
Chapter 52
Sebelum mulut Anggita berteriak, tiba tiba Firman langsung mencium bibir merah muda wanita tersebut.
Anggita langsung membesarkan matanya sangking terkejut nya dengan tindakan Firman yang sangat tiba tiba.
Firman terus mencium Anggita dengan kasar, bukan hanya ciuman biasa tetapi sebuah ciuman yang sangat dalam.
Tangan Anggita mencoba untuk melepas cengkraman Firman tetapi semua usahanya sia sia.Firman malah semakin dalam menciumnya.
Emm.....Eummmm.....
Suara Anggita berusaha lepas dari ciuman Firman, tapi lama kelamaan Anggita mulai menikmati ciuman tersebut.
Anggita mengalungkan tanganya ke leher Firman dengan mesra dan membalas ciuman Firman.
Mulut Anggita dibuka yang membuat Firman bisa dengan leluasa menjelajahi bagian dalam wanita tersebut.
Mereka berciuman hingga beberapa menit lalu akhirnya Firman melepas ciuman mereka dengan air liur yang saling bertautan.
Wajah Anggita nampak memerah seperti menahan sesuatu, sedangkan Firman nampak tersenyum penuh kemenangan setelah berhasil membuat Anggita terdiam.
"Gimana? Masih mau menggodaku lagi?" Firman berbicara tepat di telinga Anggita.
Anggita langsung menegang saat mendengar bisikan Firman di telinganya. Darahnya seakan berdesir hingga membuat wajahnya memerah lantaran malu digoda balik oleh Firman.
"A....Apa maksud tuan...." Ucap Anggita mencoba mengelak.
"Hahahaha kau masih terlalu cepat seratus tahun jika mau menggodaku." Balas Firman tertawa.
Anggita pun hanya diam saja meskipun di hatinya sangat senang ciuman pertamanya diambil oleh Firman, satu satunya orang yang membuat Anggita tertarik.
"Tuan, anda harus bertanggung jawab karena barusan adalah ciuman pertama ku hihihi ~ " Ucap Anggita tertawa senang.
"Hah? Aku sudah memiliki 2 kekasih." Ucap Firman singkat.
Anggita bukanya marah tapi malah memeluk Firman lalu mencium sekilas bibir Firman dan mengalungkan tangannya pada leher Firman kembali.
"Wajar jika seorang yang sangat hebat sepertimu memiliki banyak wanita, aku tidak memaksamu untuk menjadikan ku sebagai kekasih.
Aku jadi simpanan mu saja sudah bahagia, kamu bisa memakaiku jika merasa kurang dengan para kekasihmu, Sayang ~ " Ucap Anggita dengan nada menggoda.
"Tidak, aku bukan laki laki yang seperti itu, jika aku mengambil keuntungan dari wanita maka wanita itu adalah pasangan ku." Balas Firman tegas menatap mata indah Anggita.
Anggita yang mendengar jawaban Firman menjadi sangat bahagia. Ia tidak menyangka Firman yang masih sangat muda bisa memiliki pemikiran dewasa seperti itu.
"Kamu sungguh sangat pintar sayangku ~ " Ucap Anggita menenggelamkan kepalanya pada dada bidang Firman.
Firman menatap dua buah gumpalan besar yang tercetak ketat di baju Anggita.
Tangan Firman lalu mulai bermain main dengan langsung meremas gumpalan itu dengan tangan kanan nya.
__ADS_1
Anggita yang sedang bermanja manja pada Firman menjadi kaget seketika saat mendapatkan perlakuan seperti itu oleh Firman.
Sekilas info saja, Anggita walaupun usianya sudah matang tetapi ia sama sekali belum terjamah oleh laki laki.
Memang banyak banyak mantan kekasih Anggita, tetapi saat bersama mantan kekasihnya Anggita sama sekali tidak melakukan apapun.
Ini adalah kali pertama Anggita merasakan sentuhan dari seorang Pria, walaupun laki kaki tersebut usianya di bawah nya jauh.
"Sayang ~ kalau mau pegang bilang aja." Ucap Anggita seraya mencondongkan tubuhnya agar Firman lebih mudah bermain main.
Firman langsung bermain dengan Anggita, Firman memasukan tanganya kedalam baju Anggita hingga membuat si empunya gunung menjadi mengerang kenikmatan saat jari jari Firman dengan sangat lihai bermain dengan nya.
"Sayang ~ teruskan...." Anggita sudah tidak bisa berpikiran jernih lagi hingga bagian atas bajunya telah terbuka semua.
Firman terus bermain dengan kedua gumpalan milik Anggita hingga Anggita terus meracau kenikmatan.
Tapi saat Anggita akan mencapai puncaknya, Firman berhenti dengan aksinya lalu memperbaiki pakaian Anggita hingga rapi kembali.
