Takdir Cinta Adeeva

Takdir Cinta Adeeva
Bab 91


__ADS_3

“Auuww,” pekik Adeeva merasakan sakit di bagian pinggang Dan perutnya.


“Sakit!” rintihan Adeeva semakin menggema di kamar Kyara.


Kyara kaget mendengar rintihan Adeeva, awalnya dia memang tidak suka Adeeva membangunkan dirinya, tapi dia sama sekali tidak berniat untuk menyakiti Adeeva.


Seketika Kyara panik, dia bingung harus melakukan apa.


“Aduh, perutku sakit sekali,” rintihan Adeeva membuat Kyara tidak tahu harus berbuat apa.


Suasana di kamar itu semakin panik saat Kyara melihat darah keluar dari bagian bawah Adeeva, dan kini lantai pun sudah tergenang darah Adeeva.


Kyara langsung menghubungi Axel, dia memberitahukan apa keadaan Adeeva saat ini.


“Apa yang sudah terjadi? Keluar dari apartemen dan cari bantuan di luar, aku akan segera pulang,” ujar Axel ikut panik.


“Aku tidak tahu,” lirih Kyara.


“Lakukan apa yang aku perintahkan sekarang juga,” ujar Axel.


“Ba-ba-k,” sahut Kyara.


Kyara pun berlari keluar apartemen, dia pun mendapati dua orang pria yang hendak masuk ke dalam apartemen mereka.


“Bang, tolong tolong ada yang mau melahirkan,” ujar Kyara pada 2 orang pria itu.


2 orang pria itu saling memandang, lalu mereka pun mengikuti langkah Kyara yang masuk ke dalam kamar apartmennya.


2 orang pria itu melihat Adeeva yang semakin lemas, mereka langsung mengangkat tubuh Adeeva dan membawa Adeeva langsung ke rumah sakit.


Kyara memberitahukan Axel bahwa Adeeva telah dibawa ke rumah sakit.


Dia meminta Axel untuk langsung datang ke rumah sakit.


Saat Adeeva sampai di rumah sakit, Axel juga sudah berada di rumah sakit.


"Dokter!" teriak Axel saat dia melihat istrinya yang semakin lemah.


"Deev," lirih Axel sangat mencemaskan keadaan Adeeva saat 2 orag pria itu mengeluarkan Adeeva dari mobil.


Dua orang perawat datang membawakan brangkar rumah sakit, agar dapat membawa Adeeva masuk ke ruang IGD.


Di dalam ruang IGD, seorang dokter memeriksa kondisi Adeeva.


Axel dan Kyara berdiri di luar ruang pemeriksaan, di sana Kyara terlihat takut, dia takut Axel akan marah besar padanya.


"Apa yang sudah kau lakukan pada Adeeva?" tanya Axel dengan tatapan tajam bagaikan ingin membunuh Kyara.


Dalam benak Axel saat ini Kyara memang memiliki niat untuk membunuh Adeeva agar wanita aneh itu bisa mendapatkan Axel dengan sepenuhnya.


"A-aku ti-tidak melakukan apa pun," lirih Kyara ketakutan.

__ADS_1


"Aku tidak akan membiarkanmu hidup tenang jika terjadi apa-apa pada Adeeva," ujar Axel mengancam istri keduanya.


Kyara hanya bisa terdiam menahan rasa takutnya.


Sementara itu di ruang pemeriksaan, dokter memeriksa konisi Adeeva.


Melihat kondisi Adeeva yang semakin lemah dokter pun memutuskan untuk melakukan tindakan operasi agar dapat menyelamatkan nyawa Adeeva dan bayi yang ada di dalam kandungannya.


"Keluarga pasien," panggil perawat.


"Saya," sahut Axel.


Axel menghampiri perawat yang memanggil dirinya.


"Tuan, menimbang kondisi pasien yang semakin lemah, maka kami pihak medis memutuskan untuk melakukan operasi terhadap pasien, untuk itu kami meminta pihak keluarga mengurus administrasinya terlebih dahulu," ujar si perawat pada Axel.


"Baik, Suster,"sahut Axel.


Axel pun menyelesaikan berbagai urusan adminstrasi yang diminta oleh pihak rumah sakit.


Tak berapa lama, Adeeva pun dibawa ke rang operasi untuk diberi tindakan.


Axel hanya bisa berdiam diri duduk di kursi ruang tunggu menunggu proses operasi selesai.


