Takdir Cinta Adeeva

Takdir Cinta Adeeva
Bab 105


__ADS_3

Ketiga pria yang ada di apartemen itu merasa ketakutan.


Bulu kuduk mereka mulai berdiri. Sang ustad merasa tidak sanggup lagi menghadapi Kyara, dia pun kabur dan melarikan diri dari apartemen milik Axel.


"Ustad! Ustad!" teriak Axel meminta sang ustad berhenti.


Pria yang mengaku dirinya sebagai ustadz itu sama sekali tidak menghiraukan panggilan Axel.


"Damar! Kejar ustad itu!" teriak Axel pada asisten pribadinya.


Damar pun berdiri lalu melangkah keluar apartemen mengejar sang ustad.


"Dasar bodoh!" teriak Kyara pada sang suami.


Lagi-lagi Kyara mendorong Axel hingga terjatuh ke sofa.


Kyara kini menatap Axel dengan tatapan yang sulit diartikan. Axel semakin ketakutan.


"Kamu kira aku kerasukan set*n? Hah?" bentak Kyara kesal pada sang suami.


"Ma-maksud ka-kamu?" tanya Axel gugup.


Kyara pun duduk di samping sang suami.


"Orang sehat wal'afiat dibilang kerasukan set*n. Entar kerasukan benaran kamu juga yang susah," ujar Kyara kesal.


"Jadi, kamu enggak kerasukan?" tanya Axel memastikan istrinya baik-baik saja.


"Menurut kamu?" tanya Kyara.


"Mhm, syukurlah kalau begitu," lirih Axel.


Axel pun menghela napas lega.


"Bang, aku lapar lagi nih. Kita keluar cari makan, yuk," ajak Kyara tiba-tiba merengek.


"Lapar?" Axel mengernyitkan dahinya.


"Iya aku lapar, enggak tahu kenapa aku ngerasa lapar lagi," ujar Kyara.


Axel pun memegang kening Kyara, mengecek suhu tubuh sang istri.


"Jangan kamu kira aku sakit pula," keluh Kyara kesal.


Kyara meraih lengan Axel dan merengek seperti anak-anak minta dibelikan es krim.


"Iya, iya. Kita pergi cari makan. Bersiaplah," ujar Axel.


Mau tak mau Axel harus mengikuti apa yang dikatakan oleh istrinya, dari pada dia harus mendengarkan rengekan wanita aneh itu.


Kyara berdiri lalu melangkah menuju kamarnya, dia pun langsung mengganti pakaiannya, dia merasa senang sang suami mau membawanya pergi.


Apalagi saat ini, pria itu tidak lagi menjaga jarak darinya.

__ADS_1


"Terima kasih, Kak Deev. Semoga kakak cepat menemukan ayah dari bayi kakak, supaya kakak bisa hidup bahagia," lirih Kyara teringat pada pengorbanan Adeeva.


Seandainya saja Adeeva tidak menjauh dari Axel, maka suaminya itu tidak akan peduli pada dirinya sama sekali, di benak sang suami hanya sosok Adeeva dan Adeeva.


Kyara akan memanfaatkan waktu bersama Axel, untuk menghapus rasa cinta Axel pada Adeeva, dan mengisi hatinya dengan cinta dirinya.


Kyara mengenakan gaun santai, yang membuat dirinya terlihat sangat cantik dan anggun, tak lupa dia memoles sedikit wajahnya dengan make up.


Hal ini membuat dia terlihat lebih dewasa dari umurnya, meskipun polesan make up yang digunakannya tidak terlalu menor.


Kyara menggeraikan rambut panjangnya, dan mengenakan jepitan rambut di sisi kanan, penampilannya membuat wanita itu semakin cantik.


Setelah merasa dirinya siap, Kyara pun melangkah keluar kamar.


"Ayo, kita berangkat," ajak Kyara.


Axel yang sedang asyik memainkan ponselnya, mendongakkan wajahnya. Dia melihat Kyara dengan tatapan yang sulit diartikan.


Selama ini dia sama sekali tidak peduli dengan kecantikan dan keanggunan istri keduanya itu sama sekali karena dibenaknya hanya ada Adeeva.


Saat dia berusaha ikhlas untuk melepaskan Adeeva, dia pun menyadari bahwa istri keduanya itu memiliki daya tarik yang berbeda.


"Cantik dan anggun," gumam Axel di dalam hati.


"Bang," panggil Kyara.


Axel tersentak dari khayalannya.


"Kamu kenapa ngeliatin aku seperti itu, Bang?" tanya Kyara heran.


