
Chapter 188
Saat Firman masih memikirkan hal apa yang sebaiknya ia berikan untuk hadiah kepada para kekasihnya, secara tiba-tiba terdengar sebuah suara di dalam kepala Firman yang berasal dari System.
[Ding ... Kenapa Host Tidak Membelikan Barang Yang Ada Didalam Shop System Sebagai Hadiah Untuk Para Kekasih Host.]
Mendengar saran yang dikatakan oleh System membuat Firman mendapatkan ide hadiah apa yang cocok untuk para kekasihnya, tapi yang membuat Firman kembali merasa kebingungan adalah bagaimana caranya ia membayar barang yang dibeli dari System sedangkan dirinya sama sekali tidak membawa apapun.
'Apakah kau akan langsung memotong uang yang ada di dalam tabunganku System? Atau aku harus menggunakan kartu kreditku dulu untuk membayarnya?' tanya Firman dalam pikirannya.
Jika seandainya System itu memiliki kesadaran sendiri pastinya ia sudah menertawakan kebodohan host nya tersebut, padahal dulu Firman pernah membeli sebuah pill kuat saat pertama kali update System, tapi sekarang justru ia lupa bagaimana cara pembayaran shop System.
[Ding ... Pembayaran Akan Langsung Dipotong Dari Tabungan Host.]
'Baiklah sekarang tunjukan padaku ada barang apa saja didalam shop yang bagus untuk kuberikan kepada kekasihku, jika bisa barangnya berbentuk perhiasan saja System,' kata Firman berbicara dengan System melalui pikiran.
Firman menghentikan mobilnya di tepi jalan, tepatnya di sebuah minimarket yang buka 24 jam untuk melihat-lihat barang yang disarankan oleh System untuk sebagai hadiah para kekasihnya.
"Kenapa berhenti sayang?" tanya Gina heran menatap Firman dengan tatapan bingung.
"Aku minta tolong belikan beberapa minuman seperti kopi dan minuman yang hangat, tenggorokanku sangat haus sekali dan untuk membuat tubuhku hangat," jawab Firman mencari alasan.
Gina kemudian menggunakan mantel tebalnya kemudian keluar dari mobil dan langsung masuk ke dalam minimarket untuk membelikan apa yang diinginkan oleh Firman, sebenarnya ia juga ingin membeli beberapa minuman untuk menghangatkan badan.
"Baiklah tunjukan sekarang System," kata Firman.
Lalu tampilah berbagai rekomendasi barang yang diberikan oleh System beserta harga dan fungsinya, karena semua barang yang ada didalam shop System selalu ada fungsinya bukan hanya sekedar tampilanya saja yang indah.
System menunjukan berbagai perhiasan dengan berbagai harga dan berbagai bentuk, mulai dari gelang, kalung, cincin, hiasan kepala, mahkota, anting, dan masih banyak lagi barang yang ditunjukan oleh System
Dari sekian banyak barang perhiasan yang ditunjukan oleh System, ada satu barang yang menarik perhatian Firman, yaitu sebuah perhiasan berupa kalung indah berwarna putih dibagian rantai talinya lalu ditambah dengan hiasan gantung berupa sebuah batu permata berwarna biru yang terlihat sekilas seperti sebuah batu berlian dengan kualitas tinggi.
"Itu batu apa System?" tanya Firman sangat tertarik dengan kalung indah tersebut.
[Ding ... Batu Yang Ada Pada Kalung Tersebut Merupakan Sebuah Batu Yang Sangat Langka Karena Sangat Sulit Didapatkan Dan Orang Sering Menyebutnya Sebagai Berlian Biru Karena Warna Batu Tersebut Yang Memancarkan Aura Kebiruan Yang Kental.]
"Aku beli kalung itu untuk kekasihku," ucap Firman langsung membeli tanpa pikir panjang lagi.
[Ding ... Membeli Kalung Yang Bernama Blue Sea ...
Barang Dibeli : Kalung Blue Sea
Harga : 1 Triliun
Jumlah Pembelian : 6 Buah
__ADS_1
Total Harga : 6 Triliun.]
Setelah Pembayaran Selesai Barang Akan Langsung Diberikan Kepada Host Ataupun Host Bisa Memilih Menyimpannya Terlebih Dahulu Sebelum Nanti Diambil.]
Melihat harga kalung yang dibelinya sangat mahal sekali membuat Firman hanya bisa menelan ludahnya, untuk harga sebuah perhiasan mewah itu memang harga yang lumayan tinggi karena biasanya rata-rata perhiasan dengan harga ratusan juta itu sudah sangat bagus apalagi sampai miliaran.
"Huh ... sesekali membahagiakan mereka apa salahnya ya kan," ujar Firman menghela nafas.
"Keluarkan satu kalungnya System, aku akan langsung memberikannya kepada Gina sedangkan yang lainnya menyusul nanti saja setelah aku kembali," ucap Firman.
[Ding … Pembayaran Telah Selesai … Barang Akan Diberikan Kepada Host.]
