System Menjadi Pria Sukses

System Menjadi Pria Sukses
System Sukses 189 Lelang Dimulai


__ADS_3

Chapter 189


Saat akan memasuki pintu masuk tempat acara pelelangan, "Sebentar, aku ingin menutupi wajahku saat masuk nanti, karena aku takut identitasku terbongkar," ucap Firman menghentikan langkahnya.


Firman tidak ingin identitasnya terbongkar untuk saat ini, karena itu bisa membuat keluarga dan orang terdekatnya dalam bahaya jika sampai identitasnya terbongkar, para musuhnya bisa mencari tau seluruh keluarga Firman sampai orang terdekatnya lalu menangkap mereka untuk dijadikan sandera bahkan sampai dihabisi untuk membalas dendam mereka kepada Firman.


Lalu Firman mengeluarkan sebuah topeng bermotif serigala berwarna putih yang menutupi wajah bagian atasnya, dengan bantuan topeng tersebut maka identitas Firman serta wajahnya tidak akan dikenali oleh orang lain.


"Aku akan mengikuti kamu juga," ucap Gina mengeluarkan sebuah kain tipis dari dalam gaunnya.


Kain tipis berwarna hitam tersebut digunakan untuk menutupi sebagian wajah Gina, memang benar jika kain tersebut bisa dikatakan transparan tapi itu sudah cukup untuk menutupi wajah Gina meski aura kecantikanya masih terlihat sangat jelas.


Mereka berdua kemudian masuk kedalam dengan dibukakan pintu oleh seorang penjaga pintu masuk acara, saat memasuki ruangan tersebut betapa kagetnya Firman karena melihat sebuah ruangan yang sangat luas sekali, mungkin luasnya seperti sebuah aula yang mampu menampung sekitar 1500 orang di dalamnya.


'Gila! Bagaimana cara mereka membangun tempat seperti ini ya,' batin Firman bertanya-tanya.


Kemudian Gina mengajak Firman menuju tempat duduk mereka yang berada di ruangan khusus vvip untuk para tamu undangan kelas atas organisasi pelelangan atau White.


Sampai di ruangan tersebut, Firman melihat ada banyak sekali pintu berjejeran dengan pelayan ada seorang pelayan yang berjalan menghampiri mereka berdua.


"Maaf Nyonya dan Tuan, bisa tolong tunjukan kartu undangannya?" ucap seorang pelayan yang berada di tempat tamu vvip khusus, pelayan tersebut terlihat sangat cantik dan seksi dengan penampilan menggunakan baju gaun yang sangat minim sekali memperlihatkan seluruh lekuk tubuh indahnya, bahkan bagian perut dan punggung yang terlihat putih mulus juga terpampang nyata, apalagi ditambah bagian kaki panjang mulus yang terlihat jelas sampai kebagian atas paha.


'Ini pelayan atau artis, hebat sekali tempat ini,' batin Firman memperhatikan si pelayan seksi dengan wajah datar yang selalu diperlihatkan oleh Firman, ia sama sekali tidak tertarik pada wanita pelayan itu, tapi yang membuat Firman tertarik adalah tempat pelelangan ini yang sangat hebat sekali bisa memiliki pelayan secantik itu, meski masih jauh sekali kecantikanya dibanding para kekasih Firman.


Gina menunjukkan undangannya kepada di pelayan, mereka kemudian diantara langsung menuju ruangan tempat mereka akan duduk selama acara berlangsung, setelah sampai ditempat mereka, pelayan wanita seksi tadi membukakan pintu kemudian pamit pergi untuk melanjutkan pekerjaannya.


Mereka masuk kedalam ruangan yang sangat keren tersebut, ruangan berukuran sekitar 5x5 meter tersebut dilengkapi dengan fasilitas sofa yang sangat mewah dan juga bagian depan ruangan yang terbuat dari dinding kaca anti peluru, fungsi dinding kaca itu untuk mempermudah para tamu untuk melihat ke arah panggung pelelangan.


Firman langsung duduk di sofa tersebut disusul Gina yang duduk disampingnya dengan ekspresi wajah cemberut seperti menahan kesal.


"Kalau mata kamu masih menatap wanita lain seperti lagi, akan kupastikan junior milikmu akan tersiksa untuk waktu yang lama!" ucap Gina yang sedari tadi sangat geram melihat kekasihnya memandangi tubuh pelayan seksi tadi.


