekitar 1 jam, akhirnya Firman dan Karmila sampai di tujuan yaitu rumah baru milik Firman yang berada di antara perumahan elite tempat para bos bos besar tinggal.
Karmila yang melihat banyak sekali rumah besar yang ada di komplek perumahan ini menjadi sangat kagum. Pasalnya walaupun Karmila termasuk anak orang berada akan tetapi dirinya tinggal di sebuah rumah yang tidak terlalu besar.
Hal itu dikarenakan orang tuanya yang sering bertengkar yang membuat hubungan mereka tidak harmonis yang hasilnya uang mereka juga habis tidak tau kemana.
Lalu Firman membawa sepeda motornya bersama Karmila ke sebuah rumah yang paling besar berada di pinggir danau dan tempatnya paling ujung pada perumahan tersebut.
"Sudah sampai ayo turun." Ucap Firman setelah berhenti di depan gerbang rumah besar tersebut.
"Ini rumah siapa? Besar banget." Tanya Karmila sambil menatap kagum rumah yang ada di depanya.
"Ini rumah aku, kita bakal tinggal di sini mulai sekarang." Jawab Firman.
Karmila terkejut bukan main saat mendengar jawaban dari Firman. Bahkan Karmila sekarang penasaran sebenarnya apa pekerjaan dari Firman hingga bisa memiliki rumah sebesar istana tersebut yang harganya pasti tidak murah.
"Ayo masuk." Ajak Firman membawa Karmila masuk kedalam.
Firman dan Karmila masuk kedalam beserta motor Firman yang diparkir tepat di halaman depan rumah itu. Saat memasuki halaman ternyata sudah ada Anggita yang menunggu kedatangan mereka dengan satu buah mobil yang terparkir di sana.
"Halo sayang Muach ~ " Anggita langsung berjalan menuju Firman lalu mencium bibirnya sekilas tanpa tau ada orang lain yang menatap mereka dengan terkejut.
"Semua sudah beres?" Tanya Firman kepada Anggita.
"Sudah selesai, eh siapa ini? Kekasihmu yang lain kah?" Tanya Anggita melihat keberadaan Karmila dibelakang Firman sedang mencerna apa yang terjadi di depan matanya.
"Oh iya, kamu bantu dia nanti soal pekerjaan, dia akan membantu kalian untuk bekerja dan ingat ajari dengan benar jangan sampai kau ajari dia yang salah." Ucap Firman memperingati Anggita.
"Hehehe tenang saja sayangku, aku pasti akan mengajarinya asal ada bayaran untukku ~ " Anggita membalasnya dengan menggoda Firman mengalungkan tangannya pada leher Firman dan berkata dengan nada menggoda.
__ADS_1
"Baik baik, sudah aku ingin istirahat sebentar karena nanti harus ke kantor yang baru. Karmila kau ikuti saja ucapan dia nanti kau akan dipandu oleh dia di sini." Ucap Firman berjalan masuk ke rumah barunya dan pergi ke kamar utama untuknya sendiri.
............
Sementara keadaan di luar sangat canggung sekali yang dimana Karmila masih belum percaya apa yang baru saja ia lihat dengan mata kepalanya sendiri Anggita mencium Firman.
Melihat Karmila yang masih terdiam membuat Anggita cekikikan karena menganggap ekspresi Karmila itu lucu.
"Ayo masuk, namamu siapa? Kita belum berkenalan tadi." Ucap Anggita memulai obrolan.
"Na.....Namaku Karmila kak." Jawab Karmila sangat gugup.
"Nama ku Anggita kau bebas mau memanggilku apa." Anggita mengajak Karmila masuk agar lebih enak ngobrolnya.
Mereka berdua duduk di ruang santai tempat berkumpul untuk santai santai sambil ngobrol yang suasananya sangat nyaman sekali.
"Kamu kekasihnya Firman ya?" Tanya Anggita langsung pada intinya.
"Udah jujur aja, kamu suka kan sama Firman bilang aja sejujurnya. Lagipula dia juga memiliki beberapa kekasih selain aku." Ucap Anggita santai.
"Be.....Beberapa kekasih!!??" Karmila sangat kaget saat mengetahui fakta baru tersebut, berarti yang dikatakan gadis yang menemaninya di kontrakan kemarin benar bahwa Firman itu memiliki banyak kekasih.
