Takdir Cinta Adeeva

Takdir Cinta Adeeva
Bab 79


__ADS_3

Adeeva membesarkan matanya tak percaya saat melihat pria yang baru saja menabraknya adalah suaminya.


Axel langsung memeluk tubuh Adeeva yang terlihat semakin kurus meskipun dia kini tengah hamil hanya perutnya yang terlihat semakin membesar.


Axel langsung memeluk tubuh wanita yang sangat dirindukannya.


"Aku merindukanmu," lirih Axel.


Adeeva hanya diam mendapat pelukan hangat dari pria yang sangat mencintainya.


Dia tak bergeming sedikitpun, saat ini dia masih syok, tak menyangka akan bisa bertemu dengan suaminya di kota Bali.


"Aku senang, Allah masih mempertemukan kita kembali," ujar Axel.


"Ayo, ikut aku. Aku tidak akan membiarkanmu pergi lagi dariku," ujar Axel bahagia.


Adeeva masih diam, dia tidak tahu harus berbuat apa.


Axel melepaskan pelukannya, lalu mengecup lembut puncak kepala istri pertamanya.


Setelah itu, Axel langsung menarik tangan Adeeva untuk melangkah menuju mobilnya terparkir.


Adeeva tak bergerak sama sekali, hal itu membuat Axel membalikkan badannya lalu dia menatap dalam ke arah sang istri.


"Apa yang telah terjadi?" tanya Axel.


"Maaf," lirih Adeeva.


Saat ini hanya kata maaf yang dapat diucapkan Adeeva.


Selama ini Adeeva tak pernah membayangkan akan bertemu kembali dengan suaminya.


"Ssssstt." Axel meletakkan telunjuknya di bibir sang istri.


"Kamu tidak perlu minta maaf, kita selesaikan masalah ini nanti," ujar Axel.


Axel kembali mengajak Adeeva melangkah menuju mobil, kali ini Adeeva pun mengikuti langkah sang suami menuju mobilnya.


Axel membukakan pintu mobil untuk istri yang sangat dicintainya itu, lalu Adeeva pun masuk ke dalam mobil.


Saat Axel hendak melajukan mobilnya.


"Antarkan aku ke kost-an ku," ujar Adeeva.


Axel mengurungkan niatnya, dia menoleh ke arah Adeeva.


"Ke kost-mu?" tanya Axel memastikan pendengarannya tak salah dengar.


"Iya," lirih Adeeva.


Adeeva tidak ingin keluarga Santi mengkhawatirkan dirinya jika tidak pulang ke rumah saat malam tiba.


"Baiklah," lirih Axel.


Axel pun mengikuti apa yang diinginkan oleh sang istri. Dia pun meminta Adeeva untuk menunjukkan jalan menuju rumah kost-nya.

__ADS_1


Hanya butuh waktu 10 menit mereka pun telah sampai di depan rumah Santi.


Axel memandangi rumah sederhana tempat sang istri tinggal.


Hatinya merasa hancur melihat hidup yang dijalani sang istri sejak meninggalkan dirinya.


Mereka turun dari mobil, Santi heran melihat Adeeva pulang dnegan seoprang pria yang berpenampilan sangat rapi.


Dari penampilannya saja, Santi sudah bisa menilai bahwa pria yang bersama Adeeva itu merupakan orng kaya.


"Deev, kamu sudah pulang?" tanya Santi sengaja menyapa Adeeva.


Dia penasaran dengan sosok pria yang bersama Adeeva.


"Dia suamiku, Kak," llirih Adeeva memberi tahu Santi sosok yang bersamanya saat ini.


"Oh." Santi hanya bisa ber-oh-ria.


Axel tersenyum ramah pada Santi, lalu mereka pun masuk ke dalam ruang yang menjadi tempat Adeeva hidup beberapa minggu terakhir.


"Duduklah," lirih Adeeva menyuruh Axel duduk di kursi plastik yang tersedia di ruangan itu.


Axel mengedarkan pandangannya ke setiap sudut ruangan. Dia merasa sakit dan terluka melihat sang istri hidup menderita di rumah itu.


"Beginilah hidupku," lirih Adeeva sembari memberi segelas air minum pada sang suami.


Adeeva pun ikut duduk di samping Axel.


"Deev, kamu bisa kembali denganku. Kita bisa selesaikan masalah kita dengan baik," ujar Axel membujuk Adeeva.


Adeeva terdiam.


"Deev, walau bagaimanapun kamu tetaplah istriku. Aku bertanggung jawab atas dirimu," ujar Axel.


