
Axel juga kaget melihat wanita yang sudah sah menjadi istrinya itu kini jatuh tak sadarkan diri, untung saja Axel tanggap dan menyambut tubuh kecil Kyara.
"Kya," panggil Nyonya Moona, mana Kyara.
Wanita paruh baya itu menghampiri sang putri.
Axel langsung membawa sang istri ke sebuah sofa yang ada di sana.
Dia langsung menggenggam tangan Kyara, dan berusaha membangunkan sang istri.
"Apa sebenarnya yang terjadi padanya?" gumam Axel.
Axel pun teringat pada pernikahannya sebelumnya dengan Adeeva, di saat itu pengantin wanita juga pingsan, hanya saja bedanya saat itu Adeeva pingsan sebelum ijab kabul sedangkan hari ini pengantin wanita pingsan setelah ijab kabul.
"Pertanda apa ini? Mengapa di setiap pernikahanku selalu saja pengantin wanita jatuh pingsan?" Axel bertanya-tanya di dalam hati.
Kyara membuka matanya perlahan dia melihat wajah Axel yang mencemaskan dirinya.
Kyara memegang erat tangan Axel yang sejak tadi menggenggam tangannya.
"Apa kau mencemaskan diriku?" tanya si gadis aneh itu pada sang suami.
Axel mengernyitkan dahinya saat mendapat pertanyaan aneh dari Kyara.
"Apa jangan-jangan gadis ini hanya berpura-pura pingsan karena ingin mengetahui reaksiku?" gumam Axel di dalam hati.
Kyara membalas genggaman erat tangan Axel yang kini memegangi dirinya.
"Apakah kamu mencemaskan diriku?" tanya Kyara sembari membuka matanya pelan.
"What? Apakah dia hanya bersandiwara?" gumam Axel di dalam hati.
Dia merasa gadis aneh ini tengah mempermainkan dirinya.
"Kya? Kamu kenapa, Nak?" tanya Moona cemas.
"Aku enggak apa-apa, Ma," jawab Kyara mengembangkan senyuman di wajahnya.
Axel melepaskan genggaman tangannya, tapi Kyara tidak mau melepaskan genggaman itu.
Axel menahan emosinya yang mulai memuncak.
"Kamu masih kuat buat melanjutkan resepsi ini?" tanya Moona pada sang putri.
Kyara mengangguk pelan. Lalu dia berusaha bangkit dari posisi berbaringnya sambil bertumpu pada tubuh kekar Axel.
Axel hanya diam, dia membiarkan gadis itu melakukan apa yang diinginkannya.
"Penyerahan maharnya di sini saja," seru Moona pada panitia wedding.
Seseorang mengambil bingkisan mahar yang sudah dihias dengan sempurna.
Lalu memberikan bingkisan tersebut pada Axel, lalu pembawa acara pun menuntun Axel untuk menyerahkan bingkisan mahar itu pada istrinya.
Dengan senyuman yang mengembang di wajahnya, Kyara menerima bingkisan itu.
__ADS_1
Lalu Kyara langsung meraih tangan sang suami, dia mencium punggung tangan sang suami, lalu dia mengecup pelan pipi sang suami di hadapan banyak tamu yang melihat mereka.
Axel hanya bisa terdiam mendapat perlakuan sang istri, tamu-tamu pun tersenyum melihat apa yang dilakukan Kyara.
Acara akad nikah pun selesai, kini kedua pengantin berpindah ke pelaminan yang telah tersedia di ballroom itu.
Mereka duduk di pelaminan bagaikan pangeran dan ratu yang menguasai kerajaan.
Setiap tamu yang hadir pun datang menghampiri mereka memberi ucapan selamat pada Axel dan Kyara.
"Axel, jadi kamu sengaja menyuruh dia bersembunyi di rumahku agar kamu bisa menikahinya?" ujar Winda menyindir Axel.
Axel tak tahu harus menjawab apa, saat itu dia terdesak, makanya dia membantu Kyara kabur di hari pernikahannya.
Dia juga tidak menyangka akan terjebak dalam pernikahan gila yang direncanakan oleh gadis aneh yang kini sudah sah menjadi istrinya.
Sedangkan Kyara tersenyum manis mendengar sindiran dari kakak sepupunya itu, dia merasa menang saat ini.
Sepanjang resepsi berjalan, Axel terpaksa mengembangkan senyumannya, hatinya mendongkol dan menyimpan amarah yang memuncak di hatinya.
Amarahnya semakin memuncak saat melihat wajah Kyara tampak sangat bahagia dengan pernikahan yang mereka jalani.
