System Menjadi Pria Sukses

System Menjadi Pria Sukses
System Sukses 208 Menyelamatkan Nyawa Reiko


__ADS_3

Chapter 208


Saat ini Firman bersama dengan Gina yang selalu berjalan setia dibelakangnya, mereka sudah telah memasuki ruangan rahasia yang berada di lantai bawah bangunan yang ditemukan oleh Firman pada saat sedang mencari Gina tadi.


Saat memasuki ruangan pada awal tadi, setelah membuka pintu masuk dari luar ternyata di bawah pintu tersebut ternyata terdapat sebuah tangga yang tidak terlalu tinggi, mungkin hanya sekitar 5 meter saja tingginya, di ujung bawah tangga tersebut terlihat ada lantai yang terbuat dari beton, begitu pula dinding-dindingnya juga terbuat dari beton cor.


"Hebat juga mereka sampai bisa membuat ruangan bawah tanah yang di cor beton seperti ini, memang sepertinya ruangan bawah tanah ini diperuntukan sebagai tempat penyekapan kelompok mereka," ucap Firman setelah sampai di bawah ruangan rahasia tersebut.


"Kamu benar sayang, aku juga merasa ruangan ini sangat kuat sekali, bahkan jika kita menjatuhkan bom diluar mungkin ruangan ini tidak akan hancur, hanya bangunan di luar tadi saja yang hancur, ruangan bawah tanah ini mirip seperti sebuah bunker untuk pertahanan diri," balas Gina melihat sekelilingnya.


Mereka berdua lalu melanjutkan berjalan menuju sebuah pintu yang berada di depan mereka saat ini. Ada 2 buah pintu di depan Firman saat ini, pintu sebelah kanan dan juga pintu yang berada di sebelah kiri.


Karena bingung harus memasuki yang mana terlebih dahulu, akhirnya Firman memilih menggunakan kamera tembus pandang yang ada pada jam tangan miliknya untuk mengecek di ruangan sebelah mana Reiko ditahan, lagipula pintu yang ada didepan mereka itu terbuat dari besi yang sangat tebal.


Pintu dengan material besi memang sangat sulit sekali dibuka apalagi jika cara membukanya harus menggunakan kata sandi ataupun sidik jari orang yang memasangnya, namun bagi Firman itu bukanlah masalah besar, hanya dengan beberapa menit saja Firman sudah bisa membobol pintu itu dengan sangat mudah tanpa kesulitan sama sekali.


Menggunakan kamera tembus pandang miliknya, Firman dapat melihat dengan jelas apa saja isi didalam kedua ruangan yang ada di depannya tersebut, meskipun dinding ruangan bawah tanah ini terbuat dari beton cor tetapi Firman masih bisa menembusnya dengan kamera tembus pandang jam tangan digital di tangannya.


Bisa dilihat dari layar kecil yang ada di jam tangan digital Firman, ruangan sebelah kanan adalah tempat dimana Reiko ditahan dalam keadaan tangan serta kaki diikat dan juga mulutnya di bekap menggunakan lakban, Reiko terlihat tidak sadarkan diri duduk di sebuah kursi.


Sementara untuk ruangan yang berada di sebelah kanan merupakan sebuah tempat untuk melakukan berbagai hal yang berhubungan dengan peretasan, karena bisa dilihat bahwa isi dari ruangan tersebut seluruhnya berhubungan dengan ilmu komputer dan peretasan.


Ruangan di sebelah kiri tersebut memiliki banyak sekali fasilitas untuk menunjang seorang ahli dalam ilmu peretasan menjalankan aksinya, mulai dari komputer dengan spesifikasi sangat tinggi atau biasa disebut oleh anak IT sebagai komputer dengan spesifikasi tingkat Dewa, sampai peralatan lainnya juga banyak ada di dalam ruangan tersebut yang membuat Firman lumayan takjub saat melihatnya.

__ADS_1


Wajar saja jika Firman sangat terkagum-kagum dengan ruangan tersebut karena dirinya memang sangat menyukai banyak hal yang berhubungan dengan ilmu komputer, baik itu jaringan dalam komputer nya maupun sampai kebagian luar mesin yang menyusun komputer juga Firman suka.


"Sepertinya aku harus belajar dari mereka jika membahas soal komputer, keren sekali mereka bisa memiliki begitu banyak peralatan canggih seperti itu," ujar Firman.


"Kepalamu habis terbentur sesuatu kah? Mereka itu musuh kita sayang, mengapa kamu sampai memuji kemampuan mereka, astaga!" ucap Gina yang hanya bisa menepuk kepalanya saja melihat tingkah Firman yang sangat semangat bila sudah membahas tentang komputer.


"Aku hanya memuji kemampuan mereka dalam hal memilih spesifikasi komputer, aku tidak memuji mereka dalam hal skill menggunakan komputer, lagipun peralatan yang mereka miliki masih jauh kualitasnya dibandingkan dengan yang aku miliki" balas Firman sedikit membela diri agar tidak terlalu disalahkan.


Gina memutar bola mata jengah dengan sikap Firman tersebut, "Terserah kamu saja mau melakukan apapun silahkan, jika kamu ingin alat komputer yang bagus aku bisa memberikannya untukmu sayang," kata Gina.


"Tidak perlu, aku bisa membelinya sendiri," jawab Firman.


"Dimana orang-orang yang tadi aku lihat sedang membawa nona Reiko?" tanya Gina kebingungan karena tidak melihat ada seorang pun didalam bangunan tadi.


