
"Aku menyuruh seseorang untuk mencari tahu siapa sebenarnya wanita yang meminta tanggung jawab pada tuan, dan akhirnya aku mendapatkan informasi ini," jawab Alex.
"Maaf, Tuan. Saya terlambat mendapatkan informasi ini, karena terhambat beberapa hal," ujar Alex lagi merasa bersalah.
"Bagus, kalau begitu aku akan ceraikan dia hari ini juga, aku juga akan mengusir dia dari rumah sekarang juga," ujar Daffa penuh emosi.
"Jangan, Tuan. Kita harus pura-pura tidak mengetahui hal ini, kita aku koreksi informasi yang sebenarnya dari wanita itu," ujar Alex mencegah Daffa.
"Tapi, gara-gara dia Adeeva pergi meninggalkan rumah," ujar Daffa geram.
"Apa? Nona Adeeva kabur dari rumah tuan?" tanya Alex tidak percaya.
"Iya, tadi pagi ...." Daffa pun menceritakan apa yang terjadi.
Daffa juga menceritakan bahwa Ainun melupakan sesuatu yang penting di kamarnya.
"Apa? Berarti dia tidak hamil?" tanya Alex tak percaya.
"Iya, dia menggunakan perut palsu, dan dia melupakan perut palsunya di dalam kamarku. Aku juga melihat dengan jelas perutnya yang datar," cerita Daffa lagi.
"Ya ampun, Tuan." Alex hanya bisa menggelengkan kepalanya saja.
Dia tak menyangka dengan mudah Daffa percaya pada sosok wanita itu.
"Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya Daffa pada Alex.
"Tuan harus tetap bersandiwara hingga kami menemukan siapa yang menyuruh Ainun masuk ke dalam kehidupan tuan," ujar Alex.
"Tapi, sampai kapan? Aku tidak akan sanggup hidup bersama wanita ****** itu," ujar Daffa.
"Bersabarlah, Tuan. Aku akan berusaha mencari informasi secepatnya," ujar Alex.
"Baiklah, tapi aku tidak ingin masalah ini selesai lebih lama," ujar Daffa menekan Alex.
"Baik, Tuan. Saya akan melakukan yang terbaik untuk tuan," janji Alex.
"Oh, iya. Satu hal yang harus tuan ingat," ujar Alex.
Daffa menautkan kedua alisnya.
"Apa?" tanya Daffa.
"Tuan harus selalu hati-hati dengan setiap gerak gerik wanita itu. Mana tahu dia melakukan sesuatu yang membahayakan bagi tuan," ujar Alex memberi peringatan pada Daffa.
"Yups, aku akan berusaha untuk berhati-hati dengan wanita itu," sahut Daffa.
Setelah membahas Ainun, Daffa meminta Alex untuk menyuruh orang mencari keberadaan Adeeva.
Dia juga memberitahukan pakaian yang dikenakan oleh Adeeva tadi pagi.
"Baik, Tuan. Saya akan langsung menggerakkan anak buah saya untuk mencari nona Adeeva," sahut Alex.
__ADS_1
"Oh, iya. Bagaimana rencana kontrak dengan sahabatku yang di luar kota itu?" tanya Daffa pada Alex.
Daffa masih mengingat rencana mengundang temannya ikut menanam saham di perusahaannya dengan mendirikan sebuah hotel baru.
"Aman, Tuan. Kita akan melakukan pertemuan dengan teman Tuan tersebut 2 hari lagi," jawab Alex.
"Baguslah, kalau begitu. Jangan lupa berikan informasi terbaru padaku," ujar Daffa.
"Baik, Tuan." Alex mengangguk perlahan.
Setelah itu, Daffa pun meninggalkan Alex. Dia masih ingin mencari Adeeva, karena dia takut terjadi hal-hal bahaya pada wanita yang telah dicintainya itu.
Seharian Daffa mencari Adeeva, tapi dia tidak bisa menemukan Adeeva. Saat ini dia enggan sekali kembali ke rumah. Dia tidak ingin bertemu dengan Ainun, karena dia takut tidak bisa menahan emosinya jika bertemu dengan Ainun di saat hatinya masih kacau.
Saat Daffa masih berada di luar rumah, ponsel Daffa pun berdering pertanda panggilan masuk.
Daffa melihat layar ponselnya, di sana tertera nama sang mami.
"Ada apa mami menghubungiku?" gumam Daffa.