Anggita tampak bingung dan kesal dengan perbuatan Firman yang tiba tiba berhenti saat dirinya akan mencapai puncak.
"Kenapa berhenti!?" Tanya Anggita kesal.
"Aku mau pulang dan mengantar Ika kembali ke rumahnya, lalu pergi kerumah teman untuk membahas bisnis." Jawab Firman mengangkat Anggita dari pangkuannya lalu ia berdiri.
"Rapikan bajumu dan pulanglah, besok kita bertemu lagi." Lanjut Firman akan pergi dari sana.
Sebelum pergi Anggita mencium Firman lebih dulu dan membisikan sesuatu pada Firman yang dibalas anggukan kepala olehnya.
Sedangkan di sisi Anggita saat ini sedang tersenyum sembari memegangi bibir atas dan bibir bawahnya yang sudah basah.
"Ugh.....Nanti saja aku selesaikan bersama sayangku, aku tidak menyangka akan jatuh cinta pada seorang bocah hihihi." Ucap Anggita lalu pergi dari ruangan tersebut sambil membawa berkas berkas Firman tadi.
...............
Firman sampai di restoran awal tempatnya makan tadi, dan di sana tampak Ika yang sendirian menunggu Firman datang dengan.
"Sudah lama nunggunya?" Tanya Firman duduk disamping Ika.
"Gak kok, baru aja duduk. Kamu udah selesai urusanya?" Balas Ika bertanya balik.
"Sudah, ayo kita pulang." Ucap Firman.
Lalu mereka pun pergi keluar menuju parkiran untuk mengambil motor dan pergi kembali mengantarkan Ika pulang ke rumahnya.
"Rumah kamu dimana?" Tanya Firman agak berteriak karena saat ini mereka sedang di atas sepeda motor.
"Rumahku ada di samping rumahnya Rina, kita satu komplek." Jawab Ika.
Brom.....
Suara motor Firman menggelegar memecah ramainya kota menuju komplek perumahan PEVI GARDEN alamat Ika.
__ADS_1
Setelah perjalanan sekitar 30 menit akhirnya mereka sampai di depan rumah Ika yang langsung disambut oleh satpam di sana.
"Halo nona selamat datang, halo tuan." Ucap satpam menyapa mereka.
"Iya pak." Balas Firman.
"Aku turun di sini aja, kamu langsung pulang atau mau kemana dulu?" Tanya Ika melepas helm nya dibantu Firman.
"Mungkin aku mau kerumah Rina dulu sambil bahas masalah bisnis sama Paman Rudi." Jawab Firman.
"Yaudah hati hati ya, Chup." Sebelum pergi masuk kedalam rumahnya, Ika terlebih dahulu mencium pipi Firman laku langsung lari ke dalam rumah dengan wajah memerah.
"Tuan pacarnya Non Ika ya?" Tanya pak satpam melihat interaksi keduanya.
"Iya pak, saya pamit dulu pak permisi." Ucap Firman laku melajukan motornya ke rumah Rina yang ada tepat di samping rumah Ika.
"Pacarnya Non Ika ganteng banget, beruntung Non Ika dapetin dia." Ucap pak satpam melanjutkan kerjanya.
……….
Firman sudah sampai di rumah keluarga Kusuma dan memarkirkan motornya di depan karena satpam rumah yang menjaganya.
"Rina nya ada pak?" Tanya Firman pada satpam.
"Ada tuan di dalam." Jawab Satpam.
Firman pun masuk kedalam halaman rumah lalu menuju pintu depan untuk masuk.
Tok.....Tok.....Tok.....
Firman mengetuk pintunya dengan keras, walaupun ada bel di sebelahnya tetapi entah kenapa Firman lebih memilih mengetuk secara manual saja.
Mungkin efek dari permainan panasnya dengan Anggita tadi hingga membuatnya kurang fokus, siapa yang tahu ya kan.
Lalu tak lama ada seorang pelayan yang membukakan pintu dan mempersilahkan Firman masuk karena pelayan itu sudah mengetahui bahwa Firman adalah kekasih Nona mudanya.
Firman dipersilahkan duduk di ruang tengah lalu pelayan kembali dengan membawa minuman untuk Firman.
"Bi, bisa tunjukan kamar Rina dimana?" Ucap Firman meminta tolong.
"Mari tuan saya antarkan." Jawab si pelayan.
Mereka laku naik ke lantai atas sampai di sebuah kamar dengan pintu berhiaskan sebuah tulisan yang ada nama Rina di sana.
"Ini tuan kamar Non Rina." Ucap pelayan.
"Terima kasih ya Bi." Balas Firman lalu si pelayan kembali melanjutkan pekerjaannya.
*Jangan lupa like dan dukungan nya teman teman.
...Terima Kasih...
__ADS_1