
Seorang gadis mendorong tubuh Axel ke dalam apartemennya. Gadis itu pun bergegas menutup pintu apartemen Axel.
"Tolong aku," ujar si gadis memohon pada Axel tanpa melihat siapa pria yang kini berada di depannya.
"Hei, apa yang kau lakukan?" tanya Axel setelah tahu wanita yang tiba-tiba masuk itu adalah Kyara, wanita aneh yang pernah ditolongnya.
"Kau?" Kyara tak percaya bisa bertemu kembali dengan Axel.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Axel lagi heran melihat si gadis aneh itu.
"Ini semua gara-gara lu! Seandainya lu enggak antarkan gue ke rumah kak Winda, gue enggak bakal dikejar-kejar anak buah pria sakau itu," bentak Kyara tiba-tiba.
Axel hanya bisa menautkan kedua alisnya bingung mendengar ucapan si gadis yang tiba-tiba marah padanya.
"Hei, apa yang terjadi?" tanya Axel semakin bingung.
"Keluargaku menemukanku bersembunyi di rumah kak Winda, dan mereka saat ini kembali merencanakan pernikahanku dengan pria sakau itu," cerita Kyara.
"Aku harus kabur dari mereka, kalau tidak besok mereka akan menikahkan ku dengan pria sakau yang tidak punya perasaan itu," cerita Kyara lagi.
Damar berdiri dan menghampiri mereka, dia heran melihat seorang wanita telah berada di dalam apartemen itu.
"Ada apa?" tanya Damar.
Axel hanya mengangkat bahunya.
"Bang, tolong aku," rengek Kyara pada Damar.
Kyara pun menarik tangan Damar masuk ke dalam ruang tamu, agar orang-orang yang mencarinya tak mengetahui keberadaannya di dalam apartemen milik Axel itu.
Axel hanya bisa menghela napas panjang, dia tak menyangka akan bertemu kembali dengan wanita aneh itu, apalagi kali ini si wanita aneh itu datang ke apartemen miliknya.
"Kamu tenang dulu, kamu bisa ceritakan masalah kamu secara perlahan," ujar Damar meminta sang gadis untuk tenang terlebih dahulu.
Axel hanya berdiri bersandar di dinding sembari mendengarkan keluh kesah si gadis.
Kyara merupakan seorang putri dari seorang pengusaha sukses di kota Padang, tapi ayah Kyara rela menikahkan putrinya dengan putra rekan bisnisnya agar perusahaannya bisa lebih sukses lagi.
Ayah Kyara tidak mengetahui sifat dan kebiasaan pria yang akan dijodohkannya dengan sang putri itu sehingga berkali-kali Kyara terus berusaha kabur dari rumah dan dari pernikahan yang mereka rencanakan.
Kyara tidak bisa menerima perjodohan itu. Kali ini Kyara benar-benar ingin pergi jauh dari keluarganya.
Dia tak peduli lagi kasih sayang dari orang tuanya yang tega menjual dirinya hanya demi kesuksesan yang akan mereka raih.
Damar mengangguk paham mendengarkan cerita gadis itu, sedangkan Axel hanya tersenyum mendengarkan ocehan si gadis.
__ADS_1
Axel tak peduli dengan masalah yang dihadapi oleh Kyara, baginya Kyara hanyalah pengganggu dalam hidupnya.
"Ya sudah, malam ini kamu bisa menginap di sini," ujar Damar mengambil keputusan tanpa meminta persetujuan dari Axel.
"Apa? Berani sekali Damar memberi izin gadis itu tinggal di sini," gumam Axel kesal di dalam hati.
Axel membesarkan bola matanya menatap tajam ke arah Damar, tapi Damar pura-pura tidak peduli.
Setelah itu Damar pun mengantarkan Kyara masuk ke dalam kamar tamu yang tersedia di dalam apartemen s sahabatnya itu.
"Kamu apa-apaan, Mar?" tanya Axel kesal pada Damar setelah Damar kembali mengantarkan Kyara ke kamar.
"Ayolah, Xel. Dia sedang buruh bantuan kita," ujar Damar membujuk Axel agar berbaik hati pada wanita itu.
"Tapi, dia akan menjadi masalah untuk kita," ujar Axel Damar.
"Kamu tenang saja, aku akan mencari jalan keluar untuk masalahnya esok hari, biarkan malam ini dia berada di sini dulu," ujar Damar membujuk Axel.
