
Kyara terdiam mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh sang suami.
"Huhhft." Kyara menyeringai.
"Pertanyaan apa itu? Aku yakin pasti tahu sendiri apa yang diinginkan oleh seorang istri terhadap suaminya," ujar Kyara santai sambil tersenyum.
"Tidak! Kamu pasti menginginkan suatu hal yang lebih dariku," bentak Axel kesal melihat Kyara yang masih saja tersenyum.
Dia merasa gadis aneh itu telah mempermainkan dirinya.
"Sudahlah, jangan banyak mikir yang aneh-aneh tentang diriku," ujar Kyara.
Kyara pun berdiri, lalu merapikan piring bekas makan mereka.
Kyara mendorong meja dorong itu keluar dari balkon dan meletakkannya di samping pintu agar pelayan mudah mengambilnya nanti.
Dia mengabaikan Axel yang kini masih menahan emosinya.
Setelah meletakkan meja dorong itu, Kyara langsung duduk di tempat tidur, dia bersandar di sandaran tempat tidur sambil memainkan ponselnya.
Kyara mulai meng-upload beberapa foto yang diambilnya tadi bersama Axel.
Dia sengaja menyebarkan luaskan foto pernikahannya agar semua orang tahu bahwa dia sudah menjadi istri dari pria tampan yang sukses.
Sembari menunggu matanya ngantuk, Kyara masih saja asyik dengan ponselnya.
Dia kini mulai berselancar ria di media sosialnya, dia meng-upload semua foto itu ke semua media sosial miliknya, mulai dari Inst*gr*m, fac*b**k, tw**t*r dan lainnya.
Dia merasa bahagia melakukan hal itu, karena kini rasanya dia telah terbebas dari makhluk yang bernama Alvaro.
Axel masih saja duduk di balkon, dia kini merasa frustasi dengan apa yang dialaminya.
Cinta dan kasihnya masih saja tertuju pada Adeeva yang tak pernah lagi kembali menghampirinya.
"Deev, di mana kau?" lirih Axel.
Mereka saat ini asyik dengan dunia mereka masing-masing.
Axel hanyut dalam kerinduan pada istri pertamanya, sedangkan Kyara asyik dengan media sosialnya.
Malam semakin larut, Axel pun mulai merasa kedinginan hingga akhirnya dia pun memilih masuknke dalam kamar.
Saat berada di kamar dia melihat Kyara masih asyik dengan ponselnya.
Pria hendak mengambil bantal, dan membawanya ke atas sofa.
Dengan cepat Kyara menahan tangan sang suami, dia bergegas melepaskan ponselnya lalu menarik sang suami hingga jatuh ke atas tempat tidur.
"Sayang, kamu mau ke mana?" tanya Kyara pada Axel.
__ADS_1
"Aku mau tidur di sofa," jawab Axel ketus.
"Kenapa harus tidur di sofa, tempat tidur ini luas, kok. Aku tidak akan menghabiskan semua tempat. Kita bisa berbagi di sini," ujar Kyara membujuk Axel agar mau tidur di tempat tidur berukuran besar itu.
"Tidak, lebih baik aku tidur di sofa dari pada tidur bersamamu," ujar Axel enggan tidur di tempat yang sama dengan istri keduanya itu.
"Sayang, kalau kamu tidur di sofa, nanti badanmu bisa pegal-pegal apalagi tidak pakai selimut," ujar Kyara masih saja kekeh untuk membujuk sang suami.
"Biarkan aku tak peduli," ujar Axel.
Axel bangkit, dia turun dari tempat tidur lalu melangkah menuju sofa dengan membawa sebuah bantal ke sofa tersebut.
Kyara hanya bisa menghela napas panjang, dia tidak bisa berbuat apa-apa lagi.
Dia pun membiarkan Axel membaringkan tubuhnya di atas sofa.
Seketika Kyara memiliki sebuah ide, agar sang suami mau pindah ke tempat tidur dan mereka bisa tidur bersama.
Kyara mengambil remote AC yang terdapat di dinding dekat tempat tidur, lalu menekan tombol AC agar suhu ruangan itu terasa semakin dingin.
Kyara sok sibuk dengan ponselnya sembari memperhatikan Axel yang mulai meringkuk menahan rasa dingin.
Sesekali Kyara melirik ke arah sang suami memperhatikan hingga kapan sang suami dapat menahan dingin ruangan itu.
