
Saat ini Kyara tidur hanya mengenakan kaca mata berenda dan segitiga tanpa menyelimuti tubuhnya.
Axel menatapi setiap lekuk tubuh sang istri yang menurut Axel lumayan menarik.
Seketika Axel teringat dengan pikiran-pikiran anehnya, dia mengingat malam pertama yang dilakukannya bersama istri keduanya itu.
Meskipun waktu itu dia membayangkan sosok Adeeva, tapi ingatannya mengenai malam panas itu masih jelas di dalam benaknya.
"Astaghfirullah, apa yang ada di otakku," gumam Axel di dalam hati.
Dia pun teringat dengan keberadaan Damar dan pak ustad yang masih di luar kamar.
Dia pun keluar kamar.
"Maaf, Pak Ustadz. Istri saya sedang gawat darurat. Tunggu sebentar, nanti saya panggil lagi," ujar Axel.
Axel tak rela bentuk tubuh istrinya dilirik oleh pria lain.
Axel pun kembali masuk ke dalam kamar, lalu dia pun membangunkan sang istri.
"Kya, bangun!" ujar Axel pada Kyara.
Beberapa kali Axel mencoba membangunkan istrinya, akhirnya Kyara pun bangun dari tidurnya.
"Hei, apa yang kau lakukan di sini," teriak Kyara sambil mendorong tubuh Axel hingga Axel terjatuh ke lantai.
"Aduh." Axel meringis kesakitan ulah sang istri.
Axel pun berusaha bangkit lalu mengelus pant*tnya dengan tangannya.
Kyara terdiam melihat sang suami yang terjatuh, dia lupa bahwa saat ini dia tengah tidak mengenakan pakaian.
"Cepat kenakan pakaianmu," perintah Axel.
"Aku tunggu kamu di luar," ujar Axel lagi kesal.
Axel pun melangkah keluar meninggalkan sang istri.
Sedangkan Kyara langsung menyilangkan tangannya di tubuhnya, wajahnya berubah merah menahan rasa malu.
"Ya ampun, kenapa aku baru sadar kalau aku tidak mengenakan pakaian," lirih Kyara.
"Mhm, syukur dia yang melihat tubuhku, kalau orang lain, malu banget aku," gumam Kyara.
Saat ini dia memang malu, tapi di saat dia sadar bahwa Axel adalah suaminya, maka dia tersenyum tersipu.
"Paling tidak dia melihat tubuhku dan mengingatnya di setiap malam sehingga dia akan melirik diriku," gumam Kyara tersenyum.
Kyara pun turun dari ranjang lalu dia pun mengenakan pakaiannya.
__ADS_1
Dia keluar dari kamar untuk menemui sang suami.
Kyara menautkan kedua alisnya saat melihat keberadaan Damar dan seorang yang tidak dikenalnya.
"Ada apa ini?" tanya Kyara pada sang suami.
"Duduklah, kamu jangan banyak tanya," perintah Axel.
Akhirnya Kyara pun ikut bergabung duduk dengan mereka di sofa ruang tamu.
Sang ustad menatap Kyara dengan tatapan yang sulit diartikan, hal ini membuat Kyara semakin penasaran dengan apa yang sebenarnya tengah terjadi.
"Tuan, jika nanti istrinya meronta, tolong dipegangi, ya," ujar sang ustad.
Setelah itu ustad itu membacakan ayat-ayat ruqyah, niatnya untuk mengeluarkan makhluk halus yang bersarang di dalam tubuh Kyara seperti yang diceritakan oleh Axel pada Damar.
Kyara mengernyitkan dahinya.
Dia semakin penasaran apa yang sebenarnya tengah terjadi.
"Bang," bisik Kyara pada sang suami yang duduk tepat di sampingnya.
Axel pun ikut konsentrasi menunggu apa yang akan terjadi dengan usaha yang dilakukan oleh pak Ustad.
"Bang," panggil Kyara sembari mencubit lengan Axel.
"Auw," rintih Axel kesakitan.
"Apa?" Axel membulatkan kedua bola matanya.
Dia menoleh ke arah sang istri. Dia bergidik ngeri mendengar ucapan sang ustad.
"Bang, ini ada apa sih?" tanya Kyara.
