
Chapter 97
Pagi hari pun tiba di desa tempat Firman tinggal sewaktu kecil, Firman sudah bangun saat suara ayam berkokok membangunkan para warga yang masih terlelap dalam tidurnya.
Keluarga pak Tono juga sudah bangun sejak subuh tadi, mungkin sudah kebiasaan bagi mereka untuk bangun pagi-pagi sekali untuk memulai aktivitasnya, sedangkan untuk Jia Li terlihat baru selesai mandi dan berganti pakaian karena ia merasa badannya sudah sangat lengket semua tidak mandi dari kemarin.
"Eh mbak siapa ya?" tanya anak gadis pak Tono.
"Nama ku Jia Li," jawab Jia Li seraya tersenyum kearah gadis yang usianya dibawah dia tersebut.
"Kakak siapa? Aku kok gak pernah lihat kakak tapi tau-tau udah ada di kamarku aja," gadis itu sepertinya sedang kebingungan mengapa Jia Li bisa ada dikamarnya padahal tadi pagi ia tidak melihat siapa siapa, mungkin karena masih gelap.
"Maaf ya, semalam aku menginap di sini karena sudah tidak ada tempat lagi diluar, oh iya nama kamu siapa?" ucap Jia Li sambil menjulurkan tangannya ingin bersalaman.
"Namaku Wati kak. Kakak Jia kenapa bisa ada di sini?" Wati membalas jabat tangan dari Jia Li kemudian melepasnya dan kembali bertanya.
"Kakak cuma ikutin apa kata cowok kakak aja," jawab Jia Li sambil berjalan menuju tas bawaannya yang berisikan perlengkapan make up untuk wanita.
"Emang cowok kakak siapa?" tany Wati semakin penasaran.
"Nanti juga kamu tau, sini dulu kamu biar kakak make over jadi lebih cantik," Jia Li menarik tangan Wati mendudukkannya di atas kasur lalu ia mulai memake up wajah Wati.
...........
Sementara itu Firman saat ini sedang berolahraga di luar rumah pak Tono yang mempunyai halaman yang luas, tampak ada banyak orang yang sedang berlalu lalang melewati rumah pak Tono pasti melirik kearah Firman.
Mereka penasaran siapakah laki-laki muda dan tampan itu, tak jarang juga para gadis-gadis kembang desa yang lewat juga tidak lupa menebar pesona di hadapan Firman berharap ia tertarik.
"Ibu dimana ya? Pak Tono juga belum cerita soal ibu hais.....makin pusing aku." melanjutkan olahraganya sampai selesai lalu Firman teringat akan misinya kemarin yang belum sempat dipasang.
"System pasang skill hadiah kemarin," ucap Firman yang sudah berada di belakang rumah pak Tono agar tidak ada yang mengetahui aktivitasnya.
[Ding......Memasang Skill Hadiah Dimulai.....
Memasang Ilmu Taekwondo Tingkat Master....
10%.....
20%.....
30%.....
40%.....
50%.....
60%.....
70%.....
80%.....
90%.....
100%.....
Memasang Ilmu Beladiri Taekwondo Telah Selesai.]
Firman merasakan tubuhnya menjadi semakin kuat dengan terbentuknya otot - otot halus yang tidak terlalu besar namun memiliki kekuatan yang sangat besar.
Pengetahuan tentang beladiri memasuki otaknya hingga muncul berbagai gambaran-gambaran tentang beladiri taekwondo di kepala Firman, tapi ada sesuatu yang aneh menurut Firman yang adalah efek dari pemasangan skill tingkat master yang biasanya ada efek yang lumayan menyakitkan kini malah tidak ada sama sekali, hanya rasa sakit sedikit saja.
"System, kenapa aku tidak merasakan sakit efek samping pemasangan skill master?" tanya Firman penasaran.
[Ding.....Tubuh Host Telah Menjadi Lebih Kuat Untuk Menerima Efek Dari Pemasangan Skill Master.....
Jadi Host Tidak Akan Merasakan Efek Seperti Dulu Hanya Ada Efek Kecil Saja Yang Dirasakan Oleh Host Pada Saat Memasang Skill.]
"Oh seperti itu"
[Ding.....Misi Harian Telah Dilaksanakan.....
Hadiah :Skill Kelistrikan Tingkat Tinggi.
Apakah Host Ingin Memasang Skill Hadiah?]
"Hmm sejujurnya aku kurang paham soal kelistrikan jadi langsung pasang saja System," ucap Firman dengan sangat bersemangat.