Waktu terus berjalan malam semakin larut, dinginnya malam semakin menusuk tulang.
Axel masih saja tak bisa memejamkan matanya karena rasa dingin yang menusuk hingga tulang.
Tak berapa lama Kyara terlihat terpejam, Axel berdiri. Dia Tak sanggup lagi menahan dinginnya malam.
Dia melangkah menuju tempat tidur, lalu ikut membaringkan tubuhnya di samping Kyara. Dia juga menarik selimut agar dia dapat merasa hangat.
Baru saja Axel berbaring di samping Kyara, gadis itu langsung mendekatkan tubuhnya pada tubuh sang suami.
Kyara melingkarkan tangannya di pinggang sang suami.
Axel kaget mendapat perlakuan seperti itu, dia menoleh ke arah Kyara.
Dia dapat melihat dengan jelas Kyara saat ini tengah menutup matanya.
"Apakah dia sedang bermimpi?" gumam Axel di dalam hati.
Axel hendak memindahkan tangan Kyara dari tubuhnya, tapi Kyara semakin mendekatkan diri pada tubuh kekar sang suami.
Dia meletakkan kepalanya di atas dada sang suami.
Kini tangan Kyara pun tak diam, dia mulai memainkan tangannya di atas dada bidang sang suami sembari masih memejamkan matanya.
Jantung Axel pun mulai berdetak dengan kencang, nalurinya sebagai seorang laki-laki tak bisa disembunyikannya.
__ADS_1
Tubuhnya kini terasa panas dingin, hasr*tnya mulai memuncak.
Sesuatu di bawah sana mulai menger*s dan menegang.
Kyara dapat merasakan sesuatu yang menegang di bagian pahanya.
"Apakah dia mulai terangs*ng dengan apa yang aku lakukan?" gumam Kyara di dalam hati.
Kyara sengaja masih memejamkan matanya agar Axel mengira dirinya tengah bermimpi.
Kini Kyara semakin nekat, dia mulai mendekatkan wajahnya pada wajah sang suami, dia mengecup lembut bib*r sang suami.
Axel menatap Kyara, seketika wajah Kyara berubah di matanya.
Axel melihat wajah Adeeva kini tengah berbaring di sampingnya.
Tak menunggu lama, Axel pun mulai terangs*ng, darahnya mulai berdesir hebat.
Hasr*tnya kini mulai tumbuh dan memuncak, Juni*rnya pun mulai menegang dan berdiri teg*k.
Benda keram*t itu kini sudah tak sabar untuk mencari sarangnya.
Axel membalas setiap ci*m*n yang diberikan oleh Kyara.
Kini tangan Axel mulai bermain di bagian terindah tubuh Kyara.
"Apa? Dia mulai menginginkan diriku," gumam Kyara di dalam hati.
Kyara pun membuka matanya dan mulai menikmati setiap sentuh*n yang diberikan oleh suaminya.
Darah Kyara mulai merasakan desiran aneh di tubuhnya, rasa yang tak pernah dirasakannya selama ini.
"Apakah begini rasanya nikmat syurga dunia yang dikatakan oleh orang-orang?" gumam Kyara di dalam hati.
Gadis itu semakin hanyut dalam nikmatnya penyat**n cinta 2 ins*n.
Tanpa mereka sadari kini keduanya tak lagi mengenakan sehelai benang pun.
Kyara dan Axel pun menikmati malam pert*m* yang biasa dilakukan oleh setiap pasangan pengantin.
Akhirnya Axel pun melepas lajangnya dengan istri keduanya, begitu juga dengan Kyara, gadis itu memberikan kehormatannya pada sang suami.
Mereka terlihat sangat menikmati malam panas itu, saat ini dalam khayalan Axel dia telah melakukan hubungan int*m dengan Adeeva. Dia sama sekali tak menyadari bahwa wanita yang bersamanya itu adalah istri keduanya.
"Aaaahhh." Axel pun melepaskan lahar panasnya di dalam gua basah milik Kyara.
Setelah itu dia pun jatuh terkulai di samping Kyara.
Axel memeluk tubuh sang istri dengan erat.
__ADS_1
"Terima kasih, Deev. Aku sangat mencintaimu, Deev," bisik Axel lalu dia pun tertidur.
Bersambung...