Takdir Cinta Adeeva

Takdir Cinta Adeeva
Bab 107


__ADS_3

"Maafkan saya, Bu. Saya menyesal," lirih Daffa.


"Kamu sudah terlambat, Adeeva sudah pergi, beberapa hari lalu dia datang ke sini setelah menghilang beberapa bulan," ujar Aisyah menyesal telah membiarkan Adeeva pergi.


"Pergi ke mana?" tanya Daffa.


"Saya tidak tahu, dia pergi dari sini karena diusir oleh ayah tirinya." Aisyah pun menceritakan apa yang telah dilakukan Haikal pada Adeeva.


Daffa terdiam mendengar cerita Aisyah.


"Lalu ke mana aku bisa mencarinya, Bu?" tanya Daffa.


Daffa masih berharap ada peluang lain untuk bertemu dengan wanita yang dicintainya.


Sejenak Aisyah terdiam, lalu dia pun teringat akan besannya.


"Satu-satunya tempat yang bisa kamu datangi adalah rumah kedua mertuanya," ujar Asiyah.


"Di mana rumah kedua mertua Adeeva, Bu?" tanya Daffa bersemangat.


Aisyah pun memberikan alamat besannya pada Daffa, dia berharap pria itu dapat menemukan putrinya.


"Terima kasih, Bu. Kami akan mencoba mencari Adeeva di rumah mertuanya," ujar Daffa.


Setelah itu dia pun berpamitan pada ibu kandung Adeeva.


Daffa dan Alex pun keluar dari rumah Adeeva, lalu masuk ke dalam mobil. Mereka pun langsung meninggalkan kediaman Haikal menuju rumah mertua Adeeva.


Saat mobil yang ditumpangi Daffa keluar dari pekarangan rumah, Haikal baru saja masuk ke dalam rumahnya.


Dia turun dari mobil dan mendapati sang istri tengah berada di teras rumah.


"Siapa yang datang?" tanya Haikal penasaran.


"Mhm, itu, pria yang sudah menghamili Adeeva," jawab Aisyah.


"Apa?" Haikal tak percaya dengan apa yang didengarnya.


"Ya, di datang ke sini untuk bertanggung jawab atas anak yang tengah dikandung oleh Adeeva," jelas Aisyah.


"Sudah terlambat, kenapa dia baru datang sekarang? Ke mana dia selama 7 bulan ini?" Haikal kesal mendengar cerita Aisyah.


Aisyah hanya bisa mengangkat bahunya, karena dia sendiri tidak sempat mempertanyakan apa yang kini ditanyakan oleh sang suami.


"Jika dia datang 7 bulan yang lalu, kita tidak harus menahan rasa malu, dan kita juga tidak perlu mengusir Adeeva dari sini," ujar Haikal.


Haikal kesal akan keterlambatan Daffa datang mencari Adeeva.


"Tak seharusnya kita mengusir Adeeva dari sini, apalagi saat ini dia tengah mengandung 7 bulan." Akhirnya Aisyah pun mengungkapkan perasaannya saat sang suami mengusir putri kandungnya.

__ADS_1


Saat itu, Aisyah tidak bisa membantah apa yang dikatakan oleh suaminya, karena sang suami paling tidak suka keputusannya dibantah apalagi di saat dia diselimuti emosi.


Sementara itu Daffa sedang di dalam perjalanan menuju rumah mertua Adeeva, dia berharap akan mendapatkan pencerahan jika bertemu dengan mertua Adeeva atau suami Adeeva.


Daffa menatap keluar jendela.


Hati Daffa terasa sakit saat mengingat cerita ibu kandung Adeeva, dia menyesal telah gegabah dan menikah dengan Ainun waktu itu.


Seandainya dia tidak membawa masuk Ainun ke dalam rumahnya waktu itu, maka Adeeva tidak akan meninggalkannya.


Sang sopir menghentikan mobilnya setelah menemukan alamat yang dimaksud oleh ibu Aisyah tadi.


Mereka turun dari mobil. Daffa memandang rumah megah milik keluarga Rasyid itu, dia berharap Adeeva tengah berada did dalam rumah tersebut.


Alex pun membunyikan bel yang tersedia di depan rumah itu saat mereka telah berdiri di depan pintu utama rumah megah yang ada di hadapan mereka.


Tak berapa lama setelah Alex menekan tombol bel, seorang pelayan membukakan pintu rumah.


Si pelayan menatap heran pada Alex dan Daffa yang kini berdiri di depan rumah itu.


"Maaf, mau cari siapa?" tanya si pelayan pada Daffa dan Alex.


"Permisi, Bi. Kami bisa bertemu dnegan tuan rumah ini?" tanya Alex dengan ramah.