Dokter keluar dari ruang operasi setelah satu jam berlalu.


"Bagaimana keadaan istri saya, Dok?" tanya Axel menghampiri dokter.


"Alhamdulillah," lirih Axel.


"Kami akan membawa ibu bayi ke ruang rawat sementara itu bayinya akan kami bawa ke ruang ICCU," ujar dokter.


"Baik, Dok. Terima kasih," ucap Axel.


Axel bersyukur tidak terjadi hal-hal yang fatal pada Adeeva.


Dia pun mengikuti perawat yang kini tengah membawa Adeeva menuju ruang rawat.


Axel mengabaikan keberadaan Kyara yang sejak tadi duduk bersamanya.


Mau tak mau Kyara pun ikut melangkah menyusul Axel yang kini menuju sebuah ruang rawat untuk Adeeva.


Di dalam ruangan itu, Adeeva masih belum sadarkan diri.


Axel duduk menunggu Adeeva yang terbaring lemah di atas tempat tidur rumah sakit.


Kyra hanya duduk diam di sofa yang ada di ruangan itu.


Saat ini jantung Adeeva berdetak dnegan sangat kencang, dia takut Adeeva akan menceritakan apa yang telah dilakukannya tadi pagi sehingga hal ini terjadi.


"Tuan," panggil seorang perawat masuk ke dalam ruangan itu.

__ADS_1


Axel yang fokus menatap sang istri menoleh ke arah assal suara sang perawat.


"Kami minta kerja samanya untuk menyelesaikan adminstrasi bayi nyonya Adeeva," ujar si perawat mengingatkan Axel bahwa bayi Adeeva saat ini dalam kondisi kritis.


"Ya ampun, aku melupakan bayi yang dikandung Adeeva," lirih Axel.


Sikap Axel kali ini dapat menunjukkan bahwa dia sama sekali tidak mengharapkan kehadiran bayi itu.


Meskipun dia berjanji pada Adeeva akan menyayangi bayi itu, tapi tetap di hatinya sama sekali tidak merasa risau melihat kondisi sang bayi.


Sedikitpun di hatinya tak terbesit naluri seorang ayah bagi bayi itu.


"Oh, iya, Sus." sahut Axel.


Setelah itu Axel pun melangkah mengikuti sang perawat untuk menyelesaikan adminstrasi sang bayi.


Setelah Axel menyelesaikan administrasi si bayi, suster membawa Axel untuk masuk ke dalam ruang ICCU tersebut meminta Axel meng-azan-kan bayi laki-laki yang baru saja dilahirkan oleh Adeeva.


Axel menatap bayi mungil yang terbaring di sebuah tabung inkubator.


Dia merasa wajah bayi itu mirip dengan sosok seseorang yang tidak asing baginya.


"Silakan, Tua," lirih perawaty menggendong bayi itu dan mendekatkan si bayi pada Axel.


Mau tak mau Axel pun mulai meng-azan-kan si bayi.


Axel menggendong bayi itu sejenak, setelah itu perawat pun kembali meletakkan si bayi di dalam tabung inkubator tersebut.


Sebelum axel keluar dari ruang bayi itu, dia terus menatap si bayi sembari mencoba mengingat si bayi itu mirip dengan siapa.


Axel tak dapat mengingat si bayi mirip dengan siapa, hanya saja baginya wajah bayi polos itu tak asing baginya.


Axel pun melangkah menuju ruang rawat Adeeva, saat masuk ke dalam ruangan itu Axel menoleh sejenak ke arah Kyara yang masih terdiam.


Lalu Axel mengabaikan keberadaan Kyara, kebencian Axel terhadap Kyara semakin bertambah, dia yakin Kyara lah yang telah membuat Adeeva dalam bahaya.


Axel kembali duduk di samping Adeeva menunggu istrinya sadarkan diri.


Tak berapa lama Adeeva pun mulai membuka matanya, perlahan dia memperhatikan sekelilingnya, dia mengingat apa yang telah terjadi sebelumnya.


"Anakku! Mana anakku?" teriak Adeeva sambil meraba perutnya yang sudah mengecil.


Dia hendak bangun tai tidak bisa karena kakinya terasa kaku.


Kyara berdiri mendekati Adeeva yang sudah sadar.


Adeeva menatap Kyara dengan tatapan yang sulit diartikan.


Kyara semakin gemetar mendapat tatapan itu dari Adeeva.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2