
Pria paruh baya dan pria yang kini berdiri di hadapan Axel kini menatap tajam ke arah dirinya.
Pria yang hampir seumuran deng Axel memperhatikan Axel dengan seksama.
Dia mencoba mengingat sosok Axel yang tidak asing baginya.
Dia pernah melihat beberapa hari yang lalu Axel diwawancarai di salah satu talk show mengenai usaha bisnis yang dikelolanya.
Si pria itu mengingat dengan jelas bahwa AXel adalah bisnisman muda yang sangat sukses.
Dia mencoba membuka ponselnya dan mencari tahu tentang sosok Axel, dan memastikan bahwa dirinya tidak salah orang.
"Pa, sepertinya pria yang di hadapan kita ini adalah Tuan Axel yang memiliki puluhan swalayan yang menyebar i seluruh kota Padang, dan luar kota Padang," bisik si pria di telinga sang papa.
Pria paruh baya itu pun menatap Axel dari ujung kaki hingga ujung rambut, dia ingin memastikan bahwa pria yang ada di hadapannya merupakan pria yang lebih kaya ray dari pada Alvaro, putra dari sahabatnya.
"Apa kamu bilang? Lalu bagaimana dengan Alvaro?" bentak papa Kyara.
"Aku tidak peduli, aku hanya ingin menikah dnegan kekasihku ini," bantah Kyara sembari melingkarkan tangannya di lengan kekar Axel.
"Apa maksudmu?" bantah Axel berbisik pada Kyara.
"Tolonglah bersandiwara sedikit untuk menyelamatkan diriku," bisik Kyara memohon pada Axel.
Akhirnya Axel hanya diam, dia membiarkan wanita aneh itu berkata apa yang diinginkannya, tanpa disadari Axel kini si wanita aneh telah melibatkan dirinya terlalu jauh dalam permasalahan yang dihadapinya.
"Baiklah, kalau begitu kamu harus menikah dengannya sekarang juga!" bentak papa Kyara.
"Apa?" Axel tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh papa Kyara.
"Iya, kamu kekasih Kyara, dan kamu juga sudah berani membawa putriku tinggal di apartemenmu, maka kamu harus bertanggung jawab terhdap putriku," ujar papa Kyara licik.
Dia sudah termakan dengan hasutan abang Kyara yang memberitahukan bahwa Axel lebih kaya raya dari pada Alvaro.
Papa Kyara berharap bisnisnya akan semakin sukses dengan menikahkan putrinya dengan pria yang menurut putranya lebih sukses dari pada calon menantunya selama ini.
Kyara tidak bisa berbuat apa-apa dengan apa yang dikatakan oleh sang papa.
"Tidak, ini salah paham. Aku dan Kyara tidak memiliki hubungan apa-apa," ujar Axel membantah.
Dia berusaha membela diri agar papa wanita aneh itu tidak memaksa dirinya menikah dengan putri gilanya.
"Kamu tidak bisa menolak apa yang dikatakan oleh papaku, kalau tidak aku akan memberitahukan orang banyak bahwa kamu telah menodai adikku sehingga tidak ada lagi rekan bisnis yang mau bekerja sama denganmu," ancam abang Kyara.
__ADS_1
Axel terdiam, dia mencoba berpikir dengan keras agar dapat terbebas dari tuduhan ayah dan abang Kyara.
Axel pun menatap tajam ke arah Kyara yang kini hanya bisa diam saja.
"Hei, gadis gila. Ayo, cepat jelaskan pada ayahmu kalau aku tidak melakukan apa pun terhadapmu!" bisik Axel penuh penekanan pada Kyara.
"Sudahlah, lebih baik ikuti saja apa yang mereka inginkan," balas Kyara.
"Apa? Yang benar saja aku harus menikah dengan wanita sepertimu," bisik Axel lagi.
"Bagiku lebih baik menikah denganmu dari pada menikah dengan pria sakau itu," ujar Kyara cuek.
"Aku ini sudah punya istri, kamu mau menjadi istri kedua?" tanya Axel lagi.
Axel berharap Kyara akan berubah pikiran dengan ucapan yang dikatakan oleh Axel.
"Pria ini pasti berbohong kalau dia sudah punya istri, kalau memang dia sudah punya istri, aku tidak pernah lihat dia dekat dengan wanita mana pun," gumam Kyara di dalam hati.