Pada sore hari, para tamu mulai berkurang. Orang-orang yang tersisa di ballroom itu tinggallah keluarga terdekat kedua belah pihak.
Resepsi pernikahan yang direncanakan secara mendadak itu berjalan dengan lancar.
Kini tibalah waktu prosesi foto bersama, semua keluarga sibuk mendokumentasikan acara yang takkan pernah terlupakan itu.
Semua anggota keluarga turut berbahagia dengan pernikahan antara Axel dan Kyara.
Apalagi Antonio, dialah saat ini yang paling bahagia karena sebentar lagi dia akan ikut merasakan kesuksesan yang diraih oleh menantunya.
Setelah prosesi foto bersama kini tibalah saatnya foto berdua, hanya pasangan pengantin itu.
Awalnya Axel menolak untuk mengambil foto wedding dengan istri keduanya itu, tapi Kyara terus saja merengek ingin melakukan foto berdua dengan Axel, hingga akhirnya Axel pun mengalah.
Axel tidak bisa berbuat apa-apa lagi kecuali menuruti keinginan Kyara.
Fotografer mengarahkan beberapa pose berfoto agar mendapatkan hasil yang estetik.
"Bang, tolong lingkarkan tangannya di pinggang istrinya," ujar sang fotografer mengarahkan pose berfoto.
"Hah?" Axel enggan melakukan hal itu.
Kyara menatap sang suami.
"Sayang, aku ini istrimu. Kamu boleh menyentuhku," bisik Kyara dengan manja.
Kyara menarik tangan Axel lalu meletakkan tangan sang suami di pinggangnya.
Saat itu, sang fotografer mengambil satu foto.
"Wah, hasilnya natural banget," lirih si Fotografer.
Sang fotografer terus mengambil beberapa foto lagi untuk dokumentasi acara pernikahan mereka.
__ADS_1
Hampir satu jam waktu telah berlalu hanya untuk berfoto berdua.
"Sudahlah, aku lelah," ujar Axel menghentikan prosesi foto itu.
"Sayang," lirih Kyara manja, lalu dia mendorong tubuh Axel hingga Axel terjatuh ke sofa pelaminan, dan Kyara juga jatuh tepat di atas tubuh Axel.
Sang Fotografer tak melewatkan pose itu, dia pun mengambil foto mereka yang kini saling menatap dalam satu sama lain.
"Oke, prosesi fotonya sudah selesai," seru sang fotografer pada kedua insan yang sempat larut dalam rasa yang mereka sendiri tak mengerti arti rasa itu.
Axel tersadar lalu mendorong tubuh sang istri agar berdiri.
Mereka pun berdiri bersamaan.
"Acara selesai, kita pulang sekarang," ujar Axel.
Axel pun melangkah menuju ruang ganti, dia meninggalkan sang istri seorang diri yang masih berdiri di pelaminan.
"Axel," panggil Gita.
Pria tampan itu pun menghentikan langkahnya.
"Ada apa, Ma?" tanya Axel heran.
"Kenapa kamu biarkan istrimu sendiri di sana?" tanya Gita mengingatkan sang putra.
Axel menoleh ke arah sang istri yang terlihat merajuk.
Dia pun menghela napas panjang, lalu hendak menjemput sang istri.
"Axel, mama dan papa sudah menyediakan suitroom untuk kalian malam ini, mama juga sudah menyiapkan pakaian ganti kalian di sana, sekarang bawalah istrimu masuk ke kamar untuk beristirahat," ujar Gita.
"Apa?" Axel tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh ibunya.
"Sayang, Kyara itu istrimu," ujar Gita menekankan bahwa saat ini dia sudah sah menjadi suami Kyara.
Axel hanya bisa menghela napas panjang lalu dia melangkah menghampiri Kyara.
"Ayo," ajak Axel.
Kyara pun langsung menggandeng lengan kekar Axel.
Mereka pun melangkah menuju suitroom yang telah disediakan keluarga mereka untuk malam pertama.
Sesampai di kamar hotel, Kyara ingin langsung masuk ke dalam kamar mandi, tapi dia tidak bisa membuka gaun yang dikenakannya.
"Sayang, tolong aku bukain gaunnya," pinta Kyara sambil membelakangi Axel.
Dia meminta Axel untuk membukakan resleting gaunnya.
Dengan berat hati Axel membukakan resleting gaun sang istri.
Axel pun dapat melihat dengan jelas punggung mulus sang istri, pikirannya teringat dengan sosok Adeeva yang menolak dirinya di saat malam pertama.
"Pergi!" bentak Axel pada Kyara.
__ADS_1
Axel mendorong Kyara hingga istrinya terjatuh ke lantai.
Bersambung...