
Adeeva menoleh ke arah Axel, dia bertanya-tanya akan sosok wanita yang berani membentak suaminya.
"Kau tinggalkan aku sendirian, dan kini kau bersenang-senang dengannya," ujar Kyara menunjukkan rasa cemburu yang ada di hatinya.
Kyara kini menatap tajam ke arah Adeeva, dia menunjukkan bahwa dia sangat membenci Adeeva.
Adeeva menoleh ke arah Axel, dia ingin Axe menjelaskan apa sebenarnya yang telah terjadi.
"Nona, mari kita cari tempat lain," ajak Damar berusaha menjauhkan Kyara dari Axel dan Adeeva.
"Tidak, aku akan makan di sini, karena aku juga berhak berada di samping suamiku," teriak Kyara mengungkapkan kebenarannya.
"Axel," lirih Adeeva menoleh pada sang suaminya.
Tatapan Adeeva meminta Axel menjelaskan apa sebenarnya yang telah terjadi.
"Deev," lirih Axel sembari meraih tangan Adeeva.
Axel menggenggam erat tangan istri pertamanya, Kyara menatap ke arah tangan Adeeva yang digenggam oleh Axel.
Hatinya terasa hancur melihat apa yang dilakukan Axel pada istri pertamanya.
Namun, Kyara berusaha menyimpan rasa sakit hatinya.
"Aku akan jelaskan nanti di kamar."Axel berharap Adeeva bisa bersabar menunggu penjelasan darinya.
Axel tidak mungkin menjelaskan semua yang telah terjadi di tempat umum itu.
"Kenapa harus di kamar? Kenapa kamu tidak bilang padanya bahwa aku adalah istrimu," ujar Kyara tegas.
"Kyara!" bentak Axel.
"Tolong jaga sikapmu, malu dilihat banyak orang," ujar Axel memperingatkan wanita aneh yang telah memaksa Axel untuk menikahinya.
"Istri? Kamu sudah menikah lagi?" lirih Adeeva.
"Iya, nanti akan aku ceritakan semuanya padamu," ujar Axel berusaha menenangkan hati Adeeva.
Adeeva memilih untuk banyak diam.
Adeeva tak lagi melanjutkan makan siangnya, seleranya hilang begitu saja setelah kedatangan Kyara.
"Damar!" panggil Kyara.
"Suruh pelayan untuk menghidangkan menu makan siang untukku!" perintah Kyara pada asisten pribadi suaminya.
"Baik, Nona," sahut Damar.
Damar pun memanggil pelayan dan meminta pelayan untuk menyiapkan makanan untuk Kyara.
"Mar, kami sudah selesai makan, tolong temani Kyara untuk makan siang," ujar Axel.
Axel pun berdiri, lalu meraih tangan Adeeva dan mengajak istri pertamanya itu untuk meninggalkan restoran itu.
Kyara hanya bisa menahan rasa sakit hatinya melihat sang suami pergi dengan istri pertamanya itu.
__ADS_1
Sementara itu Damar hanya bisa diam melihat Kyara yang terlihat sangat kecewa.
Ada rasa iba menyelinap di hati Damar tehadap Kyara.
"Sabar, Nona. Semoga saja hubungan nona dan tuan Axel bisa menjadi lebih baik lagi," ujar Damar berusaha menghibur Kyara.
Kyara menoleh ke arah Damar.
"Terima kasih," ucap Kyara lirih.
Dia bersyukur di saat hatinya terluka, masih ada orang ber-empati pada dirinya.
Tak berapa lama, pelayan pun datang membawakan makanan yang dipesan oleh Damar tadi.
Si pelayan menghidang makanan itu di atas meja.
"Silakan, Nona, Tuan," ujar si pelayan dengan ramah.
Damar tersenyum sembari mengucapkan terima kasih.
"Silakan, Nona. Makanlah terlebih dahulu agar Nona memiliki kekuatan untuk menghadapi masalah ini," ujar Damar sembari tersenyum.
Damar sengaja menghibur Kyara agar wanita aneh itu tak murung lagi.
"Kau ini bisa saja," lirih Kyara.
Kyara sedikit terhibur mendengar ucapan Damar.
Dia pun mulai menyantap makanan yang sudah terhidang di hadapan mereka.
Akhirnya mereka pun menyantap menu makanan siang bersama.
Sejenak Kyara melupakan rasa sakit hatinya terhadap sang suami.
Kini Axel dan Adeeva tengah duduk di balkon kamar hotel yang disewa Axel khusus untuk dirinya dan Adeeva.
