
Chapter 186
Didalam perjalanan yang cukup panjang ini, Firman dan Gina banyak mengobrol mengenai banyak hal, khususnya Firman yang bertanya-tanya mengenai berbagai organisasi yang ada didunia bawah dan dengan senang hati Gina menjelaskan semuanya.
Setelah kurang lebih 6 jam perjalanan yang mereka berdua lakukan, akhirnya mereka sampai ditempat tujuan yang dimana letak kota diadakannya acara pelelangan yang dilakukan oleh organisasi pelelangan atau White.
Firman pergi menuju sebuah bangunan hotel yang telah dipesan sebelumnya oleh Gina, benar sekali kata Gina waktu tadi saat Firman bertanya apakah sudah mengurus semuanya apa belum.
Ternyata Gina sudah mempersiapkan semuanya sampai hotel untuk tempat mereka menginap juga telah dipesan olehnya supaya saat sampai tinggal datang dan langsung istirahat sebelum nanti malam memulai acaranya.
Firman memarkirkan mobilnya di dalam sebuah parkiran bawah tanah yang ada di bawah gedung hotel tersebut, lalu mereka berdua berjalan menuju lobby hotel dengan membawa barang-barang bawaan mereka kedalam.
Sesampainya di depan pintu hotel, mereka langsung masuk kedalam kemudian berjalan menuju meja resepsionis untuk menanyakan kamar yang sudah dipesan oleh Gina sebelumnya.
"Selamat datang di hotel kami, apakah anda sudah melakukan reservasi sebelumnya?" tanya seorang wanita resepsionis.
"Sudah," jawab Gina dengan nada dinginnya.
"Mohon maaf, dengan atas nama siapa?" tanya resepsionis kembali dengan wajah yang terlihat agak takut karena tatapan Gina tanpa ekspresi yang membuatnya tertekan.
"Gina Natasya," jawab Gina singkat.
Setelah itu wanita resepsionis tersebut mencari data pemesanan kamar yang dipesan oleh Gina ada dimana, setelah menemukan nya, resepsionis tersebut mengambil sebuah kartu yang merupakan kunci untuk membuka kamar hotel.
"Mari saya antar Tuan dan Nona ke dalam kamar yang sudah dipesan," ujar resepsionis tersebut dengan nada sopan.
Firman dan Gina berjalan mengikuti wanita resepsionis tersebut menaiki lift lalu sampai di lantai paling atas gedung hotel tersebut yang memiliki ketinggian yang lumayan tinggi, sekitar 15 lantai itu sudah lengkap fasilitasnya, mulai dari kamar berbagai tipe sampai restoran dan sarana olahraga dan kolam renang umum dan pribadi.
Setelah berjalan beberapa menit, akhirnya mereka sampai di depan pintu kamar tempat mereka akan menginap untuk beberapa hari. Resepsionis tadi memberikan kartu yang merupakan kunci kamar kepada Firman kemudian dia pamit pergi untuk melanjutkan pekerjaanya kembali.
"Sayang, bisakah kamu lebih cepat lagi membuka pintunya, aku sudah kelelahan sekali membawa tas ini," ucap Gina yang mengeluh punggungnya sakit.
Gina padahal hanya membawa satu buah tas punggung yang merupakan milik Firman, sedangkan untuk tiga buah koper yang berisi barang milik Gina semuanya dibawakan oleh Firman karena tidak tega melihat sang kekasih kelelahan membawa banyak barang.
"Padahal hanya membawa satu tas kecil, sedangkan aku membawa tiga koper besar," balas Firman menyindir Gina.
"Salah kamu sendiri tadi tidak mau ditawari untuk dibawakan barangnya oleh pelayan tadi!" ucap Gina tak terima.
"Apa kamu mau barang-barang bawaan mu ini sampai ketahuan oleh mereka?! Barang yang dibawakan oleh pelayan biasanya akan di cek terlebih dahulu apa kau tau itu!" ujar Firman merasa tak habis pikir dengan kekasihnya tersebut.
Gina yang menyadari kesalahanya menjadi diam tidak berani membantah ucapan yang dikatakan oleh Firman, memang benar yang dikatakan oleh Firman barusan.
Bisa saja barang bawaan Gina ketahuan oleh petugas hotel lalu mereka melaporkan hal tersebut kepada pihak berwajib yang bisa saja membuat masalah yang dialami oleh Firman semakin besar.
Namun jika hanya petugas keamanan polisi Firman masih bisa menghadapinya dengan mudah, namun Firman takut jika sampai kedatangan mereka berdua diketahui oleh kelompok lainnya, apalagi kalau sampai ketahuan organisasi White.
