System Menjadi Pria Sukses

System Menjadi Pria Sukses
System Sukses 130 Fakta Baru Tentang Ayah kandung Firman


__ADS_3

Chapter 130


Tari masih termenung memandang kearah depan dengan tatapan kosong, Firman dan Bulan semakin khawatir dengan keadaan Tari yang seperti itu takut jika Tari terkena sesuatu yang membahayakan dirinya.


"Ibu gak kenapa-kenapa Nak," ucap Tari tersenyum kearah Firman agar tidak membuat anaknya itu khawatir.


"Tapi kenapa Ibu seperti sedang memikirkan sesuatu? Apa yang sedang Ibu pikirkan?" tanya Firman penasaran.


Tari terlihat menarik nafas sebentar lalu menghembuskannya kembali untuk membuat dirinya tenang terlebih dahulu sebelum mulai menjawab pertanyaan Firman.


"Mungkin sudah waktunya bagi kamu tau siapa ayah kamu yang sebenarnya," jawab Tari.


Mendengar jawaban dari Tari membuat Firman kaget sekaligus penasaran karena memang dari kecil ia tidak mengetahui apapun tentang ayahnya, yang ia tahu hanya ayahnya meninggalkan mereka sedari Firman di dalam kandungan.


Firman menatap ibunya dengan tatapan meminta penjelasan selanjutnya tentang ayahnya, Tari yang melihat tatapan Firman membuatnya menjelaskan secara detail semua hal mengenai siapa ayahnya.


"Kamu mau tau kan kenapa wajah kamu ada keturunan orang asing?" tanya Tari membuka penjelasannya.


Firman mengangguk meskipun ia tahu jika itu bawaan genetik sari ayahnya, "Itu karena ayah kamu yang berasal dari luar negeri, dia tinggal di sini karena ada pekerjaan," jawab Tari.


"Lalu?" ucap Firman.


"Baiklah Ibu tidak akan menjelaskan hal yang tidak penting, maka Ibu jelaskan secara singkat saja agar kamu dapat memahaminya," balas Tari.


Ayah Firman berasal dari sebuah negara di Eropa, ia sedang bekerja di sini makanya bisa bertemu dengan ibunya Firman entah bagaimana caranya mereka bisa bertemu.


Usia ibunya Firman dengan ayahnya pada saat itu masih sama-sama muda jadi hasrat anak muda masih terasa pada diri mereka, pada saat awal bertemu memang terasa canggung namun mulai seiring berjalannya waktu mereka menjadi akrab hingga pada akhirnya berpacaran.


Pada saat berpacaran itulah kedekatan mereka mulai terjalin erat, mereka selalu berdua kemanapun dan kapanpun, meskipun ayah Firman memang orang yang sibuk karena memiliki banyak pekerjaan tapi ibu Firman tetap setia menemaninya.

__ADS_1


Saat ayahnya lelah maka ibunya akan menghibur ataupun sekedar membantu melupakan lelahnya, pasangan yang romantis memang mereka berdua.


Singkat cerita ibu Firman hamil karena mereka sering melakukan hal itu, lagi pula usia mereka juga sudah dewasa dan juga hubungan yang mereka berdua jalani sudah lumayan lama hingga bertahun-tahun.


Pada awal kehamilannya ibu Firman mulai merasakan ada yang berubah dengan kekasihnya, ia meminta agar ayahnya Firman untuk segera menikahinya namun dengan tegas ditolak oleh ayah Firman.


Dengan menggunakan alasan bisnis nya yang masih banyak harus diselesaikan, penolakan itu membuat ibu Firman sedih yang juga berpengaruh kepada kesehatan janinnya, ia sempat mengalami beberapa kali masalah pada janinnya.


Untungnya janin nya itu kuat dan tidak terkena masalah apapun yang bisa membahayakan sang janin.


Mereka berdua sering bertengkar hanya karena masalah sepele, lebih tepatnya ayah Firman yang sering memarahi ibunya entah itu masalah besar maupun kecil.


Ibu Firman juga sering mencium aroma alkohol yang sangat menyengat dari tubuh ayah Firman, tapi ia tidak berani bertanya karena takut nanti akan disiksa lagi, ayah Firman sering bermain kasar kepada ibunya baik itu menampar ataupun memukul, bahkan juga secara kata-kata yang kasar membuat hati dan mental ibu Firman agak sakit saat mendengarkannya.


Dari awal mereka berpacaran memang sudah banyak sekali gelagat aneh yang dilakukan oleh ayah Firman, namun karena rasa cintanya yang besar membuat ibu Firman tidak memperdulikan hal tersebut.


