
Di kediaman Daffa terlihat Ainun tengah duduk di teras rumah megah itu, dia tampak menunggu kedatangan Daffa yang sejak tadi tak kunjung pulang.
"Apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Rossa pada Ainun.
"A-aku sedang menunggu Daffa, Mi," jawab Ainun sok dekat dengan Rossa.
"Daffa tidak akan pulang, dia ada urusan di luar kota, mungkin akan kembali setelah beberapa hari," ujar Rossa.
Setelah itu, Rossa pun pergi meninggalkan Ainun.
"Apa? Dia pergi begitu saja meninggalkan aku sendirian?" lirih Ainun kesal.
"Lalu di mana Adeeva, mengapa aku tidak melihatnya juga dalam beberapa hari ini? Apa jangan-jangan dia membawa Adeeva dan membiarkanku di rumah sendiri? Daffa benar-benar tega padaku, ternyata tak mudah menaklukkan hati pria itu," gerutu Ainun seorang diri.
Ainun pun melangkah masuk ke dalam kamarnya, dia merasa bosan, dan tidak tahu harus berbuat apa.
Akhirnya dia memilih mengisi waktunya dengan bermain ponsel, dia asyik berselancar di media sosial miliknya.
Hingga dia pun tertidur.
"Bi Sari," panggil Rossa saat berada di ruang keluarga.
Bi Sari yang tengah bersih-bersih langsung menghentikan kegiatannya dan menghampiri nyonya besar di rumah itu.
"Iya, Nyonya," sahut Bi Sari.
"Bi Saya mau kamu terus memantau pergerakan Ainun, dan kamu juga harus mencari tahu apa saja yang dilakukan dalam seharian. Kamu harus laporkan semuanya padaku," ujar Rossa memberi perintah pada kepala pelayan yang ada di rumah itu.
"Baik, Nyonya. Besok saya akan kembali ke Australia dan kamu pastikan setiap hari kamu melaporkan apa saja yang terjadi padaku," ujar Rossa lagi.
"Baik, Nyonya," sahut Bi Sari mengerti.
Keesokan harinya, Rossa bersiap untuk kembali ke Australia, dia tidak bisa meninggalkan putrinya di sana lebih lama lagi, karena sang putri yang sibuk bekerja dan terpaksa meninggalkan anak-anaknya bersama baby sitter, Rossa tidak ingin terjadi hal-hal yang tidak diinginkan pada cucu-cucunya sehingga dia harus ikut memantau pekerjaan baby sitter yang ada di rumah sang putri.
Rossa berangkat sebelum Ainun bangun, dia mempercayai Bi Sari untuk mengawasi setiap gerak gerik wanita itu, baik di dalam rumah maupun di luar rumah.
"Bi, jangan lupa pesan saya. Kamu suruh Mang Udin atau siapa untuk memantau kelakuannya di luar rumah," ujar Rossa berpesan pada Bi sari sebelum dia benar-benar meninggalkan rumah itu.
Sementara itu, Daffa masih sibuk mencari Adeeva sembari fokus pada kontrak kerja sama dengan teman lamanya.
Alex juga sudah menyebar semua orang-orangnya untuk mencari Adeeva di seluruh sudut kota Bali.
__ADS_1
"Bagaimana, Lex? apakah sudah ada kabar tentang Adeeva?" tanya Daffa pada Alex.
"Belum, Tuan." Alex menggelengkan kepalanya.
"Deev, kamu ke mana, sih? Apa sebenarnya yang terjadi sehingga kamu ninggalin aku begitu saja lirih Daffa frustasi.
"Ke mana lagi aku harus mencarimu?" gumam Daffa.
Alex hanya bisa menundukkan kepalanya, dia merasa bersalah karena hingga saat ini belum bisa menemukan wanita yang dicintai oleh bos-nya.
Mereka terhening sejenak.
"Lalu bagaimana dengan pertemuan siang ini?" tanya Daffa pada Alex.
"Pertemuan dengan teman lama yuan akan dilaksanakan nanti siang, sekaligus makan siang di hotel Cakrawala," jawab Alex.
"Bagus," sahut Daffa.
Meskipun saat ini hatinya tengah kehilangan sosok yang dicintainya, Daffa tidak bisa lengah mengenai pekerjaannya.