"Apa salahnya memandang wanita cantik, apalagi tubuhnya juga bagus kan, aku ini pria normal jadi wajar melihat yang bagus sedikit langsung tertarik, tapi tidak mungkin bagiku untuk mengambilnya karena aku sudah memiliki banyak yang lebih cantik," ucap Firman memeluk Gina untuk meredakan amarahnya.


"Aku tidak akan memilih wanita lain jika tidak kalian ijinkan," tambahnya.


Gina yang awalnya berniat tidak mau berbicara dengan Firman karena masih kesal, akhirnya bisa luluh juga hanya dengan untaian kata manis yang diucapkan oleh Firman dan pelukan hangat yang diberikan olehnya.

__ADS_1


"Awas kamu sampai berani berhubungan dengan wanita lain di belakang kami, jika kamu suka dengan seseorang atau ingin berhubungan dengan wanita lain, bicara saja kepada kami, nanti kami akan diskusikan apakah boleh atau tidak, ok sayangku," ucap Gina dengan tersenyum manis menatap Firman.


"Baik sayang," balas Firman.


'Di depanku ada yang lebih mulus dan sudah pasti milikku, menggapa harus memilih seorang pel4cur yang tubuhnya sudah bekas dinikmati banyak orang hahaha,' batin Firman.


Firman dan Gina masih menunggu acara karena akan dimulai sekitar 10 menit lagi dari sekarang. Sebelum acara dimulai ada beberapa penampilan dari beberapa artis ternama didunia untuk menjadi hiburan bagi para tamu maupun orang yang menghadiri acara lelang kali ini.


Tempat pelelangan milik organisasi White ini memiliki beberapa tingkatan peserta lelang yang dibedakan dari tempat duduknya, mulai dari yang terbawah yang biasanya berisi orang-orang kaya biasa yang menghadiri acara lelang dengan cara membeli tiket masuk seharga beberapa juta, setiap kursi berbeda harganya.


Lalu tamu vvip yang isinya para konglomerat kaya raya yang diundang langsung oleh pihak pengelola acara lelang, mereka akan ditempatkan di sebuah ruangan dengan fasilitas lengkap dan nyaman pastinya, segala kebutuhan mereka juga akan dipenuhi karena di setiap pintu depan ruangan vvip pasti ada seorang pelayan yang berjaga-jaga jika tamu mereka membutuhkan sesuatu.


Selang beberapa menit akhirnya acara pelelangan pun dimulai, para tu undangan maupun peserta lelang yang ada dibangku biasa semuanya bersorak menyambut pembukaan acara lelang kali ini.


Peserta lelang memang hanya dibatasi sekitar 1000 orang saja, dengan 100 tamu undangan vvip sedangkan sisanya adalah peserta biasa yang duduk dibangku bawah.


Setelah acara dimulai, diatas panggung lelang datanglah seorang gadis cantik dengan penampilan yang sangat menggoda para kaum pria, gadis muda itu adalah pembawa acara untuk lelang kali ini.


Dengan menggunakan baju sangat amat seksi bahkan bisa dibilang pembawa acara tersebut hanya menggunakan pakaian tipis berwarna hitam untuk menutupi tubuh indahnya.


Para peserta lelang berteriak histeris melihat kearah Sasa, memang hanya peserta dibangku bawah yang melakukan hal seperti itu, karena para tamu undangan di ruangan vvip hanya menatap biasa saja ke arah panggung, mereka tidak seheboh peserta lelang kelas bawah.


"Strategi marketing yang sangat bagus," gumam Firman yang terdengar oleh Gina yang ada disampingnya.


"Kenapa?! Apa kamu tertarik pada j4lang itu?!" tanya Gina dengan nada kesal yang membuat Firman gemas melihatnya.


Firman mencubit pipi Gina dengan gasnya melihat tingkah kekasihnya yang sedang cemburu tersebut, "Mana mungkin aku tertarik pada wanita lain yang mempertontonkan tubuhnya seperti itu, sedangkan di depanku ada seorang wanita yang sangat cantik dengan tubuh menggoda."


Dengan cepat Firman mengangkat tubuh Gina lalu menaruhnya di atas pangkuan depan dengan memeluk Gina dari samping, Gina terkejut pada awalnya karena perlakuan Firman tersebut, tapi setelah duduk dipangkuan Firman tangan Gina melingkar pada leher Firman lalu memeluk tubuh Firman.