Mau tak mau akhirnya Axel pun mengalah, dia pun pasrah dengan apa yang telah dilakukan oleh sahabatnya itu.
Saat malam semakin larut, Damar pun izin pulang. Dia meninggalkan Kyara di apartemen Axel, dan dia berjanji akan menjemput Kyara besok pagi.
Damar berencana membawa Kyara ikut bersama mereka melakukan perjalanan bisnis esok hari, di sana dia akan coba memikirkan jalan terbaik untuk Kyara.
Doorr doorr doorr.
Pintu apartemen milik Axel digedor salah satu dari mereka dengan kasar.
Hal itu membuat Axel yang masih melaksanakan shalat subuh terganggu, dia terpaksa tidak sempat berdo'a karena itu.
"Siapa yang bertamu pagi-pagi seperti ini," gumam Axel di dalam hati.
Dia melipat sajadahnya sembarangan lalu meletakkan sajadah itu di atas tempat tidur, setelah itu dia melangkah keluar dari kamar.
Sebelum Axel membuka pintu apartemennya, dia pun mengintip dari celah yang tersedia di pintu.
Dia melihat ada beberapa orang berjas hitam berdiri di depan pintu apartemennya.
"Siapa mereka? Apa yang mereka lakukan di sini?" gumam Axel di dalam hati.
Axel lupa dengan keberadaan Kyara yang ada di dalam apartemennya. Dia pun membukakan pintu apartemennya.
"Maaf, Tuan. Kami mengganggu pagi-pagi begini," ujar salah satu dari mereka dengan ramah.
Keramahan mereka jauh berbeda dengan penampilan mereka yang sangar dan bertubuh kekar.
__ADS_1
"Iya, ada apa?" tanya Axel.
"Begini tuan, kami kehilangan majikan kami di gedung apartemen ini, saat kami memeriksa CCTV yang ada di apartemen ini, kami melihat majikan kami masuk ke dalam apartemen tuan," ujar salah satu dari mereka.
"Majikan kalian?" Axel sama sekali tak terpikirkan tentang Kyara yang kini berada di dalam kamar tamu di apartemenny.
"Iya, Tuan. Kami melihat dnegan jelas Nona muda masuk ke dalam apartemen ini," jelas salah satu dari mereka.
"Astaghfirullahal'azhim," lirih Axel.
"Apakah yang dimaksud mereka adalah gadis aneh itu?" gumam Axel di dalam hati.
"Apa yang harus aku lakukan sekarang? Haruskah aku membiarkan gadis itu dibawa oleh mereka," gumam Ael bingung.
"Maaf, saya hanya tinggal seorang diri di sini," ujar Axel berbohong.
Entah mengapa hati nuraninya ingin mencoba untuk menolong sang gadis aneh itu.
"Kami yakin, nona muda ada di apartemen ini tuan. Jadi, tuan tidak bisa menyembunyikannya dari kami," ujar salah satu dari mereka lagi.
"Tapi, saya tidak menerima tamu sejak kemarin," ujar Axel lagi terus berbohong.
"Kalau begitu, kami akan menggeledah apartemen tuan, maaf atas ketidaknyamanan ini," ujar pria yang paling berbadan kekar di antara mereka.
Dia pun mendorong tubuh Axel hingga Axel pun mundur beberapa langkah.
Pria berjas hita itu pun masuk dnegan paksa ke dalam apartemen milik Axel, mereka berpencar untuk mencari nona muda yang mereka maksud.
Axel pun hanya bisa terdiam, dia tidak tahu harus berbuat apa.
Tak berapa lama setelah mereka menggeledah apartemen Axel, mereka membawa Kyara keluar dari salah satu kamar di apartemen itu.
Bersamaan dengan itu seorang pria paruh baya masuk dengan pria yang dulu pernah bertemu dnegan Axel.
"Kyara! Kamu harus pulang sekarang juga!" bentak si pria paruh baya itu.
"Tidak! Aku tidak akan pergi dari sini," bantah Kyara.
Kyara berlari menghampiri Axel.
"Aku tidak mau menika dengan Alvaro, aku sudah memiliki kekasih, dan dia kekasihku!" bantah Kyara.
Axel terpaku mendengar ucapan Kyara.
Bersambung...
__ADS_1