Takdir Cinta Adeeva

Takdir Cinta Adeeva
Bab 45


__ADS_3

Adeeva melepaskan pelukannya dari tubuh Daffa, dia melihat tangan Daffa mulai bergerak.


Adeeva berlari keluar untuk memberitahukan Alex apa yang baru saja dilihatnya.


"Alex, Daffa sudah bangun, dia menggerakkan tangannya," ujar Adeeva.


"Apa? Benarkah?" Alex masih tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Adeeva.


"Iya," sahut Adeeva.


Alex bergegas masuk ke dalam ruangan itu, dia juga dapat melihat gerakan tangan Daffa.


Alex langsung menekan tombol hijau yang ada di ruangan itu, tombol yang berfungsi untuk memanggil dokter atau perawat.


Tak berapa lama setelah itu, seorang dokter dan perawat pun masuk ke dalam ruangan tempat Daffa berada.


"Dok, tuan Daffa mulai menggerakkan tangannya," ujar Alex memberitahu dokter.


"Baiklah kalau begitu, biar saya coba periksa dulu," ujar sang dokter.


Setelah itu dokter pun mulai memeriksa keadaan Daffa saat ini.


"Alhamdulillah, pasien sudah melewati masa kritisnya. Saat ini kita tinggal menunggu pasien sadar," ujar dokter memberitahukan keadaan Dafa saat ini kepada Alex dan Adeeva.


"Syukurlah kalau begitu, Dok. Terima kasih," ucap Alex.


"Alhamdulillah ya, Allah. Ini pasti atas kuasa-Mu," lirih Adeeva senang mendengar penjelasan dari dokter.


"Ya sudah, kalau begitu. Nanti kalau pasien sudah sadar, tolong panggi petugas medis," pesan dokter.


"Baik, Dok. Sekali lagi terima kasih," ucap Alex.


Dokter dan perawat pun keluar dari ruangan rawat Daffa tersebut.


Setelah itu Alex menoleh ke arah Adeeva yang kini tengah duduk di samping tempat tidur Daffa.


"Jangan-jangan kehadiran nona Adeeva yang membuat Tuan Daffa sadar, mungkin Tuan Daffa mulai tertarik dengan istri kontraknya ini," gumam Alex di dalam hati.


Selama ini yang Alex tahu, adeeva adalah seorang wanita yang diselamatkan tuannya lalu keadaan wanita itu dimanfaatkan Daffa untuk menyenangkan hati maminya.


Alex tahu bahwa Adeeva adalah wanita yang baru saja dikenal oleh tuannya itu.


"Daffa, aku di sini," lirih Adeeva sambil menggenggam erat tangan Daffa.


"Nona, ayo kita pulang," ajak Alex.


Alex takut Adeeva kembali drop, makanya dia meminta Adeeva untuk beristirahat di rumah.

__ADS_1


"Tidak, Aku tidak mau ke mana-mana, Aku mau di sini tetap berada di samping Daffa," bantah Adeeva.


"Tapi, Nona. anda sudah berjanji pada saya akan pulang setelah bertemu dengan tuan muda Daffa," bujuk Alex.


"Tidak, aku akan beristirahat di sini bersama Daffa," bantah Adeeva lagi.


"Aku ingin menjadi orang yang pertama kali dilihat Daffa di saat dia sadarkan diri," gumam Adeeva di dalam hati.


Adeeva menatap dalam wajah tampan pria yang kini sudah mulai mengisi hatinya.


Alex pasrah, dia tidak bisa lagi berbuat apa-apa karena Adeeva sangat bersikeras untuk menjaga tuannya.


"Baiklah, Nona. Kalau begitu saya akan tunggu di luar, jika Nona membutuhkan sesuatu Nona bisa panggil saya," ujar Alex pasrah.


Alex tidak mungkin ikut menjaga Daffa di ruangan itu.


"Ya, terima kasih," ucap Adeeva tanpa melihat ke arah Alex.


Alex menghela napas panjang, lalu dia pun melangkah keluar ruangan itu.


Adeeva masih setia menunggu Daffa sadar, di saat waktu maghrib masuk, Adeeva keluar sejenak memanggil Alex.


"Alex," panggil Adeeva saat dia berada di depan pintu.


Dia melihat Alex kini tengah duduk di kursi yang tersedia di depan ruang rawat.


"Bisakah kamu menyediakan mukena untukku? Aku mau shalat," pinta Adeeva.