Kembali pada acara lelang yang sudah dimulai, sasa si pembawa acara saat ini sedang menjelaskan aturan lelang untuk para peserta maupun para tamu yang hadir pada acara lelang kali ini.


Aturan pertama sama saja seperti lelang pada umumnya, yaitu yang mengajukan tawaran tertinggi pada barang yang akan dilelang maka dialah pemenangnya yang akan memiliki barang tersebut,


Lalu disaat sedang menawarkan harga sangat dilarang untuk menggunakan kekuasaan baik itu berupa jabatan, kekuasaan uang, kekuatan, dan bentuk penekanan lainnya untuk mendapatkan barang yang ditawar, hal itu tidak boleh dilakukan karena di tempat lelang ini semuanya setara, semakin banyak kamu mempunyai uang maka semakin kuatlah kamu.


Percuma memiliki jabatan setinggi apapun jika tidak memiliki uang, jika tidak memiliki uang lebih baik diam daripada menghambat jalannya lelang.

__ADS_1


Kemudian ada satu aturan yang membuat Firman mengerutkan dahi karena baru pertama kali mendengar aturan tersebut pada acara lelang, sebelum datang ke lelang ini, Firman melakukan beberapa riset hal apa saja yang biasa dilakukan pada saat lelang, itu karena ini merupakan kali pertama Firman mendatangi acara lelang dunia bawah.


Aturan yang membuat Firman bingung adalah para tamu vvip diharuskan memberikan minimal satu barang untuk dilelang pada acara kali ini, aturan itu membuat Firman agak kaget pada awalnya karena dirinya sama sekali tidak tahu barang apa yang bagus untuk dilelang. Pihak pengelola beralasan memberikan aturan baru ini untuk lebih mempererat hubungan antara para tamu tetap dengan pihak organisasi White selaku pengelola tempat lelang.


'Aturan macam apa ini, apa maksud dibalik aturan baru lelang ini? Sepertinya ada sesuatu yang terjadi, karena aku tidak yakin mereka akan melakukan aturan semacam ini tanpa alasan, memberikan aturan agar tamu vvip melelang satu barang, apakah mereka kekurangan benda untuk dilelang?' batin Firman.


"Apakah kamu sudah mengetahui tentang aturan itu?" tanya Firman menatap Gina yang ada di pangkuannya.


Gina menggelengkan kepalanya, "Belum, sepertinya itu adalah aturan baru yang dikeluarkan oleh pihak penyelenggara acara lelang, di dalam buku undangan hanya tertulis jika ingin melelang barang dipersilahkan menghubungi pihak penyelenggara, tapi tidak tertulis jika kita harus melelang barang."


Firman berpikir keras barang apakah yang akan ia berikan untuk dilelang, petugas lelang sudah berjalan menyusuri setiap ruangan tamu undangan vvip untuk meminta barang yang akan mereka lelang.


Barang yang dilelang terserah apapun bentuknya bebas, selagi itu ada harganya maka bisa digunakan untuk barang lelang, bukan hanya berbentuk barang saja sebenarnya.


Jika peserta ingin melelang manusia/budak juga boleh saja, karena ditempat ini tidak ada aturan yang melarang hal tersebut, jadi bebas ingin melelang apapun selagi ada harganya.


"Kita akan melelang apa sayang?" tanya Gina.


"Sebentar aku pikirkan," balas Firman memutar otak untuk mencari barang apa yang pas untuk dilelang.


Setelah berputar-putar di dalam pikirannya, Firman akhirnya menemukan sebuah barang yang bagus untuk dilelang. Firman merogoh kantung jas yang dikenakan olehnya berpura-pura seperti sedang mengambil sesuatu.


'System, beli sebuah cincin, terserah cincin apapun boleh,' ucap Firman dalam pikirannya.


[Ding … Membeli Sebuah Cincin …


Barang Dibeli : Cincin Red Stone


Harga : 1 Miliar


Jumlah Pembelian : 1


Total Harga : 1 Miliar.]


'Langsung tarus didalam kantung jas ku System.'


Lalu Firman mengeluarkan kotak tempat cincin yang dibeli dari shop System, kotak tersebut terlihat sangat mewah sekali karena ada hiasan berwarna emas di tengahnya berbentuk sebuah Naga.

__ADS_1


__ADS_2