__ADS_1
Karena peraturan paling penting dalam menghadiri acara pelelangan adalah dilarang membawa senjata dalam bentuk apapun, jika ada yang ketahuan membawa senjata dalam acara, dia akan diberikan sanksi tidak dapat masuk kedalam tempat pelelangan atau tempat milik organisasi White lainnya selamanya.
"Sudahlah jangan dipikirkan." Firman membuka pintu tempat kamar hotel yang akan mereka tempati.
Setelah mereka berdua masuk kedalam, terlihatlah kamar hotel yang sangat mewah dengan berbagai fasilitas kelas atas, memang kamar yang dipesan oleh Gina ini merupakan kamar dengan kualitas paling tinggi.
Dengan satu buah kasur besar yang memiliki pemandangan langsung menghadap ke arah kota dengan perbukitan yang indah sekali dipandang mata, lalu fasilitas lainnya seperti dapur yang sangat bersih dengan kulkas yang isinya full bahan masakan.
Kemudian kamar mandi yang berada di samping kamar tidur terlihat sangat mewah dengan kolam kecil pribadi yang membuatnya bisa digunakan untuk berendam air hangat.
Dinding untuk menutupi kamar mandi tersebut juga hanya berupa kaca yang dapat berubah transparan ataupun tidak tergantung keinginan orang yang menggunakannya, karena kacanya menggunakan bahan khusus yang dikendalikan melalui remote control.
"Wah ... pemandangannya indah sekali," ujar Gina setelah meletakkan tas bawaan nya di tempatnya.
"Bereskan semua barang bawaan, jangan sampai berserakan karena aku tidak suka hal yang berantakan!" ujar Firman tegas.
Gina hanya dapat menuruti apa saja yang dikatakan oleh Firman karena dirinya tidak berani melawan Firman, apalagi sebagai seorang wanita yang baik memang sudah seharusnya harus melayani laki-lakinya dengan baik.
Sementara Gina merapikan barang bawaan mereka berdua, Firman memilih duduk disebuah kursi santai yang terletak diluar balkon kamar tersebut.
Balkon tersebut letaknya berada diatas ketinggian membuat siapa saja yang berada disana dapat melihat pemandangan kota yang sangat indah dengan gedung tinggi dan perbukitan kecil yang ditutupi oleh salju hingga merubahnya jadi berwarna putih.
"Sepertinya waktu santai yang aku rencanakan akan gagal hahaha." Firman menertawakan kemalangannya karena selalu terkena masalah dimanapun ia berada.
Berita acara pelelangan yang akan diadakan hari ini membuat Firman dengan terpaksa harus datang untuk mencari informasi supaya bisa menyelesaikan semua masalahnya yang sedang dihadapinya saat ini.
Melelahkan memang karena harus melakukan semuanya sendiri, meskipun ada Gina dan beberapa anak buahnya yang membantu, tapi Firman selalu menyelesaikan semuanya sendiri pada akhirnya.
"Sepertinya aku harus menjadwalkan liburan nanti," ucap Firman memandang keindahan alam yang ada didepanya.
"Sayang masuklah, jangan terlalu lama diluar karena hawa dingin bisa membuat kamu sakit," panggil Gina dari dalam kamar hotel setelah selesai membereskan barang-barangnya dan milik Firman.
Firman kemudian kembali masuk kedalam kamar hotel lalu istirahat sebentar melakukan beberapa hal seperti menghubungi para kekasihnya yang berada jauh disana.
Memang tidak dapat dipungkiri bahwa Firman sangat merindukan kehadiran mereka semua disampingnya saat ini, apalagi Firman tengah dalam kondisi yang sangat membutuhkan suport dari orang terdekatnya.
Meskipun begitu tapi Firman tetap harus berusaha keras agar lebih cepat bertemu dengan para kekasihnya dan bisa berkumpul bersama kembali tanpa harus takut bahaya yang mengintai terus-menerus.
Firman mendapatkan panggilan telepon video dari Rina yang langsung segera diangkatnya, lalu terlihatlah Rina yang sepertinya masih berada di sekolahnya dan dengan wajah sedihnya.
"Sayang ...! Aku kangen banget sama kamu huaa ... hiks ... hiks ..." ucap Rina yang saat ini tengah berhubungan melalui sambungan video call handphone dengan Firman.
"Iya nanti setelah urusanku selesai aku akan langsung pulang," ujar Firman tersenyum membalas ucapan Rina.
"Cepatlah pulang, aku dan saudari yang lain sudah sangat merindukanmu, minggu depan juga sekolah sudah akan masuk kembali," ucap Rina mengingatkan Firman.
__ADS_1
Mendengar ucapan Rina tentang sekolah yang kembali masuk, Firman teringat kembali jika dirinya ingin masuk sekolah lagi saat semester sudah usai, jadi Firman langsung masuk kedalam kelas 12 tanpa harus mengikuti ujian apapun.