Kali ini dia memukul lengan sang suami dengan pukulan yang lumayan keras sehingga Axel pun semakin merintih kesakitan.
Sang Ustad terus membaca ayat-ayat ruqyahnya. Dia yakin perbuatan Kyara itu membuktikan bahwa Kyara memang kerasukan makhluk halus.
"Ustad makhluk halusnya mulai merasa kepanasan saat saya membaca ayat-ayat ruqyah," ujar si ustad.
Dengan mudahnya Axel percaya dengan apa yang dikatakan oleh sang ustad.
"Lalu apa yang harus kita lakukan ustad?" tanya Axel.
"KIta terus lanjut baca ayat-ayat ruqyahnya, Tuan Axel harus bersiap-siap untuk menahan istri anda, jika dia mulai mengamuk," ujar si ustad.
Perkataan sang ustad membuat Kyara mengerti dengan situasi saat ini.
"Oh, jadi dia mengira aku kerasukan set*n. Makanya dia mengundang ustad datang ke sini, lihat saja, ya. AKu bakal kerjain kalian," gumam Kyara di dalam hati.
__ADS_1
Akhirnya Kyara meraih bantal yang ada di sofa itu, dia mulai memukulkan bantai itu pada si ustad gadungan itu.
Kyara sangat kesal pada sang ustad yang berani membohongi suaminya.
"Dasar kurang ajar!" bentak Kyara.
"Aduh," rintih sang ustad merasa sakit kena pukulan Kyara yang sengaja dilempar Kyara dengan sekuat tenaga.
Axel kaget melihat apa yang dilakukan oleh sang istri, dia pun berdiri lalu meraih sang istri yang mulai mengamuk.
"Kau juga kurang ajar!" bentak Kyara pada Damar yang sudah berani membawa ustad yang sama sekali tidak mengerti dengan keadaan pasiennya yang kesurupan atau tidak.
Kyara memukul Damar dengan bantal.
Dengan susah payah Axel pun berusaha memeluk sang istri yang kini mengamuk.
"Kau juga!" Kyara memukul Axel, tapi tidak dengan sekuat tenaga, dia masih merasa kasihan pada suaminya itu.
Kyara mendorong Axel hingga Axel terjatuh ke sofa.
Axel tak menyangka sang istri memiliki kekuatan yang super, hingga membuatnya terjatuh ke sofa.
"Kau suami tidak becus!" bentak Kyara.
"Harusnya kamu menjaga istrimu dengan baik, jika kau tidak memperlakukan istrimu dnegan baik. Maka aku akan menikahinya dan kau tidak akan bisa mendapatkan istrimu lagi," ujar Kyara.
Tiba-tiba Kyara memiliki ide untuk menakuti-nakuti sang istri gar Axel menyadari bahwa dirinya ada.
"Apa Maksud istri saya ustad?" tanya Axel pada sang ustad.
"Sepertinya makhluk halus yang merasuki istri anda adalah makhluk halus yang berjenis kel*min laki-laki, dan menurut taksiran saya, makhluk halus itu tertarik pada istri anda," jelas sang Ustad mengambil kesimpulan begitu saja.
Hal ini membuat Axel semakin ketakutan.
"Lalu apa yang harus kita lakukan?" tanya Axel.
"Mungkin kita harus mengikat istri anda agar dia tidak melukai anda atau orang lain," ujar sang ustad gadungan itu.
"Kau! Berani sekali ingin mengikatku!" bentak Kyara.
Kini Kyara memukul si ustad gadungan dengan kemoceng yang dilihatnya di bawah meja ruang tamu.
"Auw auw, sakit sakit, tuan tolong\=tolong selamatkan aku," pinta sang ustad memohon pada Axel.
Dia berharap Axel menarik sang istri lalu menjauhkan sang istri darinya agar dia tidak lagi memukul dirinya.
Axel kembali meraih tubuh sang istri, kali ini dia memeluk tubuh Kyara dengan sangat kuat sehingga Kyara pun tak lagi dapat berkutik.
"Ayo, ustad. Cepat usir set*n yang ada di dalam tubuh istriku." Axel mendesak sang ustad untuk berbuat sesuatu.
__ADS_1
"Ha ha ha," tawa Kyara pecah sehingga semua orang di sana merasa ketakutan.
Bersambung...