
Damar langsung mengejar Kyara saat dia berlari ke luar hotel.
Adeeva bingung melihat wanita yang bersama Damar itu menatap dirinya dengan penuh amarah.
"Siapa wanita itu?" gumam Adeeva di dalam hati bertanya-tanya.
Sedangkan Axel merasa bingung harus melakukan apa, dia pun memutuskan untuk mengantarkan Adeeva ke kamarnya terlebih dahulu lalu berusaha mencari tahu tentang Kyara melalui Damar yang kini tengah mengejarnya.
Axel pun mengajak Adeeva masuk ke dalam lift saat pintu lift sudah terbuka.
"Siapa wanita itu?" tanya Adeeva pada Axel penasaran.
"Bukan siapa-siapa," jawab Axel cuek.
Axel berusaha tetap bersikap biasa saja meskipun ada sedikit rasa bersalah terbesit di dalam hatinya.
Adeeva mengernyitkan dahinya, dia terus menatap ke arah Axel.
Adeeva yakin ada sesuatu yang disembunyikan oleh suaminya saat ini.
Sesampai di kamar, Axel memperhatikan sang istri dari ujung kaki hingga ujung rambut.
Dia yakin selama ini sang istri hidup susah, sehingga kini wanita yang biasa terlihat anggun dan cantik itu terlihat lusuh dan tak terawat sama sekali.
Axel membelai lembut rambut Adeeva.
"Beberapa bulan ini kamu pasti merasakan hidup yang sulit," lirih Axel.
Dia merasa menyesal telah membuat sang istri kabur dari rumahnya beberapa bulan yang lalu.
Seandainya waktu itu, Axel tidak bermuka masam pada sang istri, dia yakin Adeeva tidak akan pergi begitu saja.
"Mandilah terlebih dahulu, aku akan menunggumu di sini," lirih Axel menyuruh Adeeva untuk membersihkan diri.
Adeeva mengangguk, lalu melangkah menuju kamar mandi.
Dia menuruti apa yang disuruh oleh sang suami.
Saat Adeeva tengah membersihkan diri, Axel menghubungi Damar menanyakan keadaan Kyara saat ini.
Damar tak menjawab panggilan dari Axel, tetapi tak berapa lama setelah itu, Damar mengirimkan sebuah pesan.
"Nona Kyara sudah bisa diamankan, tapi saya belum bisa membawanya kembali ke hotel." Isi pesan dari Damar pada bos-nya.
Axel menghela napas lega setelah membaca pesan itu.
Setelah itu Axel pun membuka aplikasi online untuk mencari pakaian yang cocok untuk Adeeva.
__ADS_1
Dia tidak suka melihat Adeeva mengenakan pakaian Adeeva yang terlihat sangat lusuh.
Dia ingin melihat wanita yang dicintainya seperti dulu, bersih dan mengenakan pakaian yang modis.
Sebelum. Adeeva keluar dari kamar mandi seorang driver telah datang membawakan barang pesanan Axel.
Adeeva keluar dari kamar mandi, dia mengenakan bathrobe dan handuk yang melilit rambutnya.
"Ini pakaianmu, pilihlah mana yang kamu suka," ujar Axel sambil menunjukkan beberapa pakaian yang sudah dibelinya secara online.
Adeeva mengambil satu gaun santai, lalu dia pun mengenakan pakaian tersebut.
Axel tersenyum melihat Adeeva, lalu dia juga mengulurkan beberapa jenis bedak yang tadi juga sempat dibelinya.
"Pakailah, agar kamu terlihat lebih terawat," ujar Axel.
"Untuk apa ini?" lirih Adeeva.
"Aku ingin kamu terlihat seperti dulu," jawab Axel.
Adeeva hanya bisa mengikuti apa yang telah dikatakannya oleh sang suami.
Adeeva pun kini duduk di meja rias, Adeeva memperhatikan wajahnya yang kini memang terlihat kusam.
Dia pun mulai memoles make up yang diberikan Axel padanya.
Dia mengusap wajahnya yang awalnya terlihat kusam dan kini kembali glowing.
Axel melangkah menghampiri sang istri yang duduk di meja rias.
Dia pun meletakkan tangannya di pundak sang istri.
"Beginilah istriku, bukan yang tadi," lirih Axel memuji kecantikan Adeeva.
