
Daffa masih saja melangkah tanpa arah, pandangannya tertuju pada lautan lepas.
Dia belum menyadari keberadaan Adeeva di dekatnya.
Adeeva tidak ingin Daffa tahu keberadaannya, hingga akhirnya Adeeva mencari tempat untuk bersembunyi.
Dia pun menjauh dari tempat itu, dia tak peduli Axel akan susah mencari dirinya.
Dia mencari tempat yang aman agar pria yang kini mengisi hatinya itu tidak bisa menemukannya.
Adeeva tidak ingin kembali masuk ke dalam kehidupan Daffa karena dia tidak sanggup melihat Daffa bersama Ainun.
Dia memilih untuk menghindar dari pada terluka karena cemburu.
Axel mencari-cari keberadaan Adeeva yang kini sudah tak lagi berada di tempat mereka tadi duduk.
Axel terus mengedarkan pandangannya ke sekitar tempatnya kini berada, dan tidak sengaja dia melihat Daffa yang berjalan seorang diri.
"Daffa," panggil Axel memastikan pria yang bejalan sendirian itu adalah sahabatnya.
Daffa menoleh ke rah asal suara yang memanggil namanya.
Dia melihat Axel tengah duduk seorang diri di sebuah rebahan pohon.
Daffa tak menyangka akan bertemu dengan Axel di tempat itu, karena dia sama sekali tidak tahu akan kedatangan Axel ke Bali.
"Axel," lirih Daffa memastikan dia tak salah lihat.
"Apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Axel penasaran melihat Daffa di sana.
"Kamu, Axel. Kapan datang? Kenap tidak mengabariku kamu tengah di sini?" tanya Daffa heran.
Dia sama sekali tidak menjawab pertanyaan dari Axel.
"Aku kira Alex memberitahumu kami tengah berlibur di sini," jawab Axel.
"Alex tak memberitahuku apa-apa," lirih Daffa.
"Mungkin dia lupa, toh kami di sini hanya berlibur," ujar Axel.
"Kenapa kamu sendirian?" tanya Daffa penasaran.
"Tadi aku bersama istriku di sini, tapi tidak tahu entah ke mana perginya," jawab Axel sambil celingukan mencari sosok sang istri yang tidak tahu entah pergi ke mana.
Sebenarnya saat ini Axel merasa khawatir Adeeva akan kabur lagi darinya tapi dia tidak mungkin meminta Daffa pergi.
"Kamu tak mencarinya?" tanya Daffa.
"Mungkin saja dia tengah mencari toilet," jawab Axel berusaha untuk tenang.
"Oh," lirih Daffa.
"Apa yang kamu lakukan di sini sendirian?" tanya Axel pada Daffa.
__ADS_1
"Tidaka ada, aku hanya ingin menenangkan diri," jawab Daffa.
"Apa kamu sedang ada masalah?" tanya Axel penasaran.
Sebagai sahabat lama, dia dapat melihat kerisauan dari wajah sang sahabat.
"Aku sedang mencari seseorang yang telah pergi beberapa hari yang lalu dari kehidupanku," tutur Daffa jujur pada sahabatnya.
Sejak dulu Daffa memang sangat terbuka dengan Axel, sehingga dia tak dapat menyembunyikan masalah yang dihadapi dari Axel.
Tapi, kali ini Daffa tak memberitahukan Axel bahwa wanita itu tengah mengandung. Dia hanya menceritakan bahwa dirinya telah jatuh cinta pada seorang wanita, dan wanita itu menghilang dari hidupnya.
"Sabarlah, semoga kamu menemukan wanita yang kamu cintai itu. Semoga kalian berjodoh," lirih Axel.
"Aamiin," sahut Daffa.
"Oh, apa jangan-jangan kamu datang ke sini pergi berlibur dengan istrimu?" tanya Daffa mengalihkan pembicaraan.
"Mhm, begitulah." Axel hanya menganggukkan kepalanya.
Axel memang tipe pria yang tertutup, jadi dia hanya bisa mengangguk.
"Wah, begitu ternyata. Semoga kamu dan istrimu selalu bahagia," ujar Daffa juga ikut mendo'akan yang terbaik untuk sahabatnya itu.
"Aamiin," sahut Axel juga.
Axel kembali mengedarkan pandangannya ke sekelilingnya. Dia belum melihat sosok Adeeva berada di dekatnya.
"Carilah istrimu, nanti malah dicuri orang," ujar Daffa.
Axel pun berpamitan dengan Daffa, dia pun melangkah meninggalkan Daffa yang kini masih duduk di rebahan pohon itu.