Pada suatu malam yang sepi, ayah Firman baru pulang dari kerjanya dengan keadaan yang sangat kacau, bajunya tidak beraturan, bau alkohol tercium dimana-mana, rambutnya acak-acakan.


Tapi yang membuat ibu Firman curiga adalah bekas lipstik yang ada di pipi serta baju yang sangat banyak, ia bertanya darimana asal noda tersebut.


Bukanya jawaban yang didapat, tapi justru tamparan tepat di pipi dengan sangat keras hingga membuat sudut bibir ibu Firman mengeluarkan darah dan pipinya memerah bekas tamparan tadi.


Tidak berselang lama munculah seorang wanita dengan menggunakan pakaian sangat terbuka dari arah depan, wanita itu masuk kemudian berdiri di samping ayah Firman lalu mencium bibirnya dengan sangat rakus.


Pemandangan itu tak luput dari penglihatan ibu Firman yang merasa sangat hancur pada saat melihat kejadian itu, kekasih yang sangat ia cintai dicium wanita lain dan kekasihnya itu membalas ciuman tersebut dengan mesra.


Ayah Firman mengusir Tari pergi dari rumahnya, akhirnya Tari pergi dari sana dengan air mata yang terus menetes berjalan di pinggir jalanan yang sepi karena hari sudah sangat larut.


Sementara ayah Firman di rumahnya sedang bermain bersama dengan wanita tadi didalam kamarnya.

__ADS_1


"Akhirnya saat Ibu tidak memiliki tujuan hidup lagi, Ibu bertemu dengan Pak Tono yang kebetulan sedang menjual hasil panen nya dan ingin kembali ke desa.


Pak Tono dan keluarganya membantu Ibu hingga menjadi lebih baik serta membiayai persalinan Ibu sampai akhirnya melahirkan kamu," ucap Tari mengakhiri ceritanya.


Firman dan Bulan dari tadi menyimak cerita dari Tari dengan seksama agar tidak terlewatkan kejadian sekecil apapun, Firman sangat emosi saat mendengar cerita ibunya tersebut, meskipun pria itu ayah kandungnya tapi Firman tidak akan sudi mengakui hal tersebut.


Ia berjanji akan membalaskan semua ini hingga membuat pria yang telah menyakiti ibunya tersebut hancur sehancur hancurnya, agar dia juga bisa merasakan apa yang dirasakan oleh ibunya.


"Nama dia siapa Bu!?" tanya Firman dengan emosi yang tertahan.


"Ibu hanya bisa memperlihatkan kamu fotonya saja, soal yang lainya ibu tidak dapat memberitahukan kamu.


Lagi pula kamu pasti bisa mencari informasi ini dengan mudah kan," balas Tari mengambil sebuah foto dari dalam kamarnya.


Tari lalu menyerahkan foto tersebut kepada Firman yang langsung diambil olehnya, foto itu terlihat seorang pria yang berpenampilan mewah dan lumayan tampan sedang bersama ibunya waktu masih muda dulu.


Firman yang melihat foto tersebut entah kenapa seperti merasa mengenali pria yang ada didalam foto itu, perasaan kenal itu bisa saja pernah bertemu ataupun pernah melihatnya entah itu secara nyata ataupun sekedar gambar.


'Aku seperti merasa pernah melihat gambar pria ini, tapi dimana ya?' batin Firman bertanya-tanya.


Firman menyerahkan kembali foto tersebut kepada ibunya, lalu ia berkata, "Bu, aku akan pergi bertugas mungkin untuk beberapa hari ini aku tidak akan pulang kerumah karena harus menyelesaikan tugas ini dengan cepat," ucapnya.


"Baiklah jika itu memang sudah tugas kamu, tapi untuk hari ini habiskan dulu waktu kamu dengan para calon istrimu karena Ibu yakin mereka pasti akan sangat merindukanmu nanti saat kamu pergi," ucap Tari.


"Baiklah Bu," balas Firman.


Mereka lalu mengobrol sebentar dan juga Firman yang bertanya kepada ibunya tentang ayahnya meskipun kadang ibunya tidak menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Firman.


Sedangkan Bulan sendiri hanya diam karena ia akhirnya tau ternyata penderitaan yang ia alami sudah dialami oleh kakak nya yang membuat Bulan juga turut merasakan rasa sakit yang dialami kakak nya tersebut hingga Bulan meneteskan air mata kesedihan saat mendengarkan ceritanya tadi.

__ADS_1


__ADS_2