Adeeva membalikkan tubuhnya, lalu dia menatap dalam ke arah Axel.
"Axel, kenapa kamu melakukan ini padaku?" tanya Adeeva.
Dia merasa sangat bersalah pada Axel, apalagi saat ini dia tidak akan bisa membagi hati dan cintanya untuk sang suami karena hati dan cintanya telah tinggal di hati Daffa, pria yang sempat menolongnya.
"Deev," lirih Axel.
"Dari dulu kamu tahu, aku sangat mencintaimu, aku berharap pernikahan ini membuatmu jatuh cinta padaku dan kita akan membina rumah tangga kita hingga maut memisahkan," ujar Axel sembari menatap dalam mata sang istri.
Axel menunjukkan bahwa hingga saat ini masih mencintai Adeeva, walaupun Adeeva sudah membohonginya.
"Tapi, Axel. Bagaimana kamu bisa yakin aku bisa jatuh cinta padamu? Sementara itu, hatiku telah terikat pada seorang pria?" gumam Adeeva di dalam hati.
__ADS_1
Adeeva juga membalas tatapan Axel, dia hanya bisa diam tidak bisa membalas ucapan sang suami.
Adeeva dan Axel pun mulai mengobrol, kali ini Axel menceritakan betapa sedih dan sakitnya dirinya sejak ditinggal sang istri.
Sementara itu Damar dan Kyara tengah berada di pinggir pantai.
Sejak tadi Damar berusaha membujuk Kyara untuk kembali ke hotel, hanya saja gadis itu enggan untuk kembali.
"Damar," lirih Kyara setelah beberapa menit mereka duduk diam membisu di sebuah pohon kelapa yang roboh di pinggir pantai itu.
"Iya, Nona," sahut Damar.
"Siapa wanita yang bersama Axel tadi?" tanya Kyara pada Damar.
"Mhm." Damar bingung harus menjawab apa.
"Katakanlah, apa pun itu aku akan berusaha menerima kenyataannya. Selama ini aku memang belum mengenali sosok Axel, demi menyelamatkan diri dari sosok Alvaro, aku malah terjebak dalam pernikahan ini. Aku tahu ini semua adalah kesalahanku," lirih Kyara mengungkapkan apa yang ada di hatinya.
Dia berharap Damar akan menceritakan masa lalu Axel yang sama sekali tidak diketahuinya.
Damar masih diam, dia tampak berpikir.
"Apa yang kau pikirkan?" lirih Kyara.
"Alangkah baiknya kau memberitahuku siapa Axel sebenarnya dan bagaimana kehidupannya sebelum aku hadir dalam hidupnya," ujar Kyara lagi memaksa Damar untuk bicara.
"Wanita yang bersama tuan Axel tadi adalah istri pertamanya," lirih Damar memberi jawaban atas pertanyaan yang dilontarkan Kyara tadi.
Kyara langsung menoleh ke arah Damar, dia tak percaya dnegan apa yang baru saja diucapkan oleh Damar.
Dia menggelengkan kepalanya.
"Ya, benar. Wanita yang bersama tuan Axel tadi adalah Adeeva, istri pertamanya yang kabur 3 bulan yang lalu," cerita Damar.
"Apa kau sengaja membohongiku?" tanya Kyara masih menyangkal pernyataan Damar.
"Tidak, Nona." Damar menggelengkan kepalanya.
"Satu bulan pernikahan mereka, kami mengetahui bahwa nona Adeeva tengah hamil, tapi setelah smeua orang tahu bahwa dia tengah mengandung, justru nona Adeeva melarikan diri dari rumah, kami pun tidak tahu apa masalah yang membuat dia pergi dari sisi suaminya." Damar mulai bercerita tentang kejadian beberapa bulan yang lalu.
Kyara menautkan kedua alisnya, dia mulai bertanya-tanya akan hubungan Axel dan wanita itu.
"Bukankah seharusnya mereka bahagia jika mengetahui bahwa akan memiliki anak, keturunan merupakan hal yang ditunggu-tunggu bagi setiap pasangan suami istri?" gumam Kyara bertanya-tanya di dalam hati.
"Apa sebenarnya yang telah terjadi di antara mereka?" gumam Kyara lagi di dalam hati.
Bersambung...
__ADS_1