"Baik, Nona. Tunggu sebentar," ujar Alex.


"Jangan lupa, sekaligus Al-Quran," ujar Adeeva.


Alex menganggukkan kepalanya, setelah itu dia pun bergegas menuju toko yang ada di depan rumah sakit, setahunya di toko itu tersedia segala macam yang dibutuhkan termasuklah mukena.


Alex membeli sebuah mukena dan Al-Qur'an di toko itu lalu membawanya ke ruangan Daffa.


"Permisi, Nona," ujar Alex saat membuka pintu ruang rawat Daffa.


"Mhm," gumam Adeeva.


Adeeva menoleh ke arah Alex, dia pun berdiri lalu menghampiri Alex.


"Ini pesanan anda, Nona," ujar Alex sembari mengulurkan sebuah bag paper pada Adeeva.


Adeeva mengambil bag paper itu.


"Terima kasih, maaf sudah merepotkanmu," ujar Adeeva.

__ADS_1


"Tidak apa-apa, Nona. Ini sudah menjadi tugas saya," ujar Alex.


Setelah itu Alex pun hendak kembali keluar.


"Alex," panggil Adeeva.


"Iya, Nona." Alex membalikkan badannya menghadap Adeeva.


"Kamu pulanglah, dan istirahat. Biar aku yang menjaga Daffa di sini, jika aku membutuhkan sesuatu aku akan menghubungimu," ujar Adeeva.


Adeeva tahu, beberapa hari ini Alex dengan setia menjagai Daffa di rumah sakit sehingga dia tidak memperdulikan dirinya yang kini terlihat sangat acak-acakan.


"Tapi, Nona. Kamu tenang saja, aku akan baik-baik saja di sini," ujar Adeeva.


Wanita itu merasa kasihan dengan Alex yang memang terlihat sangat lelah.


"Baiklah, Nona. Kalau begitu saya akan meminta salah satu pelayan di rumah untuk datang ke sini menemani nona," ujar Alex.


"Terserah kamu," balas Adeeva.


"Nona Adeeva memang baik, dia pantas mendampingi Tuan Daffa, tapi sayang tuan Daffa sudah pernah menyentuh wanita lain, dia juga sudah berjanji akan menikah dengan wanita yang sudah dinodainya itu," gumam Alex di dalam hati.


Setelah itu Alex pun meninggalkan rumah sakit, sebelumnya dia sudah menghubungi mang Udin untuk mengantarkan salah satu pelayan yang ada di rumah Daffa untuk menemani Adeeva menjaga Daffa di rumah sakit.


Meskipun Adeeva merasa dirinya sudah sehat, tapi Alex tidak tega membiarkan Adeeva menjaga Daffa seorang diri di sana.


Adeeva pun mulai menunaikan ibadah shalat maghrib yang waktunya hampir habis, setelah selesai shalat maghrib, Adeeva membuka Al-Qur'an nya. Dia pun mulai membaca Alquran tersebut sembari menunggu waktu isya masuk.


Dia menyambung ibadahnya dengan shalat isya, Adeeva menutup Alquran nya saat mendengar suara azan isya.


Dia langsung berdiri menunaikan ibadah shalat isya.


Bi Sari sampai di ruang rawat Daffa saat Adeeva masih melaksanakan ibadah shalat isya.


Wanita paruh baya itu tersenyum melihat Adeeva, dia mulai mengagumi sosok Adeeva yang dilihatnya saat peduli dengan kewajibannya sebagai seorang muslimah.


"Beruntung Tuan Daffa mendapatkan nona Adeeva sebagai pendamping hidupnya, semoga hubungan mereka langgeng hingga maut memisahkan mereka," gumam Bi Sari terharu melihat Adeeva yang kini sudah mulai membaca Alquran.


Adeeva duduk di samping Daffa, lalu dia membacakan Al-Qur'an tepat di dekat Daffa, dia berharap dengan lantunan ayat suci yang dibacakannya dapat menyembuhkan sakit Daffa.


Dia juga berharap Daffa cepat sembuh dan sadarkan diri.


Saat Adeeva tengah asyik melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an, Daffa mulai membuka matanya secara perlahan.


Dia menatap Adeeva yang kini tengah mengaji mengenakan Mukani putih, paras cantiknya membuat Adeeva terlihat bagaikan bidadari di mata Daffa.


"Apakah aku sudah di surga?" lirih Daffa.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2