"Iya benar, tapi aku menerimanya apa adanya. Lagipula dia memperlakukan aku dengan baik jadi aku tidak masalah berbagi, walaupun melihat kekasihnya yang lain saja belum pernah hehehe." Balas Anggita terlihat bahagia dari raut wajahnya yang tersenyum.
Karmila yang melihat ketulusan Anggita menerima keadaan Firman yang mempunyai banyak kekasih, itu membuat Karmila bimbang dengan keputusan hatinya sendiri.
Di satu sisi ia ingin sekali bersama dengan Firman namun takut Firman menolaknya lantaran masa lalunya yang seperti itu. Tapi di sisi lain Karmila juga belum siap jika memiliki laki laki yang harus berbagi dengan wanita lain.
"Sudahlah jangan dipikirkan, lebih baik kita mulai mengajarimu soal pelajaran agar bisa bekerja dengan baik, oh iya ngomong ngomong kau masih seusia dengan Firman kan, kau harus banyak belajar dari dia. Firman itu sudah sangat sukses di usianya yang sangat muda, berangkat dari nol hingga sekarang ini." Ucap Anggita memberikan motivasi pada Karmila agar semangat dalam belajarnya.
"Baiklah kak, ayo kita mulai." Balas Karmila yang sudah melupakan sejenak tentang masalah hatinya yang bimbang.
__ADS_1
Anggita mengajari Karmila tentang banyak hal terutama tentang bagaimana menjadi seorang wanita karir yang baik agar tidak kalah dengan para laki laki. Karmila menyimak setiap kata yang diajarkan oleh Anggita agar dirinya bisa paham dengan cepat pelajaran yang diajarkan Anggita.
.........
Siang hari Firman terbangun dari tidur nya lalu pergi mandi dan berganti pakaian menggunakan baju formal karena akan pergi ke perusahaan barunya.
Setelah bersiap siap dan selesai Firman pun bersiap untuk pergi jalan, tetapi sebelum itu Firman mencari keberadaan Anggita untuk mengambil kunci mobil barunya yang akan digunakan untuk kendaraan menuju kantor.
"Kunci mobil nya mana?" Tanya Firman setelah menemukan Anggita sedang berada di lantai bawah bersama Karmila.
"Cium dulu baru aku kasih kuncinya." Jawab Anggita menggoda Firman.
Tanpa basa basi Firman langsung mencium pipi Anggita lalu mengambil kunci yang ada di tangan Anggita dan pergi menuju depan rumah.
Firman melihat mobilnya terparkir di depan rumah terlihat sangat keren dengan beberapa stiker yang menambah ke kerenan mobil tersebut. Mobil Firman adalah mobil jenis JDM yaitu nissan GT-R R35 keluaran terbaru yang dilengkapi dengan beberapa tambahan sebagai pemanis supaya terlihat lebih elegan.
"Hmm nanti boleh nih aku tambahi beberapa part yang bagus, dan juga tambahkan saja modifikasi pada mesin agar lebih kencang kecepatanya." Ucap Firman setelah puas melihat lihat mobilnya.
Firman lalu masuk kedalam mobil dan menjalankannya, terdengar suara yang menggelegar setelah mesin dihidupkan, Firman pun langsung pergi keluar rumah menuju alamat kantor perusahaan barunya.
Disepanjang perjalanan tentu saja seperti biasa nya mobil mewah yang lewat apalagi dengan beberapa unsur mofikasi membuat banyak orang yang melihatnya dengan kagum.
Namun saat sampai di lampu merah dan menunggu lampu hijau, kejadian yang paling tidak diinginkan orang terjadi, yaitu ada dua orang polisi lalu lintas yang meminta Firman menepikan mobilnya untuk diperiksa kelengkapan surat suratnya.
"Permisi, boleh menepi sebentar kami sedang melakukan pemeriksaan rutin di sini." Ucap salah satu polisi.
Firman mau tak mau menepikan mobilnya di pinggir jalan agar tidak mengganggu pengguna jalan lainya. Firman memberikan surat suratnya dengan lengkap tanpa ada yang kurang, untuk surat ijin mengemudi Firman untungnya punya setelah membeli motor ia langsung membuat surat ijin mengemudi agar tidak sulit nantinya jika terjadi pemeriksaan seperti ini.
Polisi yang mengecek surat surat berkendara Firman juga tidak menemukan kejanggalan apapun yang bisa digunakan sebagai alasan pelanggaran jadi Firman aman untuk jalan.
*Jangan lupa like dan dukungan nya teman teman.
__ADS_1
...Terima Kasih...