Takdir Cinta Adeeva

Takdir Cinta Adeeva
Bab 73


__ADS_3

Kyara terdiam mendapatkan perlakuan kasar dari Axel, dia tak menyangka pria yang dikiranya baik hati itu tega berbuat kasar terhadap dirinya.


Axel pun meninggalkan Kyara, dia melangkah menuju balkon kamar hotel itu.


Dia menatap jauh ke depan, memandangi indahnya lautan di hadpannya.


Pikirannya kini tertuju pada Adeeva.


"Deev, kamu di mana? Seandainya kamu kembali, aku akan menerima kamu, terlepas dari apa yang telah terjadi. AKu akan berusaha menjadi ayah yang baik untuk anak yang kamu kandung saat ini," gumam Axel masih berharap istrinya kembali ke dalam pelukannya.


Kyara bangun, lalu dia pun melangkah menuju kamar mandi, ada rasa sakit di hatinya, tapi dia berusaha mengabaikan rasa sakit itu.


Kyara langsung membersihkan dirinya, dia menikmati setiap guyuran air shower di kamar mandi.


Saat ini tengah berpikir mencari cara untuk meluluhkan hati pria dingin yang kini sudah menjadi suaminya.


"Aku harus mencari tahu apa sebenarnya yang telah terjadi pada Axel, aku harus tahu masa lalunya," gumam Kyara.


Kyara pun kembali tersenyum lalu dia pun menyelesaikan aktivitas mandinya.


Dia keluar dari kamar mandi mengenakan bathrobe dan handuk yang melilit rambut panjangnya.


Saat berada di luar kamar mandi, Kyara mengedarkan pandangannya mencari sosok sang suami.


Kyara mendapati Axel masih berada di balkon kamar.


Dia pun melangkah menghampiri sang suami tanpa mengenakan pakaiannya terlebih dahulu.


Kyara menghampiri Axel, lalu dia pun melingkarkan tangannya di pinggang sang suami.


"Sayang," lirih Kyara dengan manja.


"Kyara tak peduli dengan perlakuan kasar yang baru saja dilakukan oleh Axel.


Dia masih saja bersikap manja pada sang suami, baginya kini Axel adalah pria yang disayanginya.


Axel terdiam mendapat perlakuan mesra dari istri keduanya.


Axel menatap tangan Kyara yang melingkar di pinggangnya.


Dia menghela napas panjang, berusaha menahan emosinya.


"Sayang, aku sudah selesai mandi. Apakah kamu mau mandi sekarang?" tanya Kyara.


Axel masih saja diam.


"Apa kamu mau disiapkan air panas?" tanya Kyara lagi.


Axel masih saja diam, dia tak menggubris ucapan sang istri.

__ADS_1


"Atau kamu mau aku mandikan?" tanya Kyara lagi menggoda sang suami.


"Diam!" bentak Axel.


Axel melepaskan tangan Kyara yang melingkar di pinggangnya, lalu dia membalikkan badannya. Dia melihat sang istri mengenakan bathrobe, yang mana di bagian dadanya memperlihatkan belahan dadanya.


Kyara sengaja melakukan hal itu untuk menggoda sang suami.


"Aaarrrrggh," teriak Axel sambil menggaruk kepalanya gusar.


Axel pun meninggalkan Kyara.


Kyara hanya tersenyum.


"Lihatlah, Sayang. Cepat atau lambat kau akan jatuh ke dalam pelukanku." Kyara masih bersikap santai.


Axel kini melangkah menuju kamar mandi, dia mulai membersihkan diri untuk menghilangkan gerah tubuh dan hatinya.


Sedangkan Kyara, kini melangkah menuju lemari yang tersedia di sana.


Dia berniat ingin mengambil pakaiannya.


Kyara melihat pakaian yang ada di sana hanyalah sebuah gaun berwarna merah, yang mana gaun itu terlihat sangat seksi.


Dia tak mendapati pakaian lain yang bisa dikenakannya, mau tak mau Kyara mengenakan gaun itu.


Gaun merah itu membuat Kyara terlihat lebih dewasa dari umurnya yang sesungguhnya.


Wajahnya yang imut kini terlihat lebih dewasa dan lebih menggoda karena Kyara sengaja mengenakan lipstik berwarna chery ranum.