"Deev, jika kamu benar telah kembali pada suamimu. Aku tak bisa berbuat apa-apa lagi, tapi cintaku untukmu akan selalu ada di hati ini," gumam Daffa seorang diri setelah Axel tak lagi berada di sampingnya.
Daffa terus menatap jauh lautan lepas yang ada di hadapannya.
Dia pun meninggalkan pantai itu setelah panas matahari mulai menyengat, dia melangkah menuju mobilnya yang terparkir, lalu kembali ke kantor setelah makan siang.
Axel terus mencari-cari Adeeva, hingga akhirnya dia bertemu dengan Adeeva yang kini tengah duduk di sebuah kafe.
"Deev, apa yang kamu lakukan di sini? Aku mencari-carimu," ujar Axel setelah bertemu dengan Adeeva.
"Maaf, tadi aku mencari toilet, saat ingin kembali aku merasa haus makanya aku memilih untuk minum sebentar di sini," jawab Adeeva memberi alasan kepergiannya.
"Oh, aku takut kamu kembali meninggalkan diriku," ujar Axel mengungkapkan kerisauannya.
Axel menatap dalam pada Adeeva, lewat tatapan itu dia memberitahu Adeeva bahwa dia sangat mencintai Adeeva.
Adeeva tak sanggup membalas tatapan sang suami, dia pun menundukkan kepalanya.
Adeeva tidak bisa melihat cinta yang besar dari mata Adeeva untuk dirinya karena Adeeva tidak bisa membalas cinta Axel. Hatinya telah terisi oleh sosok seorang pria yang baru saja masuk dalam kehidupannya.
Setelah itu, Adeeva dan Axel pun berpindah ke restoran hotel karena Axel merasa sudah sangat lapar.
__ADS_1
Dia mengajak Adeeva makan siang terlebih dahulu sebelum kembali ke hotel.
Adeeva dan Axel kini sedang asyik menikmati menu makan siang yang telah tersedia di hadapan mereka.
Sementara itu, Kyara merasa bosan berada di kamar hotel.
Dia juga merasa perutnya sangat lapar.
"Lebih baik aku pergi dari sini, mengapa aku mengurung diri di kamar sedangkan dia entah pergi ke mana," gumam Kyara mengumpat Axel yang sejak tadi tak kunjung datang menemuinya.
Kyara melangkah menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, sejak tadi pagi dia memang belum mandi karena sejak bangun tidur dia tidak memiliki semangat hidup sedikit pun.
Usai mandi, Kyara mencari gaun yang menurutnya bagus dikenakannya.
Dia ingin pergi ke suatu tempat yang bisa membuat dirinya melupakan rasa suntuk yang ada di benaknya.
Setelah mengenakan pakaiannya, dia duduk di depan meja rias.
"Aku tak kurang cantik dari wanita itu, aku pasti bisa merebut cinta Axel darinya," gumam Kyara mulai memberi semangat pada dirinya.
Kini Kyara mulai menyemangati dirinya, jika tidak bisa menyingkirkan Adeeva dari kehidupan Axel, paling tidak Kyara bisa membuat Axel sadar bahwa dirinya ada sebagai istrinya.
Kyara memoles wajahnya dengan make up natural. Dia terlihat sangat cantik dan anggun.
"Hari ini lebih baik aku bersenang-senang," gumam Kyara.
Kyara pun melangkah menuju pintu kamar, dia kaget saat melihat 2 orang pria berdiri di depan pintu kamar itu.
"Siapa kalian?" tanya Kyara heran.
Dia tidak tahu bahwa Axel menyuruh seseorang menjaga istri keduanya agar tidak pergi ke mana-mana.
"Maaf, Nona. Kami disuruh tuan untuk menjaga Nona," jawab salah satu dari bodyguard itu.
"Untuk apa dia melakukan ini?" gumam Kyara di dalam hati.
Tak berapa lama dia berada di luar kamar, Damar pun datang menghampirinya.
"Nona mau ke mana?" tanya Damar.
"Aku lapar, mau cari makan," jawab Kyara.
"Mari nona, saya akan antarkan nona," ujar Damar.
Kyara hanya mengikuti langkah Damar hingga mereka pun sampai di restoran hotel.
Kyara melihat Axel dan Adeeva sedang asyik menikmati makan siang.
Jantungnya mulai bergemuruh menahan amarah di dadanya.
Dia langsung melangkah menghampiri Axel dan Adeeva.
"Oh, jadi ini yang kamu lakukan di belakang aku?" bentak Kyara tak bisa menahan emosi.
__ADS_1
Bersambung...