
Chapter 209
Gina melihat ada sebuah mobil yang terparkir didalam garasi bangunan tengah hutan tersebut, mobil itu terlihat bisa karena pintu garasi memang terbuka makanya Gina bisa mengetahui dengan jelas ada sebuah mobil disana.
"Lihatlah, disana ada sebuah mobil yang bisa kita gunakan untuk membawa nona Reiko pergi ke rumah sakit, ayo cepat kita kesana!" ucap Gina dengan sangat antusias karena masih ada kesempatan untuk menyelamatkan nyawa Reiko.
Dengan cepat Gina langsung menarik tangan Firman untuk berjalan ke arah mobil yang terparkir didalam garasi tersebut. Meskipun mobil itu terlihat cukup tua yang membuatnya menjadi agak tidak enak dipandang, namun Firman dan Gina tidak ada pilihan lain.
Firman mengikuti saja saat tangannya ditarik paksa oleh Gina, dengan menggendong tubuh Reiko yang sedang sekarat di punggungnya yang pastinya membuat Firman sulit untuk bergerak cepat.
Menggunakan mobil tua itulah mereka akan membawa Reiko menuju rumah sakit, mereka menggunakan mobil tua tersebut karena saat ini nyawa seorang wanita tengah dalam keadaan terancam karena mengalami kritis parah yang membuatnya tidak bisa hidup lebih lama lagi bila tidak dengan segera mendapatkan pertolongan medis, mau tidak mau mereka harus bergerak dengan cepat supaya nyawa Reiko bisa terselamatkan.
"Cepat masukan tubuhnya ke dalam mobil, aku akan mengecek apakah bahan bakarnya cukup atau tidak untuk perjalanan kita sampai ke kota terdekat," ujar Gina.
Membuka pintu mobil bagian samping, Firman lalu memasukan Reiko yang tidak sadarkan diri untuk didudukkan dalam mobil di kursi belakang dengan menggunakan sabuk pengaman tentunya.
Sebenarnya Firman ingin menaruh Reiko dalam keadaan berbaring, akan tetapi itu tidak memungkinkan karena kecilnya ruang didalam mobil dan juga nantinya Firman akan mengemudi dalam keadaan kecepatan tinggi supaya cepat sampai dirumah sakit, karena jika berkendara dalam kecepatan tinggi lalu Reiko dalam keadaan terbaring maka kemungkinan tubuh Reiko akan terombang-ambing tidak jelas bahkan sampai membentur mobil.
Setelah selesai menyiapkan semuanya, akhirnya Firman masuk kedalam mobil setelah mengambil kunci yang berada pada sebuah meja yang ada di dalam garasi tersebut, garasi yang cukup luas membuatnya muat untuk diisi beberapa mobil.
"Ayo kita jalan, kamu duduk di belakang saja sambil memegangi tubuh Reiko, jangan lupa juga untuk terus menekan pada area yang mengalami pendarahan supaya darah Reiko tidak cepat habis," ucap Firman kepada Gina yang telah selesai mengecek mobil tersebut.
"Baiklah sayang!" jawab Gina yang sudah duduk dibangku belakang samping Reiko.
Kunci mobil dimasukan ke dalam tempatnya lalu kemudian Firman langsung mencoba menyalakan mesin mobil tua tersebut dengan sedikit usaha karena maklum saja mobil tua yang jarang dipakai memang sering mengalami masalah pada mesin tua nya.
__ADS_1
Setelah beberapa saat mencoba akhirnya mobil berhasil juga dinyalakan, berhasil menyala Firman langsung menekan pedal gas dan perjalanan mereka pun dimulai untuk menyelamatkan nyawa Reiko yang sedang berada diujung tanduk.
Firman mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi melewati jalan kecil yang hanya muat untuk satu mobil saja, jalan tersebut memang merupakan sebuah jalan khusus untuk menuju bangunan yang berada di tengah hutan tadi.
Butuh waktu yang lumayan lama untuk melewati jalan kecil tersebut sampai pada jalan raya besar antar negara. Setelah sekitar 30 menitan berkendara akhirnya Firman sampai pada jalan raya besar yang dengan segera mobilnya langsung di gas oleh Firman dengan sangat kencang.
Tapi saat baru saja beberapa menit berjalan melewati jalan raya, secara tiba-tiba Reiko mengalami sebuah gejala yang sangat aneh yang membuat keadaan tubuhnya tampak semakin parah seiring berjalannya waktu.
"Sayang bagaimana ini?! Pendarahan yang dialami nona Reiko menjadi semakin parah, tubuhnya juga berubah menjadi sangat pucat sekali dan terasa sangat dingin! Apa yang harus kita lakukan?!" ujar Gina dengan sangat panik karena melihat keadaan Reiko yang semakin parah.
Mendengar apa yang dikatakan Gina barusan membuat Firman langsung menghentikan mobilnya dengan sangat mendadak hingga membuat Gina merasa sangat kaget saat mobil di rem mendadak oleh Firman, untungnya Gina telah memakai sabuk pengaman yang membuatnya tidak sampai terbentur mobil.
Firman lalu melihat ke arah belakang untuk mengecek keadaan Reiko apakah benar separah yang dikatakan Gina atau tidak, namun setelah melihat keadaan Reiko sebentar, seketika Firman menjadi semakin khawatir karena ternyata apa yang dikatakan oleh Gina itu benar adanya.
"Kita harus melakukan pertolongan secepatnya, ternyata apa yang telah aku perkiraan tadi mengenai kondisi Reiko yang semakin parah menjadi lebih cepat terjadi! Pendarahan di tangannya semakin parah bahkan luka dalam yang dialaminya semakin membuat beberapa organ bagian dalamnya terluka cukup parah!" ucap Firman langsung keluar dari kursi kemudi.