"Oh iya, kalau begitu silakan masuk terlebih dahulu," ajak si pelayan.


Pelayan itu membawa masuk Alex dan Damar masuk ke dalam rumah megah milik Rasyid.


Tak berapa lama setelah itu, Gita keluar dari kamarnya, lalu dia pun menemui Daffa dan Alex di ruang tamu.


Gita menautkan kedua alisnya saat melihat dua pria asing yang duduk di ruang tamu rumahnya.


Alex berdiri lalu menjabat tangan Gita.


"Maaf, Nyonya. jika kedatangan kami ke sini mengganggu istirahat nyonya," ujar alex dengan ramah.


"Iya, tapi kalian siapa?" tanya Gita penasaran.


"Perkenalkan saya Alex, dan ini bos saya namanya Daffa." Alex memperkenalkan diri pada Gita.


Gita masih diam, sembari menunggu kata-kata Alex selanjutnya.


"Kedatangan kami ke sini ingin bertemu dnegan Nona Adeeva, apakah dia ada di rumah ini?" tanya Alex dengan ramah.


"Adeeva sudah tidak ada di rumah ini, kami sudah mengusir wanita jal*ng itu dari kehidupan kami." Gita mulai emosi mendengar Alex yang tengah mencari menantunya.


Alex dan Daffa saling melempar pandangan.


"Mhm, apakah Nyonya tahu di mana keberadaannya saat ini?" tanya Alex lagi memberanikan diri untuk bertanya.

__ADS_1


"Kami tidak tahu dan tidak mau tahu keberadaan wanita jal*ng yang tidak tahu diri itu, kami juga sudah menyuruh putra kami untuk menceraikannya," ujar Gita geram.


"Apa? Kenapa kalian begitu tega pada Adeeva, apalagi saat ini di tengah mengandung," ujar Daffa kesal mendengar ucapan Gita yang begitu membenci Adeeva.


"Kami tidak peduli! Kehadirannya dalam hidup putra kami hanya menorehkan luka di hati putra kami," ujar Gita lagi.


"Kalau tidak ada keperluan dengan keluarga kami, kalian bisa tinggalkan rumah ini," ujar Gita dengan angkuh.


Daffa sangat kesal mendengar ucapan Gita tapi Alex berusaha menahan emosi tuan-nya.


Alex bergegas mengajak Daffa keluar dari rumah itu.


Mereka pun meninggalkan rumah mertua Adeeva.


"Kita mau ke mana lagi, Tuan?" tanya Alex.


Daffa masih diam. Dia tidak tahu harus berbuat apalagi. DIa bingung harus mencari ke mana wanita yang dicintainya itu.


Daffa pun mengeluarkan ponselnya, dia menghubungi Axel dan mengajak Axel ketemuan. Paling tidak bertemu dengan Axel bisa menghilangkan rasa suntuknya.


Kebetulan saat ini Axel, Adeeva dan Kyara tengah makan siang di sebuah restoran, dia meminta Daffa untuk langsung datang ke restoran tempat mereka berada.


Di restoran mereka baru saja selesai menyantap menu makan siang, Kyara sengaja meminta Axel untuk mengajak Adeeva berjalan-jalan agar Adeeva tidak bosan berada di rumah berdua saja dengan bayinya.


Kyara juga suka dengan baby Ghaffar, sekarang Kyara sedang asyik menggendong Baby Ghaffar, entah mengapa dia juga menginginkan punya bayi.


"Kya, aku ke toilet dulu, ya," ujar Adeeva menitipkan putranya pada istri kedua suaminya.


"Iya, Kak. Biar aku yang jagain baby Ghaffar," ujar Kyara.


Axel menatap Kyara yang sedang asyik bercanda dengan baby Ghaffar.


Saat itu pula, Daffa dan Alex sampai di resto tempat Axel berada.


Jantung Daffa berdetak dengan kencang saat melihat bayi yang digendong oleh Kyara.


"Hai, Xel. Apa kabar?" sapa Daffa sembari terus menoleh ke arah baby Ghaffar.


"Hai, Daffa. Tumben kamu datang ke sini?" ujar Axel.


"Biasa jalan-jalan," balas Daffa.


"Ini baby kamu, kan? Aku boleh menggendongnya?" tanya Daffa meminta izin pada Kyara.


"Oh, iya." Kyara pun memberikan baby Ghaffar pada Daffa.


Baru saja Daffa menggendong baby Ghaffar, Adeeva ke luar dari toilet.


Dia kaget saat melihat bayinya kini digendong oleh Daffa.

__ADS_1


Besambung...


__ADS_2