Lalu kemudian munculah sebuah kotak berukuran seperti kotak perhiasan pada umumnya tapi dengan tampilan berbeda karena di bagian luar kotak tersebut terdapat hiasan yang terlihat sangat mewah menggunakan emas mengelilingi bagian pinggir sudut kotak tersebut.
Lalu karena sudah sangat penasaran, Firman pun membuka kotak tersebut untuk melihat isinya, betapa terkejutnya Firman melihat sebuah kalung yang sangat indah dengan batu permata berwarna biru sebagai gantungan disana.
Aura kebiruan memancar dengan sangat jelas saat Firman mengeluarkan kakung tersebut dari kotaknya, Firman seperti merasakan sebuah aura yang menenangkan jiwa saat memegang kalung tersebut. Saat melihat kakung itu Firman teringat bahwa dia lupa menanyakan fungsi kalung itu kepada System.
"System, apa kelebihan kalung ini?" tanya Firman.
[Ding ... Kalung Blue Sea Memiliki Kelebihan Bisa Menjaga Penggunanya Dari Ancaman Bahaya Yang Berasal Dari Ilmu Gelap Dan Juga Kalung Blue Sea Tidak Akan Bisa Dilepaskan Oleh Orang Lain Selain Pemakainya Dan Juga Host.]
Firman merasa sangat senang mengetahui kelebihan kalung tersebut, "Dengan adanya ini aku jadi tidak perlu terlalu khawatir pada keselamatan mereka," katanya sambil melihat Gina yang keluar dari dalam minimarket.
Gina berjalan mendekati mobil sambil membawa kantong berisikan makanan ringan dan beberapa minuman hangat, sesampainya di samping mobil kemudian Gina membuka pintu mobil lalu masuk kedalamnya.
"Sudah semuanya?" tanya Firman.
Gina melepas kembali mantel tebal yang digunakannya lalu menaruhnya di kursi belakang, "Sudah, tapi aku membeli beberapa makanan ringan dan minuman untukku hehehe," jawabnya sembari tertawa memperlihatkan deretan gigi putihnya.
Mereka kemudian melanjutkan perjalanan kembali dengan sesekali minum minuman yang tadi dibeli oleh Gina, obrolan kecil juga selalu terjadi disaat mereka sedang berada di dalam mobil, seperti itulah kehangatan yang ada pada hubungan Firman dengan para kekasihnya.
Setelah 10 menit kemudian, akhirnya mereka berdua sampai ditempat tujuan yang letaknya agak di pinggiran kota, memang wajar jika organisasi pelelangan memilih tempat ini untuk diadakannya acara pelelangan yang mereka adakan.
Tempatnya yang tersembunyi jauh dari pemukiman masyarakat membuat tempat tersebut lumayan nyaman digunakan bagi para penjual barang ilegal supaya tidak tercium oleh kepolisian internasional.
Kalau hanya polisi lokal saja maka organisasi pelelangan bisa mengatasi mereka dengan mudah, berbagai cara seperti menyuap, mengancam, bahkan menghabisi juga akan mereka lakukan untuk membuat bisnis mereka aman berjalan.
Namun jika sudah kepolisian internasional yang turun tangan, akan terasa sulit untuk diatasi lantaran kepolisian internasional biasanya memiliki berbagai cara untuk melawan mafia ataupun organisasi di dunia bawah.
"Ini tempatnya?" tanya Firman yang hanya melihat satu buah bangunan kecil seperti rumah orang di pedesaan pada umumnya, bahkan tidak ada mobil yang terparkir disana, hanya ada satu orang pria berbadan kekar yang menghampiri mobil Firman.
"Iya ini benar tempatnya, itu penjaganya datang," jawab Gina menunjuk orang berbadan kekar yang mendatangi mobil mereka.
Penjaga itu datang dan berdiri disamping mobil Firman, lalu mengetuk kaca mobil Firman kemudian kaca mobil pun dibukakan oleh Firman.
__ADS_1
"Bisa tunjukan undangannya!" ucap penjaga itu dengan nada datar.
Gina langsung menunjukan surat undangan yang dia miliki kepada si penjaga tersebut, si penjaga yang melihat surat undangan itu merupakan undangan asli, langsung mengantar Firman dan Gina menuju tempat parkir mobil.
Ternyata tempat untuk memarkirkan mobil terletak di belakang rumah, tepatnya di sana ada sebuah bangunan kecil yang cukup hanya untuk satu mobil saja.
Tetapi bangunan kecil itu ternyata adalah sebuah lift mobil yang setelah mobil masuk kesitu maka mobil tersebut akan langsung masuk ke bawah tanah dan menemukan tempat parkiran yang sangat luas sekali, cukup untuk beberapa ribu mobil parkir disana.
Firman memarkirkan mobilnya di tempat yang agak dekat dari lift masuk supaya keluarnya nanti bisa lebih mudah, setelah itu mereka berdua pun keluar dari dalam mobil dengan pakaian formalnya tanpa menggunakan mantel tebal sama sekali.
