Takdir Cinta Adeeva

Takdir Cinta Adeeva
Bab 88


__ADS_3

Gita terdiam, dia tidak bisa mengendalikan emosinya. Akhirnya rahasia selama ini pun terbongkar.


"Apa maksud dari ucapanmu?" tanya Rasyid meminta penjelasan kepada sang istri.


"Mhm, maafkan aku, Pa. Aku sudah menyembunyikan hal ini darimu," ujar Gita merasa bersalah.


"Ceritakan padaku apa sebenarnya yang telah terjadi," ujar Rasyid ingin tahu apa yang sebenarnya telah terjadi.


Akhirnya Gita pun menceritakan apa yang menjadi alasan Adeeva kabur meninggalkan Axel.


Gita juga menceritakan bahwa Adeeva tidak pernah mau disentuh oleh putranya.


Rasyid menghela napas panjang mendengar cerita sang istri.


Dia tak menyangka Haikal berani melakukan hal ini pada keluarganya, Rasyid merasa Haikal telah menipu dirinya.


"Kurang ajar sekali Haikal itu, sampai hati dia menipu kita," ujar Rasyid geram.


Dia mengepal tangannya menahan emosi yang memuncak.


"Aku harus buat perhitungan dengannya," ujar Rasyid lagi.


Rasyid langsung berdiri dan melangkah keluar rumah, dia bergegas masuk ke dalam mobilnya.


"Pa," teriak Gita.


Gita menghentikan langkah sang suami.


"Papa mau ke mana?" tanya Gita pada sang suami.


"Aku harus mencari Haikal sekarang juga," jawab Rasyid.


"Mama ikut, Pa," ujar Gita.


Gita takut sang suami lepas kendali sehingga melakukan kesalahan.


Akhirnya mereka pun langsung berangkat menuju rumah Haikal.


Mereka sampai di rumah Haikal setelah menempuh 30 menit perjalanan.


Haikal langsung turu dari mobil, diikuti oleh Gita dari belakang.


Doorrr doorrr dorrr.


Rasyid menggedor rumah Haikal dengan kasar.


"Siapa itu, Yah?" tanya Aisya pada suaminya yang kini tengah berada di dalam kamar hendak istirahat siang.


Haikal mengangkat bahunya, dia juga tidak tahu dengan tamu yang datang itu.


Dia heran dengan sikap tamu tak diundang yang menggedor pintu rumah mereka dengan kasar.


Haikal dan Aisyah bergegas melangkah menuju pintu luar, dia pun membukakan pintu rumahnya.


Baru saja pintu terbuka, Rasyid langsung melayangkan sebuah bogem mentah tepat di wajah Haikal.


Meskipun dia telah berumur, tapi dia masih kuat untuk menghajar orang.


"Ayah!"

__ADS_1


"Papa!" pekik Aisyah dan Gita panik melihat apa yang dilakukan oleh Rasyid.


Kini Haikal tersungkur di lantai setelah mendapatkan pukulan tak terduga dari temannya.


"Kenapa kamu tega menipu keluargaku?" bentak Rasyid.


"Kau menyuruh putrimu menikah dengan putraku, sedangkan putrimu tengah mengandung benih pria lain," bentak Rasyid lagi.


Haikal dan Aisyah mengerti dengan tindakan yang dilakukan oleh Rasyid.


Haikal berusaha bangun dan berdiri.


"Syid, kita bisa selesaikan masalah ini baik-baik," ujar Haikal berusaha meredam emosi Rasyid.


"Tidak perlu, aku hanya ingin putrimu menjauhi putraku!" bentak Rasyid lagi.


"Apakah sekarang Adeeva bersama Axel?" tanya Haikal penasaran.


Yang dia tahu saat ini Adeeva menghilang, dan tidak tahu di mana keberadaannya.


Rasyid terdiam, seharusnya dia membiarkan kedua orang tua Adeeva tidak mengetahui keberadaan Adeeva.


"Apa benar putriku saat ini bersama Axel?" tanya Aisyah memastikan.


Sebagai seorang ibu dia juga ingin bertemu dengan anaknya yang hilang.


"Mintalah pada anakmu untuk bercerai dengan putraku!" ujar Rasyid pada Haikal tanpa menjawab pertanyaan Haikal dan Aisyah.


Setelah itu Rasyid dan Gita pun meninggalkan Haikal dan istrinya yang masih penasaran dengan apa yang sebenarnya telah terjadi.