Axel terus membujuk Adeeva agar mau mendengarkan apa yang dikatakannya.


Axel ingin Adeeva kembali dalam kehidupannya.


"Axel, aku tidak pantas untukmu. Aku ini wanita kotor yang telah menipu seorang pria baik," ujar Adeeva.


"Tidak, Deev. Aku menerima kamu apa adanya. Aku masih ingin tetap hidup bersamamu," ujar Axel.


Pria tampan baik hati itu, tidak henti-hentinya membujuk Adeeva untuk kembali ke kota Padang.


Dan Axel berjanji akan menjadi ayah terbaik buat anak yang dikandung Adeeva saat ini.


Adeeva masih diam, dia belum bisa mengambil keputusan untuk saat ini.


"Bagaimana bisa aku hidup bersamamu? Semetara itu hatiku telah dikuasai oleh orang lain," gumam Adeeva di dalam hati.


Saat ini masih ragu untuk kembali bersama Axel karena dia sudah mencintai Daffa.


Dia tidak ingin terjebak dalam pernikahan yang sama sekali tidak diinginkannya.


"Deev, ayolah. Kamu masih istriku," ujar Axel.

__ADS_1


"Axel, aku,--" Adeeva belum menyelesaikan ucapannya.


"Deev, kamu tidak bisa menolak permintaanku, sebagai seorang istri kamu harus mengikuti apa yang aku katakan," ujar Axel tegas.


Perkataan Axel membuat Adeeva tidak bisa berbuat apa-apa.


Dia sadar saat ini statusnya masih sebagai istri dari pria tampan dan baik hati itu.


"Sekarang bereskan barang-barangmu, kamu akan ikut denganku," perintah Axel.


Akhirnya Adeeva tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Mau tak mau dia harus ikut dengan sang suami.


"Baiklah, aku akan ikut denganmu, tapi izinkan aku pamit dengan pemilik rumah ini," pinta Adeeva pada Axel.


"Pergilah," lirih Axel.


Setelah itu, Adeeva pun keluar dari paviliun tempat dia kost. Dia melangkah menuju rumah Santi yang ada di samping kost-nya.


"Masuklah, Deev," ajak Santi saat melihta wanitya itu berdiri di depan pintu.


Akhirnya ADeeva pun melangkah masuk ke dalam rumah Santi, dia pun duduk di kursi ruang tamu yang tersedia di sana.


"Kak, aku harus kembali dnegan suamiku," lirih Adeeva langsung menyampaikan tujuan kedatangannya.


"Apa kamu yakin?" tanya Santi khawatir.


Santi menaruh rasa curiga pada Axel, dia takut Adeeva disiksa oleh suaminya jika kembali pada pria itu.


Selama ini Santi mengira Adeeva kabur dari suaminya karena sang suami seorang tempramen dan suka melakukan KDRT terhadap Adeeva.


"Iya, Kak. Walau bagaimanapun aku masih istri sahnya," ujar Adeeva.


"Mhm, terserah kamu, Deeva. Jika menurut kamu itu yang terbaik, maka aku tidak bisa menghalanginya." Santi tak bisa melarang kepergian Adeeva.


"Jika satu hari nanti aku butuh datang ke sini, kakak masih mau menerima aku di sini?" tanya Adeeva penuh harap.


"Kamu jangan sungkan, kapan pun rumah ini selalu terbuka untukmu," ujar Santi.


Hubungan Santi dan Adeeva sudah sangat dekat bagaikan sebuah keluarga meskipun mereka baru saling mengenal sekitar 2 mingguan.


"Baiklah, kalau begitu aku pamit, salam buat semuanya," ujar Adeeva berpamitan pada Santi.


"Iya," sahut Santi.


Setelah itu, Adeeva menyiapkan barang-barang yang akan dibawanya.


Mereka pun keluar dari ruang tempat tinggal Adeeva itu, lalu meninggalkan rumah Santi.


Axel membawa Adeeva ke hotel tempat dia menginap dengan Kyara.


Sesampai di hotel, Axel memesan satu kamar lagi. Dia berencana akan menginap di kamar lain bersama Adeeva.


Saat Axel hendak melangkah masuk ke dalam lift, dia bertemu dengan Kyara yang baru saja pulang dari mall.


Kyara melihat dengan jelas suaminya tengah menggenggam erat tangan wanita hamil bersamanya.

__ADS_1


Tadinya Kyara hendak masuk ke dalam lift, dia pun langsung berlari meninggalkan Axel dan Adeeva.


Bersambung...


__ADS_2