[Ding......Memasang Skill Hadiah Dimulai.....
Memasang Skill Kelistrikan Tingkat Tinggi......
20%......
40%.......
60%.......
80%.......
100%.......
Memasang Skill Kelistrikan Tingkat Tinggi Selesai.]
"System, cek statusku sekarang," ucap Firman yang penasaran karena sudah beberapa hari tidak melihat statusnya.
[Ding....Status Host......
Nama :Firmansyah
Usia. :17 Tahun
Title :Pelajar, Pebisnis, Pengusaha, Pembunuh Bayaran, Chef, Ahli Bela Diri, Ketua Geng, Komandan Kepolisian.
Kecerdasan :100% (Di Atas Manusia Rata Rata)
Kharisma :100% (Di Atas Manusia Rata Rata)
Kekuatan Fisik :100% (Di Atas Manusia Rata Rata)
Kekuatan Non Fisik :70% (Manusia Rata Rata)
Kekayaan / Bisnis :
FEMA CORPORATION (Salah Satu Anak Perusahaan TEKNA)
__ADS_1
TEKNA CORPORATION
RINGGATA CORPORATION
GENG SERIGALA HITAM (Ketua Geng)
Aset :
Toyota GR Supra.
Skyline.
Bugatti La Voiture Noire.
Pagani Huayra Imola.
Ducati Superleggera.
Nissan GT-R R35 Nismo.
Toyota Supra MK 4 (Full Modification)
Senjata :
Katana Sang Pembantai.
Skill :
Komputer Tingkat Tinggi.
Dokteran Modern Tingkat Tinggi.
Matematika Tingkat Tinggi.
Judo Tingkat Sedang.
Karate Tingkat Master.
Bisnis Saham Tingkat Tinggi.
__ADS_1
Skill Mengemudi Tingkat Tinggi.
Pengetahuan Umum Tingkat Tinggi.
Skill Memasak Tingkat Tinggi.
Skill Senjata Api Tingkat Tinggi.
Ilmu Berpedang Tingkat Master.
Skill Bahasa Tingkat Tinggi.
Skill Pembunuh Bayaran Tingkat Tinggi.
Skill Mekanik Mesin Tingkat Tinggi.
Beladiri Pencak Silat Tingkat Master.
Skill Menyelam Tingkat Tinggi.
Skill Mengambar Tingkat Tinggi.
Ilmu Kemiliteran Tingkat Tinggi.
Skill Menjinakan Segala Jenis Hewan Tingkat Tinggi.
Ilmu Beladiri Taekwondo Tingkat Master.
Skill Kelistrikan Tingkat Tinggi.
Pasangan :
-Rina Kusuma (Rasa Cinta 100% Max)
-Ika Wicaksono (Rasa Cinta 100% Max)
-Anggita (Rasa Cinta 100% Max)
-Jia Li (Rasa Cinta 100% Max)
Status.......]
"Hah? Mengapa ada senjata di statusku? " ucap Firman terkejut dengan adanya list tambahan tersebut.
[Ding......Itu Untuk Lebih Mempermudah Host Mengetahui Senjata Yang Host Gunakan.]
"Oh baiklah. Sebaiknya aku balik ke rumah pak Tono dan bertanya padanya agar mau bercerita tentang masalah ibu." Firman berjalan kedepan kembali masuk kedalam rumah pak Tono dan melihat ada pak Tono yang baru pulang dari pasar barusan.
"Eh nak Firman, sini duduk," ucap pak Tono menyuruh Firman duduk disampingnya sambil ditemani secangkir kopi yang dibuatkan oleh istri pak Tono.
"Pak, bisakah bapak cerita soal ibu?" tanya Firman yang sudah sangat tidak sabar ingin mengetahui ibunya sekarang.
"Huh.....baiklah, bapak akan cerita mulai dari awal sampai saat ini," ucap pak Tono memulai bercerita tentang kejadin yang menimpa desa ini beberapa waktu lalu.
Ditemani semilir angin pedesaan di pagi hari yang membuat suasana menjadi sangat tenang dan nyaman, banyak para warga yang sedang berlalu lalang melewati rumah lk Tono pasti menyapa karena pak Tono jug merupakan salah satu tetua yang ada di desa tersebut jadi wajar jika orang-orang akn menaruh hormat padanya.
__ADS_1
*Jangan lupa like dan dukungannya teman teman.
...Terima Kasih...