
Adeeva memegangi pipinya yang terasa panas akibat tamparan keras yang dilayangkan oleh ibu mertuanya.
Kyara kaget melihat apa yang dilakukan oleh ibu dari suaminya, sedangkan Axel terdiam melihat sang istri ditampar keras oleh wanita yang telah melahirkannya.
Rasyid melongo dengan tindakan istrinya.
"Ma, apa yang mama lakukan?" tanya Axel membela sang istri.
"Tamparan ini belum apa-apa dibandingkan luka yang ditorehkan wanita ini di hatimu," bentak Gita.
Gita meluapkan semua kekesalannya pada Adeeva, dia kira menantu pertamanya itu tidak akan berani lagi menginjakkan kakinya di rumah mereka setelah pergi berbulan-bulan.
"Ma, apa yang kamu lakukan?" tanya Rasyid pada sang istri.
Gita hanya diam, lalu meruncingkan telunjuknya tepat di depan wajah Adeeva.
"Aku tak Sudi wanita ini menginjakkan kakinya di rumahku," bentak Gita penuh emosi.
Axel menautkan kedua alisnya.
"Ma, mama tidak bisa seperti itu, Adeeva adalah istri Axel," ujar Axel masih saja membela sang istri.
"Terserah kamu, Axel. Mama tak Sudi wanita jal*ng ini tinggal di sini," ujar Gita lagi.
"Baiklah, Ma. Kalau memang itu yang mama inginkan, aku tidak akan membawa Adeeva masuk ke dalam rumah ini," ujar Axel.
Axel memperlihatkan bahwa dirinya membela sang istri pertama.
Kyara hanya diam menyaksikan apa yang terjadi di hadapannya.
Dia merasa senang melihat ibu mertuanya membenci madunya itu.
"Ayo, Deev. Kita pergi dari sini," ajak Axel.
Axel menarik tangan Adeeva untuk meninggalkan rumah itu, dan dia lupa sudah meninggalkan istri keduanya.
"Axel," panggil Kyara.
Kyara bingung harus berbuat apa.
Axel menghentikan langkahnya saat berada di depan pintu mobil.
"Terserah kamu, mau ikut aku atau tinggal bersama mama," ujar Axel tak peduli pada Kyara.
Hati Kyara sangat hancur mendengar ucapan sang suami.
__ADS_1
"Kyara kamu ikuti suamimu, jangan biarkan wanita jal*ng itu merebut suamimu," ujar Gita.
Gita tidak tahu di mana Axel menemukan Adeeva, yang pasti dia tidak lagi ingin putranya berhubungan dengan wanita itu.
Rasa sakit hatinya terus bertambah jika dia melihat perut buncit Adeeva.
Akhirnya Kyara pun mengikuti Axel yang kini sudah masuk ke dalam mobil.
"Danar, kita ke apartemen saja," ujar Axel memberi perintah pada asisten pribadinya.
Damar melajukan mobilnya meninggalkan kediaman keluarga Rasyid lalu menuju apartemen milik Axel.
"Maafkan mama ya, Deev. Mungkin saat ini mama merasa kesal karena kamu pergi begitu saja," ujar Axel menghibur istrinya.
Adeeva hanya diam, begitu juga dengan Kyara.
Di sepanjang perjalanan tak ada seorangpun yang berbicara hingga mereka sampai di apartemen.
Saat mereka berada di apartemen, Axel mengajak Adeeva masuk ke dalam kamarnya.
Sementara itu dia membiarkan Kyara di luar begitu saja, dia tidak menyuruh Kyara untuk masuk ke dalam kamar lainnya.
Hati Kyara semakin hancur mendapat sikap dingin dari sang suami, tapi dia terus menyemangati dirinya untuk tetap bertahan berada di samping Axel karena pria itu telah merenggut harta berharga miliknya, Kyara ingin Axel bertanggung jawab dengan apa yang telah dilakukannya.
"Axel," lirih Adeeva saat mereka telah berada di dalam kamar.
"Kamu telah melupakan sesuatu," lirih Adeeva.
"Apa?" tanya Axel heran.