"Deev," lirih Axel memulai pembicaraan dnegan istrinya.
"Mhm," gumam Adeeva sembari memandang pemandangan indah yang adda di hadapannya.
Dari balkon kamar mereka dapat melihat lautan lepas, pemandangan pantai yang tadi mereka telusuri.
"Kyara memang istriku, kami baru saja menikah sekitar 4 hari yang lalu," ujar Axel.
Adeeva hanya diam, dia terus menunggu cerita lain yang keluar dari mulut sang suami.
"Mama dan papa menyuruhku menikah dengan Kyara karena aku tak kunjung bisa menemukanmu, aku sudah mencari mu di setiap sudut kota Padang, bahkan aku juga udah mencari mu di seluruh pelosok Sumatera Barat tapi aku tak pernah menemukan dirimu." Axel terus bercerita.
"Sekuat apa pun aku mencari mu, takkan pernah bertemu karena dirimu berada di sini, aku yakin Allah lah yang mempertemukan kita kembali, dan aku sangat bersyukur bisa bertemu denganmu kembali meskipun aku sudah menikah dnegan Kyara."
Axel menghela napas panjang setelah menceritakan apa sebenarnya yang telah terjadi setelah Adeeva pergi meninggalkan dirinya.
"Meskipun aku sudah menikah dengan Kyara, tapi cintaku hanya ada untukmu, hanya kamu satu-satunya wanita yang aku cintai," ujar Axel berusaha meyakinkan Adeeva bahwa hanya Adeeva yang telah menguasai seluruh hatinya.
Axel pun duduk bersimpuh di kaki Adeeva.
__ADS_1
Dia menatap dalam ke arah Adeeva, dia meraih tangan Adeeva dengan sangat erat.
"Hanya kamu satu-satunya wanita yang kucintai, percayalah, Deev." Axel terus berusaha meyakinkan istri pertamanya.
"Tapi, Xel."Adeeva mulai angkat bicara.
"Aku ini wanita yang tidak pantas untukmu," lirih Adeeva.
"Tidak, kamu tidak boleh berbicara seperti itu. Kamu adalah istriku dan sampai kapan pun kamu akan tetap menjadi istriku," ujar Axel membantah ucapan Adeeva.
Axel tidak ingin Adeeva pergi lagi setelah mengetahui bahwa dirinya dan Kyara sudah menikah.
"Aku mohon tetaplah di sisiku, aku akan menjadi ayah yang terbaik untuk anak yang ada di dalam kandunganmu," ujar Axel berjanji.
"Bagaimana mungkin kamu bisa menyayangi anak yang jelas-jelas bukan anakmu," gumam Adeeva di dalam hati.
Ada perasaan ragu di diri Adeeva akan janji yang diucapkan oleh Axel.
Sesayang-sayangnya seseorang pada anak orang lain, pasti dia akan lebih sayang pada anak kandungnya sendiri.
"Deev, kamu mau kan ikut denganku kembali ke Padang?" pinta Axel.
"Lalu bagaimana aku untuk menghadapi mama dan papa kamu?" tanya Adeeva pada Axel.
"Kamu tenang saja, semua itu aku yang atur," ujar Axel.
Akhirnya Adeeva mengangguk, dia mau kembali ke kota Padang bersama suaminya.
Satu Minggu telah berlalu perjalanan bulan madu itu telah selesai.
Kini Kyara, Axel, Adeeva dan Damar pun bersiap untuk kembali ke kota Padang.
Perjalanan mereka dijadwalkan lebih pagi agar mereka dapat sampai kota hari Padang masih di siang hari.
Damar sudah mempersiapkan segalanya, dan pada pukul 7.30 mereka sudah terbang ke kota Padang.
Mereka pun sampai di kota Padang pada pukul 11.00 siang, Damar langsung membawa mereka menuju rumah kediaman Rasyid.
Kebetulan saat mereka sampai Rasyid dan Gita tengah duduk di ruang tamu karena mereka baru saja kedatangan tamu.
Gita membulatkan matanya tak percaya saat melihat Adeeva dengan perutnya yang mulai membuncit.
"Assalamualaikum," ucap Axel saat berada di ambang pintu.
Diikuti Adeeva dan Kyara. Hubungan Kyara dan Adeeva masih dingin, Kyara masih marah dan benci pada Adeeva.
Ingatan Gita kembali teringat bahwa anak yang dikandung oleh Adeeva bukanlah penerus keluarganya.
Gita melangkah menghampiri Adeeva.
PLAKK.
Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Adeeva.
Bersambung...
__ADS_1