Takdir Cinta Adeeva

Takdir Cinta Adeeva
Bab 108


__ADS_3

"Kenapa Daffa bisa ada di sini? Kenapa dia bisa kenal dengan Axel?" gumam Adeeva bertanya-tanya tentang keberadaan Daffa yang kini tengah bergabung dengan Axel dan Kyara.


Adeeva masih bersembunyi, dia tidak ingin Daffa tahu keberadaannya.


Kini Daffa pun sedang asyik bersama dengan bayi yang digendongnya sambi mengobrol dan bercerita dengan Axel dan Kyara.


"Kalian pasti bahagia sudah diberkati seorang bayi yang lucu seperti ini," ujar Daffa.


"Ini bukan,--" Kyara ingin memberitahu bahwa bayi itu bukan bayinya.


Axel langsung memegangi tangan Kyara.


Axel memberi isyarat pada Kyara bahwa tidak perlu memberitahu kenyataannya pada sahabatnya itu.


"Alhamdulillah, Daffa," sahut Axel.


Kyara hanya bisa menautkan kedua alisnya melihat sikap sang suami.


"Kenapa dia tidak mau jujur? Apakah sahabatnya ini tidak tahu kenyataan dirinya beristri dua?" gumam Kyara di dalam hati.


Akhirnya Kyara hanya diam, dia tidak banyak bicara lagi.


Daffa dan Axel masih asyik mengobrol, banyak hal yang mereka bicarakan.


Saat mereka sedang asyik mengobrol, Alex melihat seseorang memperhatikan gerak gerik mereka yang sedang asyik mengobrol.


"Adeeva?" gumam Alex di dalam hati.


Dia ragu dengan penglihatannya, dia pun memutuskan untuk memastikan terlebih dahulu bahwa wanita yang dilihatnya kini tengah melihat mereka dari kejauhan itu adalah wanita yang dicari oleh bos-nya.


"Tuan," panggil Alex.


"Ya," sahut Daffa.


"Saya izin ke toilet sebentar," lirih Alex.


Dia sengaja tidak memberitahukan Daffa keberadaan Adeeva yang terlihat tengah bersembunyi.


Menurut Alex, saat ini Adeeva mengetahui keberadaan mereka, tapi wanita itu tidak berani mendekati Daffa karena dia masih ingin menjauh dari Daffa.


Daffa mengangguk memberi izin pada Alex.


Alex pun berdiri, lalu dia melangkah ke arah keluar dari restoran tersebut.


"Lho? Katanya mau ke toilet, lalu kenapa dia malah keluar?" gumam Daffa heran melihat tingkah sang asisten pribadi.


Namun, Daffa tidak terlalu menghiraukan apa yang dilakukan oleh Alex.


Alex keluar dari restoran, lalu dia mencari jalan masuk bagian lainnya, agar Adeeva tidak mengetahui bahwa dirinya saat ini ingin mengetahui apa yang dilakukan oleh Adeeva di tempat itu.


Alex kini berdiri di belakang Adeeva yang berjarak sekitar 3 meter, sedangkan Adeeva masih terus memperhatikan apa yang dilakukan oleh Daffa bersama suaminya.


"Apa yang dilakukan Daffa di sana? Kenapa dia lama sekali mengobrol dengan Axel?" lirih Adeeva.


Akhirnya Adeeva yang lelah bersembunyi memilih untuk mencari sebuah tempat agar dia bisa duduk sambil memperhatikan Daffa pergi.

__ADS_1


Alex masih mengamati Adeeva, dia langsung menghubungi anak buah Daffa yang ditugaskan untuk mencari Adeeva agar mereka langsung datang ke tempat itu.


Alex ingin meminta bantuan orang suruhan Daffa itu untuk mata-matai Adeeva.


Mereka terus menunggu keasyikan Daffa dan Axel mengobrol.


Axel heran melihat Adeeva yang tak kunjung datang, berkali-kali dia memanjangkan lehernya melihat ke arah toilet untuk mencari Adeeva, ingin rasanya pria itu menyusul Adeeva ke toilet, tapi dia merasa segan dengan Daffa yang bersama mereka.


Tak berapa lama, Alex pun datang. Dia menghampiri Daffa.


"Maaf, Tuan. Ada satu hal penting yang ingin saya sampaikan," ujar Alex.


"Mhm," gumam Daffa.


"Axel, sepertinya aku harus pergi. Ada urusan yang harus aku selesaikan," ujar Daffa pada Axel berpamitan.


Daffa memberikan baby Ghaffar pada Kyara.


"Semoga kalian bahagia, dan semoga bayinya menjadi anak yang Sholeh," ujar Daffa sebelum meninggalkan pasangan suami istri itu.


"Ada apa?" tanya Daffa pada Alex setelah mereka berada di dalam mobil.


"Saya sudah menemukan nona Adeeva," ujar Alex memberitahukan apa yang sudah dilihatnya.


