Takdir Cinta Adeeva

Takdir Cinta Adeeva
Bab 97


__ADS_3

Kyara hanya diam, dia pun melangkah mundur sehingga Adeeva dan Axel melihat kedua orang tua Axel telah berada di ruang tamu apartemennya.


Axel pun masuk ke dalam apartemennya lalu hendak mengantarkan Adeeva dan bayinya masuk ke dalam kamar.


"Axel," bentak Rasyid.


Setelah mengetahui kebenarannya, Rasyid tidak ingin sama sekali Axel hidup bersama Adeeva lagi.


Dia tak rela putranya hidup tersiksa mendampingi wanita yang hamil di luar nikah, apalagi Rasyid tahu Adeeva sama sekali tidak pernah mau disentuh oleh putranya.


Seketika Axel menghentikan langkahnya.


"Apakah kamu tak lagi menghargai kedua orang tuamu ini gara-gara wanita jal*ng ini?" bentak Rasyid tak sanggup menahan emosinya.


Axel menoleh ke arah pria yang selama ini sangat dihormatinya.


Dia menatap tajam pada sang papa.


"Jika papa datang ke sini hanya ingin mencari keributan lebih baik papa dan mama pulang saja," ujar Axel dengan nada dingin.


"Apa? Kamu tega mengusir kami demi wanita yang tak tahu diri ini?" bentak Rasyid lagi.


Gita menghampiri sang suami, agar tetap bisa menenangkan dirinya.


Sedangkan Adeeva hanya bisa diam sambil meneteskan air matanya menahan rasa luka yang mendalam mendengar hinaan demi hinaan yang dilontarkan oleh kedua orang tua suaminya.


"Pa, Ma. Kita sama-sama tahu kondisi Adeeva saat ini, Dia baru saja keluar dari rumah sakit dan waktu untuk istirahat," ujar Axel.


"Aku harus membawa istriku untuk beristirahat," ujar Axel.


Axel pun membawa Adeeva masuk ke dalam kamar, sesampai di kamar Adeeva pun langsung berbaring di atas tempat tidur dia juga meletakkan bayinya di samping ibunya.


"Istirahatlah, jangan pikirkan apa yang dikatakan oleh papa dan mama," ujar Axel pada sang istri.


Adeeva menganggukkan kepalanya.


Dia membiarkan Axel keluar dari kamar untuk menemui kedua orang tuanya.


Saat Axel berada di ruang tamu, kedua orang tuanya menatap dirinya dengan tatapan yang tajam.


"Axel, papa mau kamu ceraikan Adeeva!" ujar Rasyid.


Axel menatap sang papa dengan tatapan tak suka.


"Papa dan mama sudah memutuskan untuk memisahkan kamu dari wanita tidak tahu diri itu," ujar Rasyid lagi.


Hal ini membuat Axel tak bisa lagi menahan dirinya.

__ADS_1


Sementara itu Kyara masih berdiri, di pinggir ruang tamu. Dia takut untuk bergabung dengan Axel dan kedua mertuanya.


"Ma, Pa. Apakah papa lupa dengan perjanjian di antara kita?" tanya Axel mengingatkan janji yang telah disepakati kedua orang tuanya sebelum menikah dengan Kyara.


"Ya, papa ingat sekali. Tapi, saat itu papa tidak tahu apa yang telah terjadi sebenarnya. Setelah papa mengetahui tingkah istrimu, papa tidak sudi memiliki menantu seorang wanita yang tidak bisa menjaga kehormatannya sebelum menikah," ujar Rasyid dengan tegas.


Axel pun menoleh ke arah mamanya yang duduk di samping papanya, dia yakin mamanya telah menceritakan semuanya pada sang papa.


"Mama terpaksa memberitahu papamu apa yang telah terjadi," lirih Gita mengakui bahwa dia sudah mengingkari janjinya dengan sang putra.


"Walaupun Adeeva seperti itu, tapi aku sangat mencintainya, Ma, Pa." Axel terus berusaha mempertahankan cintanya untuk Adeeva.


Di saat Axel dan kedua orang tuanya tengah berdebat, Adeeva keluar dari kamar.


Sedari tadi dia mendengarkan pembicaraan Axel dan kedua orang tuanya dari dalam kamar.


Adeeva semakin merasa bersalah dengan apa yang telah terjadi antara Axel dan kedua orang tuanya.


Dia pun memberanikan diri untuk keluar dari kamar dan menemui kedua mertuanya.


"Axel," lirih Adeeva.