Kecantikan dan keanggunan kini terpancar dari wajah istri sah Axel itu.


Satu jam berlalu, Axel belum juga keluar dari kamar mandi. Kyara tetap bersikap dengan santainya.


Dia menunggu sang suami dengan sabar, kini dia tengah duduk di atas sofa sambil menonton drama korea, dia sengaja mengangkat kakinya kanannya lalu meletakkannya di atas kaki kirinya agar dia dapat mengekspos paha putih dan mulus miliknya.


Kyara akan terus menggoda sang suami, hingga sang suami tak dapat melupakan keindahan tubuhnya.


Axel keluar dari kamar mandi sebelum azan maghrib senja datang menghampiri.


Dia keluar dari kamar mandi dengan mengenakan handuk yang melilit di pinggangnya.


"Wow," gumam Kyara di dalam hati saat melihat sang suami keluar dari kamar mandi dengan memamerkan dada bidangnya yang seksoy yang mana sangat diminati oleh setiap kaum hawa.


Axel juga melirik ke arah Kyara yang kini mengekspos keindahan tubuhnya.


"Apa sebenarnya yang diinginkan gadis itu?" gumam Axel semakin jengkel melihat Kyara yang seolah terus mencoba menggoda dirinya.


Axel berusaha mengabaikan Kyara dia melangkah menuju lemari, dia pun melihat pakaian yang ada di dalam lemari itu.

__ADS_1


Axel kini mengerti mengapa gadis itu memakai pakaian minim bahan itu, karena Axel tak mendapati pakaian lain di dalam lemari selain pakaian yang akan dikenakannya.


Di dalam lemari itu hanya tersedia sebuah kaos oblong dan celana box*r yang sangat pendek.


"Ini semua pasti kerjaan mama," gumam Axel di dalam hati.


Saat waktu makan malam tiba, terdengar seseorang mengetuk pintu kamar.


Axel yang tadinya duduk di tempat tidur, kini dia berdiri lalu melangkah menuju pintu kamar untuk melihat siapa yang datang.


"Selamat malam, Tuan," sapa seorang pelayan hotel.


"Ya," lirih Axel.


"Saya mengantarkan menu makan malam untuk Tuan dan Nona," ujar sang pelayan sembari mendorong sebuah meja yang berisi menu makan malam untuk kedua pengantin baru itu.


"Oh, terima kasih." Axel pun menarik meja dorong itu masuk ke dalam kamar.


Dia tidak membiarkan si pelayan masuk ke dalam kamar karena dia tidak ingin pelayan itu melihat keindahan tubuh istrinya yang terpampang jelas di depan matanya.


Kyara masih saja asyik menyaksikan drama korea kesukaannya, dia melirik Axel saat menutup pintu.


"Wah, waktunya makan malam, ya," ujar Kyara dengan wajah yang bahagia.


Kebetulan saat ini, Kyara sudah merasa sangat lapar.


Dia pun berjalan melenggok menghampiri Axel.


"Ayo, kita makan bareng," ajak Kyara.


Kyar pun mengambil alih meja dorong berisi makanan itu, lalu mengajak Axel menuju balkon kamar.


"Sepertinya makan di luar lebih romantis," ujar Kyara.


Kyara pun menarik lengan Axel menuju balkon kamar.


Setelah itu, Kyara mengambil makanan yang dirasanya disukai oleh sang suami.


Axel masih saja diam, dia menerima piring yang berisi makanan itu, Kyara juga mengambil makanan untuknya lalu mereka pun mulai menikmati menu makan malam yang telah tersedia.


Kyara tampak makan dnegan lahapnya karena dia memang sudah merasa lapar sejak tadi sore.


Dia mengabaikan Axel yang sejak tadi terus memandangi dirinya, dia membiarkan sang suami menikmati keindahan tubuhnya.


Meskipun dia mengetahui Axel sejak tadi menatapnya, Kyara terus berpura-pura tidak tahu.


"Kyara," lirih Axel setelah mereka menyelesaikan makan malam mereka.


Kyara menghentikan kegiatannya, lalu dia pun menatap sang suami.

__ADS_1


"Katakan, apa sebenarnya yang kamu inginkan dariku?" tanya Axel membuat Kyara terdiam.


Bersambung...


__ADS_2