Takdir Cinta Adeeva

Takdir Cinta Adeeva
Bab 103


__ADS_3

"Kamu ke mana saja?" bentak Kyara kesal.


Ingin hati bersikap manis pada sang suami, tapi apa boleh buat saat ini dia merasa sangat lapar, sedangkan persediaan stok makanan di apartemen sama sekali tidak ada.


"Aku sedang sibuk bekerja," jawab Axel memberi alasan.


"Memangnya ada apa?" tanya Axel sama sekali tidak merasa bersalah.


"Kau akan membiarkan aku mati kelaparan di sini?" tanya Kyara kesal pada suaminya.


Tadi pagi Kyara telah memberitahukan suaminya bahwa persediaan makanan yang di kulkas sudah habis.


"Ya ampun, cuma masalah sepele saja dibikin ribut," gerutu Axel.


"Masalah sepele kau bilang? kalau istrimu ini mati di sini, kau juga yang repot!" ujar Kyara terus menggerutu.


"Alah, lebay! Baru juga telat makan beberapa jam kau sudah heboh seperti kebakaran jenggot, ya udah aku langsung pulang," ujar Axel.


"Cepat, ya. Aku sudah tidak tahan menahan rasa lapar ini," ujar Kyara.


Kyara pun memutuskan panggilannya, lalu dia mengirimi Axel sebuah pesan.


"Sebelum ke apartemen jangan lupa beli makanan untukku, aku mau ayam geprek, nasi soto, roti bakar dan martabak Mesir."


Kyara mengirim pesan itu pada sang suami berharap makanan yang diinginkannya itu sudah ada saat sang suami sampai di rumah.


Axel menghela napas panjang membaca pesan yang dikirim oleh sang istri.


"Dia mau makan atau apa, sih?" gerutu Axel.


Meskipun Axel merasa Sangat kesal, tapi dia tetap membelikan pesanan yang diminta Kyara sebelum sampai di apartemen miliknya.


Sesampai Axel di apartemen, Kyara langsung menghambur menghampiri sang suami.


"Mana makanan untukku?" tanya Kyara.


Dia benar-benar sudah sangat lapar.


Wanita itu langsung mengambil beberapa kantong plastik yang dibawa oleh sang suami.


Dia membawa kantong plastik itu langsung ke meja makan.


Setelah itu dia mengambil piring untuk dirinya seorang.


Saking laparnya, Kyara lupa mengambilkan piring untuk sang suami.


Dia menyantap menu ayam geprek terlebih dahulu.


Axel mengikuti Kyara hingga ruang makan, dia hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah sang istri yang seperti belum makan selama 3 hari.


Kyara menyantap makanan itu dengan lahap, tak berapa menit Kyara pun menghabiskan menu ayam gepreknya setelah itu Kyara mengambil sebuah mangkok, lalu dia berpindah menyantap nasi soto yang juga dibelikan oleh Axel.


Dia pun mulai menyantap nasi soto itu, Axel membulatkan bola matanya saat melihat sang istri yang sudah berpindah ke mangkok nasi sotonya.


"Ada apa dengannya? Kenapa dia makan selahap itu? Apa jangan-jangan dia kesurupan aku tinggal sendiri di sini?" gumam Axel bergidik ngeri sembari mengedarkan pandangannya ke setiap sudut apartemen.

__ADS_1


Axel membayangkan di apartemennya itu telah bersarang makhluk halus.


"Hei, kamu enggak makan, Bang?" tanya Kyara saat nasi sotonya hampir habis.


Dia baru menyadari Axel berdiri bersandar di pintu masuk ruang makan.


"Bagaimana aku mau makan kalau istriku cuma memikirkan dirinya sendiri?" ujar Axel kesal.


"Mhm, ayo sini!" ajak Kyara.


Kyara pun berdiri lalu melangkah menghampiri sang suami.


Dia pun menggiring sang suami dan menyuruh duduk di sampingnya.


"Oh, iya. Aku ambilkan piring dulu," ujar Kyara.


Kyara pun kembali berdiri lalu mengambilkan piring untuk suaminya.


"Kamu mau makan yang mana?" tanya Kyara.


Kyara melihat satu porsi ayam geprek lagi, melihat itu dia mengambil kesimpulan bahwa suaminya ingin makan ayam geprek tersebut.


Kyara pun membukakan bungkus ayam geprek itu tanpa menunggu jawaban dari sang suami.