"Aku tidak peduli, yang penting aku tidak menikah dengan pria sakau seperti Alvaro," bisik Kyara masih ngotot.
"Kamu jangan main-main denganku, ya." Axel semakin geram melihat tingkah Kyara.
"Ayolah, ikuti saja apa yang dikatakan oleh papaku, kamu mau saja menikah denganku, nanti aku yakin bisnismu akan lebih sukses lagi," ujar Kyara terus membujuk Axel.
"Bagaimana? Apakah kamu bersedia menikah dengan putrimu, atau aku akan viralkan dirimu yang telah membawa masuk putriku ke apartemen ini," ujar Papa Kyara mengancam Axel.
Apalagi saat ini Damar belum juga datang untuk menyelamatkan dirinya.
"Baiklah, tapi beri aku waktu untuk berpikir," ujar Axel.
Axel berusaha mengalihkan topik pembicaraan mereka yang memaksa menikahi Kyara hari itu juga.
"Apa kamu tengah berusaha menghindar dari tanggung jawab?" tanya abang Kyara menuduh Axel.
"Arrgghhh," teriak AXel di dalam hati.
Dia tidak tahu harus bagaimana lagi.
Axel pun melangkah menuju sofa yang ada di ruang tamu, dia membiarkan semua orang berdiri di tempat mereka masing-masing.
Semua yang ada di ruangan apartemen Axel pun saling melempar pandangan mereka heran melihat apa yang dilakukan oleh Axel.
Axel mengambil ponselnya lalu dia menghubungi Damar dan meminta Damar untuk datang secepatnya ke apartemennya.
__ADS_1
Semua orang di sana mematung selama 20 menit hingga Damar pun datang.
Damar kaget melihat banyak orang di apartemen milik sahabatnya itu.
"Ada apa ini?" tanya Damar pada Axel.
Damar menoleh ke arah Kyara yang juga ikut mematung bersama rombongan papanya.
"Tanyakan pada wanita gila itu," jawab Axel kesal.
Damar pun menghampiri Kyara.
"Ada apa ini?" tanya Damar mengulangi pertanyaannya.
Akhirnya Kyara pun menceritakan apa yang telah terjadi, dia juga meminta Damar untuk membujuk Axel mau menikah dengannya.
Damar menganggukkan kepalanya paham dengan situasi yang tengah terjadi.
Dia pun langsung menghampiri pria paruh baya yang disebut Kyara sebagai papanya.
"Maaf, Tuan. Mari kita duduk terlebih dahulu dalam menyelesaikan masalah ini," ajak Damar.
Dia berusaha sebisa mungkin agar suasana tidak memanas.
Akhirnya papa Kyara pun melangkah menuju sofa tempat Axel yang juga duduk di sana.
Mereka pun kini sudah duduk di ruang tamu, kecuali para pria berjas hitam yang tadi mencari Kyara.
"Maaf, Tuan. Kalau boleh tahu tuan ini siapa?" tanya Damar hati-hati agar pria paruh baya itu tidak marah.
"Saya Antonio Gultom," jawab si pria paruh baya itu.
"Oh, baiklah Tuan Anton. Mungkin di sini telah terjadi beberapa kesalahpahaman. Sebelum anda menghakimi bos saya, sebaiknya anda selidiki dulu apa yang sebenarnya telah terjadi," ujar Damar pada Antonio.
Antonio menoleh ke arah putranya, dia meminta pendapat dari putranya.
Saat ini Antonio sudah tergiur dengan kesuksesan yang dimiliki Axel. Meskipun usaha Axel berupa swalayan, tapi omset yang didapatnya tiap bulan melebihi penghasilan Alvaro.
Damar pun menceritakan apa yang sebenarnya terjadi kemarin malam pada Antonio dan Abang Kyara.
Damar berharap Antonio mengerti dan tidak lagi memaksa Axel menikahi putrinya.
Antonio dan Abang Kyara masih saja diam, mereka memikirkan cara untuk bisa menikahkan Kyara dengan Axel.
__ADS_1
"Tidak, papa jangan percaya. Axel sudah menyentuhku, tadi malam kami,--" Kyara sengaja menggantung ucapannya.
Bersambung...