System Menjadi Pria Sukses

System Menjadi Pria Sukses
System Sukses 218 Masalah Datang Lagi dan Lagi


__ADS_3

Chapter 218


Karena merasa tidak nyaman dengan keributan yang terjadi di dalam restoran tadi membuat Firman menarik tangan Kalina untuk pergi keluar bersama guna menghindari keributan lainnya yang tidak diperlukan.


Namun pada saat Firman hendak keluar melewati pintu, terlihat ada beberapa orang laki-laki yang sedang berjalan masuk kedalam restoran dengan berbagai setelan mewah yang mereka pakai membuat para laki-laki itu mendapatkan perhatian lebih dari orang-orang yang berada disekitarnya.


Saat Firman berpapasan dengan mereka terjadi sebuah hal yang sangat membuat Firman malas sekali, yaitu salah satu dari para remaja itu tiba-tiba dengan sengaja menyenggol lengan Firman saat mereka akan keluar dari restoran.


"Hey, jika sedang berjalan perhatikan langkahmu! Jangan sampai menabrak orang lain, bajuku bisa kotor terkena debu orang miskin sepertimu!" kata remaja tersebut dengan nada yang sangat jelas terlihat sekali sedang menghina Firman.


"Maaf jika saya menabrak anda, saya buru-buru," ujar Firman yang tidak mau membuat masalah yang lainnya lagi.


Lebih baik mengalah daripada harus melawan orang seperti mereka yang tidak pernah diajarkan tentang bagaimana cara untuk menghargai orang lain, Firman sangat tahu bagaimana sifat anak-anak seperti mereka yang suka bermain dan selalu bertindak semena-mena seakan semua orang adalah anak buahnya yang harus selalu mematuhi setiap omongan mereka.


Orang seperti itu lebih baik kita hindari jika memang masih memungkinkan karena pada dasarnya orang keras kepala tidak akan bisa diajak bicara secara baik-baik oleh siapapun, kecuali memang sudah terlalu berlebihan atau diluar batas baru boleh melawan supaya mereka bisa sadar akan kesalahannya.


"Mau kemana kau, baru saja menabrak temanku malah ingin pergi," ujar salah seorang dari mereka.


"Bukan aku yang menabraknya, tapi dia yang dengan sengaja menabrakku," ucap Firman dengan nada bicara yang sudah tidak bersahabat lagi menandakan jika dirinya merasa tidak nyaman dengan situasi kali ini.


"Kau berani membantah ucapanku! Apa kau tidak tahu aku ini siapa hah?! Aku adalah tuan muda Robert," ucap orang tersebut memperkenalkan dirinya sekaligus ingin membuat Firman terintimidasi dengan menggunakan nama ayahnya.


'Huft ... kenapa aku selalu saja bertemu orang seperti ini dimanapun aku sedang berada,' batin Firman.


Firman merasa sangat bosan menghadapi orang seperti itu, orang yang selalu saja membanggakan prestasi ayahnya ataupun jabatan yang dimiliki oleh ayahnya hanya untuk menakut-nakuti orang lain.


Merasakan kesal itu sudah pasti, Firman memang tidak pernah melihat sang ayah dalam hidupnya, sekalipun belum pernah, hanya sekali saja melihat foto ayahnya yang ditunjukan oleh ibu Firman saat mereka berada dirumah Firman beberapa waktu lalu.


Meskipun Firman belum pernah melihat ayahnya tapi sudah tertanam rasa benci yang teramat dalam di hati Firman kepada sang ayah yang telah menelantarkan dirinya beserta sang ibu yang harus bertahan ditengah gempuran kerasnya kehidupan, lalu saat Firman melihat para anak muda itu memamerkan jabatan orang tuanya untuk mengintimidasi orang lain, itu membuat Firman sangat geram, bisa-bisanya mereka yang masih memiliki keluarga lengkap justru malah menyalahgunakan nama keluarga demi kepentingan pribadi yang tidak benar.

__ADS_1


"Lebih baik kalian jangan bertindak lebih, atau aku tidak akan bisa menahan kesabaranku lagi," ucap Firman dengan intonasi yang santai tetapi tersirat sebuah nada berbau ancaman di dalamnya yang sedikit membuat para remaja pria itu merasa ketakutan.


Akan tetapi mereka berpikiran jika Firman itu masihlah sama seperti remaja pada umumnya karena melihat penampilan mereka yang sama-sama masih muda, mereka melihat Firman dengan pandangan remeh seakan menegaskan jika mereka sama sekali tidak takut dengan ancaman yang dikatakan Firman barusan.


"Hahaha apa yang kau katakan barusan? Maaf aku tidak bisa mendengar jeritan orang miskin sepertimu," ucap Robert tertawa bersama dengan teman-temannya yang lain.


Kalina yang melihat kekasihnya dipermalukan didepan banyak orang, ia menjadi sangat kesal karena selama mereka berdua bersama tidak ada yang berani mengatakan hinaan kepada Firman, sekalipun ada yang mengatakan hinaan yang membuat Firman marah mungkin hidup orang itu tidak akan bertahan lama lagi setelah menghina Firman.


Bukanya Firman tidak memiliki kesabaran atau terlalu membawa kehati omongan orang lain yang menghinanya, tapi itu semua dilakukan oleh Firman untuk membuat orang lain menjadi hormat kepadanya dan membuat Firman bisa memiliki sebuah power yang membuat orang lain takut saat akan berurusan dengannya.