Haikal masih teringat dengan perbuatannya pada Axel, waktu itu dia sempat menampar Axel karena putrinya kabur dan kini keluarga Axel sudah tahu kenyataan yang ditutupi keluarga Adeeva saat pernikahan dilangsungkan.


Haikal tampak jelas Rasyid murka dengan apa yang telah mereka lakukan.


****


Ainun kini sudah berhenti bekerja.


Dia dipecat begitu saja oleh Hansen, pria yang telah menyuruhnya menguasai harta Daffa itu dengan tega memecat Ainun.


Wanita itu kini tengah termenung di sebuah taman.


Dia memikirkan nasibnya selanjutnya, apa yang akan dilakukannya di kota besar itu tanpa adanya pekerjaan.


Bagaimana dia akan bisa bertahan hidup, tanpa adanya pekerjaan di kota itu.


Ingin kembali ke kota asalnya, dia sama sekali tidak memiliki tabungan sedikit pun.


"Apa yang harus aku lakukan?" bathin Ainun.


Dia tidak menyangka hidupnya akan seperti ini, dengan mudah pria yang telah memanfaatkan dirinya mencampakkannya begitu saja.


"Apa yang kau pikirkan?" Seorang pria ikut duduk di samping Ainun.


Ainun menoleh ke arah pria yang sama sekali tak dikenalinya itu.


"Siapa kau?" tanya Ainun.


"Kenalkan aku Fransisco, kamu bisa panggil aku dengan Frans," ujar pria itu sambil mengulurkan tangannya pada Ainun.

__ADS_1


Ainun memperhatikan pria itu dari ujung kaki hingga ujung rambut.


Si pria dengan penampilan yang sangat rapi menunjukkan bahwa dia bukanlah orang biasa.


"Apa yang kau inginkan?" tanya Ainun masih bersikap hati-hati.


"Aku hanya ingin berkenalan," ujar Frans pada Ainun.


Akhirnya Ainun pun menjabat tangan pria asing yang duduk di sampingnya itu.


"Ainun," lirih Ainun.


"Nama yang indah dan cantik, sama seperti pemilik namanya," ujar Frans memuji Ainun.


Ainun tersenyum, tersipu malu mendengar pujian itu.


"Mhm, sepertinya kamu sedang ada masalah," ujar Frans berusaha menebak.


"Mhm, sedikit," lirih Ainun.


"Kalau boleh tahu masalah apa?" Frans terus berusaha mengorek dan mendekati Ainun.


"Aku baru saja dipecat," ujar Ainun.


Saat ini Ainun tak peduli lagi untuk bersikap hati-hati.


Menurutnya pria itu mungkin bisa membantu dirinya yang kini tengah kesulitan.


"Oh, jadi saat ini kamu tengah kehilangan pekerjaan?" tanya Frans pada Ainun.


Ainun pun menganggukkan kepalanya.


"Jika kamu mau, kamu bisa bekerja di kafe milikku," ujar Frans sembari memberikan sebuah kartu nama pada Ainun.


Ainun mengambil kartu nama itu, dia memperhatikan dengan jelas tulisan yang tertera di sana.


"Kau bisa datang kapan pun kamu mau," ujar Frans sambil tersenyum.


Ainun pun terpukau dengan senyuman yang diberikan oleh Frans, dia merasa senang bisa bertemu dengan pria itu.


Dia berharap dengan pekerjaan ini dia bisa tetap bertahan hidup di kota Bali.


"Lihatlah, Hans. Aku akan membalas semua perbuatanmu padaku," gumam Ainun di dalam hati.


Saat ini Ainun berniat untuk menaklukkan hati pria itu dan memanfaatkan si pria itu untuk membalaskan dendamnya pada Hansen.


"Sudah sore, apakah kamu mau pulang?" tanya Frans masih berbaik hati pada Ainun.


"Ya, sebentar lagi aku akan pulang," sahut Ainun.


"Kalau begitu, mari Aku antar," ujar Frans menawarkan diri.


Tanpa rasa malu dan takut, Ainun mengangguk dan mau ikut dengan pria yang baru hitungan menit dikenalnya.


Ainun dan Frans pun berdiri, lalu mereka pun melangkah menuju sebuah mobil mewah yang terparkir di pinggir taman.


Frans membukakan pintu mobil untuk Ainun, dengan senang hati Ainun pun masuk ke dalam mobil mewah itu.


Setelah itu Frans pun masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


"Satu mangsa telah masuk dalam perangkap," gumam Frans sambil tersenyum.


Bersambung...


__ADS_2