Semua mata tertuju pada Adeeva yang kini telah berdiri di belakang sofa ruang tamu.


"Apa yang dikatakan kedua orang tuamu memang benar, tak seharusnya kamu bertahan denganku wanita kotor yang telah menipu pria baik sepertimu," lirih Adeeva.


"Aku, seorang wanita kotor dan tidak tahu diri ini tidak pantas mendampingi pria baik sepertimu," lirih Adeeva.


"Tidak, Deev. Kamu tidak perlu mendengarkan apa yang dikatakan oleh mama dan papa." Axel berusaha membantah.


Dia masih ingin tetap berjuang mempertahankan rumah tangganya dengan Adeeva.


"Axel, mama dan papamu benar. Aku tidak pantas mendampingi pria baik sepertimu," ujar Adeeva.


"Nah, begitu dong. Sadar diri," lirih Gita menatap sengit kepada Adeeva.


"Axel, lebih baik kamu ceraikan aku sekarang juga dari pada kamu bertengkar dengan kedua orang tuamu," lirih Adeeva sudah tidak bisa lagi berbuat apa-apa.


Dia terpaksa meminta cerai lebih awal daripada kedua orang tua Axel terus-menerus menghina dirinya.


"Tidak, Aku tidak akan pernah menceraikanmu!" ujar Axel tegas.


"Jika kamu tidak menceraikan aku, maka lebih baik aku pergi jauh dari kehidupanmu agar kamu bisa mencintai Kyara dengan sepenuhnya," ujar Adeeva.


Adeeva pun melangkah masuk kembali ke dalam kamar, dengan tertatih dia pun menggendong putranya.


Setelah itu, Adeeva pun melangkah keluar dari apartemen milik Axel.

__ADS_1


"Deev, berhenti!" teriak Axel berusaha menahan sang istri, tapi mamanya meminta Axel untuk membiarkan Adeeva pergi.


Dengan keadaan yang masih sangat lemah, Adeeva terus melangkah keluar dari apartemen milik Axel.


"Deev," teriak Axel.


Adeeva mengabaikan teriakan Axel, dia sudah tidak sanggup terus-menerus dihina oleh kedua orang tua Axel.


Walaupun dia hamil sebelum nikah, Adeeva merasa masih memiliki harga diri yang harus dijaganya.


Demi kehormatannya Adeeva pun rela meninggalkan Axel.


"Deev," teriak Axel lagi sekuat tenaga.


Dia menunjukkan bahwa dirinya memberontak pada keputusan kedua orang tuanya.


Kyara hanya bisa diam menyaksikan apa yang telah terjadi, ingin rasanya dia menghentikan Adeeva, tapi dia takut kedua mertuanya ikut membenci dirinya sehingga dia hanya bisa diam mematung di tempatnya.


Sementara itu, Adeeva tertatih menahan rasa sakit di perutnya yang belum sembuh, dia merasakan nyeri di bagian bekas luka operasinya.


Kini dia telah berada di depan apartemen itu, dia menghentikan sebuah taksi yang melintas di hadapannya.


Adeeva meminta sopir taksi untuk mengantarkan dirinya ke rumah kedua orang tuanya.


Saat ini, rumah kedua orang tuanya yang menjadi tempat terakhir pelariannya.


Dia berharap kedua orang tuanya akan menerima dirinya yang kini sangat butuh bantuan.


Dalam keadaan menggendong bayinya, dia masih saja berusaha untuk tetap kuat.


30 menit telah berlalu, taksi yang ditumpangi Adeeva pun berhenti tepat di depan rumah milik kedua orang tuanya.


Adeeva pun turun dari mobil, sembari menyodorkan selembar uang 100 ribu pada sopir taksi itu.


Perlahan dia pun melangkah masuk ke dalam rumah kedua orang tuanya.


Walaupun ada rasa takut di hatinya, dia tetap memberanikan diri untuk masuk ke dalam rumah itu.


Tok tok tok.


Adeeva mengetuk pintu rumahnya, setelah dia berada di depan pintu.


Tak berapa lama setelah itu, Aisyah membukakan pintu untuk Adeeva diikuti dengan langkah Haikal dibelakangnya.


"Adeeva," pekik Aisyah saat melihat sosok putrinya telah berada di hadapannya.


Ingin rasanya Aisyah memeluk tubuh sang putri, tapi tiba-tiba Haikal mendorong tubuh Adeeva hingga Adeeva terjatuh ke lantai bersama bayi yang digendongnya.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2