Takdir Cinta Adeeva

Takdir Cinta Adeeva
Bab 122


__ADS_3

Axel panik, lalu langsung melajukan mobilnya menuju rumah sakit.


Sesampai di rumah sakit, dia langsung mengangkat tubuh Kyara dan membawanya masuk ke dalam IGD.


Dia membaringkan tubuh sang istri di atas tempat tidur yang kosong, untuk diperiksa oleh dokter jaga.


"Ada apa, Tuan?" tanya salah satu perawat yang datang menghampiri mereka.


"Suster, tolong istri saya," ujar Axel menunjuk ke arah sang istri yang masih pingsan.


Seorang Dokter jaga di IGD itu datang menghampiri Kyara yang tengah berbaring di atas tempat tidur.


"Ada apa, Tuan?" tanya sang Dokter.


"Saya tidak tahu, Dok. Saat di mobil tiba-tiba dia pingsan," jawab Axel.


"Baiklah, kamu coba periksa dulu ya, Tuan," ujar sang dokter.


Dokter pun mulai melaksanakan tugasnya, dia memeriksa kondisi Kyara, mulai dari cek tekanan darah dan lain-lain.


"Tekanan darahnya agak tinggi, dan menurut analisa saya istri tuan tengah mengandung, tapi untuk lebih jelasnya saya sarankan untuk membawa istri anda ke dokter kandungan setelah dia sadar," ujar sang dokter.


Axel membulatkan matanya tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh sang dokter.


Dia menatap sang istri yang masih belum sadarkan diri.


"Baiklah, Dok." Axel mengangguk.


"Biarkan istri tuan istirahat sejenak," saran dokter.


"Baik, Dok. Terima kasih," ucap Axel.


Axel pun duduk di kursi yang tersedia tepat di samping tempatnya tidur sang istri.


Dia menatap dalam ke arah wajah polos sang istri yang kini terlihat sangat pucat.


Setelah itu, dia mengalihkan pandanganya ke arah perut Kyara yang masih rata.


"Apakah benar kamu mengandung benih dariku?" lirih Axel terharu.


Ada rasa bahagia menyelinap di hatinya. Axel berdiri lalu mengecup puncak kepala sang istri.


"Aku akan berusaha membahagiakanmu," lirih Axel.


"Benarkah?" lirih Kyara yang sudah terbangun.


Dia menatap sang suami, dia melihat tatapan suaminya begitu tulus untuknya.


"Aku akan menjagamu dan anak kita," ujar Axel sembari meletakkan tangannya di atas perut sang istri.


Kyara menoleh ke arah tangan Axel yang ada di atas perutnya yang masih datar.

__ADS_1


"Apa maksud kamu, Bang?" tanya Kyara heran.


Axel tersenyum.


"Dokter jaga yang memeriksa kamu tadi mengatakan bahwa kamu tengah mengandung," jawab Axel.


Kyara mencoba untuk mengingat hari terakhir dia datang bulan. Seingatnya memang sudah hampir 2 bulan dia telat datang bulan.


"Apakah kamu sudah kuat? Jika sudah kita langsung ke dokter kandungan saja, mumpung kita masih berada di rumah sakit," ujar Axel.


Dia ingin memastikan prediksi dokter jaga tadi.


"Iya, Bang. Aku sudah mendingan," lirih Kyara.


Kyara juga penasaran dengan apa yang dikatakan oleh sang suami.


Setelah itu, Axel pun membawa Kyara ke dokter kandungan.


Jantung kedua pasangan suami istri itu berdetak dengan kencang, mereka merasa gugup.


Dokter mulai memeriksa keadaan Kyara dengan menggunakan alat USG.


Di layar terlihat segumpal benih yang mengisi rahim Kyara, dokter tersenyum.


"Selamat, Tuan dan Nona. Kalian sebentar lagi akan menjadi orang tua, usia kandungan nona Kyara saat ini sudah ada 6 Minggu," ujar sang dokter menunjukkan gumpalan darah yang ada di layar monitor.


Axel dan Kyara saling berpandangan, mereka tidak menyangka akan dikarunia seorang bayi dalam pernikahan mereka yang sama sekali tidak dilandasi rasa cinta.


"Aku akan berusaha mencintaimu, dan aku akan berusaha menjadi suami dan ayah terbaik untuk kalian," lirih Axel di telinga istrinya.


Kyara menangis haru mendengar ucapan sang suami.