"Lalu kenapa kamu tidak langsung memberitahuku sejak tadi, sekarang dia ada di mana?" tanya Daffa.


Daffa sudah tidak sabar ingin bertemu dengan wanita yang sangat dicintainya.


"Sabar, Tuan. Sepertinya dia memang sengaja menghindari Tuan, karena sejak tadi saya perhatikan dia sengaja bersembunyi selama tuan mengobrol dengan Tuan Axel," cerita Alex.


"Tenang, Tuan. Romi dan Tomi kini telah berada di dalam restoran itu, mereka akan memantau keberadaan Adeeva," ujar Alex.


"Baiklah, kalau begitu. Tapi, aku tidak ingin kita kehilangan jejaknya lagi," ujar Daffa mengancam Alex.


"Siap, Tuan." Alex pun mengajak Daffa meninggalkan restoran itu sekaligus mencari tempat untuk makan siang.


"Kamu ke mana saja?" tanya Axel mencemaskan keadaan Adeeva.


Sejak tadi Axel mengkhawatirkan keadaan Adeeva yang tak kunjung datang.


"Maaf, tadi aku sakit perut. Jadi, aku terpaksa bolak balik toilet," jawab Adeeva mencari alasan agar Axel tak curiga.


"Mhm, lalu sekarang bagaimana? Apakah masih sakit perut? Apa kita perlu ke rumah sakit?" tanya Axel pada Adeeva lagi.


Kyara hanya mendengar percakapan suaminya dengan istri pertama sang suami.


Ada rasa cemburu menyelinap di hatinya, tapi dengan susah payah Kyara berusaha untuk mengerti. Dia juga yakin Adeeva tidak akan membohongi dirinya, dan dia yakin Adeeva akan meninggalkan Axel setelah dia bertemu dengan pria yang telah menghamilinya.


"Sudah mendingan," jawab Adeeva.


"Oh ya, maafkan aku ya, Kya. Aku sudah merepotkanmu," ujar Adeeva pada Kyara.


Dia merasa bersalah telah Membiarkan Kyara menjaga baby Ghaffar dalam waktu yang lama.


"Tidak apa-apa, Kak. Justru aku senang bermain dengan baby Ghaffar. Semoga saja suatu hari nanti aku juga dikarunia Tuhan seorang baby yang lucu seperti Ghaffar," ujar Kyara sembari melirik ke arah Axel.

__ADS_1


Seketika wajah Axel berubah merah, dia merasa malu mendengar ucapan istri keduanya.


"Aamiin, semoga saja kalian dikarunia Tuhan baby yang lucu," ujar Adeeva sambil tersenyum melihatnya ekspresi Axel.


"Udah, ayo pulang." Axel sengaja langsung mengajak kedua istrinya untuk pulang agar dapat mengalihkan topik pembicaraan mereka.


Adeeva dan Kyara menganggukkan kepala, lalu mereka pun melangkah keluar dari restoran.


"Kamu Pepet terus dia, semoga dia bisa menghapus rasa cintanya padaku, dan fokus untuk mencintaimu," bisik Adeeva memberi semangat untuk Kyara.


Setelah itu, Axel dan Kyara pun mengantar Adeeva pulang ke rumahnya.


Adeeva merasa lelah membawa baby Ghaffar jalan-jalan seharian bersama Axel dan Kyara.


"Kami langsung pulang ya, Deev," ujar Axel pada Adeeva setelah mereka sampai di rumah Adeeva.


"Iya, terima kasih untuk hari ini," ujar Adeeva.


Kyara dan Axel tersenyum, setelah itu Adeeva turun dari mobil lalu melangkah masuk ke dalam rumah.


Axel pun melajukan mobilnya meninggalkan rumah Adeeva.


Di dalam rumah, Adeeva langsung meletakkan baby Ghaffar di atas keranjang tidurnya, karena baby Ghaffar saat ini sudah tertidur dengan lelap.


Adeeva pun langsung melangkah menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


Baru saja Adeeva selesai mandi dan sedikit merapikan dirinya, terdengar suara ketukan pintu.


"Siapa yang datang sore begini?" gumam Adeeva sembari melangkah menuju pintu untuk membukakan pintu rumah.


"Adeeva."


"Daffa."


Lirih Daffa dan Adeeva bersamaan.


Adeeva tak percaya Daffa akan menemukan dirinya di rumahnya.


Daffa langsung mendorong Adeeva masuk ke dalam rumah, dia mengunci pintu rumah itu.


Setelah itu Daffa memeluk erat tubuh wanita yang selama ini dicarinya.


Daffa melepaskan pelukan setelah merasa puas melepas rindu pada Adeeva.


Seketika Daffa teringat akan sesuatu.


"Deev," lirih Daffa.


"Mhm," gumam Adeeva.


Daffa menatap perut Adeeva yang kini sudah rata.


"Di mana anak kita?" tanya Daffa penasaran.


"Anak kita?" Adeeva menautkan kedua alisnya bingung.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2