Axel pun mengalihkan pembicaraan, agar Kyara tak menyadari bahwa dirinya baru saja memuji sang istri.


Mereka melangkah keluar apartemen, dengan manja Kyara bergelayut manja di lengan kekar sang suami.


Awalnya Axel ingin menjauh dari sang istri, tapi dia teringat bahwa wanita yang di sampingnya saat ini adalah istrinya, akhirnya dia pun membiarkan Kyara melakukan apa yang diinginkannya.


Kyara merasa senang melihat Axel sama sekali tidak protes dengan apa yang dilakukannya.


"Semoga suatu saat nanti kamu bisa mencintaiku, Bang," gumam Kyara di dalam hati penuh harap.


Sesampai di parkiran, mereka pun masuk ke dalam mobil.


Axel memang tidak membukakan pintu mobil untuk Kyara seperti yang dilakukannya terhadap Adeeva, tapi Kyara tidak berkecil hati karena dia yakin suatu hari nanti Axel akan mencintai dirinya.


"Kamu mau makan apa?" tanya Axel pada Kyara.


"Mhm, aku pengen makan bakso, Bang," jawab Kyara.


"Oh," lirih Axel.


Axel pun melajukan mobilnya meninggalkan apartemen menuju pondok bakso favoritnya.


Axel menghentikan mobilnya di parkiran pondok bakso. Mereka pun turun dari mobil lalu melangkah masuk ke dalam pondok bakso itu.

__ADS_1


Kyara memilih tempat di bagian pojok agar dia dapat melakukan apa yang diinginkannya dan tidak terekspos oleh pelanggan lainnya.


"Kamu mau pesan apa?" tanya Axel pada sang istri.


"Aku mau pesan bakso beranak satu, sama siomay satu porsi," jawab Kyara.


"Apa? Kamu yakin akan bisa menghabiskan makanan yang kamu pesan itu nantinya?" tanya Axel tidak yakin istrinya akan menghabiskan makanan yang diinginkannya.


"Aku akan habiskan, aku lagi pengen makan bakso dan siomay," ujar Kyara.


Axel mengernyitkan dahinya, dia merasa ada yang aneh pada diri sang istri.


Akhirnya Axel pun menuruti apa yang diinginkan oleh istrinya.


Dia memesan makanan yang diminta sang istri lalu, Axel memesan mie ayam untuk dirinya.


Tak berapa lama pesanan mereka pun terhidang di atas meja.


Si pelayan heran melihat 3 porsi makanan yang dihidangkannya, sementara itu orang yang duduk di meja itu hanya 2 orang.


"Sepertinya bakso beranaknya enak, nih," lirih Kyara.


Tak menunggu lama Kyara pun langsung menyantap semangkok bakso beranak yang ada di hadapannya.


Dia melahap bakso itu dengan sekejap, saat Axel baru saja memasukkan beberapa sendok mie ayam ke dalam mulutnya, istrinya sudah menghabiskan semangkok bakso beranak miliknya.


Setelah itu, Kyara pun berpindah pada piring yang berisi siomay yang tadi dipesan untuknya juga.


Dengan lahap Kyara menyantap siomay yang ada di dalam piringnya.


Melihat kelakuan sang istri membuat Axel kehilangan selera makan. Dia pun menghentikan aksinya yang menyendok mie ayam ke dalam mulutnya.


"Apa sebenarnya yang terjadi pada dirinya? Kenapa tiba-tiba dia makan dalam porsi yang banyak?" gumam Axel di dalam hati sembari menelan ludahnya.


Axel terus bertanya-tanya di dalam hati tentang sikap aneh Kyara sejak tadi siang.


Dia takut ada sesuatu yang terjadi pada sang istri.


"Hei," panggil Kyara sembari melambaikan tangannya di depan wajah sang suami sehingga Axel tersadar dari lamunannya.


"Kamu kenapa melamun, Bang?" tanya Kyara pada sang suami.


"Eh," lirih Axel.


"Kenapa mie ayamnya enggak dihabiskan, Bang?" tanya Kyara pada suaminya.


"Kalau kamu enggak mau, biar aku yang habiskan," ujar Kyara.


Belum smepat Axel menjawab ucapan istrinya, KYara sudah memindahkan mangkok mie ayam yang ada di hadapan Axel ke hadapannya.


Dia pun menyantap mie ayam sisa sang suami.


Axel hanya bisa menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Ya Allah, apa yang harus aku lakukan?" lirih Axel khawatir dengan keadaan sang istri.


Bersambung...


__ADS_2