
Chapter 73
Firman berjalan mengendarai mobilnya jalan jalan mengelilingi kota menikmati waktu pagi hari yang nampak para warga sedang beraktifitas dengan kesibukan masing masing.
Namun saat Firman sedang jalan jalan menikmati jalanan kota, tiba tiba dari belakang Firman ada beberapa buah mobil yang melaju dengan kencang menyalip Firman.
Awalnya Firman berfikir jika itu rombongan mobil orang kaya dan para pengawalnya yang sedang terburu buru, tetapi saat melihat mobil berikutnya yang sedang mengejar rombongan di depan tadi Firman langsung terkejut sebab mobil yang mengejar rombongan di depan tadi jumlahnya lebih banyak bahkan ada beberapa mobil yang dilengkapi dengan senjata besar.
"Apa apaan mereka, bisa bisa nya di jalanan pake mobil perang seperti itu, mana senjatanya banyak banget." Ucap Firman agak kesal.
Tutttt.....Tuttt.......
Suara sirine mobil polisi terdengar dari belakang Firman yang ternyata juga ikut mengejar dua rombongan mobil di depan Firman tadi yang telah menyalipnya.
Kebetulan Firman melihat ada Angel yang sedang mengendarai mobil patroli kepolisian ikut mengejar rombongan mobil di depan tadi.
Kemudian Firman mengambil handphone nya lalu menelpon nomor Angel untuk bertanya apa yang sebenarnya terjadi di sini hingga ada tiga rombongan mobil yang saling kejar kejaran satu sama lain.
"Halo Angel, aku Firman saat ini sedang berada di belakangmu tepat, bisa kau ceritakan kenapa terjadi kejar kejaran mobil di sini?" Tanya Firman langsung saat Angel mengangkat teleponnya.
"Aku tidak bisa menjelaskannya sekarang, tapi yang pasti ini semua berhubungan dengan beberapa geng dan mafia luar negeri yang sedang melakukan transaksi di negara ini, jadi kami berusaha mengungkapnya." Jawab Angel langsung mematikan teleponya dan kembali fokus ke jalan.
Firman penasaran bagaimana kelanjutan kejadian ini, mendengar dari jawaban Angel tadi Firman jadi semakin penasaran bagaimana para geng dan mafia tersebut apakah bisa lolos dari cidukan pihak kepolisian atau malah mereka akan lolos dengan mudah, mengingat jika kelompok mafia sangat sulit ditangkap apalagi jika sudah memiliki pelindung dibelakangnya.
Firman mengikuti mereka dan ikut dalam aksi kejar kejaran tersebut dengan menggunakan mobil mewahnya, kecepatan mobil Firman dengan mudah bisa menyalip beberapa anggota kepolisian yang hanya menggunakan mobil patroli biasa.
Sampai akhirnya Firman berada tepat di belakang rombongan mobil kedua yang menyalip Firman tadi. Firman berusaha mendekati mereka agar lebih mudah mengetahui apa yang sedang dilakukan kelompok tersebut.
Ternyata saat Firman sudah dekat dengan salah satu mobil berwarna hitam tersebut, ia melihat ada beberapa orang yang menggunakan pakaian serba hitam formal di dalam mobil beserta senjata api yang sudah siap digunakan.
Firman dapat melihat hal tersebut karena kemampuan fisiknya yang diatas rata rata yang membuat penglihatan, penciuman, pendengaran semua indra nya menjadi lebih sensitif dari manusia biasa.
[Ding......Misi Terdeteksi.......
__ADS_1
Misi :Kalahkan Kelompok Mafia Yang Sedang Host Kejar......
Hadiah :Bela Diri Kungfu Tingkat Master.
Hukuman :Host Akan Koma Selama Satu Tahun.
Waktu :Tidak Terbatas.]
"Wah ini baru namanya misi, mari kita beraksi hehehe." Ucap Firman merasa senang karena mendapatkan misi yang menantang baginya.
Langsung saja Firman menginjak pedal gas nya hingga berhasil menyalip mobil para mafia yang ada di depanya tadi dan sekarang Firman yang berada di depan.
Terlihat rombongan para mafia tersebut tidak menyukai Firman yang menyalip mereka dan langsung salah satu diantara mafia itu mengeluarkan senjata apinya dan menembaki Firman dari jendela.
Dor......Dor.......Dor.......Dor.......Dor........
Suara tembakan beruntun terdengar sangat nyaring mengenai body mobil Firman hingga beberapa bagian tampak rusak akibat terkena peluru senjata api.