"Kamu telah melupakan istri keduamu, setidaknya bawa masuk biasa agar hatinya tidak terluka," ujar Adeeva mengingatkan Axel untuk tidak lupa dengan tanggung jawabnya sebagai seorang suami dari dua orang istri.
Sebagai suami yang memiliki dua orang istri Axel harus bisa bersikap adil antara keduanya.
"Tapi, Deev. aku tidak mencintai wanita itu, hanya kamu yang ada di hatiku," bantah Axel.
Dia enggan untuk mengajak ke arah masuk ke dalam kamar.
"Walau bagaimanapun dia adalah istrimu, Aku tidak mau ada wanita lain terluka karena diriku," lirih Adeeva yang masih peduli dengan hati madunya.
Mendapat perlakuan dasar dari mertuanya, membuat Adeeva sadar bahwa dirinya memang tidak pantas berada di sisi Axel, terlebih saat ini dia tidak bisa membagi hatinya untuk pria baik hati itu.
Akhirnya mau tak mau Axel pun melangkah keluar, dia menemui Kyara yang kini sedang duduk di kursi ruang tamu.
"Ayo, ke kamar," ajak Axel pada istri keduanya.
__ADS_1
"Untuk sementara waktu kamu bisa tinggal di kamar satu lagi," ujar Axel pada sang istri.
Kyara menatap sang suami dengan tatapan yang sulit diartikan, rasa kecewa terhadap sang suami membuat Kyara ingin memarahi suaminya, tapi apalah dayanya terlihat jelas bahwa sang suami lebih mencintai istri pertamanya.
Keberadaannya di antara adeva dan Axel memanglah salah, tapi dia juga harus memperjuangkan haknya sebagai istri sah di mata hukum dan agama.
Axel menarik tangan Kyara yang masih saja menatap dirinya.
Axel membawa Tiara masuk ke dalam kamar yang ada di sebelah kamarnya.
"Mulai hari ini, di sini kamarmu," ujar Axel.
Kyara masih saja diam, setelah itu Axel pun meninggalkan Kyara begitu saja.
Lagi-lagi hati Kyara hancur berkeping-keping.
"Apa yang harus aku lakukan agar dia bisa melirik ku sedikit saja, paling tidak dia menganggap keberadaanku sebagai seorang istri di sisinya," gumam Kyara di dalam hati.
Kyara mulai membenamkan wajahnya di atas tempat tidur, Kini dia menangis meratapi nasib sial yang dihadapinya saat ini.
Sementara itu di kediaman kalau keluarga Rasyid.
Rasyid memarahi sang istri atas perbuatannya terhadap menantu pertamanya.
"Sayang kenapa kamu melakukan itu?" tanya Rasyid pada sang istri.
Dia tidak setuju dengan apa yang telah dilakukan oleh istrinya terhadap menantu pertamanya.
Meskipun Adeeva telah pergi meninggalkan Axel, tapi wanita itu masih sah sebagai istri dari putranya.
"Aku tidak sudi melihat wanita itu berada di hadapanku," ujar Gita mengingat kisah pahit yang harus dijalani oleh putranya.
"Aku tahu kamu marah padanya karena pergi begitu saja, tapi setidaknya kita harus bersyukur Axel bisa menemukan kembali wanita yang dicintainya," ujar Rasyid menasehati sama istri.
"Tidak, Pa. Aku justru ingin dia lenyap dari muka bumi ini sehingga dia tidak lagi mengganggu hubungan Axel dan istri keduanya," ujar Gita.
"Istighfar, Ma. pernikahan Axel dan Adeeva atas persetujuan kita berdua, tidak ada gunanya kita menyesali apa yang telah terjadi di antara mereka. biarkan anak kita menjalani hidupnya saat ini," nasehat Rasyid.
Rasyid ingin istrinya menerima kembali kehadiran menantu pertamanya yang sempat menghilang begitu saja.
"Tidak, aku tidak sedih memiliki menantu seorang wanita ****** yang hamil sebelum menikah," ujar Gita.
Akhirnya Gita tidak lagi dapat menyimpan rahasia yang selama ini dipendamnya.
"Apa maksud kamu, Ma?" tanya Rasyid tidak percaya dengan apa yang baru saja dikatakan oleh sang istri.
__ADS_1
Bersambung...