'Hangat sekali disini, apa mungkin karena letaknya yang dibawah tanah ya, tapi aku juga melihat ada banyak sekali penghangat ruangan ditempat ini,' batin Firman yang tidak merasakan kedinginan di dalam ruangan bawah tersebut padahal sedang musim dingin.
"Ayo sayang kita masuk kedalam," ujar Gina menggandeng lengan Firman berjalan bersama-sama menuju tempat acara dilangsungkan.
Tapi sebelum itu Firman berhenti terlebih dahulu padahal sudah hampir sampai di tempat acara, Gina yang melihat Firman berhenti menjadi bingung apa yang sebenarnya akan dilakukan oleh Firman.
Tanpa diduga-duga oleh Gina sama sekali, Firman mengeluarkan sebuah kotak perhiasan dari dalam kantong celananya yang terlihat sangat mewah sekali hanya dari kotaknya saja.
Firman berdiri didepan Gina kemudian membuka kotak tersebut memperlihatkan sebuah kalung yang sangat indah berhiaskan batu permata biru yang sangat mahal dan langka, kalung tersebut memancarkan aura kemewahan yang sangat indah membuat siapa saja yang melihatnya akan sangat terpukau, walaupun bentuknya simple tetapi itu yang menjadi nilai lebih, dengan bentuk simple namun keindahannya semakin terpancar.
Gina yang melihat hal itu menjadi sangat terkejut melihat apa yang dilakukan oleh Firman, dirinya sama sekali tidak memikirkan akan diberikan sebuah kejutan oleh Firman karena selama ini memang Firman sebagai kekasih terkenal sangat cuek pada hal apapun termasuk kepada para kekasihnya.
Gina hanya bisa membuka mulutnya sangking terkejutnya lalu menutupnya dengan menggunakan tangan lembut miliknya, di dalam hati Gina sudah merasa sangat bahagia diberikan kejutan seperti ini.
"A ... apakah ini untukku sayang?" tanya Gina terbata-bata sangking terkejutnya.
"Iya, ini untuk kamu yang sudah mau menemaniku dan menungguku walaupun aku banyak mempunyai salah kepada kamu, jika aku memiliki kesalahan yang sulit kamu maafkan aku tidak akan memintamu memaafkanku, kamu cukup diam dan kamu juga bisa melampiaskan kemarahanmu kepadaku dengan cara apapun, aku menyayangimu Gina Natasya ...."
Firman mengambil kalung yang ada di dalam kotak tersebut kemudian langsung memakaikannya kepada Gina yang terlihat sudah tidak sabar ingin memakai kalung indah tersebut pemberian dari Firman sang kekasih tercinta.
Dengan membelakangi Firman yang sedang memakaikan kalung di lehernya, dada Gina tidak berhenti berdetak kencang sangking senangnya, perasaan di hatinya terasa sangat bahagia sekali walaupun tempat pemberian hadiahnya kurang tepat.
Memberikan kejutan di parkiran mobil bawah tanah, mungkin bila ada orang yang mengetahui hal tersebut akan langsung menertawakan kebodohan Firman, tapi setelah mereka mengetahui harga kalung yang diberikan oleh Firman pasti mereka akan terdiam, karena harga satu kalung Blue Sea bisa untuk menghidupi keluarga kelas atas selama 3 tahun penuh dan keluarga biasa saja akan cukup untuk biaya seumur hidup.
Firman menyibak rambut panjang Gina yang sangat wangi baunya, rambut sebahu tersebut berwarna hitam dengan sedikit corak warna perak yang menambah keindahan rambut Gina, Firman memakaikan kalung tersebut di leher jenjang Gina yang sangat mulus dan putih sekali.
Setelah selesai memasangkan kalungnya, Gina langsung berbalik badan kemudian memeluk Firman dengan eratnya, ini merupakan salah satu hari paling membahagiakan dalam hidup Gina.
Sebagai seorang perempuan pastinya Gina sangat bahagia bisa mendapatkan hadiah seperti itu dari sang kekasih, meskipun kalung yang diberikan oleh Firman terlihat biasa saja, namun aura kebiruan yang membuat kalung tersebut terlihat seperti perhiasan mewah yang dikenakan para bangsawan istana jaman dulu.
"Terima kasih sayangku, aku semakin mencintaimu, muach ..." Gina mencium bibir Firman lalu mereka berciuman sebentar sebelum kembali melanjutkan berjalan menuju tempat acara.
Saat berjalan, Gina tidak henti-hentinya tersenyum sambil melihat kalung di lehernya dan tangannya memeluk lengan Firman, mereka berdua tampak seperti pasangan pangeran dan putri dari negeri dongeng.
'Ahkk ... aku sangat bahagia hari ini, huft ... huft ... Firman aku sangat mencintaimu ahk ...' batin Gina mebatap Firman dengan wajah memerah karena malu.
__ADS_1