"Oh iya, tolong urus perpindahan sekolahku, jika kamu kesulitan dalam urusan persyaratan bisa langsung bertanya ke Kalina, dia yang mengurus semua dokumen perpindahan sekolahku dan syarat-syaratnya," ucap Firman.
"Baik sayang, lalu kapan kamu akan kembali?" tanya Rina dengan wajah sedih dan mata berkaca-kaca ingin menjatuhkan air mata lagi.
"Tunggu saja beberapa hari lagi aku akan kembali, saat itu mungkin aku akan langsung masuk sekolah," jawab Firman.
"Cepatlah pulang! Aku sudah sangat merindukan milikmu itu sayang hehehe ..." kata Rina dengan nada menggoda.
Firman tidak habis pikir dengan kekasih termudanya itu, sifat Rina yang sering berubah drastis dalam waktu singkat membuat Firman bingung bagaimana cara yang tepat untuk menghadapi Rina.
Kadang sedih tetapi ia juga kadang langsung berubah bahagia, entah bagaimana caranya tapi yang pasti Firman hanya bisa pasrah saja mempunyai kekasih seperti Rina yang suka berubah-ubah sifat secara cepat.
Firman mengobrol dengan Rina beberapa menit sebelum menutupnya dengan salam sayang yang disampaikan oleh Rina untuk Firman, memang mereka hanya mengobrol berdua saja karena Rina saat itu sedang berada diluar tepatnya di sekolah untuk melakukan beberapa kegiatan.
Setelah selesai mengobrol dengan Rina melalui handphone, Firman beranjak dari kasurnya pergi menuju ruangan yang digunakan untuk tempat bersantai, ruangan yang ada sofa untuk bersantai serta beberapa barang lainnya, mirip seperti ruang keluarga.
Disana terlihat Gina yang sedang duduk sambil memakan cemilan di tangannya, Gina duduk di sofa melihat-lihat semua senjata yang ia bawa kemarin, semua senjata tersebut dikeluarkan olehnya lalu ditata diatas meja dengan rapi.
"Kamu akan membawa yang mana?" tanya Firman yang baru datang langsung duduk disebelah Gina.
"Entahlah, akan sulit untuk membawa senjata ke tempat pelelangan karena penjagaan disana sangatlah ketat, jika sampai aku ketahuan membawa senjata bisa di blacklist selamanya nanti," jawab Gina.
"Ya Sudah jangan membawa senjata saja," ujar Firman yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Gina.
"Lalu aku jika ada musuh nanti bagaimana cara melawannya? Kamu tau sendiri jika pertarungan tangan kosong ku belum terlalu mahir," balas Gina menunduk sedih.
Firman memeluk Gina lalu berkata, "Sudahlah, lagipula kamu pikirkan lagi, siapa yang berani membuat keributan di tempat pelelangan, yang masih nekat mencari ribut disana pasti dia juga sedang mencari kematian."
"Kamu benar juga, tapi kita harus mempersiapkan banyak senjata di dalam mobil, karena aku sangat yakin jika baru keluar dari pelelangan nanti pasti akan banyak orang yang melakukan keributan yang sudah pasti kita akan ikut terseret didalamnya," ujar Gina.
Mereka berdua lalu mempersiapkan semua peralatan yang dibutuhkan untuk nanti malam pergi ke acara pelelangan, Firman mengingatkan agar Gina jangan terlalu banyak membawa senjata agar tidak susah nantinya saat terjadi masalah.
Kalau Gina membawa banyak senjata itu bisa digunakan oleh pihak lawan jika mereka mengalahkan Gina, oleh sebab itu Firman menyuruh Gina hanya membawa 5 senjata saja, 3 berukuran kecil berupa pistol berbagai jenis, lalu sisanya senjata laras panjang berbagai ukuran dan jenis.
"Kamu jika ingin mengambil senjata ambil saja, aku masih memiliki banyak senjata yang belum dipakai," ucap Gina menawari Firman.
"Tidak perlu, aku hanya butuh ini saja," jawab Firman mengeluarkan senjata andalannya yaitu katana Sang Pembantai dari dalam koper besar yang berisi senjata Gina.
Firman menitipkan katana miliknya disana karena jika dibawa dengan memasukanya didalam tas maka tidak akan muat, apalagi Firman tidak mau menarik perhatian orang-orang jika melihat katana miliknya yang sangat indah tersebut.
"Oh ... iya aku lupa, kamu kan si pengguna Katana yang membantai tiga kelompok besar hanya menggunakan dua Katana ditangan hahaha," ujar Gina dengan nada menggoda Firman.
Memang sangat benar sekali apa yang dikatakan oleh Gina tersebut, Firman memang seorang pengguna katana yang bisa dikatakan cukup hebat karena dapat melakukan berbagai gerakan baik itu untuk perlawanan maupun untuk bertahan dari serangan musuh.
__ADS_1