Dia harus tetap bersikap profesional dalam menghadapi masalahnya.
"Baik, Tuan." Alex mengangguk paham.
Setelah itu dia pun keluar dari ruangan Daffa.
Pria tampan itu pun mulai membuka berkas-berkas penting yang a di atas mejanya, beberapa hari ini dia sibuk mencari Adeeva sehingga dia berkas-berkas itu semakin menumpuk.
Saking fokusnya memeriksa berkas yang ada di atas mejanya, Daffa lupa dnegan waktu hingga ALex masuk ke dalam ruangannya.
"Tuan," ujar Alex.
"Mhm," gumma Daffa tanpa melihat Alex yang berdiri di depan pintu ruangannya.
"Sudah pukul 11.30 sudah waktunya kita berangkat ke hotel Cakrawala," ujar Alex memberitahukan Daffa.
"Apa?" Daffa kaget mendengar ucapan asisten pribadinya itu.
Dia langsung melirik ke arah jam tangan yang ada di pergelangan tangannya.
Benar saja apa yang dikatakan Alex.
__ADS_1
"Begitu cepat waktu berlalu," lirih Daffa.
Dia pun berdiri, lalu mengambil jas hitam yang ada di sandaran kursinya, lalu dia mengenakan jas tersebut.
"Ayo, kita berangkat," ajak Daffa pada Alex.
Setelah itu mereka keluar dari ruangan Daffa, dan melangkah keluar dari gedung perusahaan itu.
Daffa sudah tak sabar untuk bertemu dengan teman lamanya, teman yang dulu sama-sama kuliah di Universitas Gajah Mada dengan jurusan yang berbeda.
Meskipun mereka tidak satu jurusan tapi pertemanan mereka begitu akrab.
Sekian tahun tak bertemu membuat mereka saling merindukan masa-masa perjuangan menyelesaikan studi mereka yang jauh dari keluarga masing-masing.
Saat mereka keluar dari gedung perusahaan, sebuah mobil mewah sudah terparkir di depan gedung perusahaan.
Alex membukakan pintu mobil untuk tuan-nya, lalu dia ikut masuk ke dalam mobil setelah memastikan Daffa duduk dengan nyaman di mobilnya.
Kali ini mereka akan diantar oleh sopir, sang sopir pun melajukan mobilnya setelah mereka berada di dalam mobil tersebut.
Sepanjang perjalanan Daffa tak banyak bicara, dia lebih memilih diam hingga mereka sampai di salah sau hotel milik Daffa yaitu hotel Cakrawala.
Hotel Cakrawala ini merupakan hotel terbaik yang dimiliki oleh Daffa, hotel ini juga merupakan hotel pertama yang didirikan oleh papi Daffa di saat awal memulai bisnisnya yang kini telah berkembang dengan pesat.
Tak butuh waktu lama mereka pun sampai di hotel tersebut, Alex sudah meminta manager hotel untuk menyediakan ruang VVIP untuk mereka mengadakan makan siang bersama teman lama Daffa.
Sesampai di hotel mereka langsung melangkah menuju ruang VVIP yang telah disediakan untuk mereka.
Daffa dan Alex menunggu tamu meeka di dalam ruang VVIP sementara itu di lobi hotel, Alex sudah meminta petugas hotel untuk menyambut kedatangan tamu istimewa mereka nantinya.
Sembari menunggu tamu istimewanya, Daffa meminta Alex untuk menyalakan TV yang ada di ruangan itu sekadar menghilangkan rasa bosan menunggu.
Tak berapa menit mereka menunggu di depan lobi hotel telah datang sebuah mobil mewah yang digunakan Daffa untuk menjemput tamu istimewanya dari bandara.
Petugas hotel langsung menyambut kedatangan tamu tersebut dengan sangat ramah, setelah itu mereka membawa tamu itu menuju ruang VVIP tempat Daffa berada.
Saat Daffa tengah asyik menonton berita, terdengar sebuah ketukan pertanda tamunya sudah datang, Alex langsung mematikan TV lalu bergegas berdiri untuk membukakan pintu.
"Daffa!" seru sang tamu sangat riang bertemu dengan teman lamanya.
Bersambung...
__ADS_1