Daffa pun mengangkat panggilan dari sang mami.
"Halo, Mi," ujar Daffa.
"Kamu di mana, Daffa?" tanya Rossa pada putranya.
"Aku sedang di jalan, Mi. Ada apa, Mi?" tanya Daffa.
"Kamu sedang bersama Adeeva?" tanya Rossa.
"Mhm, maaf, Mi. Adeeva kabur dari rumah, Mi." Daffa pun memberitahukan apa yang sebenarnya telah terjadi.
"Apa?" Rossa tak percaya.
"Lalu, apakah kamu sudah mencarinya, bagaimana keadaan dia sekarang?" tanya Rossa panik.
"Aku masih mencarinya, Mi. Sampai sekarang aku belum bisa menemukannya," jawab Daffa.
"Astaghfirullah, ke mana anak itu. Apa yang sudah kamu lakukan sehingga dia pergi dari rumah?" tanya Rossa sangat mengkhawatirkan keadaan Adeeva.
Meskipun Rossa menyuruh Adeeva tidur di kamar sebelah kamar Daffa, tapi sebenarnya Rossa. sangat setuju melihat kedekatan Adeeva dan putranya.
Bahkan dia juga masih berharap Adeeva menjadi menantunya.
Rossa sudah tertarik pada Adeeva sejak dia bertemu pertama kali dengan wanita itu, dia merasa Adeeva memiliki aura yang berbeda dari pada wanita-wanita lain yang ditemukan selama ini.
"Aku tidak melakukan apa-apa, Mi. Aku sendiri juga kaget saat mengetahui dia tak lagi berada di rumah," ujar Daffa.
"Ya sudah, kamu harus cari Adeeva sekarang juga, mami tidak ingin terjadi hal-hal yang bahaya pada dirinya," ujar Rossa.
"Iya, Mi. Ini aku sedang berusaha mencarinya," ujar Daffa.
__ADS_1
"Oh, iya, Mi. Malam ini mungkin aku tidak pulang, aku minta tolong sama mami untuk menghandle Ainun di rumah," pesan Daffa.
"Baiklah," ujar Rossa.
Rossa pun memutuskan panggilan tersebut.
****
Pada sore hari, Adeeva dan penjual nasi goreng tengah duduk santai di teras rumah.
"Bagaimana, Kak. Kakak suka tinggal di sini?" tanya si penjual nasi goreng.
"Jangan panggil aku kakak, panggil saja Aku Adeeva, Kak," lirih Adeeva merasa tidak enak sejak tadi wanita penjual nasi goreng itu terus terusan memanggil dirinya dengan sebutan 'kak'.
"Oh, iya, Adeeva. Kamu merasa nyaman di sini?" tanya si wanita penjual nasi goreng lagi.
"Alhamdulillah, aku merasa nyaman, Kak. Apalagi di sini sudah tersedia perkakas yang aku butuhkan, sehingga aku tidak perlu membeli lagi," jawab Adeeva.
"Syukurlah kalau begitu," lirih wanita itu senang.
Adeeva tersenyum.
"Mhm, saat ini aku masih bingung, Kak," ujar Adeeva.
Si wanita menoleh ke arah Adeeva sambil mengernyitkan dahinya.
"Bingung kenapa, Deeva?" tanya si wanita.
"Mhm, aku bingung harus mencari pekerjaan di mana?" jawab Adeeva jujur.
Si wanita menoleh ke arah Adeeva.
"Kamu mau cari kerja apa?" tanya si wanita.
Adeeva mengangkat bahunya.
"Aku sendiri bingung," jawab Adeeva.
"Temanku ada yang lagi butuh karyawan, tapi itu pun kalau kamu mau," ujar Si wanita.
"Pekerjaannya apa, Kak?" tanya Adeeva antusias.
"Pelayan di sebuah kafe," jawab wanita penjual nasi goreng.
"Di mana, Kak? Apakah tempatnya jauh dari sini?" tanya Adeeva.
"Tidak, sekitar 2 kilo meter dari sini," jawab si wanita.
"Kalau begitu bisakah kakak mengantarkan aku ke sana?" tanya Adeeva.
"Boleh, besok aku akan mengantarmu ke sana," ujar si wanita sambil tersenyum.
__ADS_1
Adeeva merasa bersyukur telah bertemu dengan wanita penjual nasi goreng itu, dia merasa telah bertemu malaikat karena dia telah banyak membantu Adeeva.
Bersambung...