"Mobil baru beli sudah rusak saja, haishh.....Kurang ajar kalian berani beraninya merusak mobil hadiah dati kekasihku!" Ucap Firman merasa kesal saat dirinya terus ditembaki oleh para mafia tersebut.
Firman yang melihat saat ini mereka masih ada di perkotaan yang sangat berbahaya, bisa saja aksi para mafia itu mengenai masyarakat umum yang sedang melintas hingga mengakibatkan korban jiwa yang tidak diinginkan.
"Aku harus memancing mereka ke jalan yang sepi agar tidak ada korban yang berjatuhan." Ucap Firman melajukan mobilnya ke arah pinggiran kota.
Firman menelpon ayah dari Ika yaitu Angga Wicaksono yang adalah pimpinan tertinggi kepolisian negara, Firman meminta bantuan pada Angga untuk membantunya mengalahkan para mafia tersebut.
"Halo om, ini saya Firman." Ucap Firman setelah teleponnya diangkat.
"Ada apa Firman? Om saat ini sedang melakukan misi penting menangkap gerombolan musuh." Balas Angga yang terdengar sedang dalam kondisi sulit.
"Apakah itu kelompok mafia yang menggunakan mobil hitam om?" Tanya Firman memastikan.
"Iya kamu benar, bagaimana kamu bisa tau?" Angga merasa heran bagaimana Firman tau akan hal itu.
__ADS_1
"Kebetulan Om, aku sekarang juga sedang berada di depan mobil para mafia itu dan mengarahkan mereka menuju ke jalan yang sepi agar meminimalisir korban yang berjatuhan." Ucap Firman yang membuat Angga terkejut dan langsung meminta anak buahnya untuk memperlihatkan gambar dari drone yang digunakan untuk memantau jalan para mafia tersebut.
Angga saat ini berada pada markas kepolisian pusat sedang memantau para anak buahnya yang kejar kejaran dengan mafia tersebut.
Di layar depan yang sangat besar terlihat gambar mobil yang sedang kejar kejaran, mobil polisi paling belakang sedangkan di depannya mobil para mafia berwarna hitam lalu sebuah mobil mewah Toyota Supra yang melaju kencang memancing para mafia agar menjauh dati ramainya kota.
"Itu menantuku!! Kalian cepat hubungkan radio di sini dengan yang ada di mobil paling depan itu!" Ucap Angga memerintahkan anak buahnya.
"Baik pak." Jawab si anak buah langsung melaksanakan perintah atasan nya.
Firman sedang sangat fokus mengendarai mobilnya dengan tetap dihujani beberapa tembakan yang untungnya tidak membuat mobilnya terhenti.
"Ha....Halo Firman.....Halo." Suara radio terdengar agak putus putus di dalam mobil Firman.
Mendengar suara itu Firman langsung memperbaiki sedikit radio nya agar bisa berkomunikasi lebih baik.
"Halo...Halo." Ucap Firman membalasnya.
"Firman ini aku, kamu bisa bawa mereka ke daerah hutan agar tidak ada korban." Ucap Angga melalui radio komunikasi.
"Baik Om, aku punya rencana untuk mengalahkan mereka, tapi aku boleh meminta beberapa orang untuk membantuku dan memberikan beberapa senjata agar bisa mengalahkan mereka." Ucap Firman.
Sedangkan di ruangan markas pusat saat ini banyak orang yang tampak ragu untuk mengikuti ucapan dari Firman, bukan karena alasan mereka ragu hal ini disebabkan Firman bukanlah anggota dari kepolisian yang membuat mereka ragu bahwa rencana Firman akan berhasil.
Tapi Angga sangat yakin dengan menantunya tersebut, ia sangat percaya pada kemampuan Firman jadi tanpa ragu Angga langsung memerintahkan anggota yang kejar kejaran dengan kelompok mafia segera mengikuti rencana dari Firman.
"Maaf Pak, tapi bukanya tidak sepatutnya kita mengikuti arahan dari orang biasa yang belum tentu bisa melakukan hal ini." Ucap salah satu petinggi kepolisian yang menentang hal ini.
"Diam!! Aku percaya pada kemampuan nya, jika kau tidak terima dengan keputusanku maka silahkan kau lakukan rencanamu sendiri dan kejar kejaran dengan kelompok mafia itu!!" Ucap Angga tegas menanggapi protes dari bawahan nya tersebut.
Para anggota yang lain pun hanya bisa terdiam karena takut jika mereka salah bicara bisa mengakibatkan posisi atau jabatan mereka terancam turun, lebih baik mengikuti perintah pimpinan mereka saja daripada mengambil resiko.
*Jangan lupa like dan dukungan nya teman teman.
__ADS_1
...Terima Kasih...