Sebenarnya Firman ingin mengobati Reiko sendiri karena Firman memiliki kemampuan dokter tingkat tinggi yang membuatnya bisa menyelamatkan nyawa Reiko dari kritis, akan tetapi pada saat ini Firman tidak membawa peralatan yang memadai guna melakukan operasi untuk menyelamatkan nyawa Reiko, alhasil dirinya hanya bisa meminta bantuan pada system saja untuk saat ini.
'System, tolong belikan aku sebuah obat yang bisa untuk menyelamatkan nyawa Reiko secepatnya!' ucap Firman di dalam pikirannya berbicara dengan System.
[Ding ... Membeli Pill Kehidupan ...
Barang Dibeli : Pill Kehidupan
Harga : 100 Milyar
__ADS_1
Jumlah Pembelian : 1 Butir
Manfaat Pill Kehidupan Adalah Bisa Memberikan Efek Untuk Menahan Sakit Yang Dialami Oleh Manusia Baik Itu Yang Ringan Sampai Sakit Yang Berat
Efek Obat Hanya Untuk Menahan Sementara Saja Sedangkan Jika Ingin Pasien Sembuh Permanent Host Harus Mengobatinya Sendiri Secara Berkala Dan Melakukan Beberapa Tindakan Operasi Secara Rutin Sampai Pasien Sembuh Total
Efek Samping : Pada Saat Obat Dikonsumsi Oleh Pasien Maka Setelah Itu Tubuh Pasien Akan Langsung Mengeluarkan Sebuah Cairan Kental Sebagai Bentuk Detoksifikasi Maka Dari Itu Disarankan Supaya Sebelum Minum Obat Pasien Lebih Baik Membuka Pakaian Terlebih Dahulu.]
Firman mengangguk mendengar pemberitahuan dari System tersebut. Meskipun dirinya merasa agak kecewa karena obat tersebut tidak bisa membuat Reiko sembuh total, tetapi menahan untuk sementara sakit Reiko itu juga sudah lumayan cukup untuk mengulur waktu sampai nanti Reiko mendapatkan perawatan yang lebih layak di rumah sakit.
Karena ada efek samping dari obat tersebut, Firman lalu meminta Gina untuk membukakan sabuk pengaman yang dikenakan oleh Reiko, selanjutnya Firman menyuruh Gina untuk membukakan baju yang melekat pada tubuh Reiko seluruhnya tanpa terkecuali sesuai apa yang telah dikatakan oleh System. Sebelum itu juga Firman telah melakukan beberapa hal yang bertujuan membuat tubuh Reiko menjadi lebih hangat.
Mendengar apa yang dikatakan oleh kekasihnya tersebut seketika membuat Gina terkejut dan kesal, "Apa-apaan kamu! Dalam keadaan seperti ini masih bisa-bisanya ingin melakukan hal buruk seperti itu! Kamu sudah memiliki banyak wanita yang siap untuk melayanimu kapan saja, mengapa kamu harus melihat tubuh wanita lain apalagi wanita itu sedang sekarat!" ucap Gina dengan nada penuh emosi.
Bagaimana tidak emosi, sebagai seorang wanita pastinya Gina merasa sangat marah saat mendengar kekasihnya ingin melihat tubuh wanita lain apalagi dalam keadaan tanpa pakaian sama sekali.
Beda hal nya dengan Firman yang tidak tau harus memberitahu Gina bagaimana supaya dirinya bisa mengerti sebenarnya ada maksud baik dari ucapan Firman yang menyuruhnya untuk membuka seluruh baju yang dikenakan oleh Reiko, namun Firman tidak menemukan alasan yang bagus yang dapat digunakan sebagai alasan, tetapi karena sudah sangat darurat sekali akhirnya Firman dengan paksa menyuruh Gina melakukan apa yang barusan dikatakan oleh Firman.
"Cepat lakukan apa yang aku katakan! Nanti aku akan menjelaskan alasanku menyuruhmu melakukan itu, aku sama sekali tidak sedang memanfaatkan situasi! Dia juga tidak akan merasakan dingin disini karena aku telah melakukan sesuatu agar tubuhnya menjadi lebih hangat," kata Firman dengan wajah serius yang jarang diperlihatkannya.
Melihat wajah serius sang kekasih saat itu, seketika membuat Gina menuruti apa yang dikatakan oleh Firman. Dengan cepat Gina langsung membuka seluruh pakaian yang dipakai Reiko tanpa terkecuali, sampai pakaian bagian dalam juga tak luput untuk dilepaskan.
Setelah seluruhnya telah lepas dari tubuh Reiko dan sekarang ini badan Reiko terbuka lebar dengan sangat jelas terlihat seluruh bagiannya yang pastinya dapat membuat siapa saja merasa panas seketika saat menatapnya.
Tapi bagi Firman saat ini yang paling penting adalah menyelamatkan nyawa Reiko yang semakin menipis, Firman lalu merogoh tas kecil yang dibawanya untuk mengeluarkan sesuatu yang digunakan untuk mencoba menyelamatkan Reiko jika bisa.
__ADS_1
Firman mengambil sebuah kotak kecil yang seukuran kotak perhiasan cincin, kotak polos yang terbuat dari kayu tersebut membuat Gina sangat penasaran apa fungsinya, tapi ia tidak berani bertanya karena suasana saat ini sedang sangat menegangkan sekali.
'Semoga obat dari System ini bisa menahan kritis yang dialami oleh Reiko, lalu setelah itu aku bisa membawanya menuju rumah sakit supaya mendapatkan perawatan yang lebih baik untuk menyelamatkan nyawa Reiko!' batin Firman dengan penuh harap, supaya ada kesempatan baginya untuk menyelamatkan nyawa Reiko.