"Sepertinya mereka sedang keluar untuk melakukan sesuatu. Sekarang kita membuka pintu sebelah kanan ini, didalamnya ada Reiko yang sedang dalam keadaan tidak sadarkan diri kemungkinan dia telah dibius sebelum dimasukan kedalam ruangan ini," lanjutnya mulai fokus kembali ke dalam misi yang tengah mereka hadapi.


Mereka berdua lalu memasuki ruangan tersebut yang terlihat biasa saja kosong tanpa isi sama sekali, hanya ada seorang wanita yang duduk di kursi dengan tubuh terikat lalu disampingnya ada sebuah meja dengan beberapa peralatan yang terlihat seperti alat untuk berkebun dan beberapa benda lainnya.


"Reiko ..." ucap Firman terkejut melihat keadaan Reiko saat ini yang terlihat sangat mengenaskan.


"Nona Reiko ..." sama hal nya dengan Firman yang terkejut, Gina juga kaget saat melihat keadaan Reiko.


Dengan cepat Firman langsung berjalan menuju kearah Reiko berada, menggunakan pisau kecil yang dibawahnya, Firman memotong setiap tali yang mengikat tubuh Reiko lalu melihat kondisinya apakah masih ada yang terluka atau tidak.

__ADS_1


Sementara untuk Gina, ia segera menyobek bajunya yang akan digunakan untuk menutupi luka yang ada di tangan Reiko, luka tersebut terlihat sangat dalam hingga membuat darah segar keluar dengan begitu derasnya yang membuat Gina yang sebagai seorang wanita ikut merasakan sakit saat sedang mengikat kain di tangan Reiko yang terluka.


Keadaan tubuh Reiko saat ini memang sangat mengenaskan sekali, disekujur tubuhnya terdapat berbagai luka yang sangat jelas sekali terlihat seperti luka sayatan benda tajam, di bagian tengahnya terdapat luka yang sangat dalam hingga membuat darah mengalir begitu derasnya, bagian kakinya juga begitu banyak luka hingga ada sebuah luka sayatan yang mengenai wajah cantik yang dimiliki Reiko. Baju yang dikenakannya juga terlihat tidak beraturan meskipun masih menutupi tubuh indahnya akan tetapi sudah banyak sekali sobekan di sana-sini membuat luka di tubuh Reiko bisa dilihat dengan sangat jelas.


"Bagaimana keadaannya sayang? Apakah luka nya parah hingga membuat Reiko sampai terlihat sangat lemah seperti ini," tanya Gina dengan perasaan panik karena merasakan jika hembusan nafas Reiko yang mulai menipis.


"Dia sedang dalam keadaan yang sangat kritis, detak jantungnya mulai melemah karena harus bertahan dalam keadaan kritis seperti ini didalam suhu yang sangat dingin. Jika tidak segera diobati maka bisa dipastikan kurang dari 12 jam dirinya akan meninggal," jawab Firman dengan raut muka yang memperlihatkan ketidak percayaan saat selesai mengecek keadaan Reiko.


Mendengar jawaban dari Firman tentang keadaan Reiko yang sangat kritis, hal itu membuat Gina menjadi semakin panik karena dirinya tidak mau melihat ada orang seperti Reiko tewas dengan keadaan yang sangat mengenaskan seperti ini.


Walaupun awal pertemuan kemarin, Gina sempat merasa tidak suka pada Reiko karena telah menatap kekasihnya dengan sangat intens melalui tatapan mata yang mengisyaratkan rasa ketertarikan, tetapi saat ini Gina lebih memilih mengesampingkan perasaan tidak sukanya tersebut dan lebih memilih menolong Reiko demi keselamatanya.


"Kita bawa dia segera keluar dari sini, langsung saja menuju rumah sakit terdekat, kalau aku tidak salah di kota yang ada di depan nanti kita akan menemukan rumah sakit yang cukup besar, segara bawa dia sayang!" ucap Gina.


Firman juga setuju dengan usulan yang disampaikan Gina. Firman memberikan jaket tebal yang digunakannya untuk menutupi tubuh Reiko supaya tidak terlalu dingin, kemudian dengan segera Firman mengangkat tubuh Reiko di punggungnya lalu membawanya menuju atas, meski agak merasa kesusahan saat melewati tangga untuk naik karena lubang yang digunakan sebagai pintu masuk ruangan rahasia tersebut hanya cukup untuk satu orang saja.


Dengan sedikit usaha akhirnya mereka berdua berhasil membawa tubuh Reiko keatas lalu dengan berlari Firman yang menggendong tubuh Reiko yang sekarat untuk menuju tempat mobil mereka berada.


Akan tetapi waktu yang dibutuhkan sangat lama bila ingin menuju mobil yang berada di tepi jalan raya, lagipula Firman juga tidak yakin jika mobilnya masih dapat digunakan karena sudah ditutupi salju yang begitu tebal.


Kemungkinan besar mobil Firman mengalami beberapa masalah pada mesinnya yang membuat mobil tersebut tidak dapat digunakan untuk sementara waktu, hal ini membuat Firman serta Gina harus memutar otak untuk mencari cara supaya bisa membawa Reiko dengan cepat agar bisa dengan segera mendapatkan pertolongan.


"Bagaimana ini sayang? Apakah kamu memiliki sebuah ide agar kita bisa membawa Reiko menuju rumah sakit?" tanya Gina.

__ADS_1


"Aku belum menemukan ide sama sekali," jawab Firman menggelengkan kepala dengan lesu.


Gina yang mendengarnya juga ikut menjadi lesu seketika, namun sesaat kemudian mata Gina melihat sesuatu yang bisa digunakan sebagai alat transportasi untuk membawa Reiko supaya cepat menuju rumah sakit dan mendapatkan pertolongan medis yang memhuat nyawanya bisa terselamatkan.


__ADS_2