"Terima kasih, Nak. Dengan hadirnya dirimu di dalam rahim mama, papamu mulai mencintai mama," gumam Kyara di dalam hati.


Mereka pun kini hanyut dalam kebahagiaan yang tak terkira.


Sementara itu, sesampai di Bali Adeeva dan Daffa pun langsung melaksanakan akad nikah.


Pernikahan kali ini Daffa adakan dengan mewah dan megah dia mengundang seluruh rekan bisnisnya serta teman-temannya.


Di acara resepsi pernikahan yang megah itu terlihat tamu sangat menikmati hidangan serta tampilan Senin dari artis yang telah diundang Daffa.


Kini Daffa dan Adeeva duduk di pelaminan, sedangkan baby Ghaffar bersama Aunty Natasya yang langsung terbang dari Sidney saat mendengar sang adik akan menikah.


"Terima kasih, Sayang," lirih Adeeva atas penghargaan yang diberikan oleh pria yang sangat dicintainya itu.


"Seharusnya aku yang berterima kasih padamu, karena kamu masih menjaga milikmu hanya untukku," bisik Daffa di telinga Adeeva.


Wajah Adeeva memerah mendengar ucapan sang suami.


"Malam ini akan kita ulangi peristiwa malam itu, tapi dengan penuh cinta dan kasih yang membara," lirih Daffa menggoda sang istri yang semakin tersipu malu.

__ADS_1


****


Satu Minggu di Bali, Alex pun datang ke kafe tempat Ainun bekerja.


Malam ini, dia meminta Frans membebaskan Ainun dari cengkramannya.


"Kau yakin akan membebaskan pel*c*r itu?" tanya Frans pada Alex.


Alex merasa temannya itu terlalu bodoh rela membayar berapa pun yang dimintanya hanya untuk seorang wanita mal*m yang tidak lagi per*w*n.


"Iya, aku akan bayar berapa pun yang kamu minta," ujar Alex dengan penuh keyakinan.


"Baiklah, kalau begitu aku minta kau membayarnya dengan harga 1 milyar," ujar Frans memberi tawaran.


"Baiklah, aku akan transfer uangnya setelah kau menandatangani surat perjanjian ini terlebih dahulu," ujar Alex pada Frans.


Alex memberikan sebuah map pada Frans, dia sengaja membuat surat perjanjian agar suatu hari nanti Frans tak lagi mengganggu kehidupan Ainun.


Frans pun langsung menandatangani surat perjanjian tersebut.


"Terima kasih, aku percaya padamu, jangan kau hancurkan kepercayaanku," lirih Alex mengingatkan Frans untuk tidak menggangu Ainun lagi.


Alex pun mentransfer uang yang diminta Frans ke rekeningnya.


Tak berapa lama setelah itu, Sherin datang membawa Ainun ke hadapan Frans dan Alex.


"Ai, mulai hari ini kau tidak perlu datang lagi ke sini karena tuan Alex ingin kau menjadi miliknya," ujar Frans pada Ainun.


Ainun masih belum mengerti apa yang di maksud oleh Frans.


"Sekarang pergilah dengannya," ujar Frans.


"Ayo," ajak Alex.


Alex pun membawa Ainun keluar dari neraka itu.


"Apa yang sudah tuan lakukan?" tanya Ainun pada Alex saat mereka telah berada di dalam mobil.


"Aku hanya ingin kamu berhenti bekerja di tempat kotor itu, kamu bisa cari kerja di tempat lain," jawab Alex.


"Tapi, kenapa tuan lakukan ini?" tanya Ainun masih belum paham tujuan Alex.


"Aku hanya tidak ingin Aini tahu pekerjaanmu, aku ingin Aini bangga dengan kakaknya tapi bukan menjadi wanita malam," ujar Alex lagi.


"Terima kasih, Tuan." Ainun terharu dan bersyukur dengan apa yang telah dilakukan oleh Alex terhadap dirinya.


Tamat


(Readers semuanya, Author minta maaf jika tamatnya novel ini terkesan dipaksakan, awalnya author memang mau menambah beberapa bab lagi, tapi kondisi Author yang sekarang tidak memungkinkan untuk melanjutkan cerita ini. Terimakasih buat readers yang terus memberi dukungan di karya AuthorπŸ™πŸ™πŸ™πŸ™)


Semoga setelah Author pulih, dapat menghibur Readers dengan karya yang lebih baik lagi, aamiin.

__ADS_1


__ADS_2