"Aku tahu, kamu pasti mau makan ayam geprek juga, ya." Kyara terus mengoceh di hadapan suaminya yang hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat apa yang dilakukan sang istri.


"Nah, makanlah," ujar Kyara.


Setelah itu dia tak lagi menghiraukan apa yang dilakukan sang suami.


Setelah nasi sotonya habis, Kyara pun berpindah pada martabak Mesir yang dipesannya tadi pada sang suami.


Axel heran melihat tingkah istrinya.


"Sepertinya memang benar dia kesurupan, aku harus mencari ustad untuk meruqyah istriku," gumam Axel dia dalam hati.


Mata Axel membulat setelah melihat sang istri kini pun mulai melanjutkan makan roti bakar.


"Itu perut apaan, sih? Kalau orang yang makan enggak mungkin bisa menghabiskan sebegitu banyak makanan. Pasti ini ada makhluk halus yang ikut makan bersamanya." Axel terus bermonolog di dalam hati.


"Ah, puas. Akhirnya aku bisa tidur siang dengan nyenyak," ujar Kyara mengabaikan Axel yang selera makannya sudah hilang melihat sang istri makan sebanyak itu.


Kyara melangkah menuju kamarnya, setelah itu dia pun membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur.


Dengan sekejap dia pun langsung terlelap.


Axel berdiri, dia meninggalkan makanannya begitu saja di atas meja makan.


Kini Axel melangkah menuju kamar Kyara.


Dia semakin yakin bahwa sang istri telah dirasuki makhluk halus saat melihat Kyara kini sudah tertidur dengan lelap.


Axel pun langsung menghubungi Damar.


"Ya," sahut Damar setelah mengangkat panggilan dari Axel.

__ADS_1


"Mar, aku minta tolong sama kamu," ujar Axel dengan nada cemas.


"Tolong apa? Kamu kenapa?" tanya Damar heran.


"Tolong Carikan ustad yang bisa meruqyah orang kerasukan makhluk halus," jawab Axel.


"Kerasukan? Memangnya siapa yang kerasukan?" tanya Damar semakin penasaran.


Dia tak mengerti apa saat ini yang telah terjadi pada Axel.


"Istriku kerasukan makhluk halus, Mar," cerita Axel.


"Istrimu? Maksud kamu Adeeva?" tanya Damar.


"Bukan, istriku yang satu lagi," ujar Axel.


"Maksudmu Kyara?" tanya Damar memastikan.


"Memangnya ada istriku selain mereka berdua?" ujar Axel kesal pada Damar yang seolah-olah kini tengah meledek dirinya.


"Kenapa kamu bilang Kyara kerasukan?" tanya Damar heran.


"Sudahlah, kamu terlalu banyak tanya." Axel mulai kesal dengan tingkah Damar.


"Bisakah kamu mencarikan ustad yang bisa meruqyah istriku?" tanya Axel lagi.


"Baiklah, tapi tunggu dulu. Kenapa kamu bilang dia kerasukan makhluk halus?" tanya Damar lagi.


Akhirnya Axel pun menceritakan apa yang terjadi pada istrinya. Axel juga menceritakan tingkah sang istri yang menghabiskan banyak makanan dalam waktu singkat, sehingga Axel berpendapat saat ini sang istri dirasuki makhluk halus.


"Oke, aku akan mencari ustad dan membawanya ke apartemenmu," ujar Damar pada Axel.


"Aku menunggumu," ujar Axel.


Axel memutuskan panggilannya.


Tak berapa lama Axel menunggu, pintu apartemennya terdengar berbunyi.


Axel bergegas langsung membuka pintu apartemennya.


Dia mendapati Damar bersama seorang ustad di depan pintu.


"Silakan masuk, Ustad," ujar Axel mempersilakan Damar dan Axel masuk ke dalam apartemennya.


"Di mana pasien yang akan diruqyah?" tanya ustad setelah mereka duduk di sofa ruang tamu.


"Dia sedang di kamarnya, dia lagi tidur," jawab Axel.


"Baguslah, kalau begitu kita langsung lihat dia di sana," ujar sang ustad.


Axel pun membawa sang ustad ke dalam kamar, sebelum mereka masuk, Axel melihat kondisi sang istri terlebih dahulu.


"Astaghfirullah, apa yang terjadi padamu?" lirih Axel kaget melihat sang istri.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2