Dijaman sekarang ini orang sabar kadang yang malah disalahkan, mereka menyalahkan orang yang diam sabar karena melihat orang seperti itu seperti sebuah batu yang keras bentuknya namun tidak bisa melakukan apa-apa karena memang tidak ada penggerak supaya bisa melawan.


"Aku peringatkan sekali lagi jangan membuat masalah ini menjadi lebih rumit," ujar Firman mengatakan peringatan untuk yang terakhir kalinya kepada mereka.


"Hahaha jangan melakukan tarian badut ditempat ini, kau itu orang miskin yang sok berkuasa," balas seorang remaja yang bernama Ferdinand, teman dari Robert.


Para pengunjung yang memang menjadi penduduk dikota ini sangatlah mengenal siapa itu Robert karena namanya sudah sangat terkenal sebagai pembuat onar di kota ini tapi tidak ada yang berani memarahinya karena orang tua anak itu merupakan pejabat tinggi di pemerintahan kota.


Banyak orang yang menatap kearah Firman dan Kalina dengan tatapan iba karena merasa kasihan melihat kedua orang tersebut harus berurusan dengan tuan muda sombong yang tidak tau diri dan suka sekali membuat masalah dengan orang lain tanpa alasan yang jelas.


"Semoga anak itu tidak sampai dihabisi."


"Malang sekali nasib mereka, berurusan dengan tuan muda Robert sama saja memasukan diri kedalam minyak panas."


"Tuan muda Robert berulah kembali."


"Sayang sekali jika laki-laki itu harus berurusan dengan tuan muda Robert, wajah tampannya itu bisa hancur nanti."


"Aku berharap anak itu baik-baik saja karena ia sangat baik kelihatannya."

__ADS_1


Banyak komentar orang yang melihat kejadian tersebut membuat hati mereka tergerak ingin membantu menolong Firman yang sedang dalam masalah, tapi apalah daya jika mereka berani mengganggu urusan Robert maka konsekuensi yang akan mereka dapatkan juga tidak kecil.


Dulu sempat ada orang yang menasehati Robert karena bertindak semaunya sendiri di dalam mall perbelanjaan, tapi apa balasan yang didapatkan orang tersebut?


Orang itu langsung dihajar habis-habisan oleh Robert dan teman-temannya karena merasa tersinggung telah dinasehati seperti itu. Memang dasarnya anak manja yang hanya bisa menggunakan nama orang tuanya saja, tidak mampu untuk bergerak sendiri alhasil membuat mereka akan terus bergantung pada orang tuanya.


"Aku lihat wanita disampingmu cantik juga," ucap Robert melihat kearah Kalina dengan tatapan penuh arti.


"Kamu benar sekali tuan muda Robert, wanita itu terlihat cukup dewasa tapi wajahnya yang cantik dan tubuhnya yang indah terlihat menggoda sekali hehehe," ucap Ferdinand yang digangguki teman-temannya yang lain.


"Berikan wanita itu semalam saja kepada kami maka masalah ini tidak akan aku lanjutkan lagi, aku juga tidak akan melaporkan hal ini kepa-," belum selesai mengucapkan kata-katanya, tiba-tiba satu buah pukulan yang sangat kencang mengarah pada wajah Robert.


Bugh ...


Pukulan yang sangat kencang bersarang pada wajah Robert hingga membuatnya terpental ke belakang menabrak sebuah meja yang diduduki oleh beberapa orang yang sedang menikmati makan bersama.


Orang yang melakukan pukulan tersebut tentu saja adalah Firman yang sudah sangat marah karena mereka membawa nama kekasihnya ke dalam masalah ini, Firman paling tidak suka jika orang terdekatnya dibawa kedalam masalah yang sedang dihadapi dengan orang lain.


Robert yang terkena pukulan tangan Firman dengan sangat keras hingga terbanting ke belakang, membuatnya merasa sangat marah sekali kepada Firman, ia lalu berdiri kembali dengan dibantu temannya lalu kembali berjalan ketempat semula meskipun tubuhnya masih terasa sakit sekali karena terkena pukulan yang sebegitu kerasnya apalagi tubuhnya harus menghantam meja membuat rasa sakit semakin bertambah.


"Si4alan kau! Aku tidak akan tinggal diam setelah kau melakukan ini kepadaku!" ucap Robert dengan ekspresi penuh amarah yang menggebu-gebu.


"Ada apa? Aku hanya memukulmu dengan ringan saja tanpa mengeluarkan banyak tenaga sama sekali dan kamu malah marah seakan aku baru memukulmu dengan keras saja," ujar Firman dengan santainya membuat Robert semakin marah.


Orang-orang yang menyaksikan Firman memukul Robert tadi tentu saja mengira jika pukulan tersebut adalah yang terkuat milik Firman, akan tetapi pada saat mereka mendengar ucapan Firman barusan membuat mereka berpikir ulang, pukulan ringan saja sudah sangat kuat apalagi pukulan terkuatnya, mungkin bisa membuat orang tidak sadarkan diri hanya dengan sekali pukul saja, pikir sema orang yang melihatnya.


"Sayang ...!" suara gadis yang tadi menggoda Firman terdengar sangat jelas karena memang keadaan saat ini sedang hening tidak ada suara.


"Kamu kenapa bisa ada disini?!" tanya Robert melihat ke arah seorang gadis yang penampilanya paling tua usianya diantara yang lainnya, itulah kekasih Robert, gadis yang tadi menggoda Firman secara terang-